
Alyss pov.
Aku tak bisa merasakan apapun lagi di tubuhku, sesak...
Nafas yang tak bisa keluar membuat ku terasa tercekik di dalam air, perlahan rasa sakit ku mulai hilang satu persatu...
Itu yang ku ingat terakhir kali...
Ingatan tentang rasa sakit yang menyelimuti tubuhku...
Sekarang aku terbangun di tempat asing, aku tak tau dimana ini? Tempat yang belum pernah ku datangi sama sekali, namun memberikan rasa nyaman di hati ku...
Perasaan hangat dan familiar. Tak ada rasa sakit apapun di tubuh ku...
Aku serasa tenang, ku sentuh kulit ku yang terlihat mulus tanpa ada luka sedikitpun padahal ku yakin sebelumnya tubuh ku penuh dengan luka.
Ku langkahkan kaki ku dan berjalan ke arah cermin, aku mengenakan gaun panjang yang sangat indah, berwarna peach yang tak terlalu cerah aku pun mulai duduk di salah satu kursi yang berada di ruangan itu...
Sangat nyaman....
Aku merasa benar-benar nyaman dan aman berada disini, seperti tak akan ada yang menyakiti ku lagi...
"Bagaimana? Kau menyukai nya kan?" suara yang bertanya padaku, suara yang sangat mirip dengan ku.
Aku menoleh ke arah nya, aku tersenyum seperti dia tersenyum pada ku.
"Ingat, terakhir kali kita bertemu seperti ini? Mungkin usia kita masih tujuh tahun saat itu. Aku sangat ingin mengatai mu jika kau yang "Palsu" namun memegang kendali atas tubuh dan kesadaran ku...
Tapi setelah ku pikir lagi, tak ada yang "Palsu" dari kita, kita hanya terpisah karna tak ada yang bisa menerima kehadiran ku...
Tapi mereka menerima mu..." ucapnya dengan tersenyum pada ku.
"Coba saja kau bisa bersikap baik sedikit, mungkin kita tak akan terpisah menjadi dua bagian." ucap ku dengan tersenyum. Sekarang aku tak membencinya sama sekali.
"Mau ku perlihatkan apa yang sebenarnya terjadi?" ucap nya sembari mengulurkan tangan nya.
Aku pun menggapai tangan itu, dia mulai terasa lenyap seperti abu dan menyatu padaku...
Satu tetes bulir bening jatuh di mata ku, aku mulai mengingat hal bahkan tak pernah ku bayangkan akan terjadi pada ku...
Sekarang aku tau jika Dia yang merupakan sisi lain yang ku pisahkan atau bisa ku sebut Aku yang lain tidak jahat sama sekali...
Entahlah apa mungkin karna sekarang aku terasa lahir kembali menjadi diriku yang dulu, aku yang dulu yang selalu mengembalikan apa yang ku dapatkan, dan bisa melakukan apapun untuk tujuan ku sendiri...
Seperti itu...
Dan membuat ibuku selalu khawatir jika aku tak tumbuh seperti anak lain, itu yang selalu dia takutkan. Hingga membuatku memecah kepribadian ku dan hidup sesuai dengan yang ibuku inginkan "Menjadi anak baik" sampai tak tau batasan menjadi "Baik" hingga mana dan malah membuat ku merasakan penderitaan.
Aku tak menyalahkan nya, tapi yasudahlah aku tak mau ambil pusing lagi.
Sekarang aku benar-benar merasa nyaman. Aku pun keluar dari ruangan tersebut dan melihat hamparan bukit rumput dengan banyak bunga yang indah, lebih indah dari bunga yang pernah kulihat sebelumnya.
Angin lembut yang menerpa wajahku, udara halus dan bersih yang membuatku semakin suka di tempat ini.
Aku pun melangkahkan kaki ku keluar dari tempat nyaman saat aku terbangun tadi. Ku pejamkan mata ku dan aku merasakan kehangatan yang menyelimuti hati ku.
Duk...
Aku merasa seperti ada yang datang dan memeluk kaki ku dari belakang.
"Mamah..." ucap nya dengan suara yang sangat imut dan lucu.
Aku pun membalik tubuh ku, dan berdiri dengan lutut ku agar bisa melihat wajahnya sejajar karna ia terlihat seperti pangeran kecil yang berumur 4 atau 5 tahun.
"Mamah..." ucap nya lagi dengan senyuman polos seperti malaikat dan memeluk ku dengan tangan kecil nya...
Deg...
Hati ku terasa semakin nyaman...
Tanpa sadar ku balas pelukan nya, ku peluk erat seakan-akan aku sangat merindukannya...
Apa dia anak ku?
Anak yang bahkan tak ku ketahui wajah dan bentuk nya, jika anak ku masih hidup dia mungkin belum berumur segini.
Tapi tuhan seakan-akan benar-benar adil dia memberi anak ku wujud yang bisa untuk kupeluk dan berbicara padaku....
Ku dekap tubuh kecil nya erat dengan penuh kasih sayang, antara rindu, sedih, dan bahagia.
Air mata ku terus saja jatuh, aku tak tau kenapa bisa begini...
Perasaan hangat dan nyaman, perasaan yang sangat ingin menyentuh dan mendekapnya...
"Mamah menangis? Kenapa?" tanya nya dengan suara lembut khas kekanakan nya sembari melepaskan pelukannya saat merasa aku yang menangis dengan memeluk nya erat.
Diusapnya air mata ku dengan tangan mungil nya.
"Mamah ga suka ketemu aku yah?" tanya lagi dengan wajah menggemaskannya. Mata yang jernih dan berbinar itu sedang melihat ku menunggu jawaban.
Aku menggelengkan kepala ku dengan masih menahan tangis ku.
"Tidak...
Mama sangat suka bertemu dengan mu...
Sangat... sangat suka...
Sampai mama benar-benar merasa bahagia..." jawab ku dengan masih menjatuhkan bulir bening di mataku.
"Tapi mamah menangis...
Jika bahagia kenapa tak tersenyum?
Aku hanya bisa membuat mama menangis..." ucap nya dengan menundukkan kepala nya seolah-olah dia bersalah.
"Maaf mah..." sambung nya lagi.
Aku pun tak bisa menahan tawa ku, aku tertawa tapi juga menangis...
Tangisan bahagia, entah kenapa saat seseorang berada di puncak bahagianya ia akan mengeluarkan air mata, bukan air mata kesedihan.
"Kenapa minta maaf? Hm? Mamah itu sangat bahagia ketemu kamu...
Lihat mamah, sini.." ucap ku sembari menangkup pipi imut nya agar ia kembali melihat wajah ku.
Ia pun kembali menunjukkan senyum malaikatnya pada ku.
"Mamah mau sama kamu terus, mamah ga mau pisah sama kamu lagi..." ucap ku sembari memeluknya lagi.
"Kalau mamah disini...
Ayah gimana? Nanti ayah sendiri mah..." jawab nya.
Aku pun melepaskan pelukan ku dan menatapnya.
"Ayah? Kenapa memikirkannya? Dia tak pernah menyayangi mu ataupun menyayangi diriku!" ucap ku sembari menatap wajah polosnya.
"Ayah menyayangi ku...
Aku tau, ayah minta maaf padaku, dan aku bisa merasakannya...
Seperti mamah yang dulu menangis karna aku ada...
Dia ingin melihat ku, dia juga mau bermain dengan ku...
Tapi ayah lebih memilih mamah...
Mamah tau gak? Disini aku banyak bertemu dengan anak yang seperti ku, tapi mereka tak diinginkan...
Mereka dibuang, dengan cara yang sangat buruk karna orang tua mereka tak menginginkannya tapi aku tau kalian menginginkan ku...
Makanya aku tak pernah berpikir bahwa aku dibuang...." jawab nya hingga membuat ku kehabisan kata-kata.
"Kau tak mau mamah disini? Tak ingin bersama mamah?" tanya ku lagi.
"Mau...
"Kalau begitu mau main dengan mamah?" tanya ku lagi.
Dia pun mengangguk semangat dengan antusias.
"Mah, tapi nanti mamah bawa ayah kesini juga yah...
Aku juga mau main sama ayah...
Ayah juga pasti sedih, kalau tau kita cuma main berdua hihi..." ucap nya dengan tawa kecil yang polos.
Dia pun mulai menarik tangan ku dan mengajak ku untuk bermain dengan nya.
Alyss pov end
......................
Hazel panik, ia tak bisa merasakan denyut nadi sedikitpun di tubuh istrinya.
"Ja-jangan...
Seperti ini..." ucap Hazel dengan bibir dan tubuh gemetar melihat istrinya yang sudah sangat pucat dan sangat dingin.
Hazel pun segera melakukan CPR untuk mendukung fungsi pompa jantung agar Alyss bisa bertahan.
"Kumohon...
Bertahanlah..." ucap Hazel sembari terus melakukan CPR pada dada istrinya.
Setelah kurang lebih 30 menit melakukan CPR, Hazel pun langsung membawa Alyss ke RS dan meminta Rian untuk menyiapkan segala nya saat ia sudah sampai.
"Kenapa bisa sampai seperti ini?!" tanya Rian saat melihat Hazel membawa tubuh Alyss untuk segera menjalankan pemeriksaan.
Para dokter pun segera memberi penanganan darurat pada Alyss, mereka pun memasang monitor untuk melihat irama jantung nya.
"150 joule!" ucap sang dokter dan langsung memberikan kejutan listrik untuk menambah irama jantung yang di butuhkan dengan alat AED.
Sebelum nya Alyss mengalami Henti jantung mendadak atau Sudden cardiac aresst karna di sebabkan oleh trauma mendadak seperti kehilangan banyak darah, dan hipotermia.
NB Ket : Cardiac Aresst atau Henti jantung dapat membuat jantung berhenti berdetak dan tak bernafas lagi, dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti kerusakan pada otak karna tak menerima pasokan darah yang cukup. Henti jantung berbeda dengan serangan jantung.
Tak ada irama jantung yang terdeksi selama mereka menggunkan AED.
Kaki Hazel terasa lemas, tubuh nya benar-benar gemetar. Ia melihat ke arah kedua tangan nya yang masih memiliki sisa darah, begitu juga dengan pakaian nya, yang penuh dengan warna merah dari darah Alyss.
Jika itu bukanlah rumah sakit yang ia miliki sendiri dan para dokter yang tidak melakukan perjanjian dengan nya, sudah bisa di pastikan jika para dokter yang merawat Alyss akan melaporkan nya untuk tuduhan percobaan pembunuhan melihat semua bekas penyiksaan di tubuh pasien yang mereka rawat.
"Detaknya kembali! Siapkan persiapan operasi!" ucap si dokter saat melihat detak jantung Alyss yang kembali.
Mereka pun segera melakukan persiapan operasi, namun bahkan operasi pun tetap akan memberikan resiko karna Alyss mengalami hipotermia dan juga penderita hemofilia. Mereka pun segera memberitau apa yang sedang terjadi pada tubuh Alyss.
NB KET : Hipotermia merupakan turunnya suhu tubuh secara drastis hingga di bawah 35°C, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian.
NB KET : Hemofilia Adalah Gangguan ketika darah tidak membeku secara normal.
Jika darah tidak dapat membeku dengan baik, perdarahan berlebih (eksternal dan internal)
Para dokter pun segera mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, Saat ini tubuh Alyss benar-benar seperti gelembung sabun yang sangat rapuh dapat hancur dan lenyap kapan saja.
"Saat ini nona Alyss mengalami perdarahan eksternal dan internal selain itu suhu tubuh yang berada dalam 30°C serta kadar Hb yang hanya 6,5 g/dL, dia sebelumnya mengalami henti jantung dan membuat beberapa organ vital nya rusak, Kami akan mengoperasi Bypass jantung untuk memasang pembuluh darah baru pada jantung.
Tapi tetap saja itu sangat beresiko dan nona Alyss dapat meninggal di meja operasi selama kami menjalankan prosedurnya. Tetapi jika kita tak melakukan apapun sudah bisa di pastikan nona Alyss akan mengalami Brain death atau mati batang otak karna komplikasi. Bahkan jika operasi berhasil kemungkinan mengalami Brain death juga masih tak terelakkan, dan resiko mengalami sepsis juga sangat tinggi." terang si dokter pada presdir yang sedang berdiri di hadapan nya.
NB KET : Kadar Hb wanita normal biasa 12-16 g/dL
Hazel terdiam ketika mendengar penjelasan dari dokter, dokter mengatakan bahwa Alyss memiliki resiko mati batang otak yang sangat tinggi.
Tentu saja ia seperti di beri jutaan bom atom yang menimpa. Jika Alyss mengalami Brain death atau mati batang otak itu sama saja ia sudah di katakan meninggal secara medis
NB KET : Mati batang otak atau Brain death Kondisi ini menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran dan kemampuan bernapas, sehingga penderitanya membutuhkan ventilator agar jantung tetap bisa berdetak dan oksigen beredar melalui aliran darahnya. Kematian batang otak bersifat permanen yang artinya si penderita tak akan pernah sadar dan dan dapat bertahan tanpa bantuan alat medis. Berbeda dengan koma yang masih memilki kesempatan untuk sadar dan pulih.
NB KET : Sepsis suatu komplikasi yang dapat mengancam nyawa.
Hazel benar-benar seperti linglung, ia tak tau keputusan apa yang akan ia ambil, semua keputusan nya sama-sama membawa resiko yang besar.
"Lakukan yang terbaik! Jangan sampai ada kesalahan! Atau kalian juga akan kehilangan nyawa kalian!" ucap Rian yang mewakilkan Hazel.
Hazel mengikuti langkah para dokter yang sedang berusaha membawa Alyss ke ruang operasi hingga langkahnya terhenti di depan pintu operasi. Ia seharusnya bisa melihat secara langsung jika ia mau. Namun ia tak sanggup.
Kaki nya langsung terjatuh di lantai dingin rumah sakit yang ia kelola.
"Aku harus bagaimana? A-aku tak pernah bermaksud membunuh nya...
Aku hanya ingin menghukumnya...
Aku.. Aku..." ucap Hazel lirih pada Rian, kepala nya di penuhi dengan penjelasan sang dokter yang ia dengar barusan.
Rian masih terdiam, ia ingin sekali memarahi Hazel dan mengatakan bahwa ia tak seharusnya melepaskan amarahnya secara berlebihan. Tapi dia juga tau sifat dari teman nya ini. Ia sendiri juga bingung kenapa ia bisa terus menjalin pertemanan pada Hazel yang merupakan seorang psycho dan bahkan juga bisa membunuhnya juga.
Mungkin karna ia hutang budi? Atau merasa bahwa Hazel lah yang dulu menariknya dari lumpur kotor dan membuatnya hidup nya lebih baik sehingga rasa kesetiaan dan patuh tertanam pada nya.
Selama 14 tahun ia menjalani pertemanan dengan Hazel ia belum pernah melihat Hazel yang ketakutan seperti ini bahkan sampai menangis.
Menyesal?
Mungkin kata tersebut sekarang lebih tepat untuk menggambarkan kondisi Hazel saat ini.
"Jika dia benar-benar....
Aku tak bisa...
Aku tak bermaksud ingin menghilangkan nyawanya..." racau Hazel dengan suara tertahan di tenggorokan nya.
"Seharusnya kau mempercayainya. Dengarkan apa yang dia katakan...
Jangan langsung menghukumnya." ucap Rian dengan nada pelan.
"Aku tau! Dia mungkin tak akan berani untuk mengkhianatiku...
Tapi tetap saja...
Aku... aku...
Tak dapat menahan diriku..." jawab Hazel sembari melihat tangan nya, dan membuatnya teringat dengan sorot mata Alyss terakhir kali menatapnya.
Sorot mata yang menahan sakit luar biasa, dan seakan-akan berbicara mengatakan jika ia sudah tak sanggup menahannya. Sorot yang dipenuhi dengan kekecewaan dan kesedihan karna ia terus melontarkan tuduhan tak mendasar.
Yah sorot mata itulah yang sekarang ia ingat dan terus berputar di kepalanya, semua penyiksaan yang ia lakukan terputar jelas di kepalanya.
Sekarang yang ia harapkan hanya keselamatan dari istrinya. Bahkan jika dia kehilangan segala dan bahkan bisa menukar nyawa ia akan melakukannya.
Rasa penyesalan dan bersalah kini menguasainya. Sudah lama sekali ia tak merasa seperti ini, memilki emosi seperti ini, emosi yang kembali membuat nya terpuruk seperti 18 tahun yang lalu.
Yang membuatnya menjadi kepribadian tanpa ampun dan melupakan belas kasihan.
...****************...
Menurut kalian gimana kondisi Alyss setelah operasi nanti??😭😭
Bab selanjutnya bakal ada flashback masa lalu mereka yah, dan bakal othor kasih tau kenapa si Alyss bisa sampah memecah kepribadian nya dan mamanya yang nolak keras sifatnya yang itu serta kenapa Hazel yang bisa sampai jadi psycho.
Oh iya kondisi koma, mati batang otak (Brain death), dan kondisi vegetatif berbeda yah, walaupun kelihatan sama tapi itu berbeda jika dipandang dari sisi medis.
Sama seperti Henti jantung dan serangan jantung, terlihat sama namun juga berbeda yah. Serangan jantung dapat bertahan lebih lama berbeda dengan henti jantung yang tak dapat bertahan lama dan resiko kematian yang lebih tinggi.
Dan buat kalian nanti yang baca dan merasa Alyss kok bisa kena hemofilia? Sedangkan wanita itu sebagai Carrier dan pria yang biasa terkena hemofil. Jawaban nya bisa yah tapi untuk kasus wanita yang terkena hemofilia itu sangat jarang terjadi dan bahkan sangat langka hal ini bisa disebakan jika si ibu merupakan carrier ayah yang juga penderita hemofil.
Tapi othor ga jelasin si Alyss kena yang tipe apa, soalnya males buka materi lagi dan nyari materi yang sudah tenggelam karna lama tak dibaca wkwk
Oh iya satu lagi yang tanya Alter ego Alyss ga bangkit" padahal dia uda disiksa karna alter ego hanya dapat keluar jika "di izinkan" dia ga bisa keluar sendiri seperti kepribadian ganda yang dapat keluar tanpa seizin dari si pemilik kesadaran penuh. Itu beda nya yah makanya alter ego itu bisa dikendalikan oleh si pemilik kesadaran penuh tidak sama dengan kepribadian ganda yang tidak dapat di kendalikan.
Ini masalah psikologis yang mirip namun beda ya😉😉
Jangan lupa like komen rate 5 dan vote dan fav🥰🥰❤️❤️❤️
Dan terimakasih karna kalian dah buat othor semangat nulis dan dukung othor selalu❤️❤️
Happy Reading❤️❤️❤️❤️