(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : Video



8 Hari kemudian.


Cafetaria.


Clara meminum milkshake nya bersama dengan cake manis di depan nya, ia menatap ke arah jalanan yang terpampang lebar dalam dinding kaca cafe tersebut. Melihat orang yang berlalu lalang dan beberapa kali melihat pasangan kekasih.


Reno juga menghubungi nya beberapa kali namun ia menghindari nya karna merasa tak ingin dan belum bisa menemui wajah pria itu lagi.


Pikiran nya masih berkecambuk dan tak mampu menemui kedua pria yang membuat rencana kehidupan nya.


Ia meminum minuman nya dan memakan makanan yang ia pesan tanpa ragu, ia memang selalu makan siang sendirian karna ia tak bisa dekat dengan staf lain nya yang merasa iri padanya.


Setelah makan siang ia pun kembali ke JBS Hospital.


...


JBS Hospital.


Setelah melihat gadis itu selesai di jam istirahat makan siang, Louis pun langsung mendatangi nya dan memberi nya pekerjaan lalu memerintahkan gadis itu untuk datang ke ruangan nya setelah selesai.


Clara pun menyetujui nya dan mengerjakan yang apa yang Presdir nya perintahkan.


Setelah 45 menit kemudian ia pun datang ke ruangan pria tampan itu, Louis menyeringai melihat gadis itu yang datang ke ruangan nya, ia mulai bersiap dalam menghancurkan hidup gadis itu.


"Ini data yang Presdir minta." ucap Clara sembari memberikan laporan yang sebelum nya di minta pria tampan itu untuk ia kerjakan.


"Buatkan kopi ku." ucap Louis pada Clara sembari memberikan senyuman penuh arti nya.


Clara pun beranjak dan membuatkan kopi pria tampan itu untuk nya sesuai apa di katakan Presdir nya.


"Ini kopi nya." ucap Clara setelah ia kembali dari membuatkan kopi untuk pria tampan itu.


"Kau menulis data yang salah, sini kau priksa sendiri." ucap Louis beralasan sembari membuat gadis itu perlahan mendekati nya.


Saat Clara mendekat ia pun mulai menarik tangan gadis itu hingga duduk ke pangkuan nya.


Clara tersentak dan segera ingin bangun namun pria itu langsung menahan pinggang ramping nya.


"Lihat nya seperti ini saja." jawab Louis dengan nada dingin namun tetap menahan gadis itu dalam pangkuan nya.


Selama Clara melihat semua data yang ia buat dan meneliti dimana letak kesalahan nya, Louis pun mulai beraksi dan mengelus punggung serta pinggang gadis itu yang masih duduk di pangkuan nya.


"Pre-presdir berhenti..." ucap Clara lirih, ia tak tau kenapa ia sangat suka sentuhan pria tampan namun sebisa mungkin ia berusaha menghindari nya.


Louis hanya tersenyum simpul dan memegang tengkuk gadis itu lalu mel*mat bibir nya dengan lahap dan menangkup nya.


Clara merasa bingung dengan dirinya yang begitu menyukai apa yang di lakukan pria itu walaupun ia sendiri tak mengerti mengapa begitu menyukai nya.


"Sekarang kau semakin liar? Hm? Benar-benar sudah menjadi murahan?" bisik Louis saat ia melepaskan ciuman nya.


Gadis itu pun tersentak dan tersadar seketika ia berusaha bangun dan keluar dari ruangan atasan nya namun Louis segera menarik tangan nya dan membawa nya ke kamar istirahat.


Ia pun langsung mencium gadis itu dan mencoba menarik serta membangkitkan apa yang sudah ia berikan pada makanan dan minuman gadis itu tanpa di sadari sama sekali.


Clara merasa sangat sadar seperti tak memakan apapun namun tubuh nya seperti memiliki gejolak lain dan melakukan semua nya atas kesadaran penuh.


Pria itu pun mulai menjalankan puncak aksi nya dan membuat gadis itu yang mendominasi di setiap gerakan yang mereka lakukan.


Setelah semua kegiatan panas itu selesai, gadis manis itu pun langsung jatuh tertidur di samping pria yang baru saja membuat bibir nya terus terbuka dan mengeluarkan suara erotis.


Louis menatap wajah gadis itu dan menyingkirkan rambut basah nya yang terkena keringat karna permainan panas mereka.


"Jangan terlalu menyalahkan ku...


Kau yang memulai nya..." ucap Louis lirih pada gadis itu sembari menatap nya lekat.


Tapi kenapa aku masih tak bisa melepaskan mu? Dasar wanita jahat! Aku membenci mu!


Pria itu pun kemudian mengambil ponsel nya dan memutar video yang merekam semua kegiatan dewasa nya dan melihat hingga selesai.


Ia tersenyum simpul melihat hal itu, video yang hanya memperlihatkan dengan jelas wajah gadis manis itu dan sikap liar nya yang begitu leluasa bermain di tubuh pria. Sedangkan wajah sang pemain pria nya tak terlihat jelas sama sekali.


Sedangkan pemain wanita yang terlihat sama sekali seperti tak di paksa dan melakukan nya dengan senang hati bahkan sangat menjiwai dan menyukai nya, akan membuat siapapun yang melihat merasa jika gadis itu liar dan murahan.


Ia pun beranjak dan mengambil ponsel gadis itu lalu mengirimkan video yang telah ia buat ke kekasih gadis itu dari ponsel nya.


Sayang ini video kita yang tadi...


Tulis nya bersama sebuah video yang di kirim ke ponsel Reno.


Louis membuat seakan-akan gadis itu bermain dengan pria lain dan salah mengirimkan pada Reno, ia ingin membuat intrik di hubungan gadis manis itu dengan kekasih nya.


Setelah melihat tanda baca di ponsel gadis itu pertanda jika Reno sudah melihat nya. Louis pun langsung menarik dan menghapus jejak pesan nya agar membuat Reno semakin salah paham.


Louis sendiri yang sudah membuat obat per*ngsang tipe baru yang membuat pengguna memiliki kesadaran penuh akan perbuatan nya namun memiliki hasrat yang besar pun mulai memberikan pada gadis manis itu.


Ia membeli cafe yang sering di kunjungi sekertaris nya saat makan siang dan memerintahkan para pegawai cafe itu untuk mencampur obat tersebut di makanan dan minuman Clara.


Hingga Clara tak akan sadar dan tau jika ia sudah mengikuti alur dan skema yang di buat pria tampan itu.


Louis pun mulai membersihkan dirinya nya setelah mengedit beberapa bagian agar tak terlalu memperlihat bagian privasi gadis itu dan pergi ke ruang visi.


...


Ruang Visi.


Ia memerintahkan para pekerja di ruang visi untuk menyebarkan serta mengatur dari video buatan nya ke web portal JBS grup.


Video tersebut akan ada hanya selama tiga menit lalu akan di hapus otomatis, tidak bisa di simpan ataupun di unduh, bahkan tangkapan layar pun juga tak bisa lakukan.


Ia hanya ingin menghancurkan reputasi gadis itu tanpa memikirkan akan seperti apa konsekuensi bagi sekertaris nya.


Sekarang akan ku lihat, bagaimana kau berjalan dengan tatapan rendah yang akan terus menuju ke arah mu nanti nya.


"Sebarkan besok pukul 12 siang dan hapus pukul 12 lewat 3 menit." ucap Louis pada seluruh pekerja di ruang visi.


Ia ingin mengunggah video tersebut hanya dalam waktu singkat guna menghancurkan reputasi gadis itu tanpa memperlihatkan tubuh gadis nya kepada semua orang.


Karna yang melihat pasti akan segera membuat gosip dari mulut ke mulut. Walaupun bukti video sudah tak ada namun orang-orang yang melihat sekilas pasti akan menyebarkan berita nya.


Tak peduli itu berita yang benar atau tidak, bahkan apakah itu memiliki bukti yang valid atau tidak namun jika itu adalah pembicaraan menarik maka hal tersebut akan menarik minat yang menggosipkan nya.


......................


Reno masih membatu mengingat semua yang terkirim di ponsel nya, walaupun hanya sebentar namun ia sempat mengambil tangkapan layar.


Ia berusaha menepis rasa kekecewaan nya dan membohongi diri nya jika itu hanya editan belaka. Maka dari itu pun berusaha mencari tau apakah itu semua editan atau tidak.


Cla...


Kalau pun itu semua asli, jangan mengakui nya pada ku...


Aku hanya akan percaya apa yang kau katakan, bahkan kalau itu sebuah kebohongan...


Kau hanya perlu menyangkal nya.


Cukup lama pria itu mengecek dan berulang kali mengulang pekerjaan nya yang sedang mencari tau apakah itu editan atau asli.


Namun seberapa banyak ia mengulang nya semua hasil nya tetap sama.


Jika pemain di dalam video itu adalah kekasih nya sendiri, pria itu pun meremas rambut nya dengan frustasi dan tanpa sadar menitikan air mata nya.


Ia memang pria, namun bukan berarti pria tak boleh menangis saat merasakan kekecewaan yang mendalam.


Ia pun mengusap air mata nya dan melihat ke arah cincin yang sudah ia beli guna melamar gadis yang menjadi satu-satu nya harapan yang ia miliki.


"Benar...


Kecewa?


Tentu saja ia merasakan hal itu, namun cinta dapat membodohkan seseorang walaupun ia adalah orang pintar sekalipun.


Karna cinta itu adalah perasaan dan bukan logika yang bisa di pikirkan.


Kini yang Reno harapkan hanya gadis itu menyangkal semua perbuatan nya, tak masalah ia tau gadis itu berbohong asal bisa tetap dengan nya.


......................


Ke esokan hari nya.


Kediaman Rai.


Louise melihat ke arah kakak yang sedang menyantap makanan sarapan mereka.


"Louis, aku akan berkerja di balik layar. Untuk setiap pertemuan kau saja yang lakukan dan untuk pekerjaan bisa mengoper nya pada ku setengah dari pekerjaan mu." ucap Louise yang ingin membuat lebih dulu bagaimana cara pekerjaan nya nanti.


"Tapi mungkin akan ada pertemuan yang kau lakukan kalau aku tak sempat." jawab Louis sembari meminum segelas air sebelum ia berbicara guna menelan semua makanan nya.


"Kalau yang tak bisa kau lakukan, aku yang akan melakukan pertemuan nya tapi sebisa mungkin tak begitu ingin bertemu rekan bisnis." ucap Louise karna ia tau sifat nya yang suka bermain pasti akan sangat bosan saat berada dalam kegiatan formal.


"Baik, pelantikan mu dua hari lagi. Kau sudah memiliki kandidat sekertaris atau asisten mu? Mau ku bantu carikan?" tanya Louis pada adik nya karna ia tau sebentar lagi gadis nakal itu akan mulai bekerja dan berkontribusi pada perusahaan mereka.


"Sudah, aku membuat Zayn sebagai sekertaris ku." jawab Louise enteng sembari memakan salad di depan nya.


"Lalu pekerjaan nya? Kau ingin dia melepaskan mimpi nya?" tanya Louis pada adik nya.


Ia tau Zayn tak begitu tertarik dengan perusahaan dan sangat menyukai melukis. Ia tak ingin adik nya mengambil mimpi teman nya dan memaksa pria itu untuk menuruti keinginan nya.


"Zayn sendiri kok yang mau! Aku gak maksa!" sanggah Louise langsung pada sang kakak.


Zayn sendiri yang ingin lebih kuat dan harus masuk ke dunia gadis itu membuat nya belajar di bidang yang sama sekali ia tak mengerti.


Rian juga sudah mengalihkan saham yang ia miliki di JBS grup pada putra, skema yang ia buat tak hanya membuat si kembar memiliki pengalaman yang akan menjadi guru mereka namun juga untuk membuat putra nya memasuki JBS grup dengan keinginan sendiri.


Ia mengajari putra nya dan perlahan menghilangkan kenaifan pria yang masih bersih itu agar bisa bertahan di dunia yang akan memakan siapapun yang lemah.


"Oh iya, ruang kerja ku bagaimana?" tanya Louise pada sang kakak.


"Nanti aku buatkan untuk mu. Kau mau di ruangan yang mana?" tanya Louis yang tau adik nya butuh ruang kerja di kediaman mewah itu.


"Mau nya ruang kerja utama." jawab Louise tersenyum yang mengatakan ingin mengambil ruang kerja sang kakak.


"Ya sudah, nanti aku pindah." jawab Louis tanpa merasa marah sedikit pun.


Sejak kecil ia tak pernah berebut apapun dengan adik nya, bahkan saat adik nya merusak mainan nya atau mengambil barang milik nya ia bahkan tak pernah memarahi atau pun melarang yang membuat gadis itu semakin manja karna semua yang ia inginkan langsung tercapai.


"Gak seru! Masa aku ambil tempat mu kau biasa saja sih?" ucap Louise yang tau jika kakak nya selalu mengalah dalam semua hal untuk nya.


"Kenapa harus marah? Hm? Kalau kau mau bisa mengambil nya." jawab Louis sembari mengusap rambut adik nya sesaat.


"Aku tak mau, hanya bercanda. Ruangan itu kan milik mu, kau tidak seharusnya pindah. Nanti aku akan pilih dan mengubahnya sendiri, jangan khawatir." ucap Louise dengan senyuman cerah dan kata-kata yang meyakinkan sang kakak.


Louis yang melihat hal itu pun tersenyum dan merasa gemas, ia merasa seperti membesarkan anak dan melihat anak itu sudah dewasa sekarang.


"Adik kesayangan kakak sekarang sudah besar...


Sini cium kakak..." ucap Louis gemas sembari mencubit dan mencium gemas pipi adik nya.


"Issh! Bukan anak kecil lagi tau!" ucap Louise ketika sang kakak memperlakukan nya seperti anak kecil.


Louis hanya tersenyum, sekarang bagi nya sudah cukup seperti ini. Melihat adik nya tertawa dan tak memiliki kesedihan. Ia hanya selalu berharap agar adik kesayangan nya bisa memiliki seseorang yang benar-benar menjaga nya seperti ia yang menjaga adik nya.


Setelah sarapan pun Louis segera pergi ke JBS hospital dan gadis itu pun segera pergi bermain karna ia tau, saat ia nanti sudah menduduki posisi sebagai wakil Presdir maka akan sulit bagi nya untuk bermain lagi.


......................


Skip time.


JBS Hospital.


Clara yang masih duduk di meja nya dan mengerjakan pekerjaan nya mulai merasa aneh saat melihat mata orang-orang yang seakan mencibir dan menghina nya.


"Apa yang salah? Apa di wajah ku ada sesuatu?" gumam Clara saat melihat ke mata yang memandang nya hingga membuat nya risih.


Ia pun bangun dan ingin mengambil namun sebelum ia beranjak seseorang sudah menabrak nya dan menumpahkan kopi ke pakaian nya berwarna cream tersebut.


"Maaf!" ucap salah satu staf non medis di JBS grup yang sama seperti diri nya.


Clara yang merasakan ucapan maaf tak tulus dan juga wanita itu yang sengaja menumpahkan minuman pada nya.


"Kenapa wajah mu begitu? Aku kan sudah minta maaf. Ya ampun sekarang pakaian mu juga menjadi kotor seperti yang memakai nya." sindir wanita itu membuat Clara tersentak.


"Maksud anda apa?" tanya Clara dengan nada ketus dan langsung menatap tajam.


"Lhearly! Kenapa? Jangan cari masalah sama dia! Dia kan tinggal buka paha aja nanti udah bisa laporin kita!" ucap teman wanita itu yang merupakan salah satu pekerja kantor JBS hospital non medis.


"Iya, susah yah! Kalau kerja bareng sama pel*cur!" ucap Lhearly tanpa ragu hingga membuat Clara langsung mencegah nya dan meraih tangan nya.


"Apa maksud nya? Kau seperti menghina ku?" tanya Clara yang masih tak tau situasi yang terjadi.


Video nya telah disebar tadi siang. Walaupun video tersebut langsung terhapus dari portal web JBS dalam kurung waktu 3 menit namun sudah ada yang melihat nya dan menyebarkan berita nya di grup mereka.


Dan mereka yang belum melihat nya akan di beri tau oleh staf lain nya yang melihat sekilas. Tak hanya itu namun judul video yang di buat seakan-akan gadis itu seperti wanita penggoda sungguhan.


"Sudah Rly...


Dia mah nanti tinggal buka paha manjat ranjang aja, kita bisa di pecat! Ngapain sih bicara sama perempuan kotor kayak dia!" ucap Oci sembari memandang jijik pada gadis manis itu.


"Aku tak melakukan hal serendah itu..." ucap Clara lirih dengan iris yang bergetar.


"Ck! Gak ngaku! Padahal pasti malam nyari mangsa baru untuk bisa di naikin!" decak Lhearly.


Clara terdiam ia melihat ke arah sekitar nya dengan para pasang mata yang memandang nya dengan tatapan kotor dan menghina.


Gadis itu pun seakan berdiri di tengah lemparan pisau dan mulai berlari pergi ke kamar mandi dan menghindari pandangan mata yang menatap hina pada nya.


Ia mencuci kemeja nya dan membasuh wajah nya dengan air, ia tak tau apa yang terjadi namun semua orang menganggap nya seperti kotoran yang harus nya tak berada di tempat itu.


Ponsel yang terus bergetar membuat gadis melihat nya, ia pun membuka riwayat chat grup pekerja JBS yang banyak mengtag nama nya.


Jalang!


Wanita murahan!


Berapa bayaran nya semalam?


Aku juga ingin main dengan nya sekali, wajah dan tubuh nya benar-benar sesuai ekspetasi !!!


"Akh!" gadis itu gemetar dan teriak melihat semua orang yang berada di JBS grup menghina nya hingga beratus-ratus percakapan tanpa henti.


Ponsel gadis itu terjatuh dari tangan nya dan menatap dengan tatapan gemetar akan pembicaraan tak pantas tentang diri nya.


"Ke-kenapa mereka seperti itu..." gumam nya lirih dengan air mata yang mulai jatuh dan tubuh yang gemetar.


...


Louis menatap ke arah jendela kaca di ruangan nya dan menatap orang-orang yang berlalu lalang di rumah sakit nya.


Sudut bibir nya terangkat dengan senyuman sinis dan simpul seakan-akan sedang bermain dengan permainan yang menyenangkan.


Neraka mu baru saja di mulai...


Jangan mati sampai kau tersiksa di setiap nafas mu...