
Gadis manis itu mulai tersadar dari tidur nya, sekujur tubuh nya merasa sakit, pandangan nya masih mengabur dengan mata yang masih begitu tak ingin di buka.
"Sudah bangun?" suara bariton pria membuat Clara berusaha membuka mata nya dan melihat di tengah pandangan tak jelas nya.
Pria tampan itu mulai mendekati gadis yang menatap nya dengan mata sayu, ia pun duduk di tepi ranjang dan mulai mengelus wajah halus gadis itu.
Clara seperti boneka yang tak bisa melakukan apapun, tubuh nya penuh dengan luka lebam akibat ciuman mematikan dan gigitan di beberapa tempat, ia bahkan tak mampu menggerakkan tangan atau tubuh nya.
Persendian nya terasa begitu pegal dan sakit, begitu juga pada bagian inti nya yang tak bisa di jelaskan lagi bagaimana rasanya, tubuh polos nya yang penuh bekas luka kepemilikan itu hanya di balut dan di tutupi oleh selimut tebal di kamar istirahat tersebut.
Lidah nya kelu tak mampu mengucapkan satu kata lagi, pandangan nya mulai jelas dan melihat pria yang sedang duduk mengelus wajah dan pipi nya dengan lembut.
Hati nya terasa sakit, ia tak tau kenapa bisa merasa sesesak ini walaupun pria itu sudah berhenti menghukum nya.
Gadis itu tak mengatakan apapun namun terlihat jelas raut kesedihan dan meminta agar di lepaskan dengan jelas di wajah dan mata gadis itu.
Cairan putih bening perlahan keluar dari sudut mata nya menatap pria yang sedang mengelus pipi dan wajah nya dengan wajah datar dan tak merasa bersalah sedikit pun.
"Kau menangis? Kenapa selalu nangis sih? Masih sakit? Padahal kalau tadi gak banyak berontak pasti gak sakit..." ucap Louis tanpa merasa iba atau kasihan sembari menghapus air mata yang jatuh di wajah gadis itu dengan punggung jemari tangan nya.
"Salah sendiri! Makanya jangan sok nolak!" sambung nya lagi saat melihat air mata yang tumpah tak kunjung habis dan malah terus jatuh membasahi wajah gadis itu.
"Aku salah apa? Kenapa melakukan ini pada ku?" tanya gadis itu lirih dengan suara hampir tak terdengar sedikitpun dan hanya menampilkan gerakan bibir.
"Apa yang kau katakan?" tanya Louis sekali lagi.
"Kenapa melakukan ini pada ku?" tanya Clara lagi dengan sedikit mengeraskan suaranya dan tangis yang semakin terisak.
Kali ini pria tampan itu dapat mendengar dengan jelas apa yang di katakan sekretaris manis nya.
Louis sendiri pun tak tau alasan pasti nya dan hanya ingin menyentuh gadis itu terus menerus. Ia mengangkat tangan nya dan mulai bangun.
"Ku beri waktu 40 menit istirahat setelah itu bangun dan bersihkan diri mu! Kita masih memiliki pekerjaan." ucap nya tanpa memandang gadis itu, ia tak menjawab pertanyaan yang bahkan ia sendiri tak tau jawaban nya.
Pria itu pergi keluar begitu saja tak lagi melihat gadis yang menangis pilu tanpa suara itu.
......................
Satu bulan kemudian.
Apart Sky Blue.
Gadis cantik itu dengan santai nya memakan coklat almond sembari melihat film yang di putar di televisi.
"Jangan di habisin!" ucap Zayn yang menjatuhkan diri nya di sofa tepat sebelah gadis itu.
"Habis beli lagi lah!" jawab Louise enteng dengan terus melihat film di depan nya.
"Kok film ini sih Louise?" ucap Zayn pada gadis itu.
"Iyalah! Kalau di rumah mana di kasih Louis nonton kayak begini!" jawab gadis itu.
"Yah jangan yang ini juga lah! Masa nonton yang begini sih?!" dengus Zayn kesal.
"Penasaran tau Zayn...
Lagi pula kan juga udah lama! Kau sih kenapa punya yang begini?!" tanya gadis itu acuh.
"Na-namanya penasaran..." jawab Zayn salah tingkah.
Gadis itu memutar film Fifty Shades sekuel dua yang Fifty Shades darker. Zayn pun tak meminta gadis itu untuk mematikan lagi film panas bergenre romantis itu. Hingga adegan ciuman saat kedua pemeran utama nya terputar.
Zayn langsung membuang wajah nya dan melirik ke arah gadis cantik itu sekilas.
Louise bersikap seperti cuek walaupun ia sebenarnya sedikit tak nyaman saat adegan yang terputar semakin panas.
"Ma-mau di skip aja gak?" tanya Zayn terbata.
"Nanti gak tau dong alur nya..." jawab Louise sembari membenarkan posisi rambut nya karna gugup berada di situasi yang canggung.
"Iya juga..." jawab Zayn lirih sembari memalingkan wajah nya melihat ke arah layar televisi di depan nya.
"Zayn...
Suara nya kebesaran yah?" tanya Louise lirih saat suara yang membuat suasana menjadi canggung terdengar.
"Louise mau ciuman gak?" tanya lirih tak mendengar pertanyaan dari teman nya.
"Eh?! A-apa?!" tanya Louise terkejut.
"Eh? Maksud ku kau sudah pernah ciuman belum?" tanya Zayn salah tingkah.
"Ciuman? Kenapa tanya begitu?" tanya Louise lagi semakin bingung.
"Eh? Emang aku tadi tanya apa?" pria itu malah balik bertanya sangking gugup nya melihat teman dan gadis yang ia sukai dan berada di situasi yang semakin canggung.
"Tentang ciuman." jawab Louise sembari menatap ke arah pria yang terlihat gugup di depan nya.
"Eh? Iya kah? Ta-tadi aku tanya tentang ciuman yah?" Zayn yang balik bertanya karna tak sadar dengan pertanyaan nya yang sebelum nya.
Kan sama kau juga waktu itu." jawab Louise yang mengingat mereka pernah berciuman saat menghindari kejaran preman.
Walaupun James berulang sudah mencium bibir nya bahkan menautkan lidah pada nya, namun ia tak pernah membalas dan selalu berusaha melepaskan ciuman tersebut, berbeda dengan sewaktu ia berciuman dengan sahabat nya yang memang harus saling membalas agar dapat mengelabui preman.
"Eh? A-apa?" tanya Zayn lagi dan seketika membuat telinga gadis itu memerah memikirkan kembali ucapan nya.
Wajah Zayn pun langsung memerah seperti tomat dan kedua sahabat itu langsung membuang wajah tak mampu melihat satu sama lain karna malu.
"Louise...
Yang kemarin itu ci-ciuman pertama ku..." ucap nya lirih setelah diam cukup lama dan film pun kembali normal tak menunjukkan kegiatan panas nya lagi.
"Yah maaf..." ucap Louise lirih dan masih belum bisa melihat wajah teman nya.
"Kan gak romantis first kiss nya kayak gitu..." ucap Zayn lagi dengan nada lirih.
"Jadi mau di balikin first kiss nya? Gimana balikin nya?" tanya Louise bingung dan merasa bersalah karna mengira teman nya tak ingin kontak fisik dengan nya saat itu.
"Balikin? Bisa! Kita Ciuman lagi aja!" ucap Zayn dan langsung menatap dari dekat ke arah wajah gadis itu.
"Eh?! Ciuman lagi? Memang begitu yah cara balikin nya? Lagi pula kan kita sahabatan...
Masa ciuman sih?" tanya Louise sembari membalas tatapan mata teman nya.
"Kan gak apa-apa ciuman lagi, kita malah sering tidur di ranjang yang sama kan?" tanya Zayn dengan jantung berdegup kencang antara takut dan juga ingin sekaligus.
"Eh? Iya yah? Tapi kan kalau teman udah ciuman lain jadinya...
Louis juga sering nemenin aku tidur...
Tapi kan kami gak mungkin kayak begitu..." jawab gadis itu pada sahabat nya.
"Iyalah! Kalian kan saudara kandung, kita kan gak saudara Louise...
Lagi pula memang ada aturan kalau temenan gak boleh ciuman yah?" tanya Zayn lagi.
Louise masih diam tak menjawab teman nya lagi.
"Padahal aku tuh maunya first kiss ku yang romantis...
Tapi yaudahlah..." sambung Zayn dengan nada lesu pada gadis cantik itu.
"Marah yah Zayn?" tanya Louise lirih sembari menggerakkan tangan pria itu yang tak melihat nya lagi.
Zayn hanya menggelengkan kepala nya dan tak melihat ke arah gadis cantik itu lagi.
"Yaudah deh...
Aku balikin..." ucap Louise lagi dan membuat pria itu langsung menatap nya.
"Beneran?" tanya Zayn semangat sembari menatap ke arah gadis cantik itu.
"Iyah! Sebentar aja yah." ucap Louise dan memejamkan matanya.
Deg...deg...deg....
Jantung Zayn semakin berdegup dengan kencang tak begitu melihat ke arah bibir mungil gadis yang sedang memejam kan mata nya.
Perlahan ia mendekatkan wajah nya dan mulai mulai menautkan bibir nya.
Louise dapat merasakan hembusan nafas hangat pria itu sebelum mencium nya, jantung nya berdebar sama seperti saat mereka berciuman saat menghindari para kejaran preman.
Hummphhh....
Zayn mencium dan mel*mat habis bibir gadis itu dengan lembut, walaupun awalnya ia gugup namun semakin lama insting nya sebagai pria mengalahkan rasa gugup nya.
Ciuman nya semakin dalam hingga membuat gadis itu kewalahan dan mulai kehabisan nafas.
Zayn pun perlahan melepaskan ciuman nya dan turun ke leher gadis itu dengan sendirinya, ia bergerak sesuai nalurinya.
"Zayn...
Tu-tunggu...." ucap Louise yang masih terengah-engah mengambil nafas saat teman itu mencium leher jenjang nya hingga ia merasa geli karna lidah dan hisapan kecil di leher nya.
Zayn masih diam dan mulai mengelus perut gadis itu yang memakai pakaian modelan crop top.
"Zayn..." panggil lirih Louise lagi saat teman nya semakin mencium dan mulai menurunkan lagi ciuman nya.
...****************...
Maaf yah kalo pendek🙏🙏🙏
Besok othor dobble up deh👌👌👌
Happy reading♥️