(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Don't make me crazy, girl!



Melihat Alyss yang semakin meringis membuat Hazel tersenyum, ia semakin menarik rambut Alyss dan melemparkan tubuh Alyss ke ranjang.


Setelah membuat tubuh kecil itu berada di atas ranjang, Hazel langsung menindih nya mencium Alyss dengan aktif, ia m*l*m*t, dan berulang kali menggigit bibir Alyss.


"Hmmmpphhh" Alyss yang sudah hampir kehabisan nafas karna ulah Hazel.


Hazel mengunci kedua tangan Alyss ke atas kepalanya dengan satu tangan nya, dan tangan nya yang satu lagi mulai mencekik leher putih itu.


Semakin dalam ciuman yang diberikan Hazel semakin kuat juga lingkaran tangan nya di leher Alyss.


Alyss berusaha memberontak dengan menggerakkan tubuhnya kesana-kemari, nafas nya benar-benar terasa akan habis dan Hazel masih terus m*l*m*t bibir nya, dan mulai memasukkan lidah nya ke dalam mulut Alyss


Ia membelit setiap inci dari bibir tipis itu.


Setelah Hazel mulai puas mencium Alyss dan mulai merasa Alyss yang sudah semakin lemas karna tak bisa bernafas akibat ciuman dan cekikan secara bersamaan membuat nya melepaskan ciumannya sekaligus tangan nya di leher Alyss.


"Fuah... hah... hah..." Alyss yang menarik nafas sedalam mungkin.


"A-aku kan tidak salah apa-apa...


Kenapa kau menghukum?" tanya Alyss lirih dengan mata menjatuhkan bulir-bulir bening. Ia sudah mulai menangis sejak Hazel tak memberinya udara sedikit pun tadi.


"Tidak salah? Kau dekat-dekat dengan nya...


Dan kau mengatakan kau tak salah? Dia bahkan pernah menyukai mu! Dan kau masih membiarkannya mendekati mu?" tanya Hazel dengan suara melembut menahan amarahnya sembari menatap tajam Alyss.


"A-aku tak pernah punya perasaan apapun padanya...


Dan aku juga hanya menganggap nya seperti kakak ku, aku tak bohong...." ucap Alyss lirih dengan masih membela dirinya.


"Ckk, hanya karna kau tak memiliki perasaan apapun padanya dan menganggap nya sebagai kakak, bukan berarti dia tak akan menyukai mu kan? Hm?" ucap Hazel berdecak kesal, dan mulai mencium lengkung leher Alyss.


Ia mencium perlahan lalu mulai menghisap dengan kuat sembari menggigit leher tersebut.


"Akh!!" Alyss yang memekik saat Hazel menggigit leher, gigitan Hazel perlahan semakin kuat hingga terasa semakin perih dan sakit.


"Sa-sakit....


Hentikan...." pinta Alyss lirih, ia tak bisa mendorong tubuh kekar Hazel yang sedang menindihnya ataupun berusaha mendorong kepala Hazel yang masih menggigit lehernya, karna Hazel masih mengunci kedua tangan di atas kepala.


Mata nya semakin berair saat ia merasakan leher nya mulai basah dan merasakan tetesan darah nya yang mulai mengalir turun.


Hazel melepaskan ciuman yang di selingi dengan gigitan nya di leher Alyss.


"Kenapa aku bisa menyukai semua yang ada padamu? Hm? Bahkan aku juga menyukai darahmu." ucap Hazel dengan seringai di wajahnya.


Alyss hanya menggelengkan kepalanya ia semakin menjatuhkan bulir bening tersebut di ujung matanya, tubuh nya sudah semakin gemetaran melihat seringai di wajah Hazel.


"Ja-jangan begini...


Ku mohon...." pinta Alyss dengan suara gemetar.


Hazel pun semakin menyunggingkan senyum menakutkan nya.


"Kau ingin keluar dari sini?" tanya Hazel dengan senyum licik di bibir nya.


"I-iya..." jawab Alyss takut-takut.


Hazel pun mulai melepaskan cengkraman tangan nya yang mengunci kedua tangan Alyss, ia pun juga mulai bangun dan tak menindih Alyss lagi.


"Kau bisa keluar, jika kau mau." ucap Hazel tersenyum ketika sudah duduk di tepi ranjang.


Alyss pun dengan cepat bangun dan berlari ke arah pintu, belum sempat ia memegang gagang pintu...


"Tapi jika kau keluar dari ruangan ini, aku akan mencambuk mu sebanyak 20 kali, dan peraturannya masih sama, kau tak boleh jatuh." ucap Hazel santai dengan seringai di wajahnya.


Langkah Alyss pun langsung terhenti dan hanya mematung di depan pintu tersebut, ia berbalik perlahan menghadap Hazel.


"20 kali? Ba-banyak sekali..." ucap Alyss lirih pada Hazel.


"Yap, 20 kali kau bisa memilih cambuk di ruang putih atau yang ini." ucap Hazel sembari menunjukkan ikat pinggang yang ia kenakan.


Alyss masih terdiam, ia tak berani untuk keluar atau membuka pintu tersebut, ia hanya tetap berdiri sembari melihat wajah Hazel yang terus menyeringai pada nya.


"Bagaimana? Kau masih ingin tetap keluar? Atau kesini dan lanjutkan yang tadi?" tanya Hazel dengan wajah tanpa dosa menatap Alyss.


"A-aku..." ucap Alyss lirih, tangan nya menyentuh bekas gigitan Hazel barusan di lehernya. Ia merasakan dingin di tangan nya ketika menyentuh darah nya yang perlahan terus menetes.


Alyss memejamkan mata nya perlahan melihat noda merah di tangan nya, ia tau pilihan apapun yang ia pilih pasti tetap akan menyakitinya.


"Ba-bagaimana jika aku tidak keluar dan tidak ke arah mu?" tanya Alyss ragu.


"Kalau begitu aku akan mencambuk mu 10 kali dan....


Kau tau apa maksud ku kan?" ucap Hazel dengan senyuman yang sulit diartikan di wajahnya.


"Ka-kalau begitu, itu sama saja dengan hukuman yang terakhir kau berikan pada ku..." ucap Alyss lirih.


"Pilihan mana yang ingin kau ambil? Pertama? Kedua? Atau ketiga? Ku sarankan untuk yang kedua, jadi aku tak akan terlalu menyakiti mu.


Cepat pilih, jika kau terlalu lama aku anggap kau pilih yang ketiga." ucap Hazel dengan santai.


Alyss semakin panik saat Hazel menyuruh nya untuk segera memilih.


"Ku anggap kau pilih yang keti-" ucap Hazel terpotong ketika melihat Alyss yang tak segera mengatakan pilihan nya.


"Ke dua! A-aku pilih kedua!" potong Alyss dengan cepat, sebenarnya ia tak ingin memilih itu, tapi jika Hazel mencambuknya sampai 20 kali ia akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih, dan akan terkurung di kediaman megah Hazel lagi.


"Good choice, Babe." ucap Hazel tersenyum mendengar pilihan Alyss.


"Sekarang kesini!" ucap Hazel lagi sembari menatap ke arah Alyss.


Alyss sangat bingung, ia takut jika mendekat ke arah Hazel dan ia juga takut jika hanya berdiri di depan pintu tersebut.


"Jika aku yang berjalan kesana, aku mungkin akan menambah hukuman mu." ucap Hazel sembari menatap tajam Alyss.


"I-iya...


A-aku kesana...." jawab Alyss takut, ia pun mulai melangkahkan kaki nya yang gemetar ke arah Hazel.


Srekkk!!!..


Hazel langsung menarik pakaian yang dikenakan Alyss, sontak saja Alyss langsung terkejut saat Hazel menarik pakaian nya dengan kasar.


"A-aku-


Humphh" ucapan Alyss langsung terpotong saat Hazel mencium habis bibir nya.


tangan Hazel pun langsung turun ke dada Alyss, dan memainkan nya dengan kasar. Alyss tak bisa bergerak sama sekali, ia merasa sangat sesak di bawah kungkungan Hazel, Jemari kecil nya mulai meremas jas yang di kenakan Hazel.


Ciuman Hazel pun turun ke arah lengkung leher Alyss yang terluka, ia menghapus darah yang menetes keluar menggunakan lidah nya.


Alyss merasakan geli yang bercampur dengan sakit di lehernya. Ciuman Hazel pun semakin turun ke dada Alyss, ia mulai menggigit dan memegang dengan kasar yang membuat Alyss semakin menangis dan meringis kesakitan.


"Sa-sakit...


Pe-pelan sedikit..." pinta Alyss lirih sembari berusaha menahan sakit.


Hazel pun mulai mengangkat kepala nya yang terbenam di dada Alyss. Ia melihat wajah Alyss yang sudah basah karna air matanya terus meleleh keluar.


"Sakit? Kau harus menahan, sayang...


Ini akan lebih sakit lagi nanti." bisik Hazel di telinga Alyss dengan suara berat, dan mulai menggigit telinga tersebut.


"Auchh..." Alyss kembali meringis saat Hazel juga menggigit di telinga hingga memerah.


Melihat Alyss yang semakin menangis sembari menahan sakit, membuat sudut bibir Hazel naik. Tangan nya pun mulai menjalar ke tubuh Alyss, meraba paha Alyss dan terus naik ke atas membuat Alyss semakin takut dan gemetar.


Hazel pun mulai bangun dan melihat Alyss sejenak, ia semakin menyunggingkan sudut bibir nya ketika melihat wajah memelas Alyss yang terus mengeluarkan bulir bening di sudut matanya.


"Let's start the game, Babe..." ucap Hazel tersenyum dan langsung menarik sisa pakaian dan kain di tubuh Alyss.


Alyss langsung meringkuk kan tubuhnya dan menarik selimut yang berada di ranjang tersebut untuk menutupi tubuh polosnya saat Hazel sudah melucuti semua pakaian yang menempel pada nya.


Hazel hanya tersenyum melihat Alyss yang sedang berusaha menutup tubuh polosnya. Ia pun mulai membuka jas nya dan kemeja nya serta semua pakaian yang terdapat dalam dirinya.


"Jangan membuat ku marah, dengan berusaha menutupi dirimu." ucap Hazel dan langsung menarik selimut yang digunakan Alyss untuk menutupi tubuhnya.


"Hummphh" Hazel kembali m*l*m*t bibir Alyss dengan rakus.


Alyss merasa semakin perih di bibir nya ketika mendapat ciuman Hazel, pasal nya bibir nya sudah terluka karna Hazel terus mencium sekaligus menggigit bibir Alyss.


Tangan Hazel mulai menjalar ke bagian privasi di tubuh polos tersebut, setelah ia menciumi dan mengigit setiap sudut dari tubuh Alyss, Hazel pun mulai melakukan puncak dari aksinya.


"Sa-sakit...


Ja-jangan terlalu kasar..." pinta Alyss lirih pada Hazel yang sedang memainkan tubuhnya dengan kasar, tangan kecil nya meremas kuat sprei yang berada di atas ranjang tersebut, untuk menahan sakit di tubuhnya.


"Sudah ku bilang kau harus menahan nya." ucap Hazel dengan suara berat dan terengah-engah di telinga Alyss. Ia benar-benar menikmati permainannya tak seperti Alyss yang terus meringis dan menahan sakit.


Hazel mencari posisi yang ternyaman untuknya, ia tak memikirkan apakah Alyss juga ikut menikmati atau malah semakin tersakiti dengan sikapnya.


Setelah beberapa lama Hazel terus melakukan hal tersebut, membuat Alyss tak memiliki tenaga untuk memohon, tubuhnya terasa pegal, sakit, perih dan ngilu di bagian intinya secara bersamaan.


"Kapan dia akan berhenti? Kenapa lama sekali?" batin Alyss ketika merasa Hazel tak memiliki tanda-tanda akan berhenti. Hazel bahkan tak memberikan waktu baginya untuk beristirahat sejenak.


Alyss hanya menatap kosong ruangan tersebut sembari terus menjatuhkan bulir bening di matanya, ia menangis namun tak mengeluarkan suara sedikit pun. Alyss terkadang mengigit bibir nya sendiri yang semakin terluka guna menahan sakit.


Siang telah berganti menjadi semakin sore, Alyss melihat ke arah sinar yang masuk ke jendela kaca yang besar di ruangan tersebut.


Hazel pun mulai menunjukkan tanda-tanda ia akan berhenti, ia mencium bibir Alyss dan semakin menghentakkan tubuhnya.


"Ku harap dia tak melakukan nya lagi." batin Alyss saat Hazel tengah m*l*m*t habis bibir nya, karna walaupun Hazel telah mencapai puncak nya, Hazel akan kembali menciumi Alyss dan mengulangi lagi permainan nya.


"Kau lelah?" tanya Hazel ketika melihat mata Alyss yang semakin terlihat sayu.


Hazel pun mulai bangun dan menutup tubuh Alyss yang penuh dengan bekas luka akibat gigitan nya, dan beberapa bekas kemerahan serta kebiruan akibat ciuman nya.


Ia pun ikut menutup dirinya dan masuk ke dalam selimut yang sama dengan Alyss.


"Auchh..." Alyss yang meringis lirih saat beberapa luka di tubuhnya terkena tubuh Hazel yang hendak memeluk nya.


Hazel tetap berusaha memeluk tubuh Alyss yang sudah sangat lemas dan tak memiliki tenaga untuk melawannya lagi.


"Kau tau? Aku bisa menahan apapun yang kau lakukan, tapi aku tak bisa tahan jika melihat mu dengan pria lain, walaupun kau tak memiliki perasaan apapun pada pria itu." ucap Hazel lirih sembari mengusap rambut Alyss yang sedang ia dekap dalam pelukan nya.


Hazel sedikit menunduk untuk melihat ke arah wajah Alyss yang terbenam di dada bidang nya.


Alyss sudah mulai tertidur karna kelelahan yang bercampur aduk dengan rasa sakit.


Hazel mengusap perlahan sudut bibir Alyss yang terluka, dan beberapa bekas ciuman nya di leher Alyss.


"Don't make me crazy, girl. U know I can lose my control." ucap Hazel lirih di telinga Alyss.


Hazel pun semakin memeluk Alyss dan mulai ikut tertidur.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai


...***************...


Oh iya yang nanyak Alyss kapan sukanya, othor kasih tau yah, sebenernya Alyss tuh mulai suka waktu Hazel bersikap lembut, dan karna dia ga tipe baperan jadi dia juga ga tau perasaan nya.


Karna dia juga benci sama Hazel, suka nya ketutup sama rasa bencinya, jadi ga kelihatan dia suka, karna kebencian nya lebih besar.☺️**


Hai hai jangan lupa like, rate 5, vote, dan fav nya yah, serta dukungan yang bisa kalian berikan ke othor🤗🤗


Jangan lupa komen juga yah hihi othor suka bacain komen kalian🤗🤗🤗


Happy Reading readers kesayangan othor❤️❤️❤️


Oh iya maaf ya kalo othor ga bisa balas komen kalian satu" lagi, karna kadang othor kalo da up ga buka mt lagi wkwk, tugas sama ujian menanti secara bersamaan😅😅