
Alyss berusaha sekuat tenaga yang ia punya untuk mendorong tubuh Hazel dan melepaskan ciuman kasarnya.
Setelah beberapa menit Hazel m*l*m*t bibir tipis itu, ia pun mulai melepaskannya. Hazel memegang wajah kecil Alyss dan mengusap bibir Alyss perlahan dengan ibu jarinya. Ia melihat tubuh Alyss yang sudah tercetak dan pakaian dalam nya yang membayang dari luar, karna guyuran air yang menimpanya.
"Maaf...
A-apapun yang ku lakukan hari ini, ku mohon maafkan aku." Alyss yang memohon sambil menangis dan menatap nanar wajah Hazel.
Hazel hanya tersenyum melihat Alyss yang memohon padanya.
"Kalau kau benar-benar ingin mendapat maaf dariku, kau harus melakukan sesuatu untuk membujuk ku kan?" ucap Hazel dengan senyum licik dan mulai melepas pakaian yang Alyss kenakan.
Alyss hanya menggeleng perlahan dan menahan tangan Hazel yang hendak mengangkat pakaian yang ia gunakan. Hazel menepis tangan Alyss dan langsung menarik pakaian Alyss dalam satu tarikan.
Alyss pun langsung berusaha menutup dada nya dengan menyilangkan kedua tangannya. Luka di punggung nya semakin terasa perih dan sakit saat terkena air langsung.
Hazel pun mendorong tubuh Alyss perlahan hingga terus melangkah mundur kebelakang dan....
Bugh....
Tubuh Alyss yang sudah terpojok ke dinding.
"Akh!" pekik Alyss ketika luka nya semakin sakit saat terkena dinding.
Hazel pun mengelus pipi Alyss perlahan lalu mengalungkan jemarinya ke leher putih Alyss.
"Balas ciuman ku, atau aku akan membuat mu tak dapat bernafas." bisik Hazel sembari mulai mencengkram leher Alyss seperti sedang mencekiknya.
Setelah mengatakan hal tersebut ia pun mulai mencium bibir Alyss dengan rakus, Hazel berulangkali menggigit bibir bawah Alyss hingga menimbulkan beberapa luka di sudut bibirnya.
Alyss masih diam dan tak membalas ciuman Hazel ia sama sekali tak membuka mulutnya dan tak ingin Hazel menciumnya lebih dalam. Namun Alyss juga sudah tak dapat menahan lebih lama lagi, ia benar-benar tak dapat bernafas sama sekali, Hazel terus saja menciumnya dan mencekik lehernya dengan satu tangan kekarnya.
Alyss berusaha mendorong dada bidang Hazel yang sedang mengukung tubuh kecil. Alyss serasa benar-benar akan mati karna apa yang dilakukan Hazel, tak ada satu oksigen pun yang masuk padanya.
Ia pun mulai menyerah dan membalas ciuman Hazel, jemari kecil nya mulai meremas kemeja pria yang sedang menciumnya dengan rakus.
Merasa Alyss yang mulai membalas ciumannya membuat Hazel melonggarkan cekikan nya di leher jenjang Alyss.
Ia pun membelit bibir tipis tersebut dan tak melewatkan satu inci dari mulut Alyss. Alyss sangat kewalahan dengan ciuman yang di berikan Hazel tangan yang satu lagi yang sebelumnya diam kini sudah mulai meraba paha Alyss dan semakin naik ke atas.
Hazel pun semakin berusaha membuat Alyss terpojok ke dinding. Setiap kali Hazel menekan tubuh Alyss ke dinding Alyss akan melengkungkan tubuhnya dan terlihat seperti semakin memeluk dan melekat dengan tubuh Hazel, hal itu di lakukannya untuk menghindari punggung nya terkena dinding karna luka nya menjadi semakin sakit dan terasa semakin perih.
Hazel sengaja mendorong tubuh Alyss agar terpojok ke dinding, karna ia tau jika luka Alyss akan semakin sakit saat terkena sesuatu dan akan membuat Alyss masuk kedalam pelukannya dengan sendirinya.
"Fuah... hah.. hah..." Alyss yang mengambil nafas dalam dan menghirup oksigen sebanyak mungkin, tangan kecil meremas kemeja Hazel dengan kuat.
Hazel semakin menaikkan sudut bibir dan menampilkan seringai di wajahnya. tangannya pun mengandahkan wajah Alyss agar menatap nya.
Air mata Alyss terus saja meleleh saat melihat senyuman Hazel.
"Maaf...
Aku salah.... sakit....
Hentikan....." mohon Alyss ketika melihat wajah Hazel. Ia tak tau apa kesalahannya karna Hazel tak mengatakan apapun, namun ia terus mengaku salah dan memohon pada Hazel untuk berhenti menyiksanya.
Tubuh nya mulai gemetar di dalam kungkungan Hazel, entah karna kedinginan atau ketakutan atau mungkin keduanya.
Hazel tak mengatakan apapun dan hanya menampilkan seringai di wajahnya, ia pun mulai menjatuhkan tali bra yang di kenakan Alyss dari bahu nya dan mulai mencium leher putih tersebut.
Tangan nya mulai bergerak bebas di tubuh dan bagian-bagian pribadi Alyss. Setiap kali Alyss mendorong atau berusaha menolak apa yang di lakukan Hazel pada tubuhnya, maka Hazel akan mencari luka di punggung Alyss dan segera menekan luka tersebut dengan kuat yang membuat luka tersebut semakin parah, dan membuat Alyss semakin kesakitan.
Kini tubuh Alyss sudah benar-benar polos dan tak tertutupi sehelai benang pun, Hazel telah melucuti semua pakaian yang ada di tubuh kecil tersebut.
Alyss terus saja menunduk dan menyilangkan tangan nya menutupi apa yang bisa ia tutupi.
Hazel masih diam terus menyeringai menatap Alyss.
"Sekarang kau buka kemeja ku." titah Hazel tiba-tiba dan mengarahkan tangan Alyss ke kancing kemeja nya.
Alyss mengandahkan wajahnya melihat Hazel ketika mendengar perintah Hazel untuk segera membuka kemejanya.
"A-aku tak mau." ucap Alyss lirih dengan wajah yang sudah pucat.
"Tak mau?" tanya Hazel dan segera menarik pinggang Alyss untuk membuat tubuh Alyss rapat padanya. Tangan nya pun mulai menyentuh luka yang berada di punggung Alyss, ia menekan dengan kuat tepat di bagian luka tersebut.
Alyss pun meringis kesakitan dan meremas kemeja Hazel dengan kuat.
"I-iya akan ku buka..." ucap Alyss lirih sembari menahan sakit.
"Kenapa tak dari tadi? Dengan begitu aku tak akan terlalu menyakitimu." ucap Hazel tersenyum simpul.
Alyss pun mulai membuka kancing kemeja Hazel satu persatu, setelah ia selesai membuka kemeja Hazel, Hazel lalu memerintahkannya untuk membuka celana panjang yang di kenakan Hazel.
"Su-sudah...
Apakah belum cukup?" ucap Alyss berusaha menolak perintah Hazel.
"Bukankah tak adil jika hanya kau yang dilucuti pakaian nya? Kau tak mau melakukan hal yang sama?" tanya Hazel sembari memegang dagu Alyss.
Alyss hanya menggeleng perlahan mendengar pertanyaan Hazel, ia tau maksud dan tujuan Hazel, ia sangat tak ingin melakukannya.
Hazel pun mengubah ekspresinya menjadi semakin sulit diartikan, ia pun mencengkram bahu Alyss dan menurunkan Alyss hingga berlutut di kakinya.
"Sekarang buka! Jangan membuat ku semakin marah!" perintah Hazel dengan tatapan yang sangat tajam pada Alyss.
Tangan Alyss pun mulai membuka celana Hazel perlahan, tubuhnya benar-benar gemetar begitu pula dengan tangan nya yang membuka celana Hazel dengan gemetaran.
"Kau belum membuka semuanya." ucap Hazel ketika Alyss selesai melakukan yang ia minta.
"Kau tak mau? Kau ingin aku menghancurkan tangan ini?" tanya Hazel sembari menangkap tangan kanan Alyss dan mencengkram pergelangan tangan nya.
"Achh..." Alyss yang kembali meringis saat Hazel memegang tangan nya yang serasa akan remuk.
"I-iya akan ku lakukan..." ucap Alyss lirih.
Alyss pun mulai membuka sisa kain yang di tubuh Hazel. Kini mereka berdua sudah benar-benar polos tanpa kain yang menutupi tubuh mereka.
Dan seperti dugaan Alyss, Hazel melakukan hal itu padanya dengan sangat kasar, ia benar-benar merasa kesakitan. Sekujur tubuhnya terasa sakit, perih dan sangat ngilu.
Hazel menyandarkan tubuh Alyss ke atas wastafel yang berada di kamar mandinya. Alyss pun tanpa sadar mencakar lengan Hazel yang sedang mendekap nya saat ia menahan sakit di tubuhnya akibat perbuatan Hazel.
Permainan yang dibuat Hazel cukup lama di dalam kamar mandi tersebut. Setelah Hazel menuntaskan hasrat nya pada Alyss.
Alyss pikir penderitaan nya sudah selesai. Ia pun mulai mengatur nafas nya lagi dan sedikit merasa lega.
Melihat wajah Alyss yang sedikit lega dan mengira bahwa permainan nya sudah selesai membuat simpul senyuman di wajah Hazel, ia pun mendekat ke telinga Alyss dan mulai berbisik.
"Belum berakhir sayang."
Alyss pun langsung menoleh ke arah wajah Hazel.
Belum berakhir?
Aku rasanya sudah mau mati sekarang.
Dan dia bilang belum berakhir?
Alyss membulatkan matanya dengan sempurna melihat ke arah Hazel, wajahnya semakin pucat ketika melihat senyuman di wajah Hazel.
Hazel pun mengangkat tubuh Alyss dan memindahkan nya ke atas ranjang, ia melanjutkan apa yang ia lakukan di kamar mandi barusan pada Alyss.
Setiap kali Alyss hampir hilang kesadaran karna kelelahan atau karna rasa sakit di tubuhnya, Hazel akan mengigit bahu Alyss hingga terluka agar memaksa Alyss tetap tersadar. Ia tak mau melakukannya jika Alyss pingsan.
......................
Matahari mulai naik, malam yang menyakitkan dan panjang pun akhirnya berakhir.
Alyss tak tau kapan Hazel selesai memainkan tubuhnya, yang ia tau ia sangat merasakan kelelahan, sakit, dan perih di tubuh nya yang teramat sangat dan membuat pandangan menjadi gelap, walupun ia merasakan gigitan Hazel di bahu nya namun ia tak ingat apapun lagi.
Saat Alyss mulai tersadar ia melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 11.45 Am yang hampir jam 12 siang. Ia tak melihat Hazel di sebelahnya. Tubuhnya penuh dengan bekas luka, kiss mark, dan gigitan yang dibuat Hazel dan hanya berbalut selimut tebal untuk menutupi tubuhnya.
Ia tak bisa bergerak sedikitpun walaupun tak ada yang menahannya. Lebih tepatnya tak memiliki tenaga dan kekuatan untuk bangun.
Hazel selalu bisa membuatnya seperti sedang naik roller coster. Saat ia mulai merasa nyaman ataupun aman saat dengan Hazel, Hazel akan menjatuhkan nya kebawah lagi.
Hazel seperti menyimpan bom di dalam tubuhnya yang tak tau kapan akan meledak dan melukai dirinya, sepercik api yang tak tau penyebabnya bisa membuat Hazel menjadi meledak dan kembali melukai dirinya.
"Sakit sekali...
Aku tak bisa bangun..." ucap Alyss lirih.
Cklek...
Hazel pun membuka pintu kamar dan melihat Alyss yang sudah bangun. Ia tak pergi bekerja hari ini dan meminta Rian untuk mengurus izin Alyss karna tak bisa datang bekerja.
Hazel sudah meminta Rian untuk menyelidiki pria yang berbicara dengan Alyss semalam, dan ia sudah mendapatkan infonya. Sekarang ia tau jika pria itu hanya teman SD Alyss dan tak berhubungan dengan Alyss sama sekali sejak SD dan semalam hanya jumpa sapaan saja.
Walaupun ia sedikit merasa bersalah ketika melihat Alyss yang tak memiliki tenaga lagi di depannya, tapi ia juga cukup puas dengan hukuman yang ia buat.
Baginya hukuman tersebut seimbang dengan apa yang di lakukan Alyss. Karna Alyss melewati aturan yang ia buat dan memberikan senyuman nya untuk pria lain.
"Kau sudah bangun? Kau lapar?" tanya Hazel lembut sembari mengusap puncak kepala Alyss perlahan, seperti tak terjadi apa-apa.
"Kenapa kau melakukan ini pada ku?" tanya Alyss menahan tangis.
"Cause I love u." jawab Hazel lirih sembari terus mengusap puncak kepala Alyss.
Alyss memejamkan mata nya sesaat dan tak dapat menahan air mata nya untuk jatuh.
"Aku akan membawa makanan mu dan kau makanlah lebih dulu. Setelah itu aku akan mengobati luka di tubuh mu." ucap Hazel lembut sembari mengusap bulir bening yang jatuh dari mata Alyss. Ia bersikap biasa seperti tak melakukan apa-apa dan tak terjadi apa-apa.
Alysscalla Zalea
Hazel Rai
...****************...
Haii para readers othor👋👋👋☺️☺️
Kalo kalian mau ngirim santet online sama Hazel othor persilahkan dengan segenap hati wkwk...
Nanti bakal ada part Hazel nyesel atau tobat kok, tapi belum sekarang yah soalnya kalo othor tiba-tiba buat dia jadi lembut, baik, berbudi luhur kan jadi ga nyambung ceritanya ga sesuai juga ma judulnya wkwk🙃🙃
Dan kalo othor kelang tiba-tiba kan juga takutnya jadi gak nyambung hihi
Abis ni othor ajarin biar Hazel agak manis sama Alyss.🤗
Tetap ikutin cerita othor yah🥰🥰
Jangan lupa like, komen, rate 5, vote dan fav yah...
Terimakasih atas dukungan kalian🤗