(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : Begins?



Untuk putri cantik Mamah...


Kalau Louise dapat surat ini dari Papa berarti Mamah sekarang lagi gak sama Louise...


Maaf yah sayang...


Mamah tidak bisa hadir di hari yang kamu tunggu...


Tapi Mamah tau pasti putri Mamah yang paling cantik dari semua yang lulus...


Mamah tetep sama kamu...


Jagain kamu dari atas...


Louise boleh nangis...


Boleh marah...


Boleh sedih...


Mamah gak akan ngelarang...


Tapi jangan sedih terlalu lama yah...


Karna Mamah selalu bersama Louise...


Yang beda hanya Louise yang sudah tak bisa melihat Mamah lagi...


Mamah gak mau pergi...


Ini bukan kemauan Mamah....


Tapi ini takdir yang gak bisa di hindari...


Jangan sering nakal yah sama kakak mu...


Nanti kalau di jewer, Mamah gak bisa belain kamu lagi...


Juga jangan cerewet sama pasien nya...


Nanti pasien nya gak sembuh malah makin sakit lagi...


Yang perlu Louise tau...


Mamah sayang sekali sama Louise...


Mamah gak pernah berhenti bersyukur karna bisa miliki Louise jadi putri Mamah...


Jaga diri kamu baik-baik yah sayang...


^^^- Love from your mom^^^


Untuk Pangeran kesayangan Mamah...


Louis pasti juga dapat surat ini dari Papa kan?


Maaf yah sayang Mamah gak bisa hadir...


Gak bisa peluk atau ngasih bunga di kelulusan kamu...


Tapi kamu harus tau kalau Mamah udah lihat kamu dari atas...


Louis anak laki-laki Mamah yang paling kuat...


Sama seperti Papa kamu...


Jadi Mamah yakin Louis bakal bisa jagain Louise kalau Mamah atau Papa udah gak ada lagi...


Mamah berharap banyak sama Louis...


Tapi Mamah lebih berharap kalau Louis bisa bahagia...


Bahagia dengan kehidupan Louis nanti nya...


Walaupun Mamah gak bisa lihat secara langsung, tapi Mamah bakalan tetap jagain Louis dari atas...


Maaf yah sayang...


Padahal Mamah yang bilang kalau kita harus membuat janji yang hanya bisa di tepati...


Tapi Mamah yang malah gak bisa tepati janji Mamah...


Mamah gak pernah mau pergi...


Tapi mungkin kebersamaan kita hanya sampai disini...


Mamah senang bisa lihat putra mamah tumbuh sampai 18 tahun...


Menyiapkan seragam sekolah, Memasak dan Menjadi teman sekaligus Ibu buat Kalian itu adalah puncak kebahagian Mamah...


Semoga kamu semakin dewasa yah...


Oh iya...


Jangan sering di jewer yah adiknya...


Mamah tau adik mu itu suka nakal...


Tapi kamu itu dulu waktu kecil nya malah lebih nakal, sekarang malah kebalik...


Tapi Mamah tetep sayang Louis kok...


Jadi Ibu yang melahirkan putra seperti Louis itu adalah keberuntungan untuk Mamah...


^^^- Love from your mom^^^


...****************...


3 Tahun berlalu.


Setelah kepergian sang ayah yang mengejutkan kedua saudara itu membuat mereka harus menopang dan saling mempertahan kan satu sama lain.


Tak ada yang siap dalam semua perpisahan...


Namun tak bisa terus tenggelam dalam kesedihan.


Satu-satu nya yang bisa di lakukan hanya mempertahankan apa yang di bangun orang tua mereka.


Di usia yang muda namun harus melewati dunia yang kotor walau sebelum nya sudah di jaga dan di simpan sebaik mungkin dalam perlindungan sang ayah dan ibu.


Berusaha menjadi dewasa di segala sifat manja yang sudah dimilki, keluar dari zona ternyaman dan melewati semua tikungan yang pernah mereka bayangkan.


Flashback 3 tahun yang lalu.


3 Hari setelah pemakaman Hazel.


"Saham turun? Tapi kenapa tiba-tiba?" tanya Louis pada pria paruh baya di depan nya.


Suasana yang masih berkabung harus ternoda akan urusan pekerjaan saat pria paruh baya itu mau tak mau mengatakan hal tersebut pada si kembar.


"Papa bahkan baru aja pergi...


Kenapa seperti ini?" ucap gadis cantik itu menyambung ucapan sang kakak.


"Para direktur serta pemegang saham yang lain berusaha mengalihkan bangku presdir untuk mereka sendiri." dengus Rian lirih menjawab pertanyaan si kembar.


"Tapi kenapa? Bukan nya Paman ada?" tanya Louis tak percaya. Di usia ke 18 tahun ia kehilangan sosok Ibu yang sangat di sayangi nya dan di usia ke 21 ia juga kehilangan sang ayah yang sudah memberikan perlindungan padanya.


"Mereka ingin menyingkirkan ku lebih dulu...


Setelah itu baru memprotes kedudukan mu...


Masalah warisan dan saham yang di tinggalkan ayah kalian untuk menjadi masalah...


Sekarang gosip bahwa kau adalah Presdir boneka mulai beredar." jawab Rian pada pria muda di hadapan nya.


Karna ia sudah membantu dan hampir semua keputusan ia yang menentukan saat Louis masih belajar untuk posisi presdir membuat para direktur dan pemegang saham yang licik menjadi iri.


Mereka tak pernah berani apapun saat Hazel masih ada, karna pria itu tak memilki toleransi. Maka dari itu saat pria iblis tersebut telah tiada mereka mulai mengusik ketenangan si kembar dan menyingkirkan sahabat presdir JBS group itu.


"Kalau Paman tak membantu ku mereka akan mengkritik! Kalau Paman membantu mereka malah berkata sepertu itu!" ucap Louis kesal.


"Cara satu-satu nya adalah kalian yang harus menduduki posisi itu sendiri dan menghadapi mereka...


Paman tetap akan membantu dari balik layar tetapi untuk kali ini kalian memang harus belajar berdiri sendiri...


JBS grup sekarang hampir kehilangan pemilik...


Perusahaan ini adalah ayah kalian yang membangun nya...


Paman mohon, jangan hancurkan apa yang sudah susah payah di bangun oleh ayah kalian..." ucap Rian menjelaskan situasi, ia tak mau jika JBS grup sampai ke tangan pihak lain kecuali si kembar. Karna ia tau perjuangan sahabat nya membangun rumah sakit yang hampir bangkrut dan membesarkan nya sendiri hingga sekarang.


Gadis yang tak bisa menghentikan air mata nya itu mulai tertawa, tertawa dengan semua kesedihan nya. Ia tak menyangka hidup akan semenakutkan ini saat kedua orang tua nya tiada.


Sang kakak yang melihat hal itu langsung menatap ke heran ke arah gadis yang menangis namun tertawa terbahak itu.


"Bahkan Papa belum pergi sampai seminggu tapi mereka sudah mulai bergerak? Mengerikan sekali..." ucap gadis cantik itu setelah tawa nya dan menghapus air mata yang tak kunjung selesai keluar dari manik bening nya.


"Untuk sekarang selama satu tahun kedepan JBS di bagi dua seperti yang dulu pernah Paman katakan. Aku akan mengurus JBS hospital dan semua RS cabang...


Louise yang akan mengurus semua bagian JBS Farmasi dengan semua cabang sekaligus JBS Resort...


Aku tak mau mereka mengambil apa yang di bangun Papa!" ucap gadis itu dengan mata yang penuh ambisi.


Ia memang sangat suka bermain dan membuat onar namun ia juga sangat antusias jika sudah benar-benar menentukan arah nya, tak ada masalah jika ia ingin mengurus JBS karna sejak umur 8 tahun ia dan kakak nya sudah mendapat pelajaran tentang ilmu saham dan bisnis.


Hazel sengaja membuat kedua anak nya mempelajari hal itu, karna ia tak tau mana yang akan benar-benar menjadi pewaris nya. Dan lagi jika nanti anak-anak nya tak mengambil jurusan untuk pembelajaran sebagai pewaris mereka sudah memilki dasar sejak kecil itu itu.


"Katakan pada mereka kami akan membagi dan menjadi pewaris 4 hari lagi..." ucap Louis pada Rian yang menatap dirinya serta sang adik dengan penuh kekhawatiran.


"Baik...


Paman akan mengatur nya...


Tapi kalian yang harus hadapi dengan sendiri..." ucap Rian dan kemudian bangkit dari duduk nya lalu meninggalkan saudara kembar itu di kediaman mewah milik sang Ayah.


Setelah Paman nya pergi, tangisan gadis itu tumpah lagi.


"Louise sudah...


Masih ada kakak...


Jangan nangis lagi yah..." ucap Louis lembut dengan memeluk adik nya yang terisak.


"Papa udah gak ada kak...


Huhuhu...


Kenapa Mamah sama Papa cepet banget ninggalin kita? Huhuhu..." tangis gadis itu di dalam pelukan sang kakak.


"Iyah...


Cup... cup...


Jangan ada kakak..." ucap pria itu dengan suara tertahan menahan kesedihan nya sembari memeluk sang adik. Kini hanya adik perempuan si pembuat onar itu yang menjadi keluarga nya.


Sekarang ia lah yang harus menjaga dan melindungi berlian dari keluarga Rai tersebut.


"Kenapa Mamah sama Papa gak bawa Louise juga kak? Huhuhuhu..." ucap gadis itu di tengah tangis nya.


Louis pun langsung melepaskan pelukan nya dan menatap sang adik, bagaimana mungkin adiknya bisa berkata sampai seperti itu.


"Louise! Kenapa bilang begitu? Kalau Papa tau kau mengatakan kalimat begitu dia pasti akan marah!" ucap Louis pada sang adik.


"Tapi Papa gak ada kan?! Dia gak ada disini! Papa juga pergi kayak Mamah! Papa..." ucap nya dalam tangis yang begitu dalam dan tak sanggup melanjutkan ucapan nya.


"Papa juga udah jadi bintang sama kayak Mamah..." sambung gadis cantik itu lirih pada sang kakak.


Louis tak dapat menahan air mata nya, ia juga takut dan sedih saat di tinggalkan di dunia yang menakutkan sendirian. Tanpa adanya perlindungan dari kedua orang tua nya lagi.


Takut akan menghadapi situasi yang mungkin tak bisa ditanganinya...


Takut tak akan bisa melindungi satu-satu nya adik perempuan nya...


Takut akan segala hal yang akan terjadi nantinya...


"Kakak yakin Papa pasti pergi, karna merasa kita udah bisa hidup sendiri kok...


Jangan bilang begitu lagi yah...


Sekarang Mamah sama Papa udah tinggal lihat kita aja...


Mereka udah gak perlu ngerasain sakit lagi..." ucap Louis pada adik nya dengan air mata yang tak dapat di tahan nya.


Setelah hari itu, kedua saudara kembar itu mulai berusaha bangkit dan bangun dari kesedihan nya. Mereka mulai belajar untuk menjadi dewasa dengan sendiri nya dan mengatasi ketakutan serta kesedihan yang ada pada diri mereka sendiri.


Selama satu tahun Louis dan Louise mengahadapi dan berjalan di atas es tipis dalam membangun perusahaan itu. Menganti semua yang awalnya ingin memanfaatkan kepergian ayah mereka untuk keuntungan pribadi para direktur penghianat itu.


Ia kembali ke dalam sifat dan sikap kekanakan nya lagi, karna hanya dengan seperti itu ia bisa melupakan semua kesedihan nya mengisi semua rasa kesepian nya. Gadis itu berbeda dengan sang kakak yang mampu mengontrol emosi nya.


Louis pun mulai memegang semua kendali JBS grup dan menjadi Presdir sepenuhnya. Rian tetap membantu di balik layar dan juga menjaga si kembar layak nya orang tua si kembar sendiri.


Karna ia juga memilki rasa sayang pada anak-anak sahabat nya itu seperti rasa sayang terhadap putra nya sendiri.


Flashback Off


......................


Dua tahun kemudian.


Kini Pria tampan itu sudah menduduki posisi sebagai Presdir dari JBS group. Usia nya pun kini sudah menginjak 24 tahun.


Di usia yang sangat muda namun sudah harus memegang tanggung jawab yang begitu besar, tapi semua itu bisa diatasi nya karna ia juga memilki kecerdasan di atas rata-rata. Kepintaran yang di wariskan dari kedua orang tua nya yang juga memiliki kecerdasan di atas rata-rata.


Louis mulai memliki orang-orang nya sendiri, ia merekrut sekertaris yang menurut nya memilki potensi bakat yang tinggi serta memiliki rasa kesetiaan yang tinggi.


Gadis cantik yang baik dan di penuhi dengan kelembutan.


Sedangkan sang adik semakin di sibukkan dengan konser biola nya yang terus padat. Gadis itu hanya bermain dan bermain.


Dan yang paling sering menjaganya jika sang kakak tak ada adalah sahabat setia nya yang sudah menyimpan perasaan untuk nya sejak mereka masih kanak-kanak. Siapa lagi jika bukan Zayn sahabat yang menggemaskan yang dapat bertahan dengan sikap si kembar.


Pacaran dan putus lalu pacaran lagi bukanlah hal yang baru bagi gadis cantik itu. Ia tak pernah serius dalam berhubungan dan selalu mengganti pacar nya jika sudah satu bulan berhubungan. Namun kini ia memliki pacar yang tahan dengan semua sikap nya dan mampu tak menyentuhnya atau bahkan ciuman sekalipun walupun sudah 5 bulan berpacaran.


......................


Pria itu menatap erat iris kekasih nya dengan lekat.


"Louise....


Apa kau tak bisa tidak terlalu dekat dengan teman mu?" tanya pria itu menatap lekat ke arah kekasih nya yang tersenyum melihat lampion-lampion bunga yang begitu indah di tengah taman menghiasi malam itu.


"Zayn maksud mu?" tanya gadis itu seperti acuh tak acuh.


"Hm..." jawab Charlie nama kekasih dari gadis cantik itu.


"Tak bisa! Dia sama seperti kakak ku...


Kenapa aku harus menjauhi nya?" tanya gadis itu pada sang kekasih.


"Tapi kalian tidak sedarah! Dan lagi, dia itu menyukai mu! Kau juga bisa melakukan kontak fisik dengan nya..." ucap Charlie yang selalu merasa cemburu pada sahabat kekasih nya.


"Itu karna aku mengenal nya sejak kecil! Makanya aku tidak takut!" jawab Louise yang terus saja membela sahabat nya itu.


Charlie pun yang mendengar hal itu langsung menarik dan mencengkram lengan gadis nya. Ia mulai memaksakan ciuman nya pada sang kekasih yang terlihat berusaha memberontak.


"Lepas! Aku gak mau!" ucap gadis cantik itu berusaha memberontak dan menolak ciuman dari kekasihnya.


Charlie pun perlahan berhenti dan menatap kekasihnya yang mulai terlihat takut.


"Kau...


Apa kau menyukai ku?" tanya nya lirih, ia benar-benar menyukai gadis pembuat onar itu.


"Iya!" jawab Louise mendengus kesal sembari melepaskan dengan kasar cengkraman sang kekasih.


Charlie hanya tertawa getir melihat sikap kekasih nya.


"Aku akan ganti pertanyaan nya...


Apa kau pernah menyukai ku?" tanya pria itu lirih pada Louise.


Louise pun mulai menatap ke arah pria yang menjadi kekasih nya. Pria itu tampak begitu sendu menunggu jawaban dari nya.


"Tentu saja!" jawab nya sembari membuang wajah, ia tak pernah benar-benar menyukai pria karna baginya pria hanya tempat untuk melepaskan rasa bosan nya saja.


Memainkan perasaan orang lain sebagai games menyenangkan bagi gadis cantik itu.


Charlie sudah mendapatkan jawaban nya, ia tau kekasihnya tak pernah benar-benar menyukai nya seperti perasaan yang ia miliki.


"Kalau aku meminta mu memilih antara aku dengan teman mu, mana yang akan kau pilih?" tanya pria itu lagi.


Louise terdiam beberapa saat, ia tak tau harus menjawab apa saat melihat wajah lelaki itu, namun ia juga tak ingin kehilangan sahabat yang paling berarti baginya.


"Maaf..." jawab gadis itu lirih.


"Kau memilihnya? Sepertinya kau..." ucap Charlie yang tak mampu melanjutkan ucapan nya, ia tau kekasih nya memiliki tembok yang di bangun antara ia dan teman nya. Tembok yang tak bisa dilewati selain kedua sahabat itu.


"Kita berhenti saja yah? Kau tak akan menyukai ku...


Aku juga tak mau nanti nya akan memaksakan perasaan ku..." ucap Charlie pada kekasihnya. Ia memang menyukai Louise namun ia juga tak ingin egois saat tau gadis itu bukan untuk nya.


Louise menatap ke arah pria di depan nya sejenak. "Maaf..." ucap nya lirih sekali lagi. Ia tak pernah merasa bersalah saat memainkan perasaan para mantan nya, namun berbeda dengan pria yang satu ini.


"Kau mau memainkan permainan lagi? Mau makan es krim dulu?" tawar Charlie yang tetap memaksakan senyum nya.


"Mau pulang saja..." jawab gadis itu lirih.


"Yasudah...


Ayo..." ucap pria itu yang bersiap mengantar mantan kekasihnya itu.


"Tak perlu diantar! Aku pulang sendiri saja!" ucap Louise pada pria itu. Ia merasa bersalah karna memainkan perasaan pria baik.


"Gak! Sudah malam! Nanti kau malah pergi entah kemana lagi!" jawab Charlie pada gadis itu, ia memegang prinsip tak ingin merusak gadis yang ia sukai jika ia yang masih menjaga gadis itu.


"Aku gak mau kemana-mana kok..." jawab Louise lirih. Padahal awalnya ia sudah ingin pergi clubbing.


"Aku antar pulang saja yah..." ucap Chalie pada mantan kekasih nya dan langsung menarik tangan gadis itu.


Louise pun tanpa sadar langsung menepis tangan pria itu hingga membuat Charlie terkejut, Louise pun tak menyangka jika ia akan menepis tangan mantan kekasih begitu kuat.


"Ma-maaf...


Aku tak nyaman jika harus tetap dengan mu...." jawab gadis itu gugup pada Charlie.


"Baik...


Aku pesankan taksi yah..." ucap Charlie pada Louise.


Setelah memesan taksi dan melihat gadis itu pergi, Charlie pun baru mulai melepaskan gadis yang ia sukai.


......................


Club Night.


Suara musik Dj yang bersahutan satu sama lain, membuat seluruh tempat itu menjadi meriah, minuman beralkohol serta wanita dan pria yang hanya menginginkan kesenangan semata banyak berkumpul di tempat itu.


Louise duduk menatap ke arah bartender tampan di depan nya, ia selalu di larang keras ke tempat seperti oleh sang Kakak.


Namun bukan Louise namanya jika akan mendengarkan apa yang di larang pada nya, setiap kali Louis mengurus urusan bisnis keluar kota atau keluar negri ia selalu pergi ke bar dan club dengan sendiri.


Ting...


PULANG!!!!


Dentingan pesan yang muncul di ponsel gadis itu membelalakan matanya, pesan dari sang kakak saat ia ketahuan pergi ke tempat dunia malam itu.


"Mati! Kenapa dia bisa tau? Bisa gawat!" decak Louise kesal ketika selesai membaca pesan tersebut.


Padahal Louis sedang berada di LN namun tetap bisa mengetahui pergerakan adik nakal nya.


Pulang kemana? Aku di rumah aja kok...


Mau kemana lagi?


balas gadis itu berbohong pada sang kakak.


Gak usah alasan! Kali ini semua kartu mu bakal aku bekukan!


Pesan balasan dari sang kakak, pria itu sudah hampir kehabisan akal untuk menangani adik nakal nya.


Belum selesai gadis itu terkejut ia sudah mulai melihat pengawal-pengawal pria bertubuh tegap yang berada di antara orang-orang yang menari. Siapa lagi jika bukan dari pengawal sang kakak.


"Duh! Kok bisa sih Louis tau?" gerutu gadis cantik dan langsung menelpon Zayn untuk menjemput nya segera.


Ia juga langsung menghindari kejaran para pengawal yang di kirim kakaknya.


Tap..tap..tap...


Langkah kaki nya memenuhi lorong yang penuh akan ruangan privat room bagi para VIP.


Melihat salah satu pengawal akan segera menyusul nya membuat nya langsung memasuki ruangan privat secara acak.


Klek...


Hening....


Saat ia masuk secara tiba-tiba semua yang berada di ruangan itu terdiam. Ia melihat satu pria yang terlihat mendominasi dengan beberapa pria lain sekitar 3 orang dan 5 wanita berpakaian terbuka yang duduk diantara ketiga pria itu.


"Kau siapa?" tanya pria yang memiliki tatapan dingin dan tajam menatap ke arah gadis itu.


"Aku? A-aku itu...


Pelayan tambahan?" jawab Louise gugup, ia tak mungkin mengatakan jika ia menghindari kejaran pengawal. Gadis itu hanya perlu mengulur waktu sampai sahabat nya datang.


"Baru bekerja? Kami tak memesan wanita tambahan...


Keluar!" ucap pria itu dingin pada sembari meminum alkohol nya.


"Kenapa kau menyuruh nya keluar? Dia sangat cantik!" ucap pria lain yang berada di tempat itu.


"Sini duduk!" ajak nya dan langsung berjalan lalu menarik tangan gadis itu.


"Isshh! Gak usah tarik juga lah!" gerutu gadis itu kesal dan menepis tangan pria yang terlihat berumur 26 atau 27 tahun tersebut.


"Kau tak tau aturan disini? Bukannya kalian yang harus memang harus mengikuti kemauan kami!" ucap pria itu yang tak senang dengan sikap gadis di hadapan nya.


"Kenapa? Aku tak mau mengikuti kemauan siapapun..." jawab Louise enteng.


"Begini saja...


Aku yang akan bayar semua minuman dan ruangan kalian, tapi biarkan aku disini 15 menit yah..." ucap Louise dengan mengeluarkan wajah imut nya.


"Pftt..." pria yang sebelum nya hanya diam menatap dingin ke arah gadis itu mulai tertawa dengan wajah yang tak bisa di artikan.


"Kau mau tetap disini? Boleh saja...


Tapi saat kau keluar kau akan menjadi mayat..." jawab pria itu dengan ekspresi datar dan mata yang dingin. Ia tentu saja merasa curiga dan berpikir jika gadis cantik yang masuk ke ruangan itu adalah mata-mata yang di kirim untuk menjatuhkan nya.


Ia yang pemilik club malam terbesar itu saja tak tau jika ada pekerja baru, namun gadis itu mengaku jika ia adalah salah wanita penghibur yang baru bekerja.


"Ka-kau saja yang jadi mayat! Kenapa aku?! Pa-padahal kan aku sudah baik mau mentraktir kalian!" ucap Louise yang mulai takut namun sebisa mungkin tetap tenang walaupun ia sudah gugup.


Menghindari kejaran serigala malah masuk ke kandang singa.


"Bunuh dia! Dia terlihat mencurigakan!" perintah pria itu dengan santai pada tiga bawahan nya yang tak lain pria di ruangan itu sembari menghidupkan rokok nya.


Mata Louise langsung membelalak seketika mendengar ucapan pria tersebut.


Shit! Masa aku mati nya begini sih?


...****************...


Haii...


Ini masih bagian part Louise sudah mulai yah...


Eps depan bakal ada part Louis...


Si kembar punya sinopsis sendiri, jadi kalian bisa baca di sinopsis depan sudah othor perbarui.


Ini visual nya...


Maaf kalau gak sesuai sama ekspetasi kalian dan gak mirip sama waktu mereka kecil. Karna para bocil itu belum besar sekarang wkwk😂😂


Kalau gak sesuai bisa ganti dengan imajinasi kalian yah👌👌👌


Ini visual wanita nya yah, besok baru yang pria nya.




Elouise Steinfeld.




Olivia Clara