(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
What happened 18 years ago part 4



"Akh!" pekik Hazel saat Aegyt membuat nya terjatuh dan langsung memukul kaki nya.


Tenaga mereka benar-benar tak sebanding, Hazel yang saat itu masih berumur 12 tahun dan sudah di pukuli lebih dahulu melawan pria dewasa berumur 25 tahun yang masih sangat sehat dan bekerja sebagai polisi.


Setelah melihat Hazel jatuh ia pun langsung memasukkan Hazel keruangan cadangan lagi dan langsung menarik tangan Alyss yang dari tadi berdiri sambil menangis melihatnya sedang bertarung dengan anak berumur 12 tahun.


"Gak mau! Ellie mau sama kakak ganteng! Ga mau sama paman!" teriak Alyss pada Aegyt saat Aegyt menariknya keluar.


Aegyt pun geram dan ikut memasukkan Alyss ke ruang yang sama dengan Hazel.


"Yasudah sana! Sama kakak ganteng mu!" ucap Aegyt yang kemudian melempar Alyss ke dalam ruang cadangan dan kemudian mengunci mereka di ruangan tersebut.


"Hua...


Huhu...." Alyss yang terus menangis segugukan dan membuat Hazel semakin bingung melihat anak perempuan yang terus menangis di depannya.


"Hey dik...


Kenapa menangis? kau terluka?" tanya Hazel pada Alyss.


Alyss tetap menangis dan menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa? Kau mau permen? Tapi berhenti menangis yah..." ucap Hazel sembari menghapus air mata yang jatuh ke pipi gadis kecil itu.


Ia pun merogoh permen coklat yang ia miliki di saku seragam nya dan memberikan nya pada Alyss.


Alyss pun perlahan berhenti menangis saat merasakan manisnya permen coklat tersebut di mulut nya.


"Maaf..." ucap Alyss lirih saat ia sudah selesai menangis.


"Gara-gara Ellie kakak dipukul...


Hiks..." sambung Alyss sembari menghapus kasar air mata nya yang mulai jatuh lagi.


Hazel menghela nafas nya mendengar permintaan maaf gadis kecil di depan nya, seharusnya anak tersebut tak minta maaf sama sekali karna bukan dia lah yang salah melainkan Aegyt lah yang salah.


"Sudah...


Jangan menangis lagi...


Kakak ga kenapa-kenapa...


Nama mu siapa?" tanya Hazel


"Ellie..." jawab Alyss lirih.


"Ellie?" tanya Hazel memastikan.


"Bukan! Ellie (Alyss) loh kak!" ucap Alyss lagi.


"Iya...


Ellie kan?" tanya Hazel lagi.


"Ishh...


Yaudah deh telselah kakak, ga papa deh salah nyebutnya!" jawab Alyss.


"Kenapa gak papa? Karna kakak udah ngasih permen yah sama Ellie?" tanya Hazel.


"Bukan!" jawab Alyss dengan memanyunkan bibirnya membuat nya terlihat semakin imut.


"Terus?" tanya Hazel lagi.


"Kalna kakak ganteng!" jawab Alyss polos.


"Pffttt..." Hazel yang langsung tertawa kecil mendengar jawaban polos Alyss padahal ia masih merasa sakit di seluruh tubuh nya dan juga kaki nya karna mendapat pukulan dari Aegyt.


Ini pertama kalinya dia tertawa lagi sejak hari dimana ibunya meninggal.


"Kok kakak ketawa? Oh iya nama kakak siapa?" tanya Alyss lagi, walaupun ia baru saja mengalami kejadian mengerikan namun ia masih anak-anak yang memilki perubahan emosi yang belum teratur.


"Hazel..." jawab Hazel.


"Ajel? Kak Ajel?" tanya Alyss.


"Bukan! Tapi Hazel yang benar." ucap Hazel yang sekarang berganti sikap seperti Alyss sebelum nya.


"Yaudah! Kan Ellie benel bilang nya! Kak Ajel kan?" jawab Alyss yang dengan nada celat nya.


"Yaudah deh terserah Ellie, ga papa nyebut nya salah." ucap Hazel yang menahan tawa sembari membalikkan kata-kata Alyss tadi.


"Iiihhhh..." ucap Alyss yang mulai menunjukkan wajah kesalnya.


"Karna Ellie cantik jadi ga papa salah nyebut nya." ucap Hazel sembari mencubit kecil pipi Alyss.


Alyss pun tak jadi marah dan langsung tersenyum.


"Iyah...


Ellie cantik kan?" tanya Alyss dengan percaya diri sembari tersenyum dengan meletakkan kedua telapak tangan nya di dagu nya.


"Ih tapi sekarang kok ga cantik lagi yah?" ucap Hazel yang mulai suka mengganggu gadis kecil di depan nya.


"Ellie cantik kok...


Semuanya bilang Ellie cantik..." ucap Alyss lirih.


"Haha iya iya...


Ellie cantik, kayak boneka hidup..." ucap Hazel pada Alyss dan membuat senyuman gadis kecil itu mengembang lagi.


Setelah itu Alyss pun mulai banyak bercerita karna merasa menemukan teman main, ia pun mengambil boneka nya yang sebelumnya terlempar dan masih berada di ruangan itu. Ia pun langsung membuat Hazel untuk mengikuti permainan nya dan bermain dengan nya.


Hazel pun menuruti permintaan Alyss agar gadis kecil itu tak merasa terlalu takut lagi.


"Ihh salah kak, gini yang benal..." ucap Alyss saat Hazel salah mengikat pita di gaun boneka nya karna ia memang tak memiliki jiwa seni sama sekali.


"Iyah...


Kak Hazel salah..." ucap Hazel pada Alyss kecil.


"Iya deh Ellie maafin...


Kalna kakak ganteng..." jawab Alyss dan mulai mengikat kembali pita di gaun boneka nya.


"Kak, kak Ajel...


Kak Ajel mau gak jadi kakak Ellie?" tanya Alyss sembari menatap ke arah wajah Hazel dari bawah.


Hazel menidurkan Alyss kecil di paha nya dan menyelimuti tubuh Alyss dengan jaket seragam nya agar gadis kecil itu tak kedinginan.


"Gak mau ah! Ellie nakal, kak Hazel gak mau punya adik nakal." jawab Hazel yang memang mulai suka mengganggu Alyss.


"Ihhh...


Ellie kan ga nakal...


Yaudah kak Ajel jadi pacal Ellie aja!" ucap Alyss lagi.


Hazel tak bisa menahan tawa nya saat mendengar anak kecil berumur 6 tahun sedang mengajak nya pacaran.


"Memang nya Ellie tau pacaran itu apa?" tanya Hazel yang masih setengah tertawa.


"Tau! Pacalan kan belalti punya temen, telus telponan manggil sayang-sayangan..." jawab Alyss polos, ia tau hal tersebut karna sering melihat Nina yang merupakan pengasuh nya selalu telponan dengan pacar nya sehingga tak memiliki waktu untuk menemani nya bermain yang membuat nya selalu merasa sendiri di rumah nya.


Hazel pun semakin tertawa mendengar jawaban polos Alyss.


"Gak mau lah...


Ellie masih kecil, kak Hazel gak mau pacaran sama anak kecil..." jawab Hazel yang terus saja mengganggu Alyss hingga membuat gadis kecil itu merasa kesal namun juga semakin menggemaskan.


"Ihhh...


Ellie kan dah besal, gak anak kecil lagi! kok gak mau sih?!" jawab Alyss polos yang terlihat kesal dan semakin membuat Hazel tertawa.


"Ih kak Ajel ketawa mulu!" ucap Alyss lagi yang semakin merasa kesal karna Hazel terus tertawa.


"Tetep gak mau ah! Ellie kecil banget masa kak Hazel pacaran sama anak kecil." jawab Hazel yang masih terkekeh karna melihat wajah kesal Alyss.


"Ihh...


Yaudah nanti kalo Ellie dah besal kak Ajel pacalan sama Ellie yah, nanti Ellie minum susu tiap hali bial makin cepet besal, telus kita main boneka telus deh tiap hali..." ucap Alyss polos.


"Iyah...


Tapi kita keluar dari sini dulu biar kak Hazel bisa pacaran sama Ellie..." ucap Hazel pada gadis kecil itu.


"Tapi kalo kita kelual nanti Ellie tinggal dimana? Paman bilang mamah udah buang Ellie...


Makanya Ellie ga di jemput..." tanya Alyss polos, ia mulai mempercayai ucapan Aegyt yang mengatakan jika dia sudah di buang.


"Gak! Dia bohong! jangan percaya! Mamah Ellie pasti nyariin Ellie sekarang! Jangan percaya padanya!" ucap Hazel pada Alyss, karna ia memahami situasi yang sedang terjadi sekarang.


"Tapi...


Kalo mamah Ellie nyariin Ellie kenapa sampe sekarang Ellie ga di jemput?" tanya Alyss polos dan mulai menunjukkan ekspresi sedihnya.


"Mamah sama Ayah tuh pasti sekalang lagi kelja makanya ga mau jemput Ellie...


Ellie tiap hali main sama kucing mulu, kak Nina juga telponan telus sama pacal nya...." ucap Alyss lirih.


"Percaya deh sama kakak...


Mamah sama Ayah Ellie tuh pasti nyari Ellie sekarang..." ucap Hazel yang berusaha membuat Alyss percaya padanya.


"Yang benel kak? Mamah sama Ayah kakak juga sekalang lagi nyaliin kakak juga?" tanya Alyss yang malah balik bertanya pada Hazel.


Hazel terdiam sesaat, jika ibunya masih hidup. Ibunya pasti akan sangat khawatir padanya sekarang karna ia menghilang. Namun ia tak yakin dengan ayah nya.


Ia paham betul ayah nya seperti apa. Jikapun saat ini mengetahui dia menghilang yang di pikirkan ayah nya hanyalah reputasi perusahaan dan pasti ayah nya mencarinya karna tak mau membuat saham perusahaan turun karna pewaris nya menghilang dan juga pasti sekarang ayah nya sedang bersama dengan para jalang nya yang ia bawa kerumah untuk melakukan hal gila yang membuat nya semakin jijik pada pria yang menjadi ayahnya serta wanita-wanita yang di bawa ayahnya.


"Iyah, orang tua kak Hazel juga nyariin kak Hazel kok sekarang." jawab Hazel dengan senyum pahit ke Alyss.


"Jadi paman bohong yah sama Ellie?" tanya Alyss lagi.


Hazel pun menganggukkan kepalanya.


"Iyasih, Ellie juga mau main sama kucing balu, ayah Ellie beliin kucing balu, padahal Ellie lebih suka sama kucing lama Ellie, tapi kucing Ellie yang sebelumnya mati." ucap Alyss lagi.


"Kenapa mati kucing nya?" tanya Hazel lagi.


"Iyah, Ellie patahin lehel nya." jawab Alyss tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Loh? Kenapa?" tanya Hazel terkejut saat tau Alyss yang terlihat polos bisa mematahkan leher peliharaan nya sendiri.


"Iyah, kucing nya nakal, dia cakal beluang Ellie padahal itu beluang yang di beliin ayah Ellie, beli nya pas Ellie ke taman belmain, ayah Ellie tuh sibuk banget jadi kalo misal bisa pelgi jalan-jalan Ellie seneng.


Ellie aja ga belani pakai buat main boneka beluang nya kalna takut lusak, tapi sama mpus malah di cakal...


Yaudah Ellie patahin deh lehel nya." jawab Alyss polos.


"Mamah Ellie tau gak?" tanya Hazel lagi.


"Engga, mamah Ellie ga boleh tau, nanti Ellie ga dibeliin kucing lagi. Telus Ellie ga ada temen nya lagi dong" jawab Alyss.


"Kan kasihan kucing nya...


Kalo Ellie patahin leher nya." ucap Hazel, ia benar-benar heran melihat Alyss yang tak merasa kasihan pada kucing nya dan hanya takut tak dibelikan kucing lagi.


"Kan itu kucing bukan olang." jawab Alyss.


"Iyah kan kucing nya kasihan, kalo kucing nya jadi orang terus Ellie yang jadi kucing, terus kucing nya matahin leher Ellie gimana?" ucap Hazel.


"Kata paman aja ga boleh punya rasa kasihan..." ucap Alyss lagi.


Hazel pun mencoba memberi pengertian lagi pada Alyss agar gadis kecil itu mengerti jika yang ia lakukan salah.


...****************...


Aduh mbak Alyss dulu waktu kecil minta pacaran dah besar beneran di pacarin yah sama babang Hazel, di nikahin lagi😅


Okey moga othor sempet yah buat 2 bab lagi🥰🥰


Jangan lupa like komen fav vote rate 5 dan dukung othor yah❤️❤️


Happy Reading❤️❤️❤️