(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Horror or Thiller?



Melihat seringai di wajah Alyss membuat Zee bergidik ngeri, ia mundur beberapa langkah ke belakang saat melihat wanita di hadapan nya tiba-tiba merubah auranya.


"Ka-kau apa yang mau kau lakukan?!" tanya Zee gugup.


"Coba ulangi lagi siapa yang kau inginkan tadi?" tanya Alyss dengan senyum yang sulit diartikan.


"Aku mau suami mu, atau mungkin nanti dia tak akan jadi siapapun untuk mu." jawab Zee percaya diri dan sangat yakin jika Hazel akan menyukainya, ia masih tak dapat melihat situasi.


Alyss tak menjawab apapun lagi, ia hanya tersenyum sinis dan berbalik melihat ke arah cermin, ia merapikan rambut nya dan mengikat nya satu kebelakang, menggunakan pita yang selalu ia bawa di tasnya.


"Film apa yang kau sukai? Horror atau Thiller?" tanya Alyss dengan santai sembari merapikan ikatan nya.


"Apa maksud mu?" tanya Zeevanya yang kebingungan.


"Cukup jawab saja, jawaban mu mungkin akan membantu mu nanti." jawab Alyss semakin tersenyum dan membuat gadis itu semakin kebingungan.


"Jika aku memberi mu kesempatan untuk menonton film dengan nya, apa yang akan kau pilih?" sambung Alyss lagi.


"Kau mau?" tanya Zee yang bingung apakah wanita dihadapan nya benar-benar mau membagi suaminya.


"Hm...


Kau akan menjadi pemain nya kenapa aku tak mau?" jawab Alyss semakin tersenyum memberikan arti tersirat dari ucapannya.


"Horror, aku akan memeluk nya saat merasa takut." jawab Zee yang bahkan tak mengerti apa yang di hadapinya, entah tebal muka atau sangat percaya diri merasa membuat nya merasa sangat pantas dan bisa mengganti posisi wanita yang sedang di hadapan nya.


"Aku lebih suka Thiller." jawab Alyss singkat.


Jika Zee memilih horror Alyss akan menghancurkan wajah nya, dan jika Thiller ia akan mematahkan tulangnya, namun karna Zee memilih horror membuat Alyss ingin menggabung pilihan nya dengan pilihan gadis cantik namun bodoh di hadapan nya.


Ia pun berjalan mendekat lagi ke arah gadis itu, membuat Zee merasakan gugup lagi.


"Apa yang mau kau lakukan?! Kau tau? Aku adalah put-"


PLAK!!!


ucapan nya yang seketika terpotong saat Alyss tiba-tiba menampar keras pipinya.


"Apa yang kau lakukan?! Kau gila?!" tanya Zee yang geram sembari memegang pipinya yang terasa perih karna tamparan wanita di hadapan nya barusan. Ia pun langsung melayangkan tangan nya untuk kembali menampar nyonya dari JBS grup tersebut.


Grab!


Alyss langsung menahan tangan Zee ia tersenyum sinis tanpa mengatakan apapun, gadis itu berusaha sekuat tenaga melepaskan cengkraman tangan wanita yang ia anggap lemah sebelum nya, ia tak tau jika tenaga wanita itu sangat kuat.


Tentu saja sangat kuat, wanita itu sudah lebih banyak menghadapi pria yang ingin membunuhnya berulang kali, diculik terus menerus dan lolos dari maut sampai malaikat maut pun ingin membanned namanya karna berulang kali gagal di jemput. Dan sekarang lawan nya hanya putri konglomerat yang manja?


Tangan Alyss yang satu lagi pun langsung menarik rambut Zee dengan kuat membuat gadis itu meringis seketika.


"Akh! Lepas!" teriak Zee saat ia merasakan rambutnya ditarik dengan keras.


Bukan nya melepaskan, Alyss semakin tersenyum dan....


Prangg!!!!!


Dengan satu tarikan kuat Alyss langsung membenturkan kepala Zee ke cermin yang berada di dekat mereka, cermin tersebut langsung pecah berhamburan ketika dihantam kepala Zee.


Pandangan Zee kabur seketika, kepala nya terasa sakit dan perih di saat bersamaan. Alyss tersenyum melihat hal itu, ia pun langsung mendorong dan menghempaskan Zee hingga tersungkur ke lantai.


"Ka-kau!" ucap Zee terbata sembari memegang kepalanya yang terasa perih. Tangan nya bergetar saat ia melihat darah nya, ia sangat di jaga dan tak pernah terluka sejak kecil karna merupakan penerus dari MK grup.


"Aku akan membuat mu menyes-"


PLAK!


Lagi-lagi satu tamparan kuat melayang di pipinya sebelum gadis cantik itu menyelesaikan kalimatnya.


"Kau putri dari MK grup? Apa kau lupa aku siapa? Aku adalah NYONYA JBS GRUP." ucap Alyss tersenyum dan berjongkok melihat tatapan geram Zee sembari mempertegas posisinya saat ini.


"Menurut mu apa yang akan terjadi jika JBS mengakusisi MK?" sambung Alyss lagi sembari menarik rambut panjang gadis cantik itu hingga membuat nya mengandah pada wanita di hadapan nya.


"Akhh!! Le-lepas!" ucap Zee yang kesulitan melepaskan tangan Alyss, jika hanya tenaga dari gadis manja tentunya wanita cantik itu bisa menangani nya.


"Tadi ku bilang kau akan menjadi pemain film horror kan? Kau tau tidak kalau wajah hantu tak pernah bagus?" tanya Alyss tertawa kecil.


Deg...


"A-Apa maksud mu?" tanya Zee mulai pucat ia tak tau jika wanita di depan nya benar-benar seperti iblis berwajah malaikat.


"Kau akan tau nanti, pertama-tama aku akan mengajari mu sopan santun dulu." jawab Alyss tenang dengan senyuman polos dan cerah namun memberikan aura mematikan.


Alyss mulai bangun namun tak melepaskan tarikan rambut nya, ia pun menuju toilet dan membuka salah satu closet.


"Lepas! Apa yang mau kau lakuk- Akh!" pekik Zee saat Alyss menendang sendi lututnya hingga membuatnya langsung terjatuh di depan closet tersebut.


"Aku ingin membuang sesuatu pada tempat nya, jadi jangan terlalu marah..." jawab Alyss enteng sembari mencelupkan kepala Zee kedalam closet duduk tersebut.


Blup...blup...blup....


Zee tak sempat menghindar, ia memegang tangan Alyss dengan kuat agar bisa melepaskan tangan itu yang sedang menahan kepalanya di air kotor tersebut. Ia merasa sesak dan tak bisa bernapas sama sekali bahkan beberapa kali terminum air closet tersebut membuatnya merasa jijik dan mual menjadi satu.


Tangan nya yang memukul lantai dan berusaha melepaskan jambakan yang menahan kepalanya semakin melemah. Alyss tersenyum melihat hal itu ia pun langsung melepaskan kepala Zee.


"Fuah... Hah... Hah..." Zee yang menarik nafas panjang saat Alyss melepaskan tarikan kepalanya.


"Bagaimana? Aku sangat baik kan? Aku membuang KOTORAN pada tempat nya." tanya Alyss dengan senyuman di wajahnya sembari melihat gadis cantik itu yang sedang mengambil nafas dalam, Ia menekan kan kata di ucapan nya agar Zee semakin merasa terhina.


"Kau! Akh!" pekik Zee saat ia merasa tangan nya ingin patah karna Alyss menginjakkan heels nya yang tajam ke telapak tangan kanan gadis itu.


"Akhhh!!! Le-lepas!" ringis Zee sembari memukul kaki Alyss dengan tangan kirinya untuk berusaha menyingkirkan kaki kecil itu.


Alyss semakin tersenyum dan semakin menekan heels nya di tangan gadis itu, melihat Zee yang semakin meringis membuatnya semakin ingin menginjaknya.


"Pantas saja dia suka menyiksa, ternyata cukup menyenangkan rasanya." ucap Alyss lirih saat mengingat suaminya yang memiliki hobi di luar nalar, yaitu merasa senang saat melihat orang lain kesakitan.


"Sa-sakit..." ucap Zee lirih dengan hampir menangis, ia baru pertama kali merasakan pengalaman seperti ini, di hajar habis-habisan oleh orang lain.


"Jangan sentuh kaki ku! Kau kotor!" ucap Alyss dengan dengan memandang jijik ke arah Zee, ia pun melepaskan kakinya.


Buak!!


Seketika saat Alyss melepaskan pijakan nya ia langsung menendang wajah Zee hingga membuat nya langsung terjungkal ke belakang.


"Sekarang kau tau? Apa konsekuensi nya karna menginginkan milik ku? Aku tak tau tentang masa depan, tapi yang aku tau adalah sekarang! Sekarang dia masih milik ku, dan apapun yang kulakukan akan ku pastikan dia memihak ku!" ucap Alyss sembari semakin menginjakkan kaki nya hingga membuat peretakan di tulang rusuk gadis cantik itu.


Alyss melepaskan kakinya dan menatap gadis itu yang masih meringis menahan sakit karna dipijak barusan.


Tak merasa iba ataupun kasihan sama sekali, bagi Alyss gadis di depan nya adalah hama yang harus dibereskan sebelum membuat nya mengalami kerugian di kemudian hari.


Zee takut sekaligus marah namun tak bisa melakukan apapun saat melihat wajah datar Alyss yang tak merasa bersalah sedikitpun. Namun dalam sedetik kemudian wajah dingin dan datar itu berubah menjadi wajah dengan senyuman cerah membuatnya semakin bergidik ngeri.


"Ayo mainkan permainan lagi." ucap Alyss tersenyum cerah menatap gadis yang sudah ketakutan di depan nya. Dengan cepat ia berbalik dan menutup bilik toilet tersebut.


"A-apa yang kau lakukan?! Buka!" teriak Zee berusaha bangun dan keluar saat Alyss mengunci nya di bilik kamar mandi.


Alyss hanya tersenyum sinis melihat hal itu seperti sedang menertawakan gadis yang terkunci di bilik toilet tersebut.


Alyss pun segera membuka isi tas dari Zee, membuat rencana dalam waktu singkat adalah keahlian nya dan ia sudah menyiapkan rencana untuk wanita yang ingin merebut suaminya darinya.


"Pena?" gumam Alyss saat melihat pena tersebut, ia sudah mendapatkan benda yang ia inginkan dari gadis itu, yaitu benda yang memiliki ujung yang tajam.


Karna merasa terganggu akibat teriakan Zee dan tendangan pintu di bilik kamar mandi tersebut yang meminta di lepaskan membuat Alyss merasa kesal dan langsung membalas tendangan kuat di balik pintu hingga membuat Zee terdiam.


"Shut up your f*cking mouth, *****!" bentak Alyss kesal dan semakin membuat Zee terdiam di balik bilik toilet tersebut.


Alyss pun mulai menghapus lipstick nya dengan acak, ia membuat riasan memar di wajah dan lehernya dan juga mengacak rambut nya serta membuat baju nya sedikit berantakan. Setelah membuat riasan yang tepat ia pun kembali membuka pintu bilik toilet tempat Zee lagi.


"Sekarang aku akan membuat mu menjadi hantu di film horror." ucap Alyss tertawa kecil dan mulai mencengkram wajah gadis cantik itu.


Zee berusaha melawan namun.


Sregg!!!!


Tes...tes...tes...


Alyss merusak wajah gadis itu dengan memberikan goresan dari mata hingga ke pipi.


"AAAKKKHHH!!!" teriak Zee dengan kuat hingga menggema di ruangan tersebut, merasakan sakit dan perih secara bersamaan di wajahnya, ia merasakan cairan merah kental yang terus mengalir dengan deras dari wajah cantiknya yang kini telah di rusak.


Alyss tersenyum dan mulai menggores lehernya sendiri, namun bukan luka yang dalam hanya luka goresan saja. Ia mulai mengambil ponsel nya dan menelpon suaminya.


"Ha-Hazel..." panggilnya lirih dengan suara yang dibuat bergetar, dan langsung mematikan panggilan nya, ia tau pria nya pasti akan segera berlari untuknya.


Sontak saja Hazel ketika mendengar suara Alyss yang seperti itu langsung menghampiri wanitanya, ia tak peduli apapun, yang ia pedulikan hanya keadaan istri kesayangan nya.


"Sekarang ayo buat semakin menarik!" ucap Alyss tersenyum dan melempar pena di tangan nya ke arah Zee agar gadis itu mengambilnya.


Setelah itu Alyss langsung lari keluar dari dalam toilet, ia tau jika teriakan Zee akan mengundang orang lain untuk datang, dan pastinya mereka tak akan tau siapa yang sedang berteriak tadi.


Zee pun langsung mengambil pena tersebut dan mengejar Alyss, ia sudah sangat geram pada wanita yang membuatnya terhina habis-habisan.


"Tolong!" teriak Alyss dengan langkah tertatih dan menekan sedikit luka nya agar membuat darah nya semakin menetes.


Para pelayan yang melihat Alyss langsung terkejut saat menatap wanita dengan berlumuran darah di lehernya.


"Dasar jalang!" teriak Zee mengejar Alyss sembari memegang pena ditangan nya.


Hazel pun yang saat itu sampai setelah berlari langsung terkejut melihat Alyss yang terluka di bagian lehernya dan memar di wajah nya, walaupun hanya memar make up namun Hazel tak tau itu, ia sudah di liputi kekhawatiran pada wanitanya dan amarah yang meledak pada Zee.


"Ha-Hazel...


Dia menyerang ku...


Aku tak tau, tiba-tiba dia memukuli ku...


Huhu..." ucap Alyss mengadu sembari menangis dan gemetar ketakutan saat suaminya memeluknya.


"Ssttt....


Sudah... sudah..." ucap Hazel sembari semakin memeluk wanitanya.


"Dia yang menyerang ku! Lihat ini! Dia membenturkan kepala ku! Dan merusak wajah ku!" ucap Zee yang membela dirinya saat Hazel menatapnya tajam dan menjadi tontonan para tamu dan pelayan di restoran tersebut.


"Dia bohong...


Aku mendorong nya tak sengaja ke cermin karna dia memukul ku terus menerus....


Di-dia juga melukai leher dan ingin membunuh ku, tapi menghalangi tangan nya dan dia terluka sendiri karna berusaha melukai ku...." ucap Alyss menangis segugukan membuat para pelayan di tempat itu iba padanya.


Sedangkan saat melihat Zee mereka tak iba, karana lebih mempercayai wanita yang menangis ketakutan setengah mati.


Zee juga sedang memegang pena hingga membuat semua perkataan Alyss memiliki pembenaran yang kuat.


"Iyah benar! Gadis itu membawa pena dan mengejar wanita itu, dia juga memaki!" ucap salah satu pelayan yang pertama kali melihat Alyss berlari dengan berlumuran dan dikejar oleh Zee.


Presdir Mike yang baru sampai pun langsung terkejut melihat situasi yang sedang memanas tersebut.


"Zeevanya!" bentak Mike pada putrinya, ia tentunya membela putrinya namun ia tak dapat menunjukkan itu karna melihat wajah Hazel yang sudah menunjukkan kemarahan nya dan aura yang sangat menakutkan.


"Anda harus mengajari putri anda lebih banyak tata krama lagi! Dan kurasa kita tak dapat melanjutkan kerja sama, tapi sebagai ganti nya MK grup akan berganti nama menjadi JBS grup!" ucap Hazel tegas dengan tatapan tajam ke arah Mike.


Rasanya kaki nya terasa lemas, Hazel secara tak langsung sudah mengatakan akan mengakusisi perusahaan nya dan membuatnya menjadi bagian dari JBS grup yang berarti ia akan segera kehilangan usaha yang sudah susah payah ia bangun hanya karna kebodohan putri semata wayang nya.


"Ayo..." ucap Hazel lembut pada istrinya kesayangan nya.


Alyss tersenyum kecil dibibirnya saat melihat Zee sekilas sebelum Hazel benar-benar membawa nya pergi.


Melihat senyuman kecil Alyss membuat Zee semakin geram namun ia tak bisa menunjukkan hal itu karna semua orang sudah bergosip tentang nya.


Hazel pun mulai menggendong Alyss, dan membawanya ke mobil, ia sadar jika memar di wajah istrinya hanya make up karna ia baru saja menyentuhnya, namun ia juga tau jika luka di leher istri kesayangan nya adalah luka asli, dan dia tak akan membiarkan Zee lolos begitu saja.


Tak peduli siapa yang menyerang lebih dulu, ia juga tak peduli sebanyak apa luka dari lawan wanitanya


Yang ia pedulikan hanya luka yang terdapat pada tubuh wanitanya yang merupakan istri kesayangan nya, ia tak mau Alyss terluka sedikitpun yang membuatnya bisa kehilangan wanita nya lagi.


...****************...


Jangan lupa like, komen, fav, rate 5, vote dan dukung othor🄰🄰


Happy readingā¤ļøā¤ļø