(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Konsultasi pada Rian



Setelah Hazel selesai mandi dan bersiap ia pun turun bersama Alyss untuk sarapan bersama.


Alyss hanya mengenakan kemeja longgar milik Hazel, Sebenarnya Hazel sangat gemas melihat Alyss berpakaian seperti itu, tetapi ia menahan dirinya mengingat kondisi mental Alyss yang masih terguncang.


"Kenapa tak makan?" tanya Hazel ketika melihat Alyss yang hanya diam saja menatap makanan di depannya.


"Aku tak berselera makan." jawab Alyss pada Hazel.


Sebenarnya mendengar jawaban seperti itu membuat Hazel menjadi kesal namun saat ia memperhatikan wajah Alyss yang terlihat sangat murung dan tak bersemangat,


Hazel pun menarik napas panjang dan berusaha menahan emosi nya agar tak memarahi Alyss.


"Kau ingin mengganti menunya?" tanya Hazel lagi dengan suara lembut pada Alyss. berusaha agar tak mengeluarkan emosinya


Tak ada satu jawaban pun yang keluar dari bibir Alyss, Hazel makin merasa kesal karena ia merasa Alyss mengabaikannya dan tak mengindahkan ucapannya.


Hazel lalu mencengkram dagu Alyss menyuapkan sesendok makanan ke mulut Alyss secara paksa.


"Uhuk.. uhuk.." Alyss terbatuk karna perbuatan Hazel.


"Sekarang kau bisa makan? Ingin ku suapi sampai habis?" ucap Hazel sembari menatap tajam Alyss.


Alyss pun langsung menepis tangan Hazel yang sedang mencengkram dagunya.


"Aku bisa sendiri." jawab Alyss pada Hazel lalu segera memalingkan wajahnya menghadap makanan yang berada di depan nya.


Alyss mulai mengangkat sendok dengan tangan kanan nya yang berbalut perban karna ia terluka barusan.


"Ingin ku suapi saja?" tawar Hazel pada Alyss ketika melihat Alyss yang kesusahan mengambil makanan dengan tangan yang masih terluka.


"Tidak, aku bisa." jawab Alyss singkat dan langsung mengganti dengan tangan kirinya.


Hazel menaikan satu alisnya ketika melihat Alyss yang memegang sendok dengan tangan kirinya.


"Kau kidal?" tanya Hazel


"Ya." jawab Alyss singkat pada Hazel.


Sebenarnya Alyss tidak kidal sama sekali, ia hanya tak mau jika Hazel harus menyuapinya.


Setelah Selesai sarapan Hazel pun langsung segera pergi ke RS, dan Alyss pun langsung pergi ke kamarnya.


......................


Skip time.


Jam sudah menunjukkan pukul 05.45 PM.


Hazel pun segera bergegas untuk pulang, namun saat ia melewati meja Rian ia langsung teringat bahwa Rian memiliki banyak pacar, maka dari itu Hazel berpikir untuk bertanya pada Rian bagaimana caranya agar bisa menaklukan Alyss.


Hazel pun langsung menghampiri Rian yang masih sibuk menyusun berkas-berkas yang berada di atas mejanya.


"Ingin makan malam bersama?" tanya Hazel pada Rian.


Rian yang mendengar suara Hazel pun langsung mengangkat wajah nya dan melihat Hazel. Ia merasa bingung karna tiba-tiba Hazel meminta pergi makan malam dengannya.


"Tumben sekali kau mengajakku?" ucap Rian dengan nada curiga.


"Bukankah kita sudah lama, tak pergi keluar bersama, dulu saat sekolah kita sering keluar." jawab Hazel pada Rian.


"Benar juga...


Ayo, kau yang bayar." ucap Rian semangat pada ajakan Hazel.


Hazel hanya membuang wajah malas melihat sikap sahabatnya itu.


Mereka pun segera pergi ke restoran ternama untuk makan malam, Hazel pun tak lupa menelpon kepala pelayan di rumahnya agar menyuruh Alyss makan duluan dan memastikan bahwa Alyss sudah benar-benar makan malam.


"Bagaimana perkembangan mu dengan dr. Alyssca?" tanya Rian di sela-sela makan malam mereka.


Hazel yang belum sempat mengutarakan tujuan nya mengajak Rian makan malam pun langsung bersemangat ketika mendengar pertanyaan Rian.


"Sepertinya kurang baik, dia sekarang terlihat sangat murung dan bahkan seperti tak ingin bicara lagi padaku." jawab Hazel sejujurnya pada Rian.


"Dia masih marah padamu? Karna kau menyiksa waktu itu?" tanya Rian lagi.


"Kurasa tidak." jawab Hazel menggelengkan kepalanya sekilas


"Lalu apa? Kau menyiksanya lagi?" tanya Rian dengan raut wajah bingung sembari menyendokkan makanan ke mulut nya.


"Aku juga tak menyiksa lagi, aku hanya menidurinya." jawab Hazel enteng.


"Uhuk..." Rian yang langsung tersedak karena terkejut mendengar jawaban Hazel.


"Kau menidurinya? Kalian sudah..." tanya Rian yang terkejut dan tak melanjutkan ucapannya.


"Ya, tapi dia terlihat sangat marah padaku." jawab Hazel dengan wajah tak berdosa.


"Bisa Ya dan bisa Tidak, aku sudah memberinya obat agar dia menjadi lebih nyaman, dan setelah itu dia juga tak banyak melakukan penolakan." jawab Hazel enteng.


Rian hanya menggelengkan kepalannya mendengar jawaban Hazel.


"Tetap saja kau memaksanya, kau melakukan sesuatu di luar keinginannya. Dan...


Apa kau pria pertama nya?" ucap Rian pada Hazel.


"Ya." jawab Hazel singkat sembari menganggukkan kecil kepalanya.


"Walaupun aku pria pertama nya, tapi dia juga wanita pertama yang melakukan hal seperti itu dengan ku. Lalu apa masalah nya?


Wajah ku lumayan dan aku juga sangat kaya, aku bahkan sudah mengaku bahwa aku menyukainya." Sambung Hazel lagi pada Rian.


Rian semakin pusing di buat oleh Hazel, mendengar jawaban dari temannya itu. Menurut nya Hazel hanya pandai berbisnis dan membunuh orang saja, ia benar-benar tak tau bagaimana menghadapi wanita.


"Yang pertama kau memaksanya, kedua kau selalu menyiksanya, ketiga kau juga selalu mengancam nya, keempat coba pikirkan awal pertemuan mu dengannya." ucap Rian pada Hazel agar menyadari letak salah nya.


"Mmm itu memang benar sih..." jawab Hazel yang mulai memikirkan ucapan Rian.


"Mmm..


Bukankah kau memiliki banyak pacar? Lalu bagaimana cara mu membuat mereka menyukai mu?" tanya Hazel pada Rian.


"Aku? Aku bersikap lembut dan ramah pada mereka, lalu memanjakan dan memberi apa yang mereka inginkan." jawab Rian pada Hazel.


"Ku rasa aku sudah cukup memanjakan Alyss." ucap Hazel lirih ketika mendengar jawaban Rian.


Mendengar Hazel yang berbicara lirih, Rian langsung memotong ucapan Hazel.


"Kau memanjakannya? Dengan cara apa?"


"Aku tak membunuh sampai sekarang, lalu aku juga membiarkannya memelihara kucing, walaupun aku tak suka pada hewan peliharaan, dan aku tak memotong kaki nya saat dia kabur dari ku.


Oh iya aku juga tak memotong tangan nya pagi ini, padahal dia sudah melukai tangan ku." ucap Hazel sembari memutar ingatannya dan menunjukkan tangan nya yang terluka pada Rian.


"Kau tak pernah memanjakannya, kau pikir itu hal memanjakan? Apa kau pernah melakukan hal yang romantis pada nya?" ucap Rian yang benar-benar kehabisan kata-kata pada Hazel.


"Romantis? Bagaimana caranya?" tanya Hazel dengan mengerutkan dahinya.


"Mengajak nya keluar, membelikan barang yang dia inginkan, membuatkan masakan untuknya, bersikap lembut padanya. Hal-hal semacam itu." jawab Rian


"Lalu mereka menjadi menyukai mu?" tanya Hazel lagi pada Rian.


"Ya, tentu saja.


Mmm..


Tapi memang rata-rata para wanita itu mendekati ku lebih dulu, jadi ku pikir untuk masalah seperti dr. Alyssca sedikit berbeda. Dia tak memiliki niat mendekatimu, dan bahkan mungkin dia membenci mu." jawab Rian.


"Lalu apa yang harus ku lakukan?" tanya Hazel pada Rian.


Rian tertawa kecil melihat wajah sahabatnya itu, selama dia berteman dengan Hazel ia tak pernah melihat Hazel yang sangat kebingungan, apalagi disebabkan oleh urusan wanita.


"Bukankah kau pernah bilang bahwa kau tak peduli dia menyukai mu atau tidak. Kau akan tetap memaksanya tinggal denganmu." ucap Rian dengan nada sedikit meledek pada Hazel.


"Sudahlah jawab saja pertanyaan ku!" jawab Hazel dengan nada marah pada Rian.


Sebenarnya Hazel memang tetap akan memaksa Alyss untuk tetap bersamanya walaupun jika Alyss membencinya, namun jika Alyss dapat menyukainya, hal itu mungkin lebih baik.


"Untuk sekarang mungkin kau bisa menuruti keinginannya, dan sebisa mungkin menahan emosi mu padanya dan bersikap dengan lembut. Dia memang tak akan langsung menyukai mu, tapi mungkin dia perlahan akan merasa nyaman, dan bisa memaafkan mu serta bisa menyukaimu sedikit demi sedikit." jawab Rian.


"Seperti itu.." ucap Hazel lirih ketika mendengar jawaban Rian.


Setelah itu Hazel pun langsung bangkit dan segera pulang ke kediamannya, ia meninggalkan Rian sendiri di Restoran tersebut.


"Dasar ! Sudah dapat maunya saja langsung ditinggal, Sudahlah aku makan saja lagi." gumam Rian ketika melihat Hazel pergi.


...****************...


**Hai ini sekalian Author kenalin Visual Rian yah hihi sekalian nampilin visualnya si Hazel lagi hihi


Jangan lupa Like, Komen, dan Rate 5 nya hihi


Juga vote dan fav biar Author tambah semangat hihi🤭**



Hazel Rai



Rian Etrama


Happy Reading semua🌹😊