
Mata Alyss berbinar melihat terangnya cahaya api yang menyala membelah kegelapan malam dan melahap habis mansion megah itu.
"Wah....
Seru yah..." ucap Alyss dengan mata berbinar nya melihat mansion megah yang sudah ia bakar.
Hazel hanya menghela nafasnya, sebelum nya istri kecil nya hampir saja terkena runtuhan puing yang sedang terbakar, namun ia langsung menarik tangan wanita nya agar tak terkena hal itu.
"Jangan bakar-bakar seperti ini lagi...
Bahaya..." ucap Hazel mengingatkan pada istrinya.
"Ihhh...
Tapi seru..." jawab Alyss sembari memeluk tubuh suaminya.
"Makanya kalau berdiri tuh jangan dekat-dekat dengan yang sudah kebakar!" ucap Hazel kesal pada istrinya.
"Iyah lain kali gak lagi....
Tapi boleh kan bakar lagi nanti?" tanya Alyss dengan senyum ceria nya. Ia sebenarnya bukan tipe wanita yang boros ataupun membuang uang secara percuma, namun sejak ia mengandung sikap nya malah berubah 180°.
"Kau mau bakar apa? Hm?" tanya Hazel sembari merangkul pelukan istrinya.
"Bakar mereka boleh?" tanya Alyss bercanda sembari menunjuk ke arah pelayan mansion yang sedang berbaris rapi melihat tempat yang biasa mereka rawat kini di bakar oleh istri majikan nya.
Sontak para pelayan dan pengawal yang berada disana menjadi pucat dan takut. Hazel pun mengalihkan pandangan nya ke arah para pelayan yang sedang ketakutan dan gelisah tersebut.
"Kau mau?" tanya Hazel pada wanita nya, baginya lebih mudah membakar orang lain karna resiko untuk membahayakan istrinya lebih sedikit.
Pria psycho itu masih belum berubah sama sekali, ia hanya bersikap manis dan mengendalikan dirinya jika di hadapan istrinya saja.
Pria itu tak pernah peduli tentang rasa sakit dan penderitaan orang lain, semua kepedulian nya hanya tertuju pada istrinya saja.
"Boleh?" tanya Alyss tersenyum.
"Kalau kau mau, boleh saja..." jawab Hazel pada wanita nya.
Alyss pun melepaskan pelukan nya dan berjalan ke arah para pelayan dan beberapa pengawal yang mengurus mansion megah itu.
Para pelayan wanita tentu saja merasa takut, bahkan jika mereka berpikir ingin kabur juga tak bisa karna tuan mereka membawa pengawal lain dari JBS security untuk membantu pengamanan dan hal yang tak di inginkan jika sesuatu di luar kendalinya.
"Nyo-nyonya....
Sa-saya mohon...
Jangan bakar kami..." ucap salah satu pelayan wanita dengan tubuh gemetar yang memberanikan diri dan berlutut di kaki Alyss.
Entah kenapa Alyss malah tertawa melihat hal itu, benar-benar seperti bukan sikap nya yang biasa. Ia merasa melihat ketakutan di mata orang lain adalah hal yang menyenangkan.
"Kalau kau tak mau dibakar, bagaimana dengan menjatuhkan mu dari lantai 30?" tanya Alyss tertawa pada pelayan tersebut sembari memegang dagu pelayan tersebut dan membuat nya mengandah pada nyonya nya.
"Sa-saya mohon...." ucap lirih dengan semakin takut dan gemetar melihat wanita di hadapan nya dengan wajah tertawa pada nya.
"Baik kau tidak akan..." jawab Alyss tertawa kecil. "Tapi sepertinya yang lain mau kan di bakar? Atau setidaknya dijatuhkan dari lantai 30? Kan menyenangkan..." tanya Alyss tertawa kecil sembari membayangkan beberapa orang yang terjatuh dari lantai 30.
Para pelayan lain yang awalnya hanya berdiri ketakutan pun kini ikut berlutut dan memohon pada nyonya JBS yang di nikahi tuan mereka.
"Ihh...
Lucu deh, lihat kalian ketakutan gitu..." ucap Alyss tertawa cerah, melihat ketakutan di mata orang lain membuatnya ingin tertawa.
Hazel hanya melihat istrinya yang sedari tadi sangat senang membuat para pelayan nya ketakutan. Bahkan jika Alyss benar-benar ingin menghabisi orang lain hanya untuk kesenangan pribadi ia bahkan mengizinkan hal itu.
Alyss yang sejak tadi tertawa pun mulai berbalik ke arah suaminya, jika ia benar-benar mengikuti kemauan aneh nya ia pasti akan benar-benar menghabisi seluruh pelayan mansion tersebut. Namun ia juga harus mengendalikan dirinya sendiri.
"Bear...
Ayo kembali, mau makan yang di dekat tempat kuliah ku dulu..." ucap Alyss pada suami nya dan menarik tangan kekar itu.
"Kau tak jadi bermain dengan mereka?" tanya Hazel pada istrinya.
"Tidak...
Mau main dengan mu saja..." jawab Alyss sembari tersenyum nakal mengisyaratkan sesuatu.
Para pelayan tersebut pun menghela nafas lega saat melihat sepasang suami istri tersebut pergi, setidaknya nyawa mereka tak ikut hilang dengan desiran debu yang hangus terbakar.
......................
Restoran Beef yummy.
Hazel melihat ke sekeliling restoran yang ramai tersebut dan melihat ke arah istrinya yang terlihat sangat senang.
"Kenapa melihat ku begitu? Aku sangat cantik? Sampai kau terlalu terpesona?" tanya Alyss percaya diri sembari menyandarkan kedua telapak tangan nya ke pipi.
Hazel tersenyum melihat hal itu, ia benar-benar merasa gemas dengan wanitanya.
"Iya sangat cantik..." jawab Hazel tersenyum sembari mengacak kecil rambut wanita nya.
Alyss pun tersenyum manis mendengar hal itu. Setelah mereka memesan makanan, Alyss pun mulai makan dengan lahap lagi.
Sekarang Hazel tau jika wanita nya benar-benar menjadi suka makan jika sedang mengandung.
"Pelan-pelan jangan sampai tersedak..." ucap Hazel lembut sembari mengusap saus yang berada di bawah bibir wanitanya.
"Hmm...
danginh nyaf enakff." (daging nya enak) jawab Alyss dengan mulut yang masih penuh dengan makanan nya.
"Iyah...
Memakan mu juga enak..." jawab Hazel lirih dengan tertawa kecil melihat wanitanya yang terlihat menggemaskan.
......................
Setelah kembali bukan nya tidur Alyss malah kembali menonton tv nya lagi di kamar.
"Tidur sudah malam...
Jangan nonton tv lagi!" ucap Hazel yang mulai mematikan tv nya menggunakan remote.
"Jangan! Tunggu dulu!" cegah Alyss pada prianya sebelum mematikan tv.
"Hazel..." panggil Alyss manja pada suaminya dan menatap dengan tatapan berbinar.
Hazel pun menghela nafas dengan panjang, ia tau nada panggil seperti itu adalah ketika wanita nya mengidamkan hal aneh lagi.
"Kenapa lagi? Hm?" tanya Hazel melembut.
"Mau jadi pembalap kayak gitu..." ucap Alyss manja sembari melihat ke arah tv yang menayangkan moto gp yang sedang berlomba.
Hazel pun tak bisa berkata-kata lagi, ia benar-benar bingung dengan anak yang ia buat setiap malam nya, baru berusia beberapa minggu di perut ibunya saja sudah membuat ibunya menginginkan hal yang bahkan tak pernah terpikirkan orang lain.
"Tidak! Bahaya! Kau mau jadi daging giling? Mau jungkir balik di arena?!" ucap Hazel pada istrinya.
"Isshhh...
Anak nya yang mau!" jawab Alyss kesal.
"Kau sendiri apa bisa naik motor seperti itu?!" tanya Hazel kesal, ia tak mau membahayakan istri sekaligus calon anak nya.
"Yah jelas engga lah!" jawab Alyss yang ikut kesal.
"Astaga...
Alyss..." panggil Hazel kesal sembari meremas rambut nya frustasi melihat istrinya yang mulai mengidamkan hal aneh lagi.
"Astaga...
Hazel..." jawab Alyss yang menirukan ucapan suaminya.
"Kalau tau tidak bisa ke apa masih mau naik juga? Kalau jatuh gimana?" tanya Hazel yang benar-benar tak habis pikir.
"Gak tau...
Kau sih buat anak sampai bikin istrinya sakit pinggang..." ucap Alyss yang memberikan jawaban di luar konteks.
"Apa hubungan nya Lyss?" tanya Hazel bingung, ia tau jika ia selalu membuat istrinya jungkir balik di ranjang setiap malam, namun apa hubungan nya dengan bawaan ngidam aneh dari calon anak nya.
"Yah ada! Kan jadi kayak titisan minions anak nya! Nakal suka buat onar..." jawab Alyss tak mau kalah sembari memanyunkan bibirnya.
"Astaga..." ucap Hazel kesal dan menepuk kening nya.
Ia pun mulai duduk di samping istrinya yang sedang marah padanya dengan. Tangan nya perlahan memegang lembut jemari wanitanya.
"Kalau kau mau balapan seperti itu nanti kalau jatuh gimana? Hm? Anak kita gimana? Kau mau dia kenapa-kenapa?" tanya Hazel lembut memberikan istrinya pengertian.
Alyss pun mengalihkan pandangan nya menatap kearah suaminya, ia tau yang ia inginkan adalah hal aneh dan yang di katakan pria di hadapan nya memang benar.
Tapi anak yang ia kandung sepertinya menurun ke sikap ayah nya yang pemaksa sehingga jika tidak terturuti keinginan nya akan membuat nya gelisah dan memiliki perasaan tak nyaman.
"Tapi mau nya itu...
Aku juga bingung..." jawab Alyss lirih yang mulai luluh.
Hazel pun hanya menghela nafasnya dengan panjang, melihat wanita nya yang bingung. Ia pun perlahan mulai memeluk istrinya.
"Ya ampun nak...
Kalau mau itu jangan yang aneh-aneh..." batin Hazel sembari memeluk istrinya.
Ia pun mulai melepaskan pelukan nya dan menunduk serta mengelus perut istrinya yang masih rata.
"Jangan nakal nanti kalau lahir papa kirim kamu ke Afrika kalau nakal terus." ucap Hazel pada calon anak nya di depan perut istrinya.
Bukk!!!
"Enak aja mau ngirim anak jauh-jauh. Buat nya susah tau!" ucap Alyss kesal dan langsung memukul punggung suaminya.
"Buat nya gak susah, enak malah...
Jadi nya yang susah..." jawab Hazel enteng karna ia memang sangat menyukai proses membuat anak dengan istrinya.
"Mesum!" ucap Alyss kesal melihat suaminya.
"Mesum sama istri sendiri juga gak ada salah nya kan?" tanya Hazel dengan senyum menggoda istrinya.
Alyss yang semakin kesal pun mulai beranjak dari sofa dan menuju ranjang mereka, belum sempat Hazel mengikuti ponsel nya sudah berbunyi lebih dulu karna Rian menelpon nya.
"Hm? Kenapa?" tanya Hazel saat ia menjawab telpon nya.
Rian pun dengan cepat menjawab ucapan Hazel dan mengatakan tentang hal yang ingin ia sampai kan, namun pria yang sedang ia telpon malah lebih terfokus ke istrinya yang sedang kesal hingga tak begitu mendengarkan ucapan nya.
Hazel menatap lembut ke arah istrinya dan tersenyum sedikit saat melihat wanita nya yang terlihat kesal namun juga sangat terlihat menggemaskan dengan menyibak-nyibak kan kakinya di atas ranjang.
...**************...
Maaf yah kalau sedikit🙏🙏
Othor nya kurang fit beberapa hari ini🤧🤧
Happy Reading♥️♥️