
Alyss mulai terbangun dari buaian sang mimpi, ia terasa sesak karna pelukan Hazel yang begitu erat pada nya.
Alyss pun berusaha meloloskan dirinya dari pelukan Hazel, namun Hazel semakin menarik dan mendekap Alyss begitu Alyss bergerak.
Akhirnya Alyss pun menyerah dan tak bergerak lagi sampai menunggu Hazel benar-benar terbangun.
Selama di pelukan Hazel, Alyss dapat merasakan aroma tubuh Hazel, bahkan kini ia sudah hapal dengan aroma tubuh tersebut.
Alyss yang merasa bosan karna Hazel tak kunjung bangunpun akhirnya bersikap iseng dengan menggambar pola-pola abstrak di dada bidang Hazel menggunakan jari telunjuk kecil nya.
"Duh, kok pria gila ini tidak bangun dari tadi, Berat sekali lagi tubuh nya." ucap Alyss lirih
Sebenarnya Hazel sudah mulai terbangun saat Alyss mulai menggambar pola di dada nya, ia merasa sedikit geli dengan ulah Alyss.
Namun ia berusaha tak bergerak sedikitpun agar Alyss tak menyadari bahwa ia mulai terbangun.
"Pria gila? Dia memanggil ku begitu selama ini ?" ucap Hazel dalam hati ketika mendengar ucapan Alyss barusan.
Alyss pun menggambar pola-pola lagi, namun ia tak menggambar pola abstrak lagi kali ini.
Pria gila, Psycho sialan, Mesum.
Alyss menulis kata-kata tersebut di dada Hazel.
"Apa lagi yah? Oh dia kan sangat pemarah seperti Angry birds, sekarang akan ku buat..
Ang...ry... bir...ds..." ucap Alyss lirih sembari menggambar pola huruf tersebut di dada Hazel.
Hazel yang menahan kesal dari tadi karna tulisan yang dibuat Alyss di dada nya pun akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Sudah selesai menulisnya?" tanya nya tiba-tiba.
Alyss pun langsung membatu, karna takut Hazel akan marah padanya, Alyss langsung memejamkan matanya dan berpura-pura tidur lagi.
"Kenapa tak menjawab?" timpal Hazel lagi dan menunduk melihat Alyss yang sedang pura-pura tidur.
"Kau pikir bisa menghindar dengan berpura-pura tidur? Hm?" ucap Hazel yang mencubit dan menekan pipi Alyss pelan.
"Duh...
Gimana ini? Sudahlah aku pura-pura tidur saja sampai dia pergi lebih dulu." ucap Alyss dalam hati dan kemudian membalik tubuh nya membelakangi Hazel.
"Masi ingin pura-pura? Sudah ku bilang aku tak suka anak nakal yang suka berbohong kan?" ucap Hazel yang memainkan rambut Alyss dan kemudian menciumi tengkuk leher Alyss.
"Kau yang menyentuh duluan tadi saat aku tertidur, dan sekarang aku sudah bangun kenapa berhenti menyentuh ku? Ha?" ucap Hazel yang terus menghujani ciuman pada tengkuk, leher, bahu, dan punggung Alyss.
"Aku harus gimana nih?" ucap Alyss dalam hati yang masih tak berani bergerak sedikitpun.
Melihat Alyss yang masih tetap dalam mode akting pun membuat Hazel yang semakin iseng dengan memasukkan tangan nya ke dalam pakaian sweeter yang di kenakan Alyss, dan kemudian meraba perut rata Alyss yang terus naik hingga ke dada nya.
Akhirnya Alyss yang yang sudah tak dapat berakting pura-pura tidur lagi langsung menangkap tangan Hazel dan membalik tubuh nya lagi menghadap Hazel.
"Maaf..." ucap nya lirih.
"Padahal aku berniat menggigit bahu mu yang satu lagi, jika kau masih pura-pura tidur." ucap Hazel tersenyum dengan membelai pipi Alyss.
"Sekarang aku mau kiss morning ku." ucap Hazel lagi pada Alyss.
"Eh? Sekarang? Bukankah waktu kau pergi bekerja yah, baru ku cium?" tanya Alyss.
"Aku mau sekarang!" ucap Hazel tegas.
Alyss pun masih terdiam dan menatap wajah Hazel, ia bingung jika Hazel meminta ciuman nya saat berada di atas tempat tidur, ia takut jika Hazel melakukan hal lebih seperti yang terjadi di sofa kemarin.
"Kenapa hanya melihat ku? Cepat lakukan! Jangan membuat ku kesal lagi!" ucap Hazel dengan penuh penekanan pada Alyss.
Akhirnya mau tak mau Alyss perlahan naik dan mendekatkan wajahnya ke wajah Hazel hingga...
Cup...
Satu kecupan kecil melayang di bibir Hazel, Alyss pun langsung berusaha bangun dan ingin lari, Namun....
Grep..
Hazel yang lebih dulu menangkap tangan Alyss, dan lalu langsung menindih tubuh Alyss.
"Kau ingin lari? Tidak semudah itu..." ucap Hazel dengan senyuman licik nya.
tanpa aba-aba Hazel langsung mencium bibir Alyss, Alyss pun yang terkejut dengan serangan tiba Hazel tak dapat berbuat apa-apa karna Hazel telah mengunci kedua tangan nya ke atas, hanya dengan satu tangan Hazel.
Tangan Hazel yang satu lagi menyusup kembali ke dalam sweeter yang di kenakan Alyss, dan meraba tubuh bagian atas Alyss.
15....30....45.....menit...
Pun berlalu namun Hazel tak kunjung melepaskan bibirnya dari bibir Alyss. Tak lama kemudian Hazel melepaskan ciumannya. Bibir Alyss pun sedikit terluka akibat ciuman Hazel.
"Sudah." ucap Hazel melepaskan ciumannya, serta mengeluarkan tangan nya dari balik sweeter Alyss. Dan beranjak bangun dari menindih tubuh Alyss.
"Sudah? Kau tak melakukannya?" ucap Alyss yang kini sudah duduk dan memegang bibir basahnya. Bibir nya terasa tebal dan kebas saat Hazel selesai menciumnya.
"Kenapa? Kau ingin aku melakukan lebih?" tanya Hazel dengan senyum menggoda Alyss.
"Ti-tidak!" jawab Alyss cepat yang kemudian langsung berdiri dan lari ke kamar mandi Hazel.
Di kamar mandi...
"Bekas yang di tinggalkan nya kemarin saja belum hilang, sekarang malah buat yang baru." ucap Alyss ketika melihat tengkuk hingga punggung nya yang memerah karna bekas ciuman Hazel di cermin.
Tak lama kemudian Alyss pun keluar setelah membasuh wajah nya dengan air. Ia terkejut melihat Hazel yang menunggu nya tepat di samping pintu kamar mandi tersebut.
"Sudah selesai? Aku mandi dulu setelah itu kita turun bersama. Oh iya aku lupa mengatakan jika kau mulai sekarang tidur di kamarku. Jika aku melihat mu tidur di tempat lain lagi, aku akan menghukum mu. Mengerti?" ucap Hazel sebelum masuk ke kamar mandi.
Alyss pun mengangguk kecil ketika mendengar ucapan Hazel.
Skip time...
Mereka pun telah turun dan selesai sarapan bersama.
"Kau tak bekerja? Kapan kau memberitau tentang aturan yang harus ku penuhi agar bisa keluar?" tanya Alyss yang terus menimpali beberapa pertanyaan pada Hazel.
"Aku akan masuk lebih siang hari ini, dan akan kuberitau aturan itu nanti." ucap Hazel kemudian menarik tangan Alyss dan membawa nya ke lantai dua.
"Ke-kenapa kesini?" tanya Alyss yang terkejut ketika Hazel membawa ke ruang piano. Ia masih ingat dengan perlakuan Hazel terakhir kali saat ia berada di ruangan itu.
"Kau pandai memainkan piano kan? Sekarang bermainlah untukku." ucap Hazel yang kemudian menarik tangan Alyss lagi dan mendudukkan Alyss di kursi piano tersebut. Hazel pun juga ikut duduk di samping Alyss.
"A-aku sungguh tak ingat dari mana melodi tersebut." ucap Alyss terbata, ia masih takut Hazel akan menenggelamkan nya lagi seperti sebelumnya.
"Aku tak akan tanya lagi, sekarang aku juga sudah tak peduli dari mana kau mendengarnya. Aku hanya ingin mendengar mu bermain piano atau kau ingin bermain dengan ku?" ucap Hazel kemudian mulai menekan tuts piano tersebut.
"Kau tak marah?" tanya Alyss bingung
"Tentu saja tidak." ucap Hazel sembari tersenyum pada Alyss.
"Apa yang ingin kau mainkan?" sambung Hazel lagi.
Alyss pun mengambil buku komposer yang berada di dekat piano tersebut dan memilih musik Symphony No. 5 oleh Beethoven untuk dimainkan.
Hazel pun mengangguk saat Alyss memberikan buku komposer itu, Hazel menekan tuts nya lebih dulu, dan kemudian diikuti oleh Alyss.
Suara alunan musik piano pun memenuhi seluruh ruangan tersebut hingga menggema ke setiap sudut rumah megah tersebut.
Setelah memainkan musik tersebut Hazel pun tersenyum, bibir nya terlihat tersenyum namun matanya seperti memancarkan aura kesedihan.
"Kau tau? Ibuku sangat suka bermain piano, Maka dari itu aku membeli piano dan meletakkan nya disini. Walaupun aku tak memainkan nya, aku hanya ingin merasa lebih tenang dengan mengingat nya.
Dia meninggal saat usia ku 11 tahun, dia wanita yang sangat cantik, baik dan juga sangat lembut. Dia tak akan ragu menolong orang lain yang kesusahan.
Dia bukan dari keluarga kaya atau konglomerat tetapi dia merupakan seorang pianis dan seorang penyanyi yang sangat baik, dan terkenal di masanya.
Aku masih bisa mengingat dengan jelas senyuman, suara, dan sentuhan lembut nya padaku, bahkan ocehan saat marah ketika aku bersikap nakal." ucap Hazel yang tersenyum namun dengan mata yang tak dapat menyembunyikan kesedihannya.
Sorot mata nya benar-benar menunjukkan kerinduan mendalam pada dirinya. Alyss hanya diam mendengarkan cerita Hazel ia tak menyangka bahwa Hazel akan berbicara tentang keluarganya.
Raut wajah dan sorot mata yang tak pernah di lihat Alyss pada Hazel, Alyss pun baru tau jika Hazel dapat memiliki mimik seperti itu.
"Dia benar-benar orang yang sangat baik, namun dia melakukan kesalahan yang benar-benar menghancurkan hidup nya. Kesalahan terbesar nya adalah mencintai ayahku bukan bukan ayahku tetapi pria brengsek itu.
Dia memberikan seluruh hati dan hidupnya untuk pria itu, namun pria sialan itu malah menyelingkuhi nya, dia terpuruk dan jatuh sakit saat mengetahuinya.
Fisik nya terus melemah seperti hati nya yang yang sedang terluka. Kau tau apa yang lebih menyedihkan lagi?
Seminggu setelah dia meninggal pria sialan itu malah membawa wanita selingkuhan nya ke rumah, dia mengganti wanita-wanita jalang itu setiap minggu.
Dia selalu membawa wanita berbeda setiap minggu ketika ibuku sudah meninggal. Aku benar-benar berpikir jika aku sudah sendirian sejak saat itu, aku tak punya siapapun lagi.
Tapi sekarang aku mulai berpikir bahwa aku memiliki seseorang untuk ku lagi, Kini aku hanya memiliki mu, jadi jangan tinggalkan aku." ucap Hazel yang kemudian menatap nanar Alyss.
Alyss melihat raut wajah yang begitu kesepian di wajah Hazel, dan mata Hazel yang memancarkan sorot pengharapan dan kesedihan di dalam nya.
Alyss diam dan tak dapat berkata apapun pada Hazel, ia bingung bagaimana harus merespon Hazel, Alyss pun kemudian berdiri dan memeluk Hazel dengan lembut.
Hazel pun yang masih duduk dan merasakan pelukan Alyss, makin memeluk pinggang Alyss dengan erat dan membenamkan wajah nya di perut Alyss.
"Aku tak tau apa yang terjadi padamu, tapi semua akan baik-baik saja." ucap Alyss yang ingin menenangkan Hazel.
Ia mengusap punggung kekar itu dengan lembut dan berulang secara terus menerus.
...****************...
**Haii semua pembaca When the devil fall in love👋👋🤗
Mulai besok mungkin Author bakal up lebih lama, atau mungkin bakal up 2 hari sekali...
Karena liburan semester author sudah habis, dan mulai kembali kuliah lagi🙃🙃
Walaupun tetap daring tapi pasti banyak tugas yang menumpuk😖😖**
**Tapi tetep Author usahakan up setiap hari kok🤗
Jangan lupa Like, Komen, dan Rate 5 nya yah.
Oh iya jangan lupa Vote dan favorit kan juga yah hihi
Happy Reading semua🌹🥰**