
Mansion Dachinko.
Louise yang tengah memikirkan bagaimana cara nya agar bisa keluar dari tempat itu sembari mengikat bulu lebat dan halus White menggunakan pita.
"White...
Bisa tidak gigit mereka yang pakai jas hitam itu? Mereka jahat tau sama Mommy..." ucap Louise pada anjing serigala menggemaskan itu.
White pun tak bergeming karna ia memang tak mengerti bahasa manusia. Ia hanya menampilkan wajah super menggemaskan nya pada Louise.
"White...
Mereka jahat loh sama Mommy..
Gigit..." ucap Louise lagi sembari mengusap gemas bulu halus lebat hewan tersebut.
Melihat wajah sedih dari gadis itu White pun langsung mengenduskan kepala nya ke dalam pelukan Louise.
GUK!!!
Balik nya mengejar para pengawal yang berada di ruangan tersebut untuk mengawasi Louise. Para pengawal pun sempat bingung bagaimana cara nya menghindari hewan tersebut tanpa menyakitinya karna White merupakan peliharaan langsung dari tuan mereka.
"Damn! Beneren di gigit!" gumam Louise saat melihat anjing serigala itu berubah menjadi ganas mengejar para pengawal yang mengawasi nya.
"White! Sini!" panggil Louise sesaat sebelum anjing serigala itu di tembak dengan bius.
White pun yang mendengar gadis cantik itu memanggil nya langsung berhenti mengejar dan kembali pada Louise.
"Manis nya si anak Mommy...
Jadi makin sayang..." ucap Louise gemas pada hewan putih tersebut.
Namun di seperkian detik kemudian senyum luntur dan hanya menampilkan sorot mata kesedihan. Walaupun semua kebutuhan nya di penuhi di mansion megah itu namun yang paling ia butuhkan adalah keluar dan bertemu dengan satu-satu nya keluarga nya.
"Sudah berapa hari aku disini yah? Apa aku harus benar-benar merayu nya?" gumam Louise sembari memikirkan cara.
"Tapi aku tidak tau bagaimana cara nya?! Cara yang sama seperti merayu Louis?! Bisa makin jengkel dia nanti!" ucap gadis cantik itu frustasi.
Setiap kali ia menginginkan sesuatu yang tidak di perbolehkan sang kakak ia akan bersikap paling menyebalkan dan membuat saudara kembar nya melatih emosi melihat sikap nya.
Dan karna Louis yang memang sangat mengenal adik nya pada akhirnya ia akan memberi apa yang di inginkan gadis nakal itu. Louise pun yang tau semenyebalkan apapun tingkah nya sang kakak tak akan pernah benar-benar marah pada nya.
Nick yang dari jauh melihat Louise yang terdiam termenung dengan memikirkan cara bagaimana merayu James pun lantas mendatangi nya.
James yang saat itu tengah pergi karna ada urusan pun mempercayakan keselamatan gadis mengemaskan milik nya pada Nick tanpa tau bawahan kepercayaan nya itu sedang mencari celah agar dapat menyingkirkan Louise segera.
"Sebaik nya nona tidak memprovokasi White lagi untuk membuat kerisuhan, White adalah hewan kesayangan tuan, nona tak bisa bertindak semau nya." ucap Nick dengan senyum namun terlihat jelas sedang menyindir dan memarahi Louise.
"Kau terlihat sangat membenci ku...
Kenapa? Aku ada salah pada mu?" tanya Louise karna selalu melihat mata tak senang pria itu selama ia berada di Mansion.
Nick tak menjawab dan hanya menampilkan senyum yang benar-benar terlihat palsu itu.
"Anda tau kenapa tuan masih menginginkan nona? Karna nona mirip dengan mantan kekasih tuan, maka dari tuan hanya menjadikan nona sebagai pengganti dari wanita yang pernah tuan cintai saja." jawab Nick dengan tetap mempertahan kan senyum palsu nya pada Louise.
Louise dan Bella sendiri tak memiliki segi persamaan dan kemiripan sama sekali dari bentuk, wajah, perilaku, kesukaan tak ada satu pun yang mirip dan Nick hanya mengatakan hal tersebut untuk memprovokasi gadis cantik itu saja.
Louise terdiam sebentar dan tersenyum tak percaya mendengar ucapan bawahan dari pria yang mengurung nya.
Ia pun lantas membalas senyuman dan ekspresi yang sama seperti yang di berikan Nick pada nya. Mata nya langsung menatap tajam iris pria yang berada di hadapan nya walau pun bibir nya menyunggingkan senyuman.
"Lalu kau tau sesuatu? Pertama aku tidak menggantikan siapapun! Dan yang kedua aku tak akan digantikan oleh siapapun juga! Kenapa? Kau tau alasan nya?" tanya Louise yang langsung membalas ucapan pria tersebut.
Nick mulai menjatuhkan senyum nya dan menunjukkan ekspresi sesungguhnya yang tak suka pada Louise dan menatap dengan mata yang sangat ingin menjatuhkan gadis di depan nya.
Louise semakin tersenyum dan melanjutkan kata-kata nya.
"Karna aku hanya ada satu! Jadi aku tidak untuk menggantikan seseorang ataupun bisa digantikan seseorang. Manusia bukan barang cadangan..." jawab Louise seperti mentertawakan pria di depan nya.
"Terserah apapun yang ingin nona katakan! Tapi nona harus mengingat kata-kata saya jika tuan hanya menjadikan nona sebagai pengganti dari wanita nya saja!" ucap Nick yang masih ingin memprovokasi.
"Baik akan ku ingat…
Kalau aku sedang tidak banyak yang harus di urus..." jawab Louise enteng pada pria di depan nya.
Ia tak tau kesalahan apa yang ia lakukan namun Nick terus menerus menunjukkan kebencian pada nya yang semakin membuat nya tak nyaman.
Nick pun yang semakin geram mengepalkan tangan nya dan tetap membungkuk memberi hormat sebelum ia bergegas pergi.
Jika saja James tak mengatakan jika ia harus menjaga dan melindungi Louise sampai tuan nya pulang. Maka ia pasti sudah akan membunuh gadis cantik itu begitu James tak ada.
Sabar...
Dia harus tetap hidup sampai tuan kembali, dengan begitu tugas ku selesai dan bisa membunuh nya! batin Nick saat ia melangkah pergi.
"Tunggu!" ucap Louise pada pria itu.
Nick pun langsung berhenti dan kembali melihat ke arah Louise yang memanggil nya.
"Ada yang nona butuhkan?" tanya Nick walaupun ia sangat enggan untuk berbicara pada Louise.
"Ada! Pinjam ponsel mu." ucap Louise pada Nick.
"Tuan tak mengizinkan anda memakai ponsel!" ucap Nick pada Louise.
"Yasudah kalau begitu aku akan mengadu kalau kalau kau terus membandingkan ku dengan mantan nya...
Seperti nya James sensitif jika mengungkit tentang mantan misterius nya itu..." ancam Louise yang menyadari jika James sangat menghindari apapun pembicaraan tentang mantan nya.
"Anda sangat licik!" ucap Nick yang semakin geram dan mengepalkan tangan nya.
"Aku anggap pujian, sekarang mana ponsel nya?" jawab Louise enteng dan semakin membuat Nick geram.
"Aku akan bertanya pada tuan, apakah tuan membolehkan atau tidak." jawab Nick dan mulai menelpon James.
Setelah panggilan nya tersambung Nick pun mulai mengatakan mengapa ia menelpon tuan nya.
"Tidak boleh! Dia kan sudah menghubungi kakak nya! Tak boleh menghubungi siapapun lagi!" jawab James dengan tegas pada Nick.
Louise pun langsung mendekat dan menyambar nya walau tak mengambil ponsel pria di depan nya.
"Bukan menelpon! Aku mau mencari sesuatu di internet!" ucap Louise yang sudah tau jika James tak akan membiarkan nya menghubungi seseorang.
"Berikan ponsel nya. Aku ingin bicara!" ucap James saat mendengar teriakan Louise.
Nick pun dengan tak suka memberikan ponsel nya pada Louise.
"Boleh yah! Tidak menghubungi siapapun kok! Janji!" ucap Louise pada James, ia ingin memakai ponsel karna ingin mencari tau 'Bagaimana cara nya merayu seorang pria' di internet.
"Untuk apa?" tanya James yang tak ingin gadis itu tau berita tentang saudara kembar nya.
"Rahasia! Boleh yah..." ucap Louise lagi dengan nada memohon.
"Minta Nick yang carikan saja! Katakan apa yang ingin kau cari di internet." jawab James lagi.
"Malu...
Boleh saja yah...
5 menit saja..." jawab Louise lirih.
"Yasudah, kembalikan ponsel nya pada Nick." jawab James setelah berfikir.
Setelah Louise memberikan ponsel nya pada Nick, James pun langsung bicara.
"Berikan dia ponsel yang sudah di sadap, dan block apapun berita tentang kakak nya." perintah James pada Nick.
James memang menyiapkan beberapa ponsel yang sudah di sadap, bahkan sampai apa yang di cari dan di buka di ponsel tersebut akan terkirim seperti bentuk screenshoot video ke akun nya serta dapat mengontrol semua panggilan masuk dan jaringan di ponsel tersebut. Ponsel tersebut di siapkan untuk mematai-matai seseorang.
Nick pun akhir nya menuruti permintaan Louise namun menggunakan ponsel yang di siapkan untuk memata-matai seseorang.
Louise pun dengan segera mengambil dan mencari apa yang harus di lakukan jika merayu seorang pria.
Ia perlahan membuka satu persatu website dan membuat wajah nya memerah setiap kali ia membuka nya sedangkan Nick terus mengawasi nya.
...
Karna James sendiri sudah memblokir semua informasi tentang apa yang terjadi pada Louis di ponsel tersebut.
Sudut bibir pria itu terangkat ketika melihat apa yang di cari gadis nya jika Louise membuka website yang menyarankan merayu pria di ranjang, Louise pun dengan cepat langsung membalikan nya.
Hal itu membuat James tertawa melihat nya membayangkan betapa merah nya telinga gadis itu, karna kini ia sudah tau setiap kali Louise merasa malu maka telinga nya akan memerah.
"Jadi tak sabar ingin pulang..." gumam James dengan senyuman penuh arti nya sembari membayangkan apa yang akan di lakukan gadis cantik itu pada nya.
...
"Kenapa semua nya begini sih?!" ucap Louise kesal sembari mengembalikan ponsel nya pada Nick.
"Shit! Damn! That's f*cking website!" ucap Louise jengkel saat ia hanya menemukan cara erotis untuk merayu pria.
"Nih makan coklat! Makasih ponsel nya!" sambung Louise sembari memberikan wafer berbalut coklat tebal pada Nick yang merupakan salah satu camilan nya.
"Aku tak memelurka-"
"Ambil saja! Bukan pakai uang ku juga tapi pakai uang tuan mu!" ucap Louise mendengus kesal karna tak dapat menemukan cara untuk merayu pria itu dan malah hanya menemukan hal erotis dalam internet.
Louise yang terus menerus memaki kesal dan mengatakan umpatan hingga membuat Nick membatu sesaat melihat nya.
"White kesayangan Mommy...
Paling pinter buat Mommy nya gak sedih..." ucap Louise yang langsung merubah mood nya dalam sekejap saat White masuk kedalam pelukan nya.
Psycho girl...
Batin Nick saat melihat Louise yang dengan cepat berubah-ubah, Louise sendiri memiliki mood yang cepat berubah karna ia masih mengalami masa PMS setelah datang bulan nya.
Nick pun pergi dan tetap membawa coklat wafer yang di berikan Louise pada nya.
...
Pukul 08.21 PM
James pun kembali ke mansion nya. Ia menyelesaikan pekerjaan nya dengan secepat yang ia bisa agar dapat segera melihat apa yang akan di lakukan Louise setelah membaca website dewasa cara merayu dan menaklukan pria.
Louise pun yang mendengar James kembali pun segera menghampiri pria itu walau jalan nya kadang masih tertatih karna kondisi nya kurang prima.
"Mau ku siapkan makan malam nya? Mau ku masakkan sesuatu?" tanya Louise sembari berusaha bersikap seramah mungkin pada James.
"Kau saja tak bisa memasak, mau meledakkan dapur ku lagi?" sindir James dengan senyuman simpul nya.
Louise pun mendengar merasa jengkel namun tetap berusaha menahan agar tak segera memaki pria di depan nya.
"Kalau begitu kopi? Mau ku buatkan?" tanya Louise lagi. "Atau minuman lain?" sambung nya pada James yang berusaha bersikap semanis mungkin.
"Kalau begitu aku mau lemon tea dingin, kau bisa membuat nya?" tanya James pada Louise.
"Bi-bisa..." jawab Louise ragu karna ia memang selalu di perlakukan seperti tuan putri dan tak pernah melakukan pekerjaan apapun.
Gadis itu pun berjalan dengan perlahan agar tak menyakiti tulang-tulang nya yang hampir remuk karna ulah pria tampan yang terus menahan nya.
"Kasih teh, tambah gula terus kasih MSG biar makin enak...
Lemon nya lupa..." ucap Louise yang bahkan salah menambahkan garam yang ia sangka gula.
Gadis itu juga memberikan MSG atau penyedap (micin) ke minuman lemon yang ia buat karna tak tau cara nya. Ia berfikir jika memberikan tambahan bumbu yang harus nya untuk masakan akan membuat minuman yang ia buat lebih terasa menyegarkan.
"Sekarang tinggal tambah es deh..." ucap Louise sembari memasukkan es batu pada minuman tersebut, sekilas tak ada yang salah dengan minuman tanpa tau rasa aneh nya.
"Ini..." jawab Louise semangat sembari memberikan minuman tersebut pada James yang duduk sembari di meja makan sembari melihat I pad nya.
James pun melirik sekilas dan langsung meminum yang di bawakan Louise. Gadis itu pun duduk di sebelah melihat pria itu minum lemon tea buatan pertama nya.
Brussshh....!!!
James pun yang terkejut dengan rasa dari minuman yang di berikan Louise langsung menyemburkan nya secara refleks.
"Apa ini?! Air mineral!" ucap James yang langsung meminta air mineral pada Louise.
Rasa getir, asam, asin, dan gurih yang bercampur satu membuat perpaduan rasa yang sangat di tolak lidah pria tampan itu.
"Ini! Kok jorok sekali sih?! Kalau tidak suka jangan seperti itu juga! Aku juga tidak membuat racun!" jawab Louise langsung mendengus kesal pada James.
"Kau sudah mencoba nya?!" tanya James kesal pada gadis itu.
Sedang Louise hanya menatap cemberut pada James.
"Kenapa sih? Yasudah aku mau mati aja! Pusing melihat mu!" ucap Louise asal yang sudah tak penat memikirkan cara ia menemui kakak nya.
"Louise!" bentak James pada gadis itu.
"Kenapa?! Aku sudah buat lemon tea agar kau suka tapi kau malah seperti itu! Padahal kan aku tidak kasih racun!" jawab Louise yang juga membentak pria tampan itu.
James memejam sesaat ada kala nya gadis di depan nya sama sekali tak bersikap dewasa dan kekanakan karna sikap manja nya yang sudah mendarah daging.
Cup...
"Kau sudah membuat yang baik, tapi nanti ku ajari cara membuat nya lagi..." ucap James setelah mengecup kening gadis itu, entah kenapa ia yang malah membujuk gadis di depan nya.
Louise pun kembali menatap nya lagi dan timbul secercah harapan agar ia bisa pulang lagi.
"Masih sakit tulang rusuk mu?" tanya James pada gadis itu.
"Tidak! Aku bahkan sudah bisa lompat katak!" jawab Louise yang berbohong agar pria itu membiarkan nya pulang.
"Sudah makan malam?" tanya James lagi pada Louise.
"Belum! Kan menunggu mu biar bisa meray-
Maksud ku biar bisa memasakkan..." jawab Louise yang hampir keceplosan mengatakan ia ingin merayu James.
James pun tertawa kecil dan mulai bangun serta mempersiapkan makan malam nya dengan gadis itu.
"Kau bisa masak?" tanya Louise saat melihat pria itu menyiapkan makanan.
"Kau saja wanita yang tak bisa masak." sindir James sembari terus membuat masakan nya.
"Wih saus nya meletup-letup! Sudah matang belum?" tanya Louise saat melihat saus yang dimasak dan terlihat lezat tersebut.
James pun mematikan kompor listrik nya dan mencoba saus nya dengan meletakkan jari kelingking nya setelah ia mencuci tangan nya.
"Kurang asin..." gumam James saat mencoba masakan nya dan menambah sedikit garam lagi.
"Mau juga..." ucap Louise pada pria di samping nya.
James pun kembali mengambil dengan jari kelingking nya dan memberi isyarat agar gadis itu mengambil atau menautkan jemari nya, namun Louise yang sudah terbiasa menghisap langsung pun langsung menangakup jemari.
Deg...
James tersentak saat melihat gadis itu mengemut langsung jari kelingking nya, ia hanya bermaksud mengambilkan dari jari nya agar jari gadis itu tidak kepanasan menyentuh langsung saus panas nya.
Ini bagian dari cara merayu nya?
Batin James saat merasakan lidah gadis itu di jemari nya yang membuat berpikir ke hal lain, sedangkan Louise yang memang mengira jika James menyuruh nya memakan langsung tanpa memikirkan ke hal lain yang menjurus ke arah dewasa.
"Pintar yah memasak! Kalau kau bangkrut bisa buka restoran..." ucap Louise pada James sedang pria itu hanya tersenyum simpul melihat gadis di depan nya yang seperti tak tau apapun tentang pikiran nya yang sudah melayang jauh.
Setelah makan malam dan bermain dengan White sejenak James pun langsung mengajak gadis itu tidur bersama. Louise juga sudah mencari kesempatan untuk merayu dan bersikap manis pada James tanpa harus membawa nya ke ranjang.
Setelah masuk ke kamar Louise terus menatap James dengan kedua mata nya.
Aku harus melakukan nya? Benar-benar harus?
batin Louise saat melihat pria itu yang sedang mengecek lemari nya.
"James?" panggil Louise yang masih berdiri di samping ranjang.
"Kenapa?" tanya James menoleh dan langsung tersenyum simpul melihat wajah gugup Louise yang semakin mendekat ke arah nya.