(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
What do you like?



Setelah 2 minggu menjalani pengobatan pasca terapi Alyss pun kembali ke kediaman Hazel, sebenarnya Hazel tak ingin memulangkan nya dan tetep kukuh ingin Alyss menjalani pengobatan selama satu bulan penuh. Namun karna Alyss juga kukuh ingin pulang dan memberi kode pada para dokter agar memulangkan nya lebih cepat maka Hazel pun setuju memulangkan Alyss.


Sekarang Alyss sudah hampir seminggu di kediaman Hazel dan tetap rutin meminum obat harian nya.


Alyss pun menyibakkan rambut nya di depan cermin ruang ganti nya setelah mengganti piyama tidur nya.


"Alyss..." panggil Hazel sembari memeluk pinggang Alyss dari belakang dan meletakkan dagu nya di pundak Alyss dengan sedikit membungkuk.


"Hm? Kenapa?" tanya Alyss sembari mengelus kepala Hazel dengan tangan nya ke belakang. Ia dapat melihat pantulan bayangan mereka dari cermin Hazel yang sedang memeluk erat tubuhnya.


"Kau sudah tak sakit lagi?" tanya Hazel lirih sembari menciumi leher dan menyibakkan piyama Alyss.


"Kau sedang ingin?" tanya Alyss yang tau maksud Hazel dan membalik tubuhnya hingga mereka saling berhadapan satu sama lain.


"Hm...


Kalau kau sudah bisa..." jawab Hazel sembari tetap meletakkan tangan nya di pinggang ramping Alyss.


"Sekitar 2 atau 3 hari lagi yah..." ucap Alyss lirih ia masih merasakan efek dari obat keras tersebut yang membuat seluruh tubuhnya dan persendian nya terasa ngilu dan sangat tak nyaman.


"Hmm..." jawab Hazel dan menarik tubuh Alyss ke dalam pelukan nya ia meletakkan dagu nya ke atas puncak kepala Alyss saat wanita itu sudah berada dalam dekapan nya.


"Kalau seperti ini kau imut sekali...


Benar-benar seperti beruang..." ucap Alyss dengan melepaskan pelukan Hazel dan menangkup pipi Hazel dengan kedua tangan nya.


"Kau tak ada sebutan lain? Beruang kan besar, memang nya aku sebesar itu?" ucap Hazel dengan nada kesal namun juga menyukai panggilan yang di buat Alyss.


"My Bear..." panggil Alyss tersenyum manis padanya, membuat bibir nya ikut tersenyum juga.


"Kau itu kan besar juga...


Semuanya dari mulai tubuh sampai ke itu..." ucap Alyss yang melihat ke wajah Hazel dan menyentuh otot-otot kekar prianya lalu semakin menundukkan pandangan nya ke bagian bawah tubuh suaminya.


"Tapi kau suka kan?" tanya Hazel menggoda Alyss dan menciumi telinga wanita nya.


"Hmmm...


Entah lah...


Aku kan belum pernah coba yang lain, jadi aku mana tau..." ucap Alyss dengan nada polos yang membuat Hazel seketika menghentikan ciuman nya.


"Coba bilang lagi?!" ucap Hazel yang langsung berubah menatap nya tajam.


"Kau sungguh mau dengar lagi?" tanya Alyss enteng.


"Kau berani mengatakan nya lagi?!" tanya Hazel semakin kesal, padahal sebelum ia baru saja menggoda istrinya, namun ia sangat mudah untuk cemburu yang membuat mood nya selalu berubah-ubah.


"Berani! Kenapa tidak?" ucap Alyss dan mulai berbisik ke telinga Hazel.


"Love you my Bear..." bisik Alyss dengan sedikit berjinjit agar bisa mencapai telinga suaminya.


Setelah mengatakan hal itu Alyss pun langsung melepaskan dekapan Hazel dan keluar dari ruang ganti. Sedangkan Hazel yang baru saja mendengar hal itu membuat cemburunya langsung turun dan membuat sudut bibirnya terangkat. Ia tak tau jika sesenang ini rasanya saat perasaan cinta yang ia miliki berbalas oleh pasangan nya.


Hazel pun segera mengikuti Alyss dan ikut masuk kedalam selimut memeluk tubuh kecil Alyss yang sudah lebih dulu merebahkan dirinya diatas ranjang empuk tersebut.


.....................


Pukul 08.35 PM


Setelah makan malam Hazel menemani Alyss bermain dengan kucing kesayangan sembari melihat acara televisi di depan nya. Alyss mengelus bulu lembut Bulbul dalam pangkuan nya sedangkan ia menyandarkan dirinya dari ke tubuh bidang Hazel.


Hazel pun mengelus rambut Alyss dengan satu tangan nya yang merangkul tubuh kecil itu.


"Hazel...


Bentar lagi ulang tahun pernikahan kita kan? yang ketiga..." ucap Alyss lirih pada Hazel sembari terus mengelus Bulbul.


"Kau ingat? Ku pikir kau lupa?" tanya Hazel dan langsung melihat ke arah Alyss.


"Kau mau apa? Aku tak terlalu tau apa yang kau sukai..." tanya Alyss yang bingung memberikan sesuatu di hari ulang tahun pernikahan mereka.


"Mau kau." jawab Hazel singkat.


"Bukan itu maksud nya...


Kau sukanya apa?" tanya Alyss lagi agar ia bisa semakin mudah memilih hadiah.


"Aku sukanya ya kau sendiri." jawab Hazel jujur karna yang ia sukai yah memang Alyss, tapi jawaban Hazel malah membuat Alyss kesal karna semakin tak tau apa yang harus di beli.


"Selain itu? Aku serius tanya nya!" ucap Alyss kesal karna merasa Hazel terlihat menyebalkan saat ini baginya.


"Alyss." jawab Hazel singkat.


"Alyss? Kenapa nama ku?" tanya Alyss kesal


"Ya ampun..." ucap Alyss malas sembari memutar bola matanya ke atas.


"Selain itu?" tanya Alyss lagi.


"Calla." jawab Hazel singkat, lagi-lagi menyebut penggalan dari namanya.


"Selain itu?" tanya Alyss semakin kesal.


"Zalea." jawab Hazel singkat. Ia malah mengatakan semua penggalan nama istrinya sembari terus menonton tv di depan nya.


"Selain ke tiga itu?!" tanya Alyss semakin kesal dan berpikir Hazel akan menyebutkan yang lain karna sudah menyebut semua penggalan namanya.


"Alysscalla Zalea." jawab Hazel lagi dan membuat Alyss memijat pelipis nya.


"Kau ini mengerti tidak sih pertanyaan ku?" tanya Alyss lagi.


Hazel pun langsung tersenyum kecil dan melihat ke arah Alyss perlahan tubuh nya semakin mengarah dan mendekat ke ke tubuh kecil wanitanya, Hazel semakin menghimpit hingga membuat Alyss terbaring di sofa panjang tersebut, dan ia sudah menindih tubuh kecil itu. Sedangkan Bulbul sudah lompat dari tadi karna merasa sempit karna Hazel terus saja berusaha menghimpit tubuh wanitanya.


"Kau tanya apa yang ku sukai kan? Aku menyukai mu, lalu bagian mana yang tidak kau mengerti? Hm?" tanya Hazel lirih dan mulai m*l*mat bibir tipis wanitanya.


"Hummphhh..." Alyss yang membiarkan Hazel masuk ke dalam mulut nya membuat pria itu membelit setiap inci dari lidah wanitanya, tangan Alyss meremas pelan kaos yang di kenakan Hazel.


"Alyss sekarang masih sakit tidak?" tanya Hazel dengan suara yang sangat berat sekarang ia semakin sulit menahan dirinya sendiri.


Alyss diam sebentar menatap wajah Hazel yang sudah di penuhi hasrat menginginkan nya, tubuh nya masih terasa sakit karna efek obat tersebut yang memang sangat keras, namun ia seperti tak tega melihat Hazel yang menahan dirinya bahkan hampir sebulan lebih padahal ia tau sebesar apa hasrat suaminya padanya.


"Kurasa tidak..." jawab Alyss lirih.


"Benarkah? Kalau begitu bisa kan?" tanya Hazel dengan suara semakin berat dan napas tak beraturan.


Alyss pun menganggukkan kepala nya perlahan mengindahkan ucapan dari suaminya. Hazel pun kembali m*l*mat bibir tipis Alyss dan mulai menyusupkan tangan nya ke dalam sweter longgar sebatas lutut.


Tangan Hazel perlahan mengelus paha istrinya dan semakin ke atas, menyentuh bagian privasi istrinya jemarinya mulai masuk perlahan bermain di sana. Ciuman Hazel semakin turun ke leher dan dada Alyss yang berbalut sweternya.


"Engghh..." suara yang keluar dari bibir tipis Alyss tubuhnya terasa sakit namun juga menginginkan permainan suaminya secara bersamaan.


Hummphhh...


Bibir Alyss yang terkunci karna Hazel menciumnya dan mengigit bibir bawah nya. Tubuh mereka pun semakin berpacu dalam dunia nya.


Setelah beberapa saat Hazel pun merasa sudah hampir di puncak nya lagi dan semakin menghentakkan tubuhnya yang sudah kesekian kalinya, ia tak tau sudah berapa kali melakukan permainannya.


"Hazel...


Sudah yah..." ucap Alyss lirih sembari mengatur nafas nya yang masih terengah-engah.


"Sekali lagi yah? Hm? Setelah ini kita tidur..." ucap Hazel sembari menggigit telinga Alyss dari belakang, punggung kecil wanita nya sudah habis ia cium dan ia gigit dengan gemas sehingga membuat banyak tanda kemerahan di punggung putih tersebut.


"Jangan...


Sakit....


Sudah yah..." ucap Alyss yang sudah kelelahan bercampur ngilu dan pegal teramat sangat di tubuhnya, malam semakin larut dan beruang kesayangan nya masih belum siap memakan nya.


Mendengar kata sakit membuat Hazel berhenti ia pun langsung membalik tubuh Alyss dan melihat wajah Alyss yang berkeringat dan kula' pucat.


"Sakit dimana? Iya aku berhenti yah...


Kita tidur sekarang..." ucap Hazel yang mulai berusaha meredam hasrat nya ketika mendengar suara lirih istrinya mengatakan sakit.


Hazel pun menghapus beberapa bulir keringat di kening istrinya dan menggendong tubuh kecil itu kekamar mereka dari ruang bersantai di kediaman megah tersebut.


Hazel meletakkan tubuh Alyss perlahan dan menutup tubuh polos istrinya dengan selimut di kamar nya, ia pun ikut masuk ke dalam dan memeluk Alyss.


"Maaf yah...


Sangat sulit mengendalikan diri ku...." ucap Hazel sembari mencium kening Alyss dengan lembut.


"Hmm...." jawab Alyss singkat dan mulai mengeratkan pelukan nya hingga membuat wajahnya terbenam sepenuhnya di dada bidang suaminya.


......................


Skip time.


Plaza Grand Place.


Alyss sebelum nya sudah memiliki janji temu dengan Larescha, tak lama ia menunggu Larescha pun sudah datang.


"Lily!" panggil Larescha dan langsung merangkul tangan Alyss.


"Kangen....


Traktir ayam lagi yah ly..." ucap Larescha sembari menggandeng tangan Alyss.


"Kalo ada mau nya aja, manis sikap nya! Iyah, nanti di beliin, bantuin cari hadiah dulu." ucap Alyss pada Larescha, ia meminta Larescha menemaninya memilih hadiah untuk Hazel.


"Mau beli apa Ly? Beli yang itu aja Ly." ucap Larescha sembari menunjuk dress tidur yang dengan bahan yang sangat tipis dan pakaian dalam yang minim yang sudah termasuk dalam dress nya, dress yang benar-benar bisa membuat hasrat pria bangkit.


"Iya sih suka, tapi jadi lembur nanti...


Yang lain lah La, masa saran nya itu sih?!" jawab Alyss, pertemanan nya dengan Larescha memang sudah sangat dekat seperti saudari.


"Jam tangan bagus gak La? Yang ada inisial namanya." ucap Alyss.


"Bagus..." ucap Larescha lirih sembari melihat beberapa pakaian terbuka, ia pun berpikir untuk mengirimkan beberapa lingerie tersebut untuk teman nya saat liburan ulang tahun pernikahan mereka.


Setelah memilih jam tangan yang cocok dan sudah memesan khusus dengan ukiran nama di belakang jam tersebut mereka pun mulai duduk di cafe yang terdapat di mall tersebut.


"Ly? Pengawal mu kok ngikutin terus?" tanya Larescha yang merasa tak nyaman karna melihat pengawal yang di tempatkan Hazel untuk melindungi Alyss memperhatikan dari kejauhan.


Alyss hanya mengendikkan bahunya dengan malas mendengar pertanyaan teman nya.


"Li.. Lily...


Menurut mu sekretaris Rian itu baik gak sih?" tanya Larescha ragu-ragu.


"Kenapa? Tumben tanya dia..." jawab Alyss sembari meminum milkshake kesukaan nya.


"Bukan sih..." jawab Larescha tak acuh.


"Lalu?" tanya Alyss dan meminum kembali milkshake nya.


"Aku one night stand sekali sama dia, gak sengaja sih memang..." jawab Larescha lirih


Brusshhh!!!


Milkshake yang di minum Alyss seketika hampir muncrat dan membuat nya tersedak.


"Lily jorok ih!" ucap Larescha sembari mengambil tisu dan mengelap wajah nya yang terkena hujan gerimis lokal.


"One night stand?! Cinta satu malam?!" tanya Alyss terkejut.


"Yah gak usah di perjelas juga!" ucap Larescha dengan suara berbisik kesal.


"Gak hamil kan?" tanya Alyss lagi.


Ctak!


"Engga lah! Memang amatir sekali main langsung jadi!" ucap Larescha sembari menjetik kening teman nya.


"Yaudah, kalau gak hamil yah ga papa...


Kok bisa sih La?" tanya Alyss lagi.


"Iyah gak sengaja, aku habis putus sama Rendy, terus mabuk, eh ketemu sama dia...


Yaudah pagi-pagi udah dia yang disebelah..." ucap Larescha menceritakan kronologi nya secara singkat.


"Jodoh yang tertunda mungkin La." jawab Alyss tertawa kecil menatap Larescha yang terlihat frustasi.



Alysscalla Zalea



Larescha stinaff


...****************...


Othor kasih yang manis" dan ringan dulu yah biar ga ngebawang ajj hihi🤭🤭🤭


Jangan lupa like, komen, fav, rate 5, vote dan dukung othor🥰🥰


Happy reading❤️❤️❤️