(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Too Many Enemies



"Kau sudah temukan dia dimana?" tanya Hazel saat tiba di RS pada Rian yang sudah menunggu nya.


"Aku sudah mengecek cctv nya, kau bisa lihat sendiri." jawab Rian.


Rian pun langsung memberi rekaman cctv yang di tampilkan di layar iPad yang ia bawa.


"Ruang Visi sudah menemukan sesuatu?" tanya Hazel saat melihat rekaman tersebut.


"Masih mencari." jawab Rian.


"Ke ruang Visi sekarang." titah Hazel.


Ruang Visi adalah gabungan dari sumber otak di JBS Hospital, hal ini bahkan tak dimiliki oleh JBS Farmasi, dan bersifat rahasia, Ruang Visi berada di lantai teratas yang sama dengan ruangan Hazel namun bersifat sangat privasi dan hanya bisa dibuka dengan pengenalan wajah dan sidik jari.


Hazel yang membuat ruang tersebut dengan mengumpulkan orang-orang berbakat untuk bekerja dengan nya, dan hanya terdapat 20 orang dalam grup eksklusif tersebut.


Orang-orang ini berkerja dalam pengendalian saham, informasi, hukum, keamanan dan pengendalian publik atau bisa dikatakan mereka juga yang mengontrol berita baik atau buruk tentang JBS hospital dan juga membantu Hazel dalam menyembunyikan sifat iblis nya.


"Cleaning service yang membersihkan darah Alyss sudah ditanya?" ucap Hazel ketika melihat rekaman tersebut.


Di dalam rekaman tersebut setelah pria asing itu memukul kepala Alyss dengan pot bunga yang terbuat dari tanah liat yang tak jauh dari lokasi. Alyss langsung jatuh, dengan kepala bersimbah darah.


Pria itu pun langsung membawa Alyss pergi, dan tak lama kemudian cleaning service datang dan membersikan darah Alyss yang tercecer di koridor serta membersihkan pecahan pot di sana.


"Sudah tetapi dia mengatakan dia tak mengetahui apapun." jawab Rian.


"Bawa ke ruang 5 di ruang Visi." perintah Hazel.


Ruang 5 di ruang Visi guna sebagai ruang penyiksaan untuk mendapat informasi dari seseorang yang terus bungkam.


"Baik." jawab Rian.


Ia pun langsung membawa cleaning service tersebut ke Ruang 5. Hazel memerintahkan bawahannya untuk menyiksa cleaning service tersebut sampai ia mengatakan suatu informasi.


"Sudah cari kemana pria brengsek itu membawa Alyss?" tanya Hazel pada seluruh staf di ruang Visi.


"Kami sudah melacak nya pak, dia membawa nona dengan mobil plat xx menuju xx, namun...." jawab salah satu staf ruang visi.


"Namun apa?" tanya Hazel kesal.


"Saat mobil itu melewati jalan bawah tanah, mobil itu menghilang." jawab staf tersebut ragu.


"Hilang?! Kau pikir dia dibawa dengan mobil setan?! Tiba-tiba bisa hilang begitu saja.!!" ucap Hazel marah.


"Ada berapa jalur keluar dari jalan bawah tanah itu? Sudah kirim orang segera kesana?" tanya Hazel kembali menetralkan emosinya.


Hazel berusaha untuk tetap bersikap tenang agar tetap dapat memimpin grup tersebut dengan baik walaupun sebenarnya ia sangat gelisah dan panik.


"Ada tiga jalur, kami sudah mengawasi di setiap jalur keluar, namun mobil itu tak kunjung terlihat melewati salah satu dari 3 jalur tersebut, dan juga kami sudah menyuruh orang kita untuk kesana, namun nihil mobil tersebut raib begitu saja." jawab staf tersebut.


"Tak ada cctv di jalan bawah itu?" tanya Hazel lagi.


"Ada, tetapi setelah melewati simpang ini yang berada di titik buta, mobil itu tak terlihat lagi." jawab staf tersebut.


Hazel memijat diantara pelipis mata nya ketika mendengar jawaban staf nya.


Siapa yang membawa Alyss?


Dan kemana mobil itu?


Kenapa bisa raib hilang bagaikan asap?


Pertanyaan seperti itu terus saja berputar di kepalanya.


"Apa Will yang melakukannya? Apa dia sadar bahwa aku sedang menyelidikinya? Dan Apa dia sudah tau hubungan ku dengan Alyss?


AKH SIAL!!!" batin Hazel.


"Rian kau sudah buat daftar orang-orang yang mungkin jadi tersangka?" tanya Hazel.


"Sudah, dan ada sekitar 146 orang yang mungkin dalang dari penculikan dr. Alyss. Termasuk Will, Logan, dan Vion di daftar ini." jawab Rian.


"146 orang? Apa kau tak bisa meringkasnya?" tanya Hazel heran.


"Sudah, mereka adalah gabungan dari rival bisnis mu, dan beberapa yang kau hancurkan bisnis mereka, seperti pengalihan perusahan farmasi, beberapa RS yang sudah kau akusisi menjadi bagian JBS.


Musuh mu sangat banyak, sebanyak rekan bisnis yang kau bangun." jawab Rian menerangkan.


"Dia benar-benar menjadi kelemahan ku." ucap Hazel lirih sembari memegang kepalanya.


Mata nya terus menatap layar monitor menunjukkan segala macam rekaman cctv di berbagai tempat.


"Kenapa mobil itu bisa hilang? Tak mungkin jika setan yang menculiknya." ucap Hazel lirih ketika melihat salah satu rekaman yang menunjukkan mobil hitam plat xx yang membawa Alyss hilang tanpa jejak saat melewati titik buta tersebut.


Mobil tersebut sekarang sudah tak ada di titik buta, ataupun terekam kembali atau keluar dari jalur bawah tanah tersebut. Seperti adegan sulap yang dapat menghilangkan benda begitu saja.


"Selidiki 146 orang itu, dan coba gunakan pikiran kalian untuk menemukan mobil tersebut, tak mungkin mobil sebesar itu bisa hilang begitu saja.


Jika ada yang mencurigakan segera tangkap, setelah itu bunuh langsung." perintah Hazel pada seluruh orang di Ruang Visi.


"Baik pak." jawab semua orang di ruang Visi serempak.


"Cleaning service itu sudah mengatakan sesuatu?" tanya Hazel pada Rian.


"Sepertinya dia memang tak tau apapun." jawab Rian.


Hazel pun hanya diam dan segera menemui cleaning service tersebut.


"Pa-pak tolong....


Sakit.... pak... Ampun...." ucap lirih cleaning service tersebut yang sudah hampir tak berdaya.


Hazel melihat wanita paruh baya, yang tak lain adalah cleaning service tersebut. wanita itu tengah berselimut dengan darah, kondisinya benar-benar mengenaskan, kuku tangan dan kakinya sudah habis tercabut oleh orang suruhan Hazel, dan beberapa penyiksaan lainnya.


"Kau benar-benar tak tau apapun? Lalu kenapa membersihkan darah nya, dan tak melapor sama sekali? Kau juga membersihkan pot nya kan?" tanya Hazel berjongkok sembari menjambak rambut wanita paruh baya itu tanpa rasa iba.


"Saya hanya membersihkannya, karna itu sudah tugas saya, dan saya pikir itu salah satu darah pasien.


Jangan bunuh saya saya mohon...


Saya masih punya dua anak saya yang masih menunggu saya." ucap wanita itu mengiba.


"Kau pikir aku peduli tentang urusan keluarga mu." jawab Hazel dingin kemudian melepaskan jambakannya dengan kasar, dan langsung berdiri.


"Tolong saya pak huhu..." ucap wanita itu menangis sembari memegang sepatu Hazel. Hazel pun langsung menendang wanita tersebut agar menjauh dari kakinya.


"Bunuh dia!" perintah Hazel dingin pada bawahannya.


Dor!!!


Satu tembakan pun melayang tepat di kepala cleaning service tersebut, dan membuat nya langsung meregang nyawa.


......................


"Dimana aku? Kepala ku sakit sekali." batin Alyss ketika mulai tersadar, ia mulai membuka mata nya perlahan, dan melihat sekelilingnya sekilas.


Kepalanya terasa sangat sakit dan berat, kedua tangan nya juga masih terikat dengan tali, saat ini ia menyadari bahwa ia sedang berada di mobil yang sedang melaju.


Alyss melihat samar-samar seorang pria yang sedang duduk di bangku depan mengemudikan mobil tersebut.


"Hanya satu orang? Aku harus bisa lolos!" batin Alyss ketika melihat pria tersebut.


Alyss pun kemudian berusaha mengumpulkan semua tenaganya sebanyak mungkin dan berusaha bangun.


Saat ia bangun ia langsung mencekik leher pria asing tersebut dari belakang, dan menggunakan jarinya untuk mencolok mata pria tersebut.


Sontak saja pria tersebut langsung kaget dan memukul Alyss, kemudi yang di pegang nya sudah tak beraturan karna Alyss terus saja menyerang nya, dan akhirnya pria asing tersebut terpaksa memberhentikan mobilnya.


Melihat hal itu Alyss berusaha membuka otomatis kunci pintu yang berada dekat pria asing itu dan langsung keluar dari mobil tersebut.


"Dimana ini? aku sama sekali tak mengenal tempat ini." batin Alyss ketika keluar dari mobil tersebut. Ia terus berlari walaupun langkahnya tertatih-tatih. Alyss juga sudah berhasil membuka ikatan di kedua tangan nya.


Ia melihat jalanan asing yang sunyi dengan beberapa bangunan tua yang sudah tak terpakai.


"AKH!!!" teriak Alyss ketika pria asing tersebut berhasil menangkap nya dan langsung menarik rambut panjang Alyss dengan kuat.


"Sakit..." Alyss meringis kesakitan saat pria tersebut menyeret paksa dirinya masuk kedalam salah satu bangunan tua tak terpakai disekitar sana.


Pria tersebut pun menghempaskan tubuh Alyss dengan kasar di lantai kotor bangunan tua itu.


"Akh!" Alyss menjerit kecil ketika pria itu menghempas tubuhnya dengan kasar.


"DASAR WANITA GILA!!" bentak pria itu memegang matanya yang kesakitan, karna Alyss mencolok dengan jarinya barusan.


"Kau yang gila!! Aku tak mengenalmu sama sekali, lalu apa yang kau lakukan pada ku!!!" balas Alyss pada pria itu.


"Aku berusaha bersikap baik, tapi ternyata kau benar-benar tak tau diri ya!!" ucap pria itu dan langsung memukuli Alyss yang masih meringkuk di atas lantai kotor itu.


Bakk... Bukk...Bakk...!!!


Pukulan dan tendangan melayang ketubuh Alyss secara bertubi-tubi.


"Hentikan... sakit...." rintih Alyss, namun pria tersebut tak mendengarkan dan terus memukuli Alyss.


"Ya ampun sakit sekali, perut ku juga sakit sekali, Apa salah ku? Kenapa dia melakukan ini?" batin Alyss dan terus meringkuk dengan menyatukan kedua lengan dan sikut nya seperti bayi yang berada dalam kandungan.


Rasa sakit di kepalanya saja sudah tak tertahan, dan kini orang itu melayangkan pukulan dan tendangan ke tubuh Alyss yang membuat perut nya sangat sakit seperti dilumat, dan diremas kemudian diputar-putar itulah yang di rasakan oleh Alyss.


"Hah..hah...


Aku akan bersenang-senang dengan mu lebih dulu, sebelum membawa mu pergi lagi." ucap pria itu tersenggal-senggal setelah lelah memukuli Alyss.


Pria itu membalik tubuh Alyss hingga telentang lalu menindihnya kemudian melepas jas dokter ditubuh Alyss yang sudah terlihat sangat kotor dan berlumuran dengan darah.


Alyss hanya menatap kosong pria tersebut, saat pria itu melepas jas dokternya. Seluruh tubuh nya dari atas kepala hingga ujung kaki benar-benar terasa sakit, terutama di bagian perut nya.


"Kau punya wajah yang cantik." ucap pria itu tersenyum sembari memegang dagu Alyss.


Pria itu pun mulai mencium leher Alyss, Alyss hanya menatap langit-langit bangunan tersebut dengan kosong, tangan nya berusaha meraba sesuatu yang berada di dekat nya.


"Paku?" batin Alyss ketika tangannya merasa mendapat batang besi yang memiliki ujung sedikit lancip.


Alyss pun langsung mengalihkan pandangan nya, dan benar saja dia mendapat sebuah paku berkarat di tangannya.


"Ku harap ini berhasil, aku tak mau diperkosa untuk kedua kalinya." ucap Alyss dalam hati.


Ia pun langsung menusuk sekuat tenaga yang ia miliki ke leher pria yang sedang menciuminya dengan paku tersebut. Sontak pria tersebut kaget dan langsung berusaha melepas tangan Alyss yang terus menusuk paku ke lehernya.


Alyss pun langsung menendang ************ pria tersebut dan berusaha kabur lagi meninggalkan pria tersebut dengan paku yang menancap di lehernya.


"Aku harus kemana? Aku benar-benar tak tau dimana ini? Apa aku harus bersembunyi dulu? Siapapun tolong aku ku mohon." pikir Alyss yang kacau dengan langkah yang sudah sangat berat dan terseok-seok.


Ia berusaha untuk tetap berlari walaupun kondisi sudah benar-benar tak memungkinkan, darah di kepalanya terus saja menetes, perut nya yang terasa sakit luar biasa, dan tubuhnya yang penuh luka dan lebam.


Ia terus berlari sepanjang jalan yang sunyi tersebut berharap ada pengendara lain yang lewat.


Tubuhnya sudah benar-benar terasa berat dan tak memiliki lagi tenaga yang tersisa, pandangan mata sudah benar-benar kabur, ia tak mampu lagi untuk tetap tersadar dan tanpa disadari ia pun terjatuh dan pingsan seketika di pinggir jalan tersebut.