
Sinar mentari sudah menyebar seluruh cahaya nya yang sudah menyebar rata.
Alyss terbangun, ia membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa sangat sulit digerakkan, ia pun dapat merasakan dekapan Hazel yang memeluk nya erat.
Alyss pun mengandahkan wajahnya ke arah Hazel yang masih tertidur pulas. Ia memperhatikan wajah tenang yang tertidur tersebut.
"Mimpi? Apa semalam semalam hanya mimpi?" gumam Alyss, ia tak bisa membedakan kejadian mengerikan semalam dengan sekarang, karna saat ia terbangun seperti tak terjadi apa-apa.
Jemari kecil Alyss pun mulai menyentuh pipi Hazel, ia pun perlahan mengelus janggut halus Hazel yang berada di area rahang kekarnya.
"Kalau tidur begini, dia tidak terlihat menakutkan sama sekali." gumam Alyss sembari merasakan geli di tangan kecil nya.
Hazel pun mulai terbangun karna tangan kecil Alyss yang terus menyentuh wajahnya. Ia membuka matanya perlahan dan melihat ke arah Alyss.
Alyss pun yang melihat Hazel mulai membuka matanya dan melihat kearahnya langsung menutup matanya dengan bersikap pura-pura tidur.
Hazel pun meraih tangan Alyss yang masih berada di pipinya, dan mencium telapak tangan kecil itu.
"Kau sedang ingin memancing ku pagi-pagi begini? Hm?" tanya Hazel dengan suara yang masih serak, karna baru bangun tidur.
Alyss masih menutup mata nya rapat, ia masih mempertahankan sikap pura-pura tidurnya.
"Berhenti berpura-pura, atau aku akan benar-benar memakan mu..." ucap Hazel dan mulai mengigit jari telunjuk Alyss.
"Auch!" ringis Alyss dengan langsung membuka matanya saat ia merasakan gigitan Hazel di jarinya.
Hazel pun mengecup kening Alyss sekilas dan mulai bangun.
"Kau mengganti baju mu? Baju ku juga terganti?" tanya Alyss saat melihat Hazel yang bangun dan berjalan ke arah kamar mandi lalu melihat pakaian nya yang juga sudah terganti.
"A-apa yang semalam sungguhan?" ucap Alyss lirih. Ia pun mulai mengingat kejadian mengerikan semalam, saat Hazel menunjukkan sebuah jantung dan sebuah bola mata di depannya.
"Semalam? Aku mengganti baju kita, karna berkeringat. Kau tak mau aku membuka seluruh pakaian mu." ucap Hazel berbohong.
Sebelum nya saat Alyss pingsan di ruang putih, ia pun langsung membawa Alyss kembali ke kamar. Hazel pun segera membersihkan dirinya yang berlumuran darah dan mengganti pakaiannya. Ia juga membersihkan darah yang terciprat di wajah Alyss dengan handuk basah dan mengganti pakaian Alyss yang terkena cipratan darah dengan pakaian yang baru.
Setelah itu Hazel pun menelpon Rian dan seperti biasa ia memerintahkan Rian untuk membersihkan dan mengurus sisa ulah psychonya. Ia juga memerintahkan Rian untuk membawa dr. Siska guna memeriksa kondisi Alyss.
Setelah membersihkan semua kekacauan yang ia buat, dan memastikan bahwa kondisi Alyss baik-baik saja, Hazel pun ikut menidurkan dirinya disebelah Alyss dan mendekap tubuh kecil yang sedang jatuh pingsan itu.
Alyss berpikir sejenak, ia merasa hal yang ia lihat semalam adalah nyata, namun kenapa pagi ini seperti tak terjadi apa-apa?
"Kalau hanya berkeringat kenapa harus mengganti pakaian?" tanya Alyss lagi, ia takut jika hal yang ia lihat adalah nyata, namun ia juga ingin mengetahui situasi yang sebenarnya.
"Kenapa terus membicarakan pakaian? Hm? Semalam kita berkeringat cukup banyak, dan lagi ada beberapa cairan kita yang tumpah mengenai pakaian kita, jadi aku menggantinya. Aku tak ingin kau merasa risih karna lengket." ucap Hazel yang sudah menghampiri Alyss yang duduk diatas ranjang.
Hazel pun duduk di tepi ranjang, dan melihat wajah Alyss yang sedang memikirkan sesuatu, ia sengaja berbohong karna semalam dr. Siska mengatakan Alyss sangat shock sehingga kehilangan kesadaran nya. Ia tak mau jika Alyss sampai shock lagi jika tau.
"Itu...
Berarti yang semalam hanya mimpi?" tanya Alyss dengan suara lirih, karna ia sangat terkejut, pikiran nya berusaha menipu dirinya dengan membuatnya bingung antara yang mana kenyataan dan yang hanya mimpi belaka.
"Mimpi? Mimpi apa?" tanya Hazel pura-pura tidak tau apa yang di maksud Alyss.
"Itu...
Mimpi yang..." jawab Alyss dengan suara yang sangat pelan.
"Mimpi dewasa? Apa yang kau mimpikan sampai sangat sulit mengatakan nya? Hm?" tanya Hazel dengan nada menggoda Alyss.
"Bu-bukan! Bukan mimpi yang seperti itu!" sanggah Alyss cepat.
"Bukan? Lalu kenapa tak bisa mengatakan nya? Apa kau bermimpi aku sedang (sens*r) lalu (sens*r) membuat mu (sens*r) dengan (sens*r) milik ku? Hm?" tanya Hazel dengan nada menggoda.
Alyss langsung menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya mendengar semua perkataan vulgar Hazel.
"Hey kenapa di tutup, mau di praktekkan sekarang?" tanya Hazel terkekeh saat melihat wajah Alyss yang langsung malu mendengar perkataan nya.
"Gak tau! Gak dengar!" jawab Alyss dengan menutup telinga nya rapat-rapat.
Hazel semakin tertawa dan mengecup bibir Alyss sekilas sebelum ia pergi mandi.
......................
Kediaman Hazel.
Pukul 05.45 PM.
Alyss yang masih mengelus Bubul dalam pelukan pun masih memikirkan kejadian semalam.
"Apa itu sungguhan hanya mimpi? Tapi kenapa terasa sangat nyata? Tapi juga tidak terasa nyata?
Arrggghhh....!!!
Kepala ku sakit memikirkan nya!" ucap Alyss saat duduk di sofa panjang yang menghadap dinding kaca yang memperlihatkan ke arah taman di belakang kediaman Hazel.
Miaawww...
Bulbul yang mengeong saat Alyss semakin memeluknya gemas.
"Kenapa? Hm?" tanya Alyss sembari semakin menciumi Bulbul.
Alyss pun mulai bangun dan pergi ke arah ruang putih, ia tidak tau kenapa ia bisa tiba-tiba kesana.
"Mau kemana?" tanya Hazel tiba-tiba mengagetkan Alyss yang sedang berada di depan tangga yang menuju basement tempat ruang putih berada.
"Astaga!" kejut Alyss hingga membuat Bulbul yang sedang berada dalam gendongan tangannya ikut terkejut dan langsung melompat kebawah dan pergi.
"Itu....
Aku cuma...." jawab Alyss lirih yang bingung ingin menjawab apa.
"Cuma apa? Kau mau kesana?" tanya Hazel dan semakin menghampiri Alyss.
"Ti-tidak! Tidak mau!" jawab Alyss cepat dan langsung pergi meninggalkan Hazel.
Hazel pun hanya melihat Alyss yang berlari darinya pergi menjauh dari ruang putih dengan tatapan dan mimik yang sulit di katakan.
Pukul 8.45 PM.
Hazel yang sejak tadi melihat dan memperhatikan Alyss yang sibuk menata bunga-bunga nya untuk di letakkan ke vas dari setelah mereka selesai makan malam.
"Kau masih lama? Kesini kalau sudah selesai." ucap Hazel sembari menepuk sisi sofa panjang yang ia gunakan untuk menidurkan dirinya sembari menatap Alyss.
"Iya..." jawab Alyss dan masih terfokus ke bunga-bunga yang dihadapan nya.
"Alyss... Lyss..." panggil Hazel lagi.
"Hm?" jawab Alyss.
"Kesini..." ucap Hazel lagi dengan nada lirih seperti permintaan.
"Iya, ini sudah selesai." jawab Alyss dan langsung berjalan ke arah Hazel.
Hazel pun langsung menarik tangan Alyss hingga membuatnya jatuh ke dalam dekapannya.
"Duh...
Luka di leher ku masih sakit...
Jangan menarik ku tiba-tiba..." ucap Alyss lirih saat Hazel langsung memeluk nya dan mengunci tubuh kecilnya di dalam dekapan lelaki kekar itu.
"Tangan mu terlihat sangat kosong yah..." ucap Hazel sembari melihat-lihat tangan jemari tangan Alyss.
"Kosong giman-" tanya Alyss yang langsung terpotong saat Hazel memasukkan cincin berlian yang berbentuk seperti bintang di dalam kelopak bunga yang penuh dengan pahatan berlian yang sangat rapi dan halus ke jemari manis Alyss.
"Katanya jika sebelum menikah harus ada lamaran dulu. Aku tak terlalu mengerti hal seperti itu, bagiku yang penting kita akan menikah. Jadi aku memberi mu ini. Aku akan akan mendesign sendiri cincin untuk pernikahan kita." ucap Hazel sembari menggenggam lembut jemari Alyss dan mengecup puncak kepala Alyss.
Alyss masih terdiam, di dalam pelukan Hazel. Ia bingung harus mengatakan apa pada pria yang sedang memeluk erat dirinya.
"Hazel..." panggil Alyss lirih.
"Hm?" jawab Hazel yang masih sibuk menciumi puncak kepala Alyss dan mengesap wangi dari rambut wanita yang sedang ia peluk.
"Kenapa kau menyukai ku? Karna wajah? Atau tubuh?" tanya Alyss lirih.
"Kenapa tanya begitu?" tanya Hazel yang mulai menundukkan kepala nya melihat ke arah wajah Alyss.
"Dulu kau juga mau membunuhku kan? Waktu aku melihat mu di jalan sepi itu." ucap Alyss.
"Iya...
Tapi sekarang aku sangat menyukai mu." jawab Hazel.
"Kenapa? Kenapa suka aku?" tanya Alyss lagi.
Hazel sebenarnya juga bingung jika ditanya "kenapa?" karna ia sendiri juga tidak tau kenapa sangat menyukai Alyss walaupun Alyss yang memiliki sifat yang sangat keras kepala, alasan ia tak membunuh Alyss dari awal adalah karna Alyss terlihat mirip dengan anak yang ia kenal dulu.
Namun semakin berjalan nya waktu, ia sendiri semakin melupakan anak itu dan hanya terfokus pada Alyss. Ia ingin memiliki wanita yang sedang ia peluk untuk dirinya sendiri. Memiliki dan mengendalikan seutuhnya dari wanita yang berada di dalam pelukan nya sekarang.
"Kenapa tak jawab? Kau suka karna wajah ku? Atau tubuh ku?" tanya Alyss lagi.
"Entahlah, aku juga tidak tau jika kau bertanya begitu. Tapi kenapa kau pikir aku menyukai karna wajah dan tubuhmu?" ucap Hazel yang balik bertanya.
"Yah...
Karna kau terus melakukan itu..." jawab Alyss lirih, ia sebenarnya malu jika mengatakan hal seperti itu pada Hazel.
Hazel pun tertawa kecil melihat tingkah Alyss.
"Mungkin jawaban yang paling tepat jika di tanya begitu, ya karna itu kau. Karna itu dirimu aku jadi suka. Tidak membutuhkan alasan lain, alasan nya hanya satu yaitu karna KAU." ucap Hazel lagi.
"Tapi kenapa kau terus..." ucap Alyss lirih.
Hazel tertawa kecil lagi, ia semakin merasa gemas pada Alyss.
"Kenapa kau selalu membutuhkan alasan? Hm? Aku menyukai wajah dan tubuh mu karna itu kau, membuatku selalu ingin menidurimu." jawab Hazel blak-blak kan.
"Itu kan nafsu bukan cinta!" ucap Alyss lagi.
"Ya ampun...
Kenapa naif sekali? Hm?
Jika seseorang mencintai pasangan nya sudah pasti dia juga memiliki nafsu pada pasangan nya, tapi kalau nafsu belum tentu juga cinta. Kau tak tau perbedaan nya? Hm?" tanya Hazel dengan semakin memeluk Alyss.
"Aduh...
Luka ku sakit..." ucap Alyss lirih saat ia merasakan pelukan Hazel yang semakin erat.
"Kenapa kau paham sekali hal seperti itu? Kau sering pacaran yah?" tanya Alyss dengan nada menyelidik saat Hazel melonggarkan pelukannya ketika Alyss meringis sakit.
Hazel pun tak bisa menahan tawa nya mendengar pertanyaan Alyss.
"Kau pikir aku sering pacaran? Aku saja tak pernah berhubungan dengan wanita kecuali dengan dirimu.
Kau tidak tau? Jika kau cinta pertama ku? Aisshh mengatakan hal seperti itu secara langsung ternyata sedikit membuatku..." ucap Hazel dengan menahan suaranya yang masih sedikit tertawa karna pertanyaan Alyss.
"Aku yang pertama? Tapi kalau aku yang pertama, kenapa kau bisa sangat pandai dalam..." ucap Alyss yang tak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Pandai apa? Hm?" tanya Hazel dengan nada menggoda Alyss.
"Ma-mana mungkin...
Kau kan sangat suka melakukan itu...
Dan juga tak bisa menahan dirimu dari itu..." jawab Alyss yang masih tak percaya. Ia sendiri tau bagaimana Hazel yang selalu tak pernah merasa cukup jika hanya sekali dan selalu membuatnya kelelahan dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
"Sekarang kan bisa belajar dari internet dan lagi juga banyak visualisasi dari video, aku orang yang mudah belajar. Dan aku hanya seperti itu karna sedang bersama mu. Jika itu wanita lain aku tak memiliki minat sama sekali." jawab Hazel jujur dengan tawa kecil di selingan suaranya.
"Kau lihat video yang seperti itu?" tanya Alyss lirih.
"Kan aku sudah cukup umur, tidak ada larangan juga kan untuk ku? Lagi pula itu untuk menambah variasi saja, karna tanpa melihat seperti itu pun, aku juga akan bergerak sesuai keinginan tubuhku." jawab Hazel blak-blakan.
Alyss yang mendengarnya pun semakin malu.
"Kenapa? Mau lihat bersama? Kau sepertinya perlu melihat seperti itu, supaya aku tak perlu mengajarimu lagi. Tapi lihat nya harus dengan ku." ucap Hazel dengan penuh nada menggoda pada Alyss.
"Tidak! Aku tak mau melihat begitu!" ucap Alyss yang semakin malu dan semakin membenamkan wajah nya ke dada bidang Hazel.
Hazel semakin tertawa saat melihat Alyss malu dan telinga nya yang semakin memerah di dalam pelukan nya.
Alysscalla Zalea
Hazel Rai
Bulbul ( Bonus yah wkkwk)
...****************...
Haiii....
Maaf yah sekarang othor up nya suka lama atau malam, karna othor sudah selesai kuliah sama nugas dulu baru lanjut buat bab🤧🤧🤧
Jangan lupa, like, komen, fav, vote dan dukung othor yah🥰🥰🥰
Happy reading❤️❤️❤️