(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
l'll follow you wherever you go



"Kenapa bisa sampai begini?!" tanya Rian saat Hazel menghubungi nya setelah kecelakaan.


Sebelumnya karna pikiran Hazel sangat kacau saat mengetahui bahwa Alyss adalah gadis kecil nya, gadis kecil yang sangat ingin ia lindungi karna menganggap nya sebagai adik, lalu tiba-tiba ia dikejutkan dengan klakson truk sehingga membuat nya menabrak pembatas jalan.


Hazel masih terdiam, mata nya menatap kosong dengan sejuta pikiran kacau dan hati yang berkecambuk antara rasa bersalah dan menyesal berbaur menjadi satu.


Luka di dahi nya sama sekali tak terasa sedikitpun walaupun darah nya terus mengalir.


Setelah di obati oleh petugas medis yang di bawa oleh Rian, Hazel pun segera kembali ke JBS Hospital.


"Kau masih memikirkan dr. Alyss? Dia akan bangun dan kau harus yakin itu..." ucap Rian yang memberikan sebuah penghiburan pada sahabatnya.


Hazel masih terdiam ia menatap dengan tatapan kosong keluar jendela.


Kenapa rasa nya sesakit ini?


Rasa nya benar-benar seperti tercekik di laut terdalam, tak bisa bernafas sama sekali....


Apa ini balasan ku?


Aku tak mendapat siksaan fisik apapun, tapi siksaan dengan rasa bersalah dan penyesalan sungguh melebihi siksaan fisik manapun.


Pikiran Hazel masih benar-benar sangat kacau ia bahkan sama sekali tak dapat mendengar ucapan Rian, yang ada di pikiran nya saat ini hanyalah wajah dan tatapan serta sorot mata terakhir Alyss yang di perlihatkan oleh wanita yang ia siksa habis-habisan.


Sorot mata yang mengatakan rasa kecewa karna ia tak mempercayainya, sorot yang penuh kesedihan, amarah, dan kebencian menjadi satu saat menatap nya sebelum ia memasukkan kepala wanita yang menjadi istrinya kedalam air dan setelah itu mata itu tertutup hingga saat ini dan tak tau kapan akan terbuka lagi.


Mata yang menunjukkan rasa sakit teramat dalam dari siksaan fisik dan hati yang ia berikan.


.....................


JBS Hospital.


Setelah sampai Hazel pun langsung menuju ke ruang perawatan Alyss.


Ruang perawatan Alyss merupakan ruang khusus yang ia buat hanya untuk istrinya. Ruang yang penuh dengan alat tercanggih serta terbaru agar bisa memonitoring tubuh istrinya dengan lebih baik.


Kaki Hazel terasa lemas saat melihat Alyss yang tertidur dengan berbagai macam alat di tubuhnya. Sekarang tubuh kecil itu benar-benar rapuh dan bahkan lebih rapuh dari gelembung es.


Satu kesalahan saja bisa mengakibatkan dirinya kehilangan nyawa.


Langkah Hazel pun semakin berat saat ia menuju ke arah wanita yang menjadi istri nya sekarang, dada nya benar-benar terasa sesak, nafas nya serasa tertahan oleh sesuatu yang membuatnya tak bisa menghirup oksigen dengan bebas.


Mata Hazel mulai menampilkan kaca bening di iris yang berwarna coklat tersebut, ia melihat wajah pucat Alyss yang masih memejamkan mata nya, dengan tubuh yang masih dapat terlihat dengan jelas bekas penyiksaan yang ia lakukan.


"Maaf...." ucap Hazel lirih dengan suara yang tertahan dan serak.


Mata nya menjatuhkan bulir bening nya dengan sendirinya, karna cairan bening tersebut yang tak dapat tertahan dan menumpuk di balik kelopak matanya sehingga membuat nya jatuh dengan sendirinya.


Hazel menggenggam tangan dingin istrinya dengan lembut. Kaki nya terasa lemas hingga membuat nya terjatuh dan bersimpuh di samping ranjang pasien istrinya.


Hazel pov.


Maafkan aku...


Aku tau, jika aku benar-benar tak dapat dimaafkan....


Tapi aku akan tetap meminta permintaan maaf itu....


Aku benar-benar egois kan?


Kau pasti sangat membenci ku sekarang?


Aku tau...


Karna kini aku juga sangat membenci diriku....


Aku bodoh...


Aku tak mengenalimu sama sekali...


Tidak! Bahkan jika aku tak mengenalimu, aku tak seharusnya menyiksa mu...


Aku benar-benar tak bisa hidup jika kau tak ada....


Aku tak ingin hidup di dunia yang tak ada dirimu, jika kematian juga bisa membuat ku bertemu dengan mu...


Aku akan ikut....


Aku akan ikut kemanapun kau pergi....


Maaf karna melepas tangan mu lebih dulu...


Memberi mu penderitaan yang tak berujung...


Jika kau memberi ku kesempatan sekali lagi, aku akan benar-benar menjaga mu kali ini, aku tak akan merusak mu lagi, aku tak akan menyakiti mu lagi....


Aku janji....


Bahkan jika kau memberikan kan ku rasa sakit yang seperti aku memberi mu semua rasa sakit itu aku akan menerimanya...


Aku bahkan akan menunggu hari itu datang...


Karna sekarang kau bukan milikku, tapi aku yang menjadi milikmu....


Hazel pov end.


Hazel benar-benar tak dapat menahan air mata nya, kini ia benar-benar menunjukkan sisi terlemahnya pada sang istri, sisi yang paling rapuh dari dirinya.


Hazel tak pernah tau jika cinta dapat memberinya semua emosi yang belum pernah ia rasakan.


Emosi kebahagian, emosi amarah, dan bahkan emosi rasa bersalah yang teramat dalam, emosi kesedihan yang membuat nya jatuh kembali kedalam laut penyesalan yang terus menariknya hingga membuat nya sesak setiap waktu.


Memiliki orang yang paling di cintai itu seperti memiliki belati berlian yang sangat tajam, sungguh berharga, namun sungguh menyakitkan seiring kuat nya genggaman untuk menjaga dan memiliki belati berlian itu.


Nyatanya tidak!


Orang itu akan semakin menghancurkan belati nya dan semakin menghancurkan dirinya sendiri seiring berjalan nya waktu hingga membuat nya hancur bersama.


......................


13 hari telah berlalu.


Hari yang terlewati oleh Hazel sekarang begitu terasa panjang dan selalu di penuhi dengan perasaan takut.


Takut jika ia tiba-tiba akan di tinggal sendiri di dunia yang benar-benar membuat nya lelah, lelah akan segala nya...


Bagaimana tidak, dalam 13 hari kondisi Alyss selalu mengalami penurunan mendadak, selalu saja alat yang memonitoring tubuhnya membunyikan sinyal bahaya dan terus membuat organ nya perlahan rusak satu persatu.


Hazel tetap menjalankan semua bisnis nya dengan baik walau ia sudah sangat kacau sekarang, ia tetap berusaha agar dapat menjalankan semua bisnis nya dengan baik agar ia juga bisa memberikan perawatan yang terbaik pada sang istri.


Karna jika ia tak memiliki apapun dan kehilangan semua saham nya, bagaimana ia akan bisa memberikan perawatan yang terbaik pada wanitanya?


Mungkin jika seorang presdir jatuh dalam keterpurukan tak akan membuatnya menjadi miskin atau gelandangan karna itu benar-benar hal yang mustahil, penanaman modal asing, investasi yang terus menaik membuat isi saldo rekening yang terus meningkat di tiap menitnya.


Jika pun Hazel benar-benar di lengserkan dari perusahaan nya ia tetap memiliki beberapa kekayaan dan aset yang dapat menghidupinya sampai akhir hayat nya, namun itu tak akan cukup untuk memberikan perawatan kesehatan pada tubuh istrinya yang serapuh gelembung es.


"Ini jadwal yang harus kau kerjakan." ucap Rian dengan nada yang teramat kesal pada Hazel, ia tau jika seorang sekretaris atau bawahan tak seharusnya bersikap seperti itu pada atasan nya.


Namun saat ini ia bersikap dan sedang dalam "Mode teman" ia marah dan kesal sebagai sahabat saat ini.


"Kau terlihat kesal? Aku tak melakukan kesalahan apapun dalam pekerjaan ku." ucap Hazel saat melihat wajah kesal Rian.


"Ya aku tau! Tapi kau benar-benar akan melakukan nya?! Kau sungguh ingin mati?!" tanya Rian kesal pada Hazel.


Sebelum nya saat setelah kecelakaan dan Hazel yang mengetahui semua kebenaran tentang Alyss, dan melihat kondisi Alyss yang tak menentu dan bisa memburuk atau bahkan meninggal kapan saja, membuat Hazel memesan sebuah obat yang di kembangkan oleh JBS Farmasi.


Obat yang tak membahayakan dengan dosis kecil namun sangat berbahaya dalam dosis besar dan dapat membuat jantung berhenti dalam waktu satu menit atau meninggal dalam kurung waktu satu menit kemudian setelah obat itu masuk ketubuh dan tersebar di seluruh aliran darah.


"Apa? Kau tau aku memesan obat itu?" tanya Hazel dengan nada datar.


"Tentu saja! Kau bisa membohongi siapapun, tapi aku tau sangat mengenal mu!" jawab Rian. Ia tau tentang obat itu saat memeriksa data di JBS Farmasi, walaupun pemeriksaan data bersifat rahasia apalagi jika berhubungan dengan Presdir namun Rian masih dapat mengakses nya karna ia merupakan tangan kanan dari Hazel.


"Jika Alyss benar-benar pergi dari dunia ini, aku akan ikut dengan nya....


Aku akan ikut kemanapun dia pergi...


Bahkan jika itu adalah kematian..." jawab Hazel dengan wajah tanpa ekspresi namun menunjukkan keyakinan yang sangat kuat di setiap kata nya.


"Bahkan jika dia benar-benar pergi bukan berarti hidup mu berakhir..." ucap Rian lirih.


Hazel tertawa pahit mendengar ucapan Rian. Baginya hidupnya akan benar-benar berakhir jika Alyss tiada. Ia benar-benar akan kehilangan arah jika itu sampai terjadi, ia tak akan sanggup menahan rasa bersalah dan kesedihan sebesar itu.


"Tenang saja...


Kalau aku mati, aku juga akan memberi mu warisan..." ucap Hazel tersenyum getir seraya membalut lukanya dengan kalimat bercanda pada Rian.


"Aku sedang tak bercanda!" ucap Rian kesal.


"Aku juga tak bercanda...." jawab Hazel lirih dengan mata yang mulai menunjukkan kesedihan lagi di dalam nya.


Karna baginya semua yang ia miliki terasa sia-sia bahkan jika itu adalah hidupnya sendiri jika kali ini ia benar-benar kehilangan orang yang ia cintai.


......................


Apartemen Green leaf.


Dave masih memainkan komputernya, ia merupakan seorang programmer yang sangat handal dan berkerja dalam pasar saham sebagai pemain saham yang handal.


Selain sangat ahli di bidang saham ia juga sangat ahli dalam menyadap atau pun meretas suatu progam atau dapat di katakan sebagai peretas handal atau bisa saja di sebut sebagai hacker yang benar-benar handal.


"Kenapa masih tak ada kabar atau berita tentang kematian istrinya?" ucap Dave sembari merenggangkan tubuhnya dengan meluruskan kedua tangan nya keatas.


"Apa dia belum membunuh istrinya? Aisshhh sial! Sepertinya aku harus membuat siasat lain agar dia bisa membunuh istrinya...." ucap Dave sembari menyibak rambutnya.


Ia masih belum mengetahui jika rencana nya yang sebelum nya sudah hampir membuat seseorang kehilangan nyawanya dan bertarung dengan maut setiap harinya.


"Aku juga akan membuat mu menderita! Aku pasti akan melakukan nya! Dasar pembunuh!" ucap Dave geram ketika melihat berita televisi yang menampilkan kesuksesan yang Hazel raih.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai


...****************...


Maaf banget yah semalam gak up😭😭😭


Othor semalem itu swab dan nunggu hasil nya malam baru ada pemberitahuan dan selama nunggu itu othor ga tenang...😭😭


Kenapa? Karna othor sebelum nya juga kena radang tenggorokan dan flu, jadi parnoan banget wkwk


Dan untung nya negatif hasil nya🤗 dan semalem othor udah buat juga kan, tapi masih 700 kata kalo ttp di up nanti sekali sroll juga abis wkwk


Jadi othor lanjutin malem ini, kenapa malem? kok gak siang ajj? Yah karna othor tadi masuk kuliah offline dan praktek terus bolak balek masuk lab ga berhenti sampe jam 12 istirahat terus lanjut lagi karna biar sekalian ngejar materi yang gak pernah praktek nyata selama setahun karna daring🤧


Dan pulang sore udah jam 4 gitu makanya lanjut nya malem hihi jadi maaf yah kalo lama up nya😭😭🙏🙏


Jangan lupa like, komen, fav, vote, rate 5 nya yah, serta dukungan lain🥰🥰🥰


Happy Reading❤️❤️❤️