
Louise pun perlahan mendekat dan memegang pundak pria di depan nya, ia menarik tengkuk pria itu agar menunduk ke arah nya karna tak bisa berjinjit dengan leluasa karna tulang rusuk nya.
Hummpphh...
Gadis itu memangut pelan karna ini pertama kali nya ia mencoba merayu pria dan mengambil inisiatif pada James.
James tersenyum dalam hati dan menangkup tubuh gadis itu agar semakin rapat dan dekat dengan nya. Ia pun segera membalas ciuman Louise dengan begitu agresif hingga membuat gadis itu terkejut.
Gluk...
Pertukaran saliva yang terus terjadi di setiap belitan lidah dan lum*tan yang terus menangkup bibir dan rongga mulut nya membuat Louis semakin merasa sesak.
Hah...hah...hah...
"Hanya seperti ini kemampuan mencium mu?" tanya James tersenyum simpul sembari mengusap bibir bawah gadis itu yang basah karna ciuman nya.
Louise pun menatap dengan mengkerutkan dahi nya bukan ia yang tak bisa ciuman namun pria itu lah yang sangat agresif pada nya.
Louise tak menjawab namun perlahan memutar tubuh James dan membuat pria itu jalan memundur hingga ke ranjang nya.
Duk!
Louise mendorong pelan tubuh pria itu ke ranjang dan naik ke pangkuan James dengan sendiri nya, ia bahkan sudah mulai semakin gugup karna merasa sangat malu dengan yang ia lakukan namun gadis itu hanya melakukan cara yang ia baca di internet.
"Kalau seperti ini lalu apa lagi?" tanya James yang semakin gemas sembari menatap gadis yang duduk diatas tubuh nya dan membuat nya semakin bergairah.
Louise pun mulai memangut bibir pria di depan nya lagi sembari tangan nya menyusup di balik pakaian pria tampan itu dan meraba otot kotak dan dada bidang James perlahan.
James pun membalas setiap lum*tan yang diberikan Louise dan menikmati sentuhan tangan gadis itu di otot perut nya dan dada bidang nya. Hingga...
"Sudah...
Bisakah kau membiarkan pulang saja? Aku sangat malu..." ucap Louise yang tiba-tiba mengentikan ciuman nya dan menarik tangan nya.
Gadis itu malah menyembunyikan wajah nya di sela leher pria yang sedang ia tindih. James pun tertawa kecil saat melihat tingkah gadis yang sangat menggemaskan itu. Ia mengelus punggung Louise yang sedang telungkup diatas tubuh nya dan mulai bangun hingga membuat gadis itu duduk diatas pangkuan nya dan bertatapan wajah secara otomatis.
"Kalau ingin merayu jangan setengah-setengah..." jawab James yang tertawa kecil melihat gadis yang sedang menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan karna malu.
James pun memperhatikan lagi telinga merah gadis itu dan mulai mengigit dengan gemas hingga membuat Louise tersentak, ia juga menj*lat bagian belakang telinga gadis itu dan semakin membuat telinga Louise memerah.
"Kau mau lakukan hal lain malam ini? Setelah itu kau bisa pulang..." bisik James di telinga Louise.
Deg...
"Hal lain? Hal seperti itu maksud mu?" tanya Louise yang terkejut dan langsung menatap pria di depan nya.
"Bukan...
Hal lain yang akan mengajari mu menjadi wanita dewasa secara perlahan..." jawab James tersenyum simpul dengan penuh arti dan mulai menidurkan gadis itu.
Ia perlahan bangun dan mengambil 3 dasi sekaligus, satu ia ikatkan dimata Louise dan dua lagi pada masing-masing tangan gadis itu ke sudut ranjang.
"Kenapa mata ku di tutup? Tangan ku juga di ikat?" tanya Louise yang mulai merasa takut akan apa yang di lakukan pria tampan itu pada nya.
"Tidak apa-apa...
Ini hanya untuk semakin membuat sensitif..." jawab James dan mulai melucuti pakaian gadis itu.
"Kau membuat ku telanjang?" tanya Louise yang tak dapat melihat apapun dalam gelap nya pandangan yang di tutup dengan dasi namun dapat merasakan pakaian di tubuh nya di lucuti hingga polos.
Tangan nya mulai berusaha berontak dan merapatkan kaki nya dengan kuat saat ia merasakan tubuh nya tak tertutupi apapun.
Jantung nya berdegup kencang dengan cepat saat ia tak tau apa yang akan pria itu lakukan pada nya, James sendiri melihat ke arah tubuh ranum gadis itu yang belum pernah terjamah kecuali ia sendiri lah yang menjamah nya.
"Ja-james...
Aku tak mau..." ucap Louise lirih dan berusaha bergerak di tengah kedua tangan nya yang di ikat di kedua sisi ranjang.
James hanya tersenyum simpul mendengar suara gemetar gadis itu yang mulai menggeliat untuk membebaskan diri nya yang terjerat sedangkan ia sendiri tengah melepas pakaian nya hingga polos sama seperti gadis itu.
Ukh!
Ringis Louise sesaat ketika ia terlalu banyak bergerak dan membuat bagian rusuk nya menjadi sakit lagi karna ia belum sembuh total.
"Jangan terlalu banyak bergerak nanti rasa nya akan mengigit..." bisik James dengan deruan nafas berat saat menaiki tubuh gadis itu.
Hanya melihat tubuh polos gadis itu saja sudah membuat hasrat nya bangkit dan meninggi. Sedangkan Louise yang terkejut mendengar hal tersebut langsung tersentak saat ia merasakan kulit nya yang bersentuhan langsung dengan tubuh pria itu.
"James...
Aku tak mau..." ucap nya menggeleng dengan suara gemetar pada pria yang mulai menciumi telinga dan wajah nya secara bergantian.
"Tenanglah, kau akan merasakan sesuatu yang baru...
Jangan takut..." bisik pria itu di telinga gadis cantik yang sedang semakin panik.
Bagiamana tidak panik tubuh nya polos tanpa apapun dan dapat merasakan pria yang menindih nya juga tak memakai apapun sedangkan kedua tangan nya di ikat dengan mata di tutup.
James sendiri ingin membuat tubuh gadis itu candu akan sentuhan nya dan akhirnya akan meminta dengan sendiri nya, ia tak tau kenapa bisa berbuat seperti ini padahal dirinya sendiri berusaha menyangkal perasaan nya. Karna jika ia tak memiliki perasaan apapun ia akan langsung memperk*sa gadis itu tanpa ampun dan bukan nya ingin melakukan secara bertahap.
"Ka-kau apa yang? Uhh..." desis Louise saat ciuman basah pria itu turun ke dada nya dan mel*mat habis dengan lembut.
James sendiri yang sudah berpengalaman dalam menyentuh wanita bukan hal sulit baginya untuk membangkitkan hasrat gadis itu. Apa lagi pada gadis yang belum pernah merasakan rasa menyengat yang menjalar ke seluruh tubuh nya.
"Be-berhenti..." ucap Louise lirih saat ia mulai merasa aneh di tubuh nya sendiri ketika pria itu menyentuh nya.
Tangan James pun mulai merambat menyentuh bagian privasi gadis itu dan membuat Louise tersentak, aliran darah nya melaju cepat membuat nya tak mengerti akan rasa asing yang sedang melanda nya.
"Sshhh..." desis nya tertahan saat James terus mencium dada nya dan dengan lembut menggelitik bagian privasi nya.
"Kau suka?" tanya James saat gadis itu sudah mulai terbuai ke permainan yang ia buat.
"A-aku tidak tau..." jawab Louise lirih dengan suara tertahan.
Gadis itu yang mata nya sudah di tutup dan membuat nya menjadi lebih sensitif di tubuh nya karna tak bisa melihat apa yang akan di lakukan pria itu selanjutnya.
"Ungghhh..." lenguh nya saat ia mulai merasakan sesuatu yang membara di tubuh nya. Rasa yang belum pernah ia dapatkan sebelum nya.
Sedangkan James terus membuat gadis itu mengalami hal yang sangat baru di hidup nya.
James pun mulai naik lagi dan berbisik di telinga gadis itu.
"Manis...
Rasa mu sangat manis..." bisik pria itu di telinga Louise.
"Ta-tadi apa yang kau lakukan?" tanya Louise yang masih terengah-engah saat merasakan pria itu sudah menaiki nya lagi.
"Hanya mencoba bagaimana rasa mu..." jawab James dan mulai menyentuh tubuh gadis itu lagi.
...
Pukul 07.15 Am
Louise mulai terbangun dari tidur nya, ia tak ingat namun yang masih membekas adalah tubuh nya yang merasakan aliran aneh membara dan menyebar begitu luas hingga membuat nya mencapai sesuatu yang belum pernah ia rasakan berkali-kali.
Mata nya memutar ke arah pria yang tertidur di sebelah nya yang hanya berbalut selimut putih tebal sama seperti dirinya.
"A-aku semalam?!" gumam lirih langsung membulatkan mata nya dan langsung bangun terduduk.
Plak!
Ia pun memukul kening pria itu hingga membuat James tersentak dan langsung bangun dari tidur nya.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya James saat menatap heran pada Louise yang terduduk dengan wajah heran sembari menarik selimut untuk menutup tubuh indah nya yang penuh dengan bekas kepemilikan pria itu.
"Ki-kita semalam sudah..." tanya Louise lirih pada pria itu.
"Menurut mu semalam apa yang kita lakukan?" tanya James tersenyum simpul yang menyukai ekspresi terkejut gadis itu.
"I'm not still virgin..." gumam Louise dengan suara lirih dan hampir menangis. Ia pun langsung menurunkan pandangan nya dan menunduk tak lagi melihat pria itu.
James yang mendengar lirihan gadis itu langsung tertawa dan mencium puncak kepala gadis cantik yang sedang menunduk dan hampir menangis itu.
"No, you're still virgin..." ucap James tersenyum sembari menatap gadis di depan nya.
Louise pun langsung mengandah dan menatap ke arah pria tampan di depan nya, mata nya hampir menangis dan bulir bening nya terjatuh dari pelupuk mata nya tanpa sadar saat melihat James.
Sedangkan pria itu mengusap dengan lembut air mata nya dan mencium pipi nya.
"Ta-tapi kan semalam..." jawab Louise lirih pada pria itu.
"Ada yang sakit? Selain merasa lelah kau merasakan sakit di bagian ini?" tanya James sembari menyentuh sekilas bagian privasi gadis itu dari balik selimut dan membuat Louise tersentak.
"Ka-kau!" ucap Louise langsung saat tangan pria itu menyentuh bagian yang seharusnya tak bisa di sentuh sembarangan.
"Sakit?" tanya James lagi.
Louise pun menggeleng pelan karna bagian inti nya memang tak sakit sama sekali walau tubuh nya sudah sangat pegal.
"Aku belum mengambil nya dari mu, jadi jangan menangis..." ucap James sembari mengelus pelan kepala gadis itu.
"Lalu yang semalam itu apa?" tanya Louise lagi dengan wajah polos nya yang memang tak mengerti apapun.
"Memuaskan satu sama lain?" jawab James ambigu dengan pertanyaan lain.
"Terus yang ku telan semalam juga apa? Rasa nya aneh, jadi mau muntah!" tanya Louise lagi karna mata nya memang tertutup rapat dan tak bisa bergerak.
"Nanti ku beri tau, kalau kau sudah pandai dan tidak terus terkena gigi..." jawab James pada gadis itu.
"Besar sih! Apa sih yang di masukin?! Hampir mati tersedak! Jadi susah napas!" jawab Louise seketika karna jengkel mengingat pria itu membuat nya mengemut sesuatu yang tidak ia ketahui sama sekali.
"Besar yah? Kau nanti juga suka." jawab James terkekeh sedang Louise hanya menatap heran karna tak mengerti maksud pria di depan nya.
"Sana mandi, kau mau bertemu kakak mu kan?" ucap James pada Louise yang mulai kesal.
"Aku bisa pulang?" tanya Louise dengan mata berbinar nya mendengar perkataan pria itu.
"Hm..." jawab James pada Louise.
Gadis itu pun berjalan ke kamar mandi dengan menarik selimut nya, hingga.
"Ups!" ucap nya terperanjat dan langsung menutup mata nya yang hampir melihat tubuh polos pria itu, Louise pun langsung berlari cepat meninggalkan James yang tertawa terbahak melihat ekspresi wajah nya.
Louise pun menutup rapat pintu kamar mandi nya dan menatap tubuh nya di cermin.
"Ini apa sih? Kenapa banyak yang lengket?" ucap Louise bingung melihat bekas cairan kering di dada dan perut nya yang tersebar.
James yang sebelum nya tertawa kini sudah diam dan melihat ke arah pintu kamar mandi tersebut. Ia sudah tau jika ini adalah hari keputusan terakhir saudara kembar gadis itu di operasi atau tidak.
Dan ia mengantarkan Louise kembali agar gadis itu bisa memberi keputusan untuk saudara kembar nya walaupun sebenarnya cukup terlambat, namun ia tak menyesali keputusan nya sama sekali. Karna baginya waktu yang ia miliki bersama gadis itu semakin berharga dari hari ke hari.
...
Setelah sarapan James pun membawa kembali itu untuk menemui Louis.
"Kenapa kita kesini? Ini bukan jalan menuju ke rumah ku?" tanya Louise saat melihat pria itu menyetir ke arah lain.
"Aku akan membawa mu bertemu kakak mu, jangan takut..." jawab James dan tetap melajukan mobil nya.
"Ini jalan ke JBS hospital? Kenapa kita kesana?" tanya Louise lagi dengan bingung.
James tak menjawab dan terus mengendarai mobil nya menuju JBS hospital.
......................
JBS Hospital.
Setelah sampai di sana Louise pun yang masih bertanya-tanya dalam pikiran nya karna tak tau apapun. Mengira pria yang bersama nya mengantar ke JBS langsung karna kakak bekerja di sana.
"Louise?" panggil Clara langsung saat melihat gadis itu yang baru datang.
"Cla? Louis dimana? Kenapa sangat panik?" tanya Louise ketika melihat respon gadis di depan nya.
Clara pun hampir menangis dan mulai menjawab pertanyaan gadis itu.
"Kau tak tau? Kakak mu sekarat...
Dia kecelakaan, kau tak tau gedung kontruksi JBS farmasi cabang runtuh? Dia..." jawab Clara yang hampir menangis.
Deg...
Waktu nya terasa terhenti, jantung seketika hampir tak lagi berdetak karna berita mengejutkan yang menghampiri nya ketika ia kembali.
"Di-dia dimana?" tanya Louise dengan suara gemetar dan mulai menangis.
Clara pun menunjukkan kamar Louis dan mengabari Rian jika Louise sudah kembali bersama pria yang mengantar nya.
Louise mematung sejenak melihat pria yang sedang tertidur dengan berbagai monitoring alat di sekujur tubuh nya.
Langkah nya gemetar berjalan ke arah sang kakak dan berharap ini hanya mimpi belaka dan tak nyata.
"Lo-Louis...
Ke-kenapa?" tanya nya dan tangis nya mulai pecah melihat saudara kembar nya yang hanya satu-satu nya keluarga nya.
"Kenapa bisa seperti ini? Maaf...
Aku tak tau..." tangis Louise yang kesulitan berbicara di sela lelehan air mata nya.
Ia memegang erat tangan kakak nya sembari menangis melihat kondisi pria yang menjadi keluarga nya yang tersisa.
"Aku sudah kembali...
Bangun...
Kata nya mau menjaga ku?" tangis Louise menatap sendu ke arah sang kakak.
Jantung nya mulai berdetak cepat, ia ingat saat ibu nya pergi dengan tiba-tiba ketika sehari sehabis menemani nya berbelanja dan tak selang beberapa hari sang ayah sudah memberitau kepergian ibu nya yang begitu mendadak.
Perasaan hancur yang menjadi memori ulang membekas di kepala nya ketika ia akan di tinggal tiba-tiba lagi. Cukup hanya Ibu dan Ayah nya yang pergi mendadak setelah memberikan apa yang ia inginkan. Ia tak mau lagi hal itu terjadi pada kakak nya.
"Louis bangun...
Jangan jadi bintang...
Kalau kau juga mau pergi harus mengajak ku..." tangis Louise yang semakin menjadi pada saudara kembar nya.
Kondisi nya mulai menurun drastis saat mengetahui kabar sebenar nya. Rian yang mulai menghampiri Louise karna sudah di beri kabar oleh Clara menenangkan gadis itu sementara sebelum mendengar berita yang lebih mengejutkan lagi.
Setelah Louise mulai tenang, Rian pun mulai memberitau kondisi sebenarnya saudara kembar nya. Gadis itu hampir pingsan mendengar nya karna tak kuat menahan jantung nya yang semakin tak karuan.
"Jika dia tak di operasi akan masuk kondisi vegetatif? Itu sama saja terus menyiksa nya..." ucap Louise lirih dengan tangis nya.
"Keberhasilan operasi juga hanya 10% dan tak boleh ada kesalahan...
Kau bisa melihat sendiri hasil tes nya kan? Ini hari terakhir keputusan nya, kita harus mengambil tindakan sebelum dia masuk ke kondisi vegetatif." jawab Rian yang sudah memberikan hasil pemeriksaan pada gadis itu.
"Dia akan di operasi hari ini! Aku tak akan membiarkan nya mati! Aku yang akan lakukan operasi pada jantung nya." jawab Louise sembari menghapus air mata nya.
Profesor yang berada di situ pun cukup terkejut mendengar hal tersebut selain ia tau kondisi gadis itu yang sudah menurun drastis, ia juga tau jika seorang dokter pun akan mengalami kesulitan 10 kali lipat saat mengoperasi berbahaya pada orang yang di sayangi.
Karna sang dokter akan merasa lebih gugup dan ketakutan saat nyawa orang yang ia sayangi berada di tangan nya.
"Kondisi nona sedang tak stabil, jika pun operasi berhasil mungkin nona akan..." ucap prof yang mengatakan dampak dari keputusan nya.
Louise diam sesaat, ia tau saat kondisi nya menurun drastis seperti ini ia tak bisa melakukan pekerjaan berat yang nanti nya akan membuat jantung nya menjadi lelah dan bahkan bisa berhenti berdetak tiba-tiba.
"Tapi aku akan mati lebih dulu, kalau tak melakukan apapun..." jawab Louise lirih yang masih kukuh dengan keputusan nya.
Ia akan lakukan apapun untuk membuat kakak nya bisa normal kembali dan sadar atau ia akan menyesal seumur hidup nya atau bahkan di kematian nya.
Ia menganggap jika dirinya adalah adik yang paling jahat di dunia karna tak ada saat saudara kembar nya sedang berada di ambang maut.
"Ini keputusan ku, tolong hargai...
Aku akan ikut dalam pengoperasian pada jantung nya, akan ku pastikan dia hidup..." ucap Louise lagi.
Karna hidup ku terhubung dengan nya, kalau kakak ku tidak ada, aku tak punya alasan lagi untuk bertahan. batin Louise sembari menyeka air mata nya.
Profesor pun dengan berat hati menyetujui nya dan mengatakan konsekuensi tentang kondisi tak stabil Louise yang akan ia terima selama operasi atau setelah operasi. Louise pun menyetujui hal.
Sebelum ia pergi menjalankan operasi ia pun mendatangi James yang masih menunggu nya di lorong sebelum nya.
PLAK!!!
Tampar Louise seketika saat sudah mendekat ke arah pria tersebut yang masih menunggunya, James terkejut sesaat dan kembali menatap gadis dengan wajah sembab tersebut.
"Kenapa tak memberitau ku? Kenapa baru sekarang? Brengsek! Dasar pria brengsek! Karna kau menahan ku aku jadi seperti orang bodoh yang tak tau apapun tentang kakak ku!" ucap Louise dengan suara tertahan dan hampir menangis.
"Aku juga tak mengetahui nya, aku sibuk. Setelah aku tau mengantarkan mu menemui kakak mu, lalu kenapa masih marah?" ucap James dengan penuh kebohongan namun dengan wajah datar seperti orang memang tak tau apapun.
Louise diam sesaat dan menatap pria yang seperti mengatakan hal yang sebenarnya dan terlihat seperti tak berbohong sama sekali.
"Aku tak peduli kau tau atau tidak...
Tapi jika terjadi sesuatu pada kakak ku, aku akan membenci mu, membenci mu seumur hidup ku dan bahkan terus mengutuk mu dalam kematian ku! Karna kau aku tak bisa menemui nya!" ucap Louise penuh penekanan sembari menjatuhkan bulir bening nya.
Ia mengatakan hal tersebut dengan sungguh-sungguh karna jika sang kakak tak selamat maka ia akan melimpahkan semua kebencian nya pada pria yang terus menerus menahan nya hingga ia tak bisa kembali.
James tak menjawab dan menatap mata penuh amarah gadis itu pada nya, entah kenapa hati nya terasa sakit dan tak ingin gadis itu membenci nya, Louise pun kemudian berjalan pergi meninggalkan James yang masih berdiri diam melihat nya dan bahkan tak memarahi nya karna menampar nya.
Gadis itu dan keruangan obat nya agar menyuntikkan lebih banyak obat dalam dirinya sebelum operasi di lalukan agar tak terjadi kesalahan dan ia setidaknya tidak mengalami serangan jantung selama operasi tersebut.
Ukh!!
Tidak apa-apa...
Ini hanya rasa sakit yang biasa ku dapatkan...
Tapi kakak ku tak pernah sakit...
Tuhan...
Jika kau benar-benar ada, tolong jangan bawa kakak ku menjadi bintang...
Aku ingin dia tetap hidup, tidak merasakan sakit...
Cukup aku saja, aku tak mau dia merasakan rasa sakit yang sama...
Sebagai ganti nya aku, aku akan berikan sisa hidup dan semua keberuntungan serta kebahagian ku...
Dan permintaan ku hanya satu, jangan bawa dia menjadi bintang seperti Mamah dan Papa...
Ku mohon...
Aku tak akan meminta apapun lagi pada Mu...
Kau bisa mengambil seluruh hidup dan kembalikan kakak ku...