(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Give me a chance



Rian terduduk rapi dan terdiam tanpa sepatah kata pun sejak ia bangun dari pukulan yang di layangkan Alan.


"Kau! Kenapa pegang-pegang kakak ku? Ha?!" tanya Alan kesal.


"Di pegang lah, namanya pacar ku." jawab Rian pada Alan dan semakin membuat pria jahil itu kesal.


"Yah tapi itu namanya di pegang semua!" ucap Alan semakin kesal.


"Makanya kami nikah! Ini kan juga karna mu...


Gak bolehin kakak mu nikah!" jawab Rian yang mencari alasan.


"Jadi kalian begitu karna aku gak bolehin kak Lala nikah?" tanya Alan bingung sembari menatap kakak nya dan kekasih kakak nya.


"Tentu saja!" jawab Rian cepat saat ia merasa Alan sudah terpancing.


"Loh?! Tapi kan kita tidur barebg nya udah lama? Bukan dulu tuh kita langsung one night sta-" ucap Larescha polos, karna ia merasa mereka melakukan nya bukan sejak Alan tak membiarkan kakaknya menikah, namun sejak awal pertemuan mereka sudah langsung tidur bersama.


Rian pun dengan cepat menutup mulut Larescha agar tak keceplosan bilang bahwa awal hubungan mereka dari one night stand.


Rian tak mau Alan semakin berpikir yang tidak-tidak tentang nya dan semakin membuat nya sulit menikahi kekasihnya.


"Ngapain tutup mulut kakak ku?! Awas!" ucap Alan kesal sembari menyingkirkan tangan Rian yang sedang menutup mulut kekasihnya.


"Kenapa kak? Kakak dulu diapain sama dia?" tanya Alan pada kakaknya.


"Ditiduri..." jawab Larescha polos setelah memutar bola matanya.


"Kau?! Dasar orang tua sialan?!" ucap Alan kesal sembari menatap tajam ke arah Rian.


"Bu-bukan gitu ceritanya!" ucap Rian sembari ingin langsung menghindar dari calon adik ipar yang terlihat sangat kesal.


"Auch! Jangan tarik rambut ku! Shit!" umpat Rian kesal saat Alan menarik rambut nya.


"Kenapa kau juga membalas?!" tanya Alan saat merasakan Rian yang juga menarik rambut nya.


"Kalau diam saja bodoh namanya!" jawab Rian yang ikut kesal.


"Ihh...


Kok bertengkar lagi sih?! Alan! Rian!" ucap Larescha sembari berusaha memisahkan dua pria yang terlihat seperti anak SD yang sedang bertengkar.


Larescha pun tak habis akal, ia berjalan menjauh dan mengambil satu ember air, ia berpikir jika cara memisahkan kucing yang berkelahi sama dengan memisahkan kedua pria yang berkelahi di depan nya.


Byurr....


Seketika Alan dan Rian langsung terdiam saat mereka merasakan seluruh tubuhnya basah karna guyuran air yang di bawa Larescha.


"Larescha!"


"Kakak!"


Teriak dua orang pria tersebut bersamaan pada Larescha.


"Kan...


Makanya di bilangin berhenti yah berhenti..." jawab Larescha lirih.


"Kau kenapa bentak kakak ku tadi?!" tanya Alan pada Rian ketika mendengar pria itu memanggil nama kakak nya dengan keras.


"Kau sendiri kenapa bentak pacar ku?!" tanya Rian yang juga kesal.


"Terserah ku lah! Kan dia kakak ku!" jawab Alan mendengus kesal.


"Kakak mu yah, pacar ku lah!" timpal Rian pada Alan.


Larescha yang melihat hal itu pun terdiam dan tak bisa berkata-kata lagi.


"Yasudah lah...


Kalian bertengkar dulu...


Jangan lama-lama yah..." ucap Larescha pasrah melihat adik dan kekasihnya benar-benar seperti tom and jerry.


......................


3 minggu kemudian.


Hotel grand star.


Pertunangan dan pernikahan Larescha dan Rian di lakukan secara mendadak dalam kurung waktu tiga minggu setelah ketahuan oleh Alan dan hari ini adalah hari dimana mereka akan mengucapkan ikrar pernikahan nya.


"Lily...


Aku gugup..." ucap Larescha pada teman nya yang sedang hamil besar namun tetap menghadiri pesta pernikahan nya.


"La? Kau hamil yah?" tanya Alyss lirih saat ia memeriksa denyut dan detak teman nya yang berbeda.


"I-iya Ly..." jawab Larescha canggung.


"Sejak kapan?" tanya Alyss pada teman nya.


"Baru satu bulan sih...


Waktu itu kan aku ketahuan sama Alan...


Waktu lagi itu...


Itu loh..." jawab Larescha malu-malu pada temannya.


Karna pesta pernikahan yang mendadak membuat nya memiliki sedikit waktu untuk bercerita pada teman nya.


"Pffttt..." Alyss yang tak bisa menahan tawa nya saat melihat raut wajah teman nya ketika membicarakan hal yang memalukan.


"Jadi karna kalian lagi begitu terus ketahuan Alan? Makanya nikah?" tanya Alyss memastikan sembari menahan tawa nya antara mau kasihan dan juga tertawa di waktu yang sama.


"Itu salah satu nya, salah satunya lagi yah ini..." jawab Larescha sembari menunjuk perutnya yang sudah memiliki isi.


"Baru seminggu ketahuan uda ketahuan juga kalo uda ada anak nya...


Untung cepet masih 2 minggu udah tau, kalo gak kan, makin lama nikah nya..." oceh Larescha pada Alyss.


Setelah Alan memergoki Rian dan Kakaknya, satu minggu kemudian Larescha memberikan gejala yang ternyata ia sudah hamil selama dua minggu terakhir. Alan pun mau tak mau harus setuju dari pada melihat keponakan nya lahir tanpa ayah.


Ruang ganti pria.


"Sekarang nikah juga kan?" tanya Hazel pada teman nya yang terlihat bersemangat menjelang menit pernikahan nya.


"Tentu saja...


Kan aku juga mau jadi ayah..." jawab Rian senang.


"Jadi ayah sebelum nikah kok bangga!" cibik Alan yang baru saja datang.


"Terserahlah! Yang penting nikah!" jawab Rian yang semakin membuat Alan kesal namun ikut senang karna kakaknya mendapat pria yang benar-benar mencintai nya.


"Jangan selingkuh nanti! Kalo gak...


Nanti aku patahin itu, terus ku jadiin sosis!" ucap Alan sembari menundukkan pandangan nya ke arah tengah tubuh Rian.


Hazel yang berada disana pun tak bisa menahan senyum nya dan mulai berjalan merangkul teman nya.


"Menurut mu kalau dia ku ajak membunuh orang mau tidak yah?" canda Hazel pada Rian.


"Jangan lah! Adik ipar ku kok mau di ajarin yang gak bener!" ucap Rian pada Hazel dengan nada berbisik.


"Kalian bicara apa sih?" tanya Alan bingung.


"Kau tak punya pacar?" tanya Rian yang mengalihkan pembicaraan.


"Belum! Belum ketemu yang cocok..." jawab Alan mendengus kesal sembari menatap sebal ke arah Hazel.


"Kenapa?" tanya Rian penasaran.


"Belum dapat yang sesuai tipe ideal aja..." dengus Alan menjawab pertanyaan calon kakak ipar nya.


"Tipe ideal? Kau punya tipe ideal juga?" tanya Rian menggoda calon adik ipar nya.


"Punya lah! Yang kakak kak Lily!" jawab Alan cepat.


"Lily? Bukan nya Lily itu panggilan untuk Alyss yah?" tanya Hazel lirih menatap Rian.


"Mu-mungkin Lily yang beneran Lily..." jawab Rian lirih.


"Gak lah! Kak Alyss loh!" jawab Alan cepat memperjelas siapa tipe ideal nya.


"Dasar bocah sialan! Kenapa mau istri orang!" ucap Hazel geram, ia bahkan merasa cemburu saat mendengar istrinya menjadi tipe ideal pria lain.


"Dulu kan dia belum jadi istri mu!" jawab Alan yang memang selalu bisa membuat orang lain naik darah.


Hazel hanya tersenyum kesal dan melihat dengan tatapan lain ke Alan.


"Hazel, sudah-sudah...


Jangan yah...


Masa aku mau nikah, kau mau menyuruhku membereskan masalah mu lagi...


30 menit kemudian.


Rian dan Larescha pun mulai mengucapkan ikrar pernikahan dan ikatan tali dari hubungan yang serius itu pun mulai memiliki kekuatan yang sah di mata hukum saat mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Pernikahan yang sangat di nantikan itu pun berlangsung dengan meriah dan membuat semua orang di dalam nya bahagia.


......................


Kediaman Hazel.


Setelah pesta pernikahan Rian dan juga Larescha, Alyss dan suaminya kembali dari pesta tersebut lebih cepat karna kondisi Alyss yang semakin sulit membawa dua bayi dalam kandungan nya.


"Alyss?" panggil Hazel lembut pada istrinya yang terlihat terlelap.


Merasa tak ada sahutan Hazel pun tak memanggil lagi dan mulai membawa tubuh yang sedang mengandung itu untuk menggendong nya masuk ke dalam kediaman megah itu.


Hazel pun menurunkan perlahan tubuh istrinya ke atas ranjang, ia membuka sepatu menyelimuti istrinya.


"Kau benar-benar tak menyembunyikan sesuatu kan?" tanya Hazel lirih sembari memandang wajah pulas istrinya yang terkadang terlihat gelisah karna anak nya terus bergerak aktif di dalam perut besar itu.


Ia mengelus kepala istrinya dengan lembut, dan menyingkirkan beberapa anak rambut yang berada di wajah cantik itu. Firasat nya mengatakan jika ada sesuatu yang lain namun ia tak dapat menemukan apa itu.


Pukul 06.30 AM.


Alyss mulai terbangun dari tidur nya dan melihat ke arah suaminya yang sedang tertidur di sebelahnya.


Hazel memegang satu tangan nya dan tidur menyamping menghadap nya, pria itu tak bisa tidur dengan banyak mendekap istrinya karna Alyss yang terkadang merasa sesak dan kesulitan bernafas entah karna kandungan nya yang semakin membesar atau karna penyakitnya yang semakin meluas.


Bibir tipis itu mulai tersenyum dan menyentuh wajah pria di hadapan nya hingga membuat pria itu terbangun karna sikap usilnya.


"Morning Mr.Bear..." ucap Alyss lirih menatap lembut kearah suaminya dengan bibir yang tersenyum tipis kearah pria itu.


Hazel pun membalas dengan senyuman dan meraih tangan kecil itu lalu mencium nya.


"Morning Mrs. Bear..." balas Hazel tersenyum dan membuat wanita cantik itu tertawa kecil.


"Ihh...


Mereka gerak lagi..." ucap Alyss yang tiba-tiba terahlihkan pada bayi nya yang terus bergerak seakan meminta untuk ikut di beri sapaan pagi juga.


"Nakal yah...


Pagi-pagi sudah ganggu mamahnya." ucap Hazel sembari sedikit bangun dan berbicara pada calon anak nya yang sebentar lagi akan keluar.


"Morning my little bears..." ucap Hazel lirih dan mencium perut besar itu seakan mencium anak nya jika lahir nanti.


Alyss hanya tertawa kecil melihat hal itu, setidaknya ia merasa senang karna sekarang masih bisa bersama kedua anak nya dan juga suaminya.


......................


Satu minggu kemudian.


Alyss semakin sering mengalami kontraksi pada kandungan nya, ia sudah membuat janji untuk segera melakukan operasi caesar di hari yang di tentukan, namun...


Nyutt.....


Pandangan yang seakan berputar membuat wajah cantik itu semakin pucat, sulit membawa perut besar nya yang semakin bulat.


Hah...hah...hah...


Deruan nafas yang terdengar jelas memenuhi isi kamar tersebut, jantung nya berdegup dengan kencang, kepala nya terasa sakit dan ia sulit mengambil nafas.


Ja-jangan lagi...


Harap Alyss dan memegang hidung nya yang terasa basah karna cairan merah kental itu terus keluar membuat nya semakin merasakan sakit dan pusing.


Ku mohon...


Batin Alyss dan mulai berjalan ke kamar mandi membersihkan mimisan nya yang semakin menjadi, ia berhenti meminum obat pereda rasa sakit satu bulan yang lalu agar tak mempengaruhi operasi caesar nya nanti.


Hah..hah...hah...


Deru nafas nya semakin kencang saat ia semakin sulit menghirup udara yang terasa seperti menghirup jutaan jarum ke paru-paru nya karna rasa sakit yang ia rasakan di setiap tarikan nafas nya.


Drrtt...drrtt...drrtt...


Getaran ponsel yang berdering di saku pakaian wanita cantik itu mulai mengalihkan pandangan nya.


"Halo..." jawab Alyss lirih pada suaminya yang menelpon nya.


"Alyss? Kenapa suaramu seperti itu?" tanya Hazel yang langsung tersentak saat mendengar suara yang lesu seperti merintih menahan sakit.


"Aku tid-"


Brak...


Tubuh itu terjatuh, ia tak bisa menahan sakit lagi membuat nya seakan ingin kehilangan kesadaran.


"Alyss?! Alyss!" panggil Hazel yang sudah berubah menjadi panik saat mendengar suara jatuh dari telpon nya.


Mata nya mengabur sesaat melihat ke arah ponsel yang masih berada dalam genggaman tangan nya, ia mendengar sayup suara pria yang memanggil nya dengan khawatir.


Tangan nya tak bisa bergerak, suara nya tak bisa keluar, seluruh tubuhnya merasakan sakit yang teramat sangat.


Mata sayu itu meneteskan beberapa bulir bening melewati wajah pucat yang mulai kehilangan kesadaran nya.


Darah segar mulai mengalir melewati paha putih itu saat wanita cantik yang sedang mengandung tersebut kehilangan kesadaran nya.


Ku mohon...


Sekali ini saja...


Biarkan aku membawa mereka keluar...


Biarkan aku memeluk mereka sekali saja...


Melihat nya tersenyum dan bersama orang kucintai...


Hanya kali ini...


Aku tau...


Semua pasti akan pergi...


Tapi aku ingin pergi setelah memberi banyak kenangan...


Aku ingin tak menjadi luka yang tak bisa di sembuhkan...


Aku tau aku egois...


Tapi aku juga tak bisa mengendalikan keinginan ku...


Aku serakah...


Aku serakah karna ingin tetap bersama mereka lebih lama lagi...


...****************...


Yakin deh pasti setiap orang itu "serakah" dalam "kebahagian" karna "kebahagian" ga akan bisa di temukan di manapun kecuali di diri sendiri.🤧🤧


Jangan julid kata" othor yah, kalian pahami ajj coba kata-kata nya, kalo paham pasti bisa nangkep maksud othor🤧🤧


Jangan lupa like, komen, fav, rate 5, vote dan dukung othor🥰🥰


Happy reading❤️❤️❤️


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


_


Nanti othor niat dobble up kalo gak ngantuk abis makan ketupat yah😂


Kalo othor ambil Alyss nya terus jadiin bang Hazel nya duda dari baby twins, kena marah babang Haz gak yah??🤔🤔🤔