
Di Ruangan Presdir.
Hazel yang tengah duduk di kursi sembari memandang langit-langit ruangan nya ia terus teringat dengan pelukan yang di berikan Alyss tadi.
Tanpa sadar sudut bibir Hazel pun terus terangkat, ia merasa senang karna ini adalah pertama kali nya Alyss memiliki inisiatif untuk menyentuh dulu, tanpa ia perintah sedikit pun.
Tok..tok..tok...
Lamunan Hazel buyar seketika begitu mendengar suara ketukan dari luar ruangannya.
"Masuk." ucap Hazel dingin.
Rian pun membuka pintu dan masuk keruangan Hazel.
"Aku sudah menyelidiki nya, dia putri tunggal dari Logan Renner, dia sekarang mulai turun ke bisnis ayahnya, sebelumnya dia mengambil jurusan ilmu politik,
tetapi dia sama sekali belum ada menunjukkan catatan riwayat nya di pemerintahan, sifat nya juga terkenal sangat manja, mudah marah, dan arogan. Oh iya setelah aku cari lebih lanjut ternyata dia meminta pada ayahnya untuk menjodohkannya dengan mu." ucap Rian panjang lebar pada Hazel.
Hazel hanya mengangguk mendengar apa dikatakan oleh Rian.
"Ya aku tau, karna Presdir Will sudah mengatur pertunangan antara aku dan dia." ucap Hazel enteng.
"Ha? Ayahmu sudah mengatur pertunangan mu?! Lalu kau akan membuat dr. Alyssca sebagai simpanan mu?" ucap Rian terkejut, dan kemudian langsung bertanya pada Hazel.
"Kenapa aku harus menjadikan Alyss simpanan? Memang jika aku bertunangan dengan nya aku harus menikah dengan nya?
Ku rasa dia sangat cocok dimanfaatkan. Aku akan membuatnya sebagai sumber informasi untuk ku, dan senjata yang akan menjatuhkan William. Setelah aku selesai menggunakannya aku akan menyingkirkannya." ucap Hazel dengan senyum licik nya.
"Tapi tak semudah itu untuk menyingkirkannya. Dia Vionly Renner! Dan setelah aku menyelidikinya dia juga sering bersikap obsesif, jika dia terobsesi pada mu, tak mungkin bagi mu untuk membatalkan pernikahan kalian!" ucap Rian yang menggunakan logikanya pada Hazel.
"Hahaha, sangat mudah menyingkirkan nya." ucap Hazel dengan tawa kecil.
"Kau? Kau tak berniat membunuh nya kan?"
tanya Rian gelisah.
"Kenapa kau khawatir kau menyukainya? Aku tak akan membunuh nya, aku sudah siapkan cara untuk menyingkirkannya." ucap Hazel tersenyum dengan senyuman yang menyimpan ide licik di kepalanya.
"Bagaimana jika dia menyakiti dr. Alyssca?" tanya Rian lagi.
"Menyakiti Alyss? Maka akan ku buat hidup nya lebih mengerikan dari pada kematian." ucap Hazel dengan penuh penekanan.
"Baiklah, jika ada yang perlukan lagi panggil aku." ucap Rian sembari meninggalkan ruangan Hazel.
"Vionly Renner....
Permainan akan segera di mulai..." ucap Hazel lirih sembari mengetuk-ngetuk jarinya diatas meja.
......................
Skip Time.....
Dikediaman Hazel.
"Bagaimana? Apa aturan ku?" tanya Alyss antusias saat melihat Hazel datang.
"Kau sudah tak sabar?" ucap Hazel yang balik bertanya dengan menaikkan satu alis nya.
Alyss hanya mengangguk semangat mendengat pertanyaan Hazel, Hazel hanya tersenyum melihat mata berbinar Alyss yang sedang menatap nya.
"Baik ini aturan yang harus kau penuhi." ucap Hazel sembari memberi map pada Alyss.
Alyss pun membuka map tersebut, dan membaca isinya.
Aturan-aturan tersebut.
Pihak 1 : Hazel Rai
Pihak 2 : Alysscalla Zalea
2. Tak boleh bertemu dengan pria manapun dalam urusan pribadi.
3. Tak boleh berbicara dengan lawan jenis lebih dari 15 menit.
4. Selalu memberi kabar, minimal 20 kali dalam bentuk pesan atau telpon.
Jika melanggar Pihak 2 harus menerima hukuman apapun yang di berikan pihak satu padanya.
"Menurutku ini aturan yang konyol. Jika tak boleh bicara lebih dari 15 menit dengan lawan jenis, lalu bagaimana dengan konsultasi bersama pasien? Dan aturan no 1 itu juga sangat menguntungkan mu." ucap Alyss pada Hazel.
"Jadi kau tak mau? Jika tidak ya sudah." ucap Hazel enteng, dan ingin segera bangun meninggalkan Alyss di ruang tengah tersebut.
"Tu-tunggu! Aku mau!" ucap Alyss cepat dengan langsung meraih tangan Hazel.
Hazel pun kemudian tersenyum melihat Alyss yang langsung mencegahnya.
"Baiklah mulai besok kau akan kembali bekerja di JBS lagi, dan ini ponsel untuk mu. Jangan sampai kau menonaktifkan ponsel mu itu, Mengerti?" ucap Hazel sembari mengacak rambut yang berada di puncak kepala Alyss.
Alyss hanya mengangguk kecil, dan tersenyum cerah saat Hazel memberi ponsel.
"Sekarang ayo tidur." ajak Hazel yang kemudian langsung menarik tangan Alyss ke kamar nya.
"Sekarang aku ingin kau membuat tertidur." ucap Hazel dengan senyuman liciknya.
"Bukankah kau biasanya langsung tidur." ucap Alyss yang keheranan dengan perkataan Hazel barusan.
Hazel hanya tersenyum kemudian langsung mencium bibir Alyss, Alyss yang masih belum terbiasa dengan ciuman Hazel yang sering tiba-tiba langsung membulatkan matanya.
Hazel pun mendorong tubuh Alyss pelan hingga jatuh keranjang. Karna sebelumnya posisi mereka yang berciuman berdiri di atas ranjang.
Hazel tetap mencium Alyss dengan agresif hingga membuat Alyss hampir kehabisan napas.
"Hah.. hah.. hah...." Alyss yang menarik napas panjang menghirup oksigen sebanyak mungkin saat Hazel melepaskan ciumannya.
"Aku hanya mengambil kiss night ku saja." ucap Hazel tersenyum kemudian menjatuhkan dirinya tepat di sebelah Alyss.
Hazel pun langsung memeluk Alyss, namun kali ini ia tak mendekapnya, ia memposisi kan tubuh nya lebih rendah kemudian memeluk Alyss dengan erat dan menenggelamkan wajah nya ke dada Alyss.
"Ge-geli...." ucap Alyss risih ketika Hazel mendusel-dusel kepala nya di dada Alyss.
Hazel tak menghiraukan ucapan Alyss.
"Kau wangi sekali seperti aroma bayi, parfum apa yang kau gunakan?" tanya Hazel pada Alyss.
"Aku tak memakai parfum jika ingin tidur." jawab Alyss jujur.
"Benarkah? Aku sangat suka aroma mu. Tapi pakaian yang kau kenakan ini terlalu tebal. Besok gantilah dengan yang lebih tipis." ucap Hazel pada Alyss sembari terus merekatkan pelukannya dan semakin menenggelamkan wajah nya dengan gemas ke dada Alyss.
Sebenar nya Alyss sangat risih dengan pelukan Hazel kali ini, tapi ia tak berani untuk menolak ataupun memprovokasi Hazel.
"Dasar mesum! Untuk apa dia meminta ku mengganti pakaian yang lebih tipis?" ucap Alyss kesal dalam hati.
"Elus kepala ku sampai aku tertidur." ucap Hazel tiba-tiba pada Alyss.
"Eh? Maksudnya?" tanya Alyss yang masih belum mencerna ucapan Hazel, karna ia masih sibuk mengumpat Hazel di dalam hatinya.
Hazel pun berdecak kesal dan mengarahkan tangan Alyss ke rambut bagian belakang kepalanya. Alyss pun mengerti maksud Hazel dan langsung mengelus rambut Hazel dengan lembut hingga ia tertidur.
...****************...
Hotel Skyhope Berlin, Jerman...
Wanita itu menikmati segelas sampanye di tangan nya sembari menatap antusias sebuah foto dengan bingkai besar dihadapannya.
Sudut bibir nya naik seiring banyak nya tatapan nanar nya pada foto itu.
"Sekarang kau akan menjadi milikku, tak ada yang pantas untuk mu selain aku." ucap wanita itu tersenyum.