
Tanpa terasa satu bulan telah berlalu, Hazel sama sekali tak membiarkan Dion mengambil Alyss, ia tetap kekeh ingin mempertahankan Alyss dan ingin Alyss menjalani perawatan yang ia siapkan.
Selama satu bulan tersebut juga Dion mencari dan mengumpulkan rekam medis putrinya, dan bukti penyiksaan yang di lakukan oleh Hazel agar mereka bisa bercerai di pengadilan, namun nihil ia sangat sulit mendapatkan rekam medis karna Alyss berada di rumah sakit yang Hazel miliki.
Dion juga melaporkan kasus putri ke pihak yang berwajib namun itu semua juga memberikan hasil yang nihil, entah kenapa pihak polisi seperti menghindari untuk mengusut laporan yang di berikan Dion.
Satu persatu pengacara yang di sewa Dion pun selalu mengundurkan diri dari kasus pembelaan untuk putrinya, walaupun ia bersedia membayar berapapun.
Bahkan sampai pengadilan pun tak juga tak memberikan hasil yang ia inginkan, perceraian putrinya tak terlaksana, selama proses persidangan Hazel hanya mengatakan bahwa mereka mengalami pertengkaran biasa.
Hazel tau bahwa ia benar-benar salah, namun ia tak dapat mengakui semua kesalahannya di pengadilan karna tak ingin melepaskan dan menceraikan Alyss.
Seperti kata pepatah hukum yang runcing kebawah dan tumpul ke atas kini dirasakan oleh Dion. Ia benar-benar tak dapat melepas putrinya dari cengkraman iblis tersebut.
Entah apa yang dilakukan oleh Hazel hingga membuat pengadilan berpihak padanya sehingga membuat sidang perceraian yang diajukan oleh Dion di tolak.
Hazel juga memblokir semua pengacara yang di sewa Dion sehingga tak ada satu pun pengacara yang berani membela Dion untuk kasus putrinya.
......................
Rumah keluarga Alyss.
"Pertengkaran biasa?! Putri ku hampir mati! Dan dia mengatakan pertengkaran biasa?! Harus membawa Alyss?! Bagaimana Alyss bisa kesana jika dia sendiri pun masih tak sadar?!" ucap Dion emosi ketika kembali dari pengadilan untuk sidang perceraian putrinya.
Menghadapi seseorang yang memiliki kekuasaan dan uang memang hal yang sangat sulit, bahkan seharusnya kasus yang mudah untuk dilakukan bahkan menjadi sangat rumit, bagaimana tidak? Pengadilan meminta Alyss hadir walaupun sudah dikatakan jika Alyss masih tak sadar akibat dari kekerasan yang di lakukan oleh Hazel.
Hal yang tak masuk akal, namun itu yang di cetuskan oleh pengadilan. Dion benar-benar frustasi, ia mulai mencari dimana titik kesalahan nya.
Apa aku pernah melakukan suatu kesalahan?
Hingga putri ku yang menanggung semua kesalahan ku dengan bertemu pria seperti itu?
Dan harus menjalani hidup yang menderita seperti itu?
Tuhan...
Ku mohon...
Jika aku bersalah, kau bisa menghukum ku...
Jangan membuat putri ku menderita...
Tolong buat aku saja yang menanggung semua derita nya...
Dion benar-benar tak sanggup membayangkan apa yang dirasakan oleh putri semata wayang sebelum ia menjadi kritis seperti sekarang.
Seberapa banyak rasa sakit yang dialami oleh putri sebelum putrinya menutup mata nya dan tak tau kapan akan terbuka kemudian melihat dunia ini lagi.
Ia benar-benar tak bisa membayangkan nya, ia bahkan merasa sangat tak berguna karna tak bisa melepaskan putri yang paling berharga dalam hidup nya dari cengkraman iblis yang terus menjeratnya.
Bahkan untuk memindahkan atau membawa pergi Alyss dari RS Hazel saja tak bisa karna Hazel menghalangi semua proses nya dengan berbagai alasan sehingga membuat tak ada yang berani memindahkan Alyss.
Hazel memang memiliki kuasa yang sangat besar, kontribusi nya di berbagai bidang dan aspek di segala macam bisnis membuatnya memiliki kekuatan yang sangat besar dan Dion benar-benar tak sebanding dengan semua itu.
Dion pun berjalan ke arah kamar nya dan melihat istri nya yang masih menangis, sekarang Shelly mulai jatuh sakit karna tak dapat menerima keadaan yang terjadi. Sebelum nya ia memaksa untuk melihat data dan rekam medis Alyss untuk mengetahui keadaan putrinya yang sebenarnya.
Dan hatinya sungguh hancur ketika melihat rekam medis tersebut, organ-organ di tubuh putrinya telah mengalami banyak kerusakan dan terus mengalami penurunan karna Alyss yang memiliki hemofilia sehingga luka-luka nya semakin sulit untuk pulih.
Dan yang lebih menghancurkan hatinya lagi adalah saat ia tau presentase hidup putrinya hanya sekitar 25% dan itu pun tak menjamin putrinya bisa hidup normal tanpa cacat jika ia sadar karna kerusakan otak yang dialami oleh Alyss karna sempat mengalami henti jantung yang menyebabkan kurang nya suplai darah dan oksigen hingga menyebabkan kerusakan otak.
"Mah...
Sudah...
Jangan menangis terus...
Alyss pasti bisa sembuh kok mah, dia pasti sadar..." ucap Dion menenangkan istrinya yang masih terus menangis.
"Tapi gimana yah? hiks...
Alyss...
Dia....
Kondisi nya juga benar-benar...." jawab Shelly yang tersendat karna tak mampu melanjutkan kata-katanya.
"Tuhan itu ada Mah...
Dan pasti Tuhan mendengar semua doa kita...
Alyss pasti sadar kok...
Ayah udah cari dan baca semua artikel kalau ada juga kok yang bisa sadar dan bisa hidup normal walaupun sebelum nya dia dalam kondisi kritis...
Dan bahkan semua dokter pun mengatakan kalau mereka tak akan bisa bertahan..." ucap Dion yang mulai membangun harapan-harapan kecil pada istrinya.
Shelly masih menangis mendengar ucapan suaminya.
"Tapi jarang yah...
Jarang sekali orang yang bisa benar-benar pulih dalam kondisi seperti itu, bahkan hampir mustahil..." jawab Shelly yang masih menangis.
"Jarang bukan berarti tidak ada mah, mustahil juga bukan berarti tak mungkin...
25% mah! Alyss masih punya kesempatan 25%! Ayah yakin Alyss bisa! Dia kuat mah...
Mamah ingat? Waktu Alyss dulu diculik dia bisa bertahan! Dan ayah yakin kali ini Alyss juga pasti bisa bertahan!" ucap Dion sekali lagi.
Sebenarnya ia sendiri pun juga merasa putus asa namun ia tak bisa menunjukkan nya pada istrinya karna ia kepala rumah tangga, ia harus kuat untuk dapat menguatkan yang lain.
Di medis sendiri kemungkinan 25% merupakan kemungkinan yang sangat kecil seperti memiliki kanker stadium 4 yang tak mungkin bisa sembuh lagi seperti itu juga kemungkinan 25% itu.
Tak selang berapa lama Dion masih menenangkan Shelly ia pun merasa ada yang mengunjungi rumah nya. Walaupun ia dalam kondisi yang sedang tak ingin menerima tamu, namun ia tetap berjalan memeriksa siapa yang datang.
"Mau apa kau kesini?!" tanya Dion marah saat melihat Hazel yang mendatangi nya dengan membawa beberapa orang dengan nya.
"Paman...
"Apa lagi yang ingin kau bicarakan?! Bukankah semua sudah berjalan sesuai kemauan mu?!" tanya Dion emosi.
Hazel pun memejamkan mata nya sesaat sebelum ia berbicara.
"Banyak! Banyak yang ingin ku bicarakan! Paman tolong...
Biarkan aku bicara sebentar saja..." ucap Hazel memohon.
Dion pun mulai membuka pintu nya dan membiarkan Hazel masuk, walaupun hatinya sudah sangat tak menyukai pria yang masih memiliki status sebagai menantunya.
Saat masuk ke rumah tersebut dan hanya berdua dengan Dion, Hazel pun kembali berlutut lagi di hadapan Dion.
"Paman...
Maaf...
Tolong beri aku kesempatan satu kali lagi, aku akan benar-benar menjaga Alyss dengan baik kali ini." ucap Hazel yang terus memohon pada Dion.
"Jika aku memaafkan mu, Apa Alyss bisa sadar kembali? Dan lagi apa yang kau katakan di pengadilan? Pertengkaran biasa? Pertengkaran biasa bisa membuat kondisi nya separah itu?" tanya Dion dengan suara tertahan.
"Aku akan berusaha membuatnya sadar kembali...
Aku pasti bisa membuat nya pulih...
Aku akan lakukan apapun untuk itu...
Dan maaf karna aku mengatakan hal seperti itu di pengadilan, aku benar-benar tak ingin bercerai dengan nya....
Aku bisa menerima hukuman apapun yang paman berikan tapi aku tak bisa jika harus melepas Alyss." jawab Hazel tanpa ragu.
"Bagaimana kalau dia tak sadar? Bagaimana kalau kau mulai bosan dengan nya dan memiliki wanita lain? Aku tak mau putri ku semakin terluka!" ucap Dion pada Hazel.
"Kalau dia tak sadar...
Kalau dia benar-benar pergi...
Aku akan mengikutinya, aku akan pergi dengan nya, agar dia tak kesepian...
Agar dia bisa menghukum ku di sana...
Dan aku bisa menjamin jika aku tak akan menyukai wanita lain selama dia sakit....
Aku bahkan bisa membuat perjanjian yang valid dan sah di mata hukum untuk itu!" jawab Hazel sekali lagi.
"Benarkah? Kalau begitu ayo buat perjanjian! Kau menyarankan nya kan?" ucap Dion, ia tau jika Alyss tak akan pernah bisa keluar dari cengkraman pria di hadapannya, maka dari itu ia ingin membuat perjanjian agar putrinya tak semakin terluka atau terluka dua kali.
"Baik!" jawab Hazel antusias.
"Tapi kau harus ingat! Walaupun aku membuat perjanjian bukan berarti aku memaafkan mu! Aku tak akan pernah memaafkan mu! Bagi ku kau adalah iblis!" ucap Dion sembari menatap tajam Hazel.
Hazel hanya terdiam menerima semua ucapan Dion, walaupun Dion mengatakan dengan jelas jika tak akan memaafkannya namun Hazel tetap merasa sedikit lega karna Ayah mertuanya akhirnya sedikit membuka hati padanya lagi.
Hazel pun segera memanggil 7 pengacara ternama yang ia bawa dan sudah ia siapkan agar Dion bisa mempercayai ke sahan dari perjanjian yang mereka buat.
"Yang pertama aku tak ingin kau melakukan kekerasan apapun pada putri ku lagi dari mulai sekarang sampai ia benar-benar menutup usianya.
Kedua aku ingin tetap bisa merawat dan menemui Alyss kapan saja begitu juga dengan istriku.
Ketiga kau tak boleh memiliki serta menikahi wanita lain.
Keempat kau harus memastikan putri ku bisa sadar dan pulih kembali, apapun cara yang kau gunakan." ucap Dion pada Hazel.
Para pengacara yang mulai membuat perjanjian yang valid. Ia tau perjanjian yang ke empat adalah hal yang mustahil namun ia tetap ingin mencetuskan hal tersebut agar Hazel tau bahwa menyelamatkan nyawa tak semudah menghilangkan nya.
"Baik, akan ku lakukan, dan jika aku melanggar aku akan memberikan semua aset dan saham yang kumiliki!" ucap Hazel.
"Tidak! Aku tak memerlukan uang mu! Aku ingin memastikan satu hal dulu...
Apa perjanjian ini juga bisa melegalkan untuk menembak seseorang? Atau menghilangkan nyawa seseorang?" tanya Dion sekali lagi.
"Aku akan membuat keabsahan untuk itu!" jawab Hazel seraya melihat seluruh pengacaranya.
Pengacara Hazel pun mulai mengangguk kecil mengisyaratkan jika mereka dapat membuat hal itu terjadi.
"Baiklah, kalau begitu sediakan satu pistol dengan satu peluru di dalam nya. Jika kau melanggar perjanjian yang ku sebutkan tadi maka aku akan menembak mu tepat di disini." ucap Dion sembari menunjuk dahinya yang berarti dia akan memembak tepat di kepala Hazel dengan tangan nya sendiri jika putri nya sampai terluka lagi. Dan itu semua legal secara hukum.
"Baik, aku setuju!" jawab Hazel yang langsung mengiyakan dan para pengacara pun langsung membuat serta memproses perjanjian yang mereka buat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Spoiler episode (Sensor)
Kau menyukai ku?
Tidak! Apa yang membuat mu yakin?!
Benarkah? Kalau begitu kenapa masih tak membunuh ku? Jika kau terus ragu mungkin kau yang akan terbunuh...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Itu Othor kasih spoiler buat eps *** kalian terka-terka yah itu dialog buat siapa...🤭🤭🤭
Tuh babang Hazel jangan jahat lagi, ntar di tembak sama Ayah Alyss loh...
Oh iya kapan yah Alyss bisa sadar lagi?😭 Othor kangen sama sifat keras kepala Alyss nya lagi😭😅
Jangan lupa like, komen, vote, rate 5, fav dan dukung othor🥰🥰❤️❤️
Happy Reading❤️❤️❤️