
Gedung pesta.
Suasana yang terkesan mewah dan elegan yang di isi dengan orang-orang yang berada di kalangan atas.
"Kau mencari seseorang?" tanya Louis saat melihat adik nya seperti sedang mencari orang yang ia inginkan berada diantara tamu lain.
"Tidak!" sanggah Louise pada kakak.
"Zayn mana? Tidak kelihatan dari tadi?" tanya Louise mengalihkan pembicaraan.
"Disana, dia lagi kenalan sama patner bisnis lain kayak nya. Oh iya nanti aku tidak pulang yah malam ini, ada urusan." ucap Louis pada adik nya.
"Mau kemana?" tanya Louise mengernyit curiga.
"Mau tau aja! Jangan banyak minum alkohol." ucap Louis seraya pergi ke arah kumpulan Presdir dari perusahaan lain.
Clara terdiam di tengah suasana asing pesta tersebut, semua yang berada dalam staf JBS grup menjauhi nya bagaikan kotoran yang harus di buang.
Sedang Louise masih di sibukkan dengan bertemu beberapa kolega karna ia sudah mulai memasuki dunia bisnis tersebut.
Plak!
Gadis manis itu tersentak saat tiba-tiba seseorang memukul bokong nya dari belakang membuat nya menoleh ke arah siapa yang melakukan nya.
"Sekertaris Clara kenapa sendiri? Mau ku temani?" tanya salah seorang putra direktur dari JBS grup.
Ia tau rumor tersebut karna sang ayah masih salah satu direktur dari tempat tersebut.
"Tidak perlu!" ucap Clara sembari menyingkirkan dan menepis tangan yang meremas bok*ng nya dari belakang.
"Aku bisa bayar lebih loh, mau nya berapa? Hm?" tanya pria tersebut, jika ia tak tau tentang rumor tersebut tentunya ia tak akan berani berbuat tidak sopan seperti itu.
Clara memejam beberapa saat menetralkan emosi nya saat ucapan pria itu begitu menusuk hati nya.
"Saya harus pergi! Permisi!" ucap nya dan ingin meninggalkan pria yang melecehkan nya tersebut.
"Ck! Pelac*r aja sok polos!" decak pria itu saat gadis manis itu pergi.
Clara masih dapat mendengar nya dengan jelas dan sebisa mungkin tak menangis di tengah ramai nya pesta mewah tersebut.
Gadis itu merasa risih, takut, dan sepi di tengah keramaian yang sedang mengelilinginya.
Tak lama kemudian beberapa pria mengelilingi nya lagi. Memaksa nya untuk meminum wine yang di bawa di tangan para pria tersebut, sembari sesekali mencoba menyentuh tubuh nya yang di balut dress berwarna biru muda dengan tangan panjang sepanjang lutut nya.
Ia sengaja memakai pakaian yang sopan agar tak menarik perhatian orang lain.
"Saya tak bisa minum." ucap nya sedari tadi ingin pergi dari kumpulan pria tersebut, namun pria-pria itu selalu mencegah nya dan bahkan mencekal tangan nya.
Louis tau gadis itu tengah di ganggu dengan sekumpulan pria namun ia sama sekali tak mencegah hal itu, ia ingin gadis itu merasa terhina lebih lagi, ia akan mendatangi gadis itu jika para pria yang mengelilinginya sudah akan benar-benar membawa nya ke kamar, karna ia masih tak mau gadis itu di sentuh dan bercampur oleh pria lain lagi.
"Saya ingin pergi!" ucap Clara yang semakin risih saat ia terus di cegah dan di cekal.
"Ada apa ini?" suara yang membuat para pria itu terdiam sesaat saat tengah memaksa sekertaris manis itu untuk meminum wine yang mereka bawa.
Mereka pun menoleh ke arah suara wanita yang bertanya pada mereka.
"Nona Louise? Eh? Maksud kami Wakil Presdir..." ucap salah satu pria dan berubah sopan langsung.
Mereka tentu nya tak berani dengan gadis itu karna posisi kuat yang sudah di miliki di perusahaan dan tentu nya sebagai adik kesayangan dari Presdir JBS grup.
"Kami hanya ingin minum bersama dengan sekertaris Clara." ucap salah satu dari mereka ketika melihat wajah dingin dan tatapan tajam gadis di depan nya.
"Dia terlihat tak mau! Kenapa masih memaksa nya?" tanya Louise sembari mengambil Clara yang berdiri di tengah-tengah para pria tersebut.
"Kami hanya ingin menawarkan wine untuk menjalin pertemanan saja, tapi sekertaris Clara sangat menolak kami." ucap mereka membela diri.
"Dia tak mau kan? Pergi sana!" ucap Louise sekali lagi.
Namun para pria itu tetap saja kukuh ingin gadis manis itu meminum minuman yang mereka bawa. Louise pun yang merasa kesal mengambil segelas wine tersebut dan meminum nya dalam sekali teguk.
"Sekarang sudah kan? Pergi!" ucap Louise mengusir sekali lagi.
Para pria itu pun merasa sangat terkejut, pasal nya mereka sudah mencampur wine tersebut dengan obat per*ngsang dosis tinggi guna memainkan tubuh gadis manis itu beramai-ramai.
Namun saat melihat adik Presdir mereka lah yang meminum nya para pria itu langsung ingin segera kabur karna takut akan dampak yang akan terjadi pada mereka jika Presdir arogan itu tau adik nya di beri minuman seperti itu.
"Ba-baik...
Kami akan pergi..." ucap salah satu dari mereka dan bubar seketika.
"Maaf yah, aku lama datang nya...
Kau baik-baik saja?" tanya Louise pada gadis di depan nya sembari membawa nya ke tempat yang lebih tenang.
Clara pun tak menjawab sepatah kata pun namun ia langsung memeluk gadis di depan nya dengan erat, gadis di depan nya tidak memperlakukan nya seperti kotoran yang harus di buang.
"Kenapa nangis?" tanya Louise yang semakin bingung saat ia merasakan bahu nya yang basah dan isak tangis kecil yang terdengar di telinga nya.
"Tidak apa-apa...
Aku hanya takut saja tadi..." ucap Clara lirih sembari menghapus air mata nya.
"Kau mau pulang saja? Mau aku panggilkan taksi? Aku minta Louis yang mengantar mu saja?" tanya gadis itu yang tak tau permasalahan kakak nya dengan gadis di depan nya.
Yang ia tau kakak nya masih sedang mencoba membuat gadis itu juga menyukai nya dengan belajar segala hal yang akan membuat sekertaris nya jatuh hati, namun itu semua hilang saat malam yang menyakitkan perasaan kakak nya hingga ingin membuat sekertaris nya hidup dalam penderitaan dan penghinaan tak berujung.
"Tidak perlu! Aku pulang sendiri saja!" ucap Clara langsung menolak saran Louise.
"Aku akan mengantar nya." ucap Louis yang datang dan mendekat ke arah mereka.
Ia tau jika sekertaris nya di ambil adik nya, dan membuat nya mengikuti arah langkah kedua gadis itu.
"Kau minum alkohol kan tadi? Sudah di bilang jangan minum!" ucap Louis menegur adik nya.
"Iya! Yaudah aku ketemu Zayn dulu yah!" ucap nya tanpa tau suasana sang kakak dan sekertaris tak sama lagi seperti dulu.
Ia pun beranjak pergi meninggalkan kedua orang itu sendirian dan Louis yang juga membawa Clara kembali namun tak mengantar gadis ke apart nya.
Semakin waktu yang mulai kian habis tubuh Louise mulai terasa aneh, nafas nya memanas dengan pandangan yang mulai mengabur.
"Louise? Kenapa? Kau sakit?" tanya Zayn sembari menangkup tubuh yang hampir terjatuh itu.
"Ti-tidak apa-apa hanya merasa aneh saja..." ucap Louise lirih.
Greb...
Gadis itu hampir terhuyung saat tiba-tiba tubuh nya di tarik oleh pria yang tadi ia cari kehadiran nya.
"Sudah ku bilang jangan nakal kan?" ucap James sembari memeluk gadis itu ke sisi nya.
Zayn melihat dengan tatapan yang tajam, ia melarang namun tau posisi dan hak pria di depan nya lebih kuat karna pria masih kekasih dari sahabat cantik nya.
"Dia sedang tak baik! Jangan kasar dengan nya!" ucap Zayn sembari menatap tajam.
James pun juga menatap tajam pria di depan nya, ia baru saja sampai namun sudah melihat gadis nya bersama dengan pria lain.
"Aku akan mengantar nya! Tak perlu khawatir!" ucap James sembari ingin menarik gadis itu pergi.
"Kau yang mengantar nya? Aku tak yakin!" ucap Zayn yang merasa pria di depan nya tak berniat mengantar gadis itu kembali ke kediaman nya.
"Dia wanita ku! Dia saja tak masalah, kenapa kau yang seperti bermasalah?!" tanya James tak suka.
"Zayn...
Aku pulang dengan nya nanti, jangan khawatir..." ucap Louise lirih saat ia merasa tubuh nya kian aneh.
Pria itu tak bisa mencegah lagi karna gadis di depan nya sudah mengatakan ingin siapa ia diantar.
"Hati-hati yah...
James yang mulai menyadari jika gadis itu bersikap tak biasanya.
"Kau kenapa? Kau minum sesuatu?" tanya James yang sudah tau gerak gadis itu.
"Tadi aku cuma minum wine yang mau di kasih ke Clara aja..." jawab Louise menggeleng lemah dan mulai kehilangan kendali dari diri nya.
Ia mengendus dan memeluk pria yang bersama nya serta mengesap setiap aroma harum yang timbul di tubuh pria itu.
"Wangi...
Aku suka..." ucap nya lirih yang mulai menyentuh pria di depan nya.
Hummphh...
Tak butuh waktu lama gadis itu pun menautkan bibir nya dengan pria di depan nya. James terdiam beberapa saat, ia tau gadis manis itu tak pernah begitu berinisiatif pada nya seperti ini.
Ia pun segera memeluk gadis itu dan membalas lum*tan yang tidak teratur namun penuh gairah dari Louise.
James pun mulai mendorong pelan dan melepaskan ciuman nya, ia tau tempat yang mereka saat ini tak memungkinkan untuk melakukan hal yang lebih.
Ia pun segera menarik gadis itu ke mobil nya dan menyuruh supir nya untuk menjemput nya.
"Tadi kenapa datang nya lama?" tanya Louise dengan wajah memerah dan mata sayu yang saat ini tengah duduk di pangkuan nya.
"Aku masih ada urusan tadi..." jawab James sembari mengelus wajah yang sedang berada dalam pangkuan nya.
"James...
Mau yang kayak semalam..." ucap Louise lirih tanpa sadar, tubuh nya mulai menginginkan hal yang biasa di berikan pria itu pada nya.
"Nanti setelah sampai di mansion..." jawab James karna ia tau saat ini mereka masih berada di mobil yang sedang berjalan ke mansion nya.
Walaupun ia tau jika supir nya tak akan berani melihat namun tak mungkin juga ia mengambil kesucian gadis itu di dalam mobil. Jika Louise adalah gadis biasa yang tak mengganggu hati nya mungkin ia tak akan peduli sama sekali.
Namun ini adalah gadis yang ia perlahan memasuki hati dan rasa cinta nya, tentu saja ia tak ingin pengalaman pertama gadis itu menyakitkan.
Ungh!
Walaupun ia tak melakukan nya namun ia bisa dengan mudah memuaskan tubuh gadis itu sementara dengan tangan nya.
Louise menjatuhkan kepala nya ke lengkung leher pria yang sedang ia duduki, sedangkan tangan pria itu masih berada di dalam gaun nya.
"Mau lagi..." ucap nya lirih sembari mencium lagi bibir pria itu.
Walaupun James menyukai sikap manis gadis itu namun ia merasa geram dengan orang yang memberikan obat pada gadis nya. Pikiran nya berkelana jika saja saat itu gadis di depan nya tak bersama nya pasti gadis itu sudah...
"Kalau ini bukan aku kau juga akan seperti ini? Mencium dan naik ke pangkuan pria lain?" tanya James sembari melepaskan ciuman gadis di depan nya.
Louise menggeleng lirih dengan mata dan wajah sayu nya karna tubuh dan kesadaran nya sudah hilang sepenuh nya dari kendali nya.
"Tidak...
Aku mau nya dengan mu saja, aku mau nya di sentuh seperti kemarin lagi..." ucap nya lirih tanpa sadar.
"Kenapa? Kau juga tidak akan tau kan dengan pria mana?" tanya pria itu yang masih sempat merasakan cemburu atas kegelisahan nya.
"Tidak tau...
Aku juga tidak tau kenapa cuma mau di sentuh dengan mu saja..." jawab Louise lirih dengan wajah yang semakin membuat pria itu tak tahan.
Ia pun memangut bibir merah muda di depan nya dengan agresif dan sangat panas serta memuaskan tubuh gadis yang tengah berada dalam obat dengan dosis tinggi tersebut.
......................
Mansion Dachinko.
James menggendong gadis itu sembari menutup tubuh gadis itu dengan jas nya karna ia sudah membuat gaun yang di kenakan gadis itu berantakan di dalam mobil.
Ia pun menurunkan Louise ke ranjang nya namun gadis itu tiba-tiba menarik nya lagi.
"James...
Mau lagi, masih kurang..." ucap gadis itu tak sadar karna pengaruh obat nya di tambah lagi tubuh nya yang sudah mulai mengenal rasa lain karna terus di berikan stimulasi.
"Kau yakin? Tak akan menyesal?" tanya pria itu dengan senyuman simpul nya menatap wajah sayu gadis di depan nya yang semakin terlihat gemas.
"Aku mau kau...
Menyentuh ku..." ucap nya lirih yang sudah benar-benar hilang kendali dan hanya memiliki gejolak yang membuncah dalam diri nya.
"As you wish..." jawab James dengan senang hati dan mel*mat bibir gadis itu.
Membuka setiap pakaian di tubuh nya dan tubuh gadis cantik itu hingga membuat sentuhan kulit yang terasa jelas.
"Shh..." desis nya pelan saat tubuh nya mendapatkan ciuman basah yang meninggalkan jejak begitu banyak.
James pun kembali melihat wajah gadis itu dan menaiki nya lagi.
"Kenapa kau bisa sangat manis? Hm?" tanya nya dengan suara yang sudah sangat berat sembari terus memainkan dada gadis itu.
"Ma-maksud nya?" tanya Louise lirih dengan suara tertahan setelah melepaskan suatu ombak besar dalam tubuh nya.
"Kau mau merasakan nya? Hm?" ucap James dan mel*mat bibir gadis itu, membiarkan gadis itu merasakan sendiri rasa tubuh nya yang tertinggal di dalam tegukan pria itu.
Gluk...
Setelah mencium gadis itu dan membuat gadis itu menelan saliva nya serta cairan manis milik nya James pun melepaskan pangutan nya.
"Kau...
Sudah tidak memiliki jalan untuk kembali sekarang..." bisik nya dengan suara tertahan dan mulai melakukan penyatuan nya.
Rasa yang sebelum nya sangat di inginkan kini mulai terasa sakit. Gadis itu pun tanpa sadar mencakar punggung pria nya dan meringis kesakitan.
"Stop! It hurts! Please..." tangis nya tanpa sadar sembari menitikkan bulir bening nya tanpa sadar.
"It's okey, don't cry babe..." ucap pria itu menenangkan saat gadis yang sedang meringis menahan sakit tersebut.
Berbeda dengan gadis nya, tubuh nya merasa seperti akan melayang karna rasa yang di berikan gadis cantik itu.
"Don't move..." ucap Louise lirih yang masih meringis pada pria yang sudah mengambil kesucian nya.
James tak mendengarkan dan memangut pelan bibir gadis itu serta bersikap selembut mungkin.
Setelah beberapa lama gadis itu sudah mulai menyesuaikan diri nya dan menikmati setiap pergerakan pria itu walau masih bercampur dengan rasa sakit.
James berguling melihat wajah lelah Louise yang sudah jatuh tertidur setelah permainan panas nya.
"Kau ternyata cukup kuat juga..." ucap pria itu tersenyum sembari mengelus wajah gadis di depan nya.
Ia melakukan hal tersebut secara berulang terus menerus walaupun ia tau ini adalah pengalaman pertama gadis nya.
Tak hanya Louise yang kehilangan kendali nya namun pria itu juga kehilangan kendali atas dirinya dan tak lagi memiliki rem yang menahan diri nya.
Ia pun menarik selimut dan memeluk tubuh gadis itu yang masih terasa basah karna keringat yang terus jatuh akibat ulah nya.
"Thanks..." ucap nya lirih sembari mengecup kening gadis itu dan ikut jatuh tertidur.
Ia tak tau tentang hari esok atau kedepan nya, namun yang ia tau sangat pasti seluruh hati dan tubuh nya menginginkan gadis cantik itu bahkan sudah sangat kecanduan bagaikan narkotika yang tak memiliki penawar nya lagi.
...****************...
Haii...
Ini othor kasih yang ringan-ringan dulu sebelum kembali lagi ke konflik berat yah wkwk😅
Happy Reading♥️