
Flashback on
Satu jam yang lalu.
"Mah, Alyss pulang duluan yah, udah mulai larut juga mah..." ucap Alyss pada ibunya.
"Cepat sekali sih pulang nya..." ucap Vinda pada adik sepupunya.
"Iyah kak...
Nanti dicariin kalau pulang nya lama..." jawab Alyss tersenyum kikuk.
"Haduh, iya deh nanti suaminya malah ngira hilang lagi." ucap Vinda tertawa.
"Yaudah, aku pamitan sama kakek dulu, habis itu mau balik..." ucap Alyss pada kakak sepupunya dan mulai berpamitan pada kakeknya.
Setelah berpamitan Alyss pun segera keluar dari ruangan hotel yang sebelumnya di pakai untuk pertemuan keluarga dan pertunangan kakak sepupunya. Namun....
Brukkk...
"Maaf, nona saya minta maaf..." seorang ibu paruh baya yang berprofesi sebagai cleaning service menabrak Alyss hingga membuat perkakas nya ikut berserak.
"Iya, tidak apa-apa. Ibu baik-baik saja?" tanya Alyss ketika melihat wajah pucat dari wanita paruh baya tersebut.
"Iya, saya baik-baik saja...." ucapnya dengan suara lemah.
Karna tak tega Alyss pun membantu nya menyusun kembali barang-barang perkakas nya yang sempat berserak, ia sedikit bingung kenapa hotel dengan kualitas bagus bisa membuat pekerja seperti itu?
"Nona, bisa tolong bantu saya tidak?" tanya si ibu cleaning service.
"Bantuan apa bu?" tanya Alyss.
"Bantu saya membawa barang-barang ini kesana." ucapnya sembari menunjuk pintu ke arah tangga darurat.
"Kenapa ke sana?" tanya Alyss lagi.
"Iya, saya harus nya membersihkan di sana juga." jawabnya.
Karna tak tega, akhirnya Alyss mengikuti permintaan ibu tersebut dan membawa perkakas nya ke arah pintu tangga darurat hotel.
Setelah sampai si ibu cleaning service malah menahan Alyss dengan banyak alasan, meminta Alyss menemani dan mendengarkan ceritanya hingga ia selesai.
Sementara itu...
"Kenapa tiba-tiba klien nya mengubah tempat?" tanya Hazel pada Rian saat salah satu klien mereka meminta berganti tempat pertemuan.
"Entahlah, mereka bilang mereka suka pastry di hotel ini." jawab Rian sembari menaikkan bahunya dan terus mengikuti langkah Hazel.
Dan di waktu yang sama Leo yang juga mendapat pertemuan makan malam dengan keluarga di hotel yang sama. Seharusnya ia tak makan malam di hotel tersebut malam ini, namun ayahnya entah kenapa tiba-tiba mengubah rencana dan membuat mereka makan malam di hotel tersebut seakan-akan memiliki arahan dari seseorang.
Setelah kurang lebih satu jam si ibu cleaning service menahan Alyss agar tetap dengan nya, akhirnya Alyss bisa kembali pulang juga. Ia tak banyak berpikir buruk, ia hanya mengira si ibu ingin memiliki teman cerita.
Alyss pun segera keluar dan berjalan ke arah lift. Saat ia masuk dan ingin menekan tombol di lift tersebut untuk menutup pintunya.
"Tunggu... tunggu...!!!" teriak seorang pria yang mengejar agar pintu tersebut tak tertutup dulu dan membiarkan nya masuk lebih dulu.
"Kak Leo?" ucap Alyss lirih, ia pun semakin cepat menekan tombol close di lift tersebut agar Leo tak sempat masuk, karna ia benar-benar tak ingin mendapat masalah lagi.
Tik...tik..tik...
Jari Alyss yang menekan tombol close berulang agar pintu lift segera tertutup.
"Astaga, cepatlah..." ucap Alyss yang berharap pintu tersebut segera tertutup.
Dan saat pintu nya segera tertutup pintu tersebut terganjal oleh sesuatu dari luar lift.
"Alyss? Kenapa kau berusaha menutup lift nya?" tanya Leo yang masih mengatur nafas nya karna berlari tadi.
"I-iya kak gak tau tadi...
Buru-buru soalnya..." jawab Alyss bohong.
Karna sudah terlanjur seperti ini, dan dia saat ini juga berada di lift yang sama dengan Leo membuatnya berdiri di sudut lift agar memiliki jarak dengan Leo.
"Alyss...
Kalau terjadi sesuatu pada mu, kau bisa mengatakannya pada ku. Aku bisa membantumu." ucap Leo pada Alyss yang berdiri di sudut lift.
"I-iya kak..." jawab Alyss canggung, ia ingin secepatnya keluar dari lift tersebut.
Dan setelah sampai di lantai satu, pintu lift pun terbuka saat Alyss hendak keluar.
Grep...
Tangan Leo pun langsung meraih tangan nya yang berusaha berlalu secepatnya darinya.
"Lepas kak!" ucap Alyss pada Leo yang memegang erat tangan nya saat ia keluar dari lift.
Flashback off.
.....................
"Kau sudah mencari tau apa saja yang di lakukan Alyss disini?" tanya Hazel pada Rian yang baru saja datang mencari informasi.
"Dia memilki pertemuan keluarga dan mendatangi acara pertunangan kakak sepupunya." jawab Rian sedikit gugup.
"Lalu? Hanya itu?" tanya Hazel lagi.
"Itu...
Lebih baik nanti kau tanyakan saja dulu dia, jangan langsung marah..." ucap Rian ragu.
"Kenapa?" tanya Hazel semakin kesal dan was-was.
"Dia kembali satu jam lebih cepat dari acara keluarga nya, jadi selama satu jam aku tak bisa melacak nya dimana dia...
Kau tau sendiri keamanan privasi dari hotel ini kan?" ucap Rian pada Hazel.
Deg...
Semua pikiran dan asumsi buruk mulai memenuhi isi kepala nya. Perasaan marah, cemburu, kesal mulai menyatu. Hazel terdiam beberapa saat, ia kembali mengingat ucapan Leo sebelumnya.
Menurutmu apa yang dilakukan oleh wanita dewasa dan pria dewasa di hotel?
Kau masih menyukainya?!
Mu-mungkin...
Gadis ini tak akan benar-benar menyukaimu! Karna aku tetap hidup di dalam nya.
Ucapan Leo, percakapannya antara Alyss saat mabuk dan sisi lain Alyss mulai menyatu membaur di kepalanya. Ia mulai berpikir bahwa Alyss sedang berusaha mengkhianatinya dari belakang.
"Dia tak akan berani melakukannya iya kan?" ucap Hazel lirih sembari mengepal tangannya erat.
Hazel pun segera kembali pulang ke kediaman nya.
......................
Kediaman Hazel.
Alyss baru saja kembali dari acara keluarganya yaitu pertunangan kakak sepupunya dan acara keluarganya.
Ia tak melihat Hazel berada di rumah, maka dari itu ia memutuskan untuk mandi dan melihat televisi setelahnya.
Pukul 12.45 AM.
Alyss masih tengah asik melihat ke arah televisi yang menayangkan acara kesukaan nya, ia lupa waktu sehingga tak terasa hari sudah semakin larut.
Hazel sudah kembali ke kediamannya, ia datang dengan amarah yang mengebu-gebu yang sudah tak dapat di tahannya lagi.
Ia masuk ke dalam kediaman nya dan melihat Alyss yang sedang tertawa karna acara tv yang ia lihat.
Hazel pun melangkahkan kaki nya menuju ke arah Alyss.
"Senang sekali kau? Apa ada hal menyenangkan hari ini?" tanya Hazel dengan amarah yang tertahan.
"Kau sudah pulang?" Alyss yang malah balik bertanya ketika suara Hazel mengagetkannya.
"Lumayan, walaupun tadi agak membosankan, tapi semua nya berjalan dengan lancar." jawab Alyss dengan memutar bola mata nya sekilas untuk mengingat apa yang ia rasakan tadi sembari menampilkan senyum di wajahnya karna ia merasa senang Hazel membiarkanya bertemu dengan keluarganya barusan.
Namun tak seperti pemikirannya, Hazel semakin geram melihat senyuman Alyss. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Hazel mulai melayangkan tangan kekar nya ke wajah Alyss.
Plak!!!
Alyss sangat terkejut ketika mendapat tamparan Hazel yang begitu tiba-tiba, pipi nya mulai terasa perih dengan bekas merah yang tercetak jelas.
"A-apa salah ku? Ke-kenapa kau memukul ku?" tanya Alyss sembari memegangi pipinya, ia mulai takut saat melihat tatapan Hazel yang seperti di penuhi dengan amarah.
"Akh!!!" Pekik Alyss menahan sakit saat Hazel menarik rambut nya dengan kuat.
Mata nya mulai menatap nanar iris Hazel yang menatap nya tajam seperti silet yang siap untuk menyayatnya.
"Ta-tak ada...
Aku bermain dengan Bulbul, la-lalu aku hanya datang ke acara keluarga dan pertunangan kakak sepupu ku, hanya itu...
Dan aku juga sudah memberitau mu kan?" Jawab Alyss dengan gemetar.
Hazel tak membalas ucapan Alyss dan semakin menarik rambut Alyss dengan lebih kuat hingga membuat Alyss berdiri dari duduknya.
Kepala Alyss terasa sangat sakit, rasanya seluruh rambut dikepala nya terasa akan terlepas berserta kulit yang berada di kepalanya itu.
Hazel pun langsung menghempaskan tubuh kecil Alyss ke lantai yang dingin di ruang tengah kediaman nya itu.
Alyss memekik menahan sakit saat Hazel mehempaskan tubuhnya.
Hazel pun berjalan mendekat dan mulai berjongkok menyamai tinggi wajah nya dengan wajah Alyss.
"Ukh!" Alyss yang meringis saat Hazel mencengkram pipi nya dengan kuat.
"Ku tanya sekali lagi, Apa yang kau lakukan hari ini?" Tanya Hazel dengan melembutkan suaranya, namun semakin membuat Alyss gemetar.
"A-apa yang ingin kau dengar?" Tanya Alyss susah payah karna Hazel mencengkram pipi nya dengan kuat.
Hazel pun tersenyum sinis dan melepaskan cengkraman nya dipipi Alyss dengan kasar dan...
Plak!!!
Pandangan Alyss sedikit mengabur karna tamparan yang baru saja dilayangkan Hazel padanya, kepala nya mulai terasa sakit, ia terdiam beberapa saat.
"Kau tidur dengan nya?" Tanya Hazel tiba-tiba yang membuat Alyss tersadar dari rasa sakit yang berada di kepalanya.
Deg....
Pertanyaan Hazel membuat dada nya seperti di hantam oleh timah panas. Ia tak tau mengapa, namun pertanyaan seperti sungguh menyakiti hatinya.
Tidur? Tidur dengan siapa?
Alyss menatap nanar iris Hazel yang sedang yang sedang menatap nya tajam, ia tak tau apa yang terjadi. Yang ia tau pria di hadapan nya saat ini sedang melihat nya dengan tatapan yang tak akan mempercayai apa yang akan ia katakan. Tatapan yang seperti sudah memiliki jawaban pasti.
"A-apa yang kau katakan? Apa maksud mu?" Tanya Alyss dengan air mata yang mulai jatuh kepipi nya.
Hazel benar-benar seperti sedang memukul fisik dan hati nya secara bersamaan, menuduh nya untuk hal yang tak pernah ia lakukan.
"Setelah acara keluarga mu ke mana lagi kau? Memesan kamar dan tidur dengan nya? Apa aku tak cukup memuaskan mu?" Tanya Hazel tanpa memperdulikan kata-kata nya.
Alyss memejam kan mata nya sesaat sembari menjatuhkan bulir bening di ujung matanya. Dadanya semakin terasa sesak saat Hazel menanyai nya hal seperti itu.
Ia pun mulai menjawab pertanyaan Hazel, suara nya terasa tercekat dan dibungkam oleh sesuatu yang membuat lidah nya terasa kelu. Hati nya benar-benar sakit saat Hazel menuduhnya seperti itu.
Tuduhan yang membuat nya terdengar seperti wanita pelac*r.
"Apa yang kau maksud? Aku tak pernah tidur dengan siapa pun! Dan kau tau sendiri kan? Siapa yang terus melakukan hal seperti itu pada ku?" Jawab Alyss dengan suara serak karna menahan tangis nya dan tetap berusaha menjawab pertanyaan Hazel.
Plak!!!
Satu tamparan kuat melayang lagi dipipi Alyss yang membuat pipi nya semakin memerah. Hazel semakin geram karna Alyss tak menjawab pertanyaan nya terlihat seperti melindungi Leo.
Alyss terdiam, ia terus tertunduk dan tak bisa berkata apa-apa lagi, pipi nya semakin terasa sakit karna tamparan-tamparan yang di layangkan Hazel di tempat yang sama.
"Bocah sialan itu? Kau tidur dengan nya? Hm? Jangan pura-pura bodoh!" Tanya Hazel dan mulai menjambak rambut panjang Alyss hingga wajah mereka saling berhadapan.
Alyss mulai mengerti maksud Hazel, itu berarti Hazel melihat nya dengan Leo saat mereka bersama-sama turun di lift.
Alyss berusaha memegang tangan Hazel yang sedang menjambaknya dengan kuat, ia meringis saat Hazel tanpa rasa kasihan semakin menarik rambutnya.
"Jika ku katakan aku tak pernah melakukannya kau akan mempercayaiku? Dan apa bagi mu aku wanita seperti itu? Apa kau memandang ku serendah itu?" Tanya Alyss dengan mata yang terus melelehkan cairan bening nya hingga membasahi wajahnya.
Alyss terus saja meringis menahan sakit di kepalanya, Hazel menarik rambut seperti ingin melepas semua rambut yang berada di kepalanya.
Mata nya memperhatikan iris Hazel dengan lekat, saat Alyss melihat mata Hazel ia tau jika Hazel tak akan mempercaiyainya, saat ini Hazel hanya akan mempercayai apa yang ingin ia percayai. Dan pria yang di hadapan nya sedang tak membutuhkan penjelasan melainkan pelampiasan untuk meluapkan emosi yang ada di dirinya nya.
"Bagaimana aku bisa mempercayai mu? Katakan pada ku? Acara nya selesai satu jam lebih cepat, dan aku melihat mu dengan nya.
Kemana kau selama satu jam itu?
Dan bukankah kau pernah menyukainya? Atau mungkin sekarang kau juga masih suka pada nya. Lalu dia? Kau pikir aku tak tau jika dia mempunyai perasaan pada mu? Aku juga pria, aku tau saat pria lain menyukai wanita ku." Ucap Hazel dengan terus menarik rambut Alyss hingga membuat wajah yang sudah basah oleh air mata itu semakin mengandah ke wajahnya.
"Da-dari mana kau tau jika aku dulu....." Tanya Alyss lirih dan tak berani melanjutkan ucapannya.
"Tentu saja aku tau." Jawab Hazel, karna ia sudah menyadap ponsel yang ia berikan ke Alyss membuatnya dapat membaca seluruh pesan nya dengan Larescha, dan Lerescha pernah menyinggung tentang perasaan Alyss sewaktu kuliah dulu di tambah lagi dengan ucapan ambigu Alyss waktu mabuk saat ia menanyai nya.
"Tapi itu bukan berarti aku akan melakukan hal seperti itu. Dan selama satu jam itu aku berada di tangga darurat, ada seorang cleaning service wanita yang meminta ku untuk menemaninya" Ucap Alyss dengan menahan sakit yang semakin menjadi di kepalanya dan menjelaskan dimana ia selama satu jam tersebut.
"Apa kau menyukai ku? Atau mencintaiku? Hm?" Tanya Hazel pada Alyss.
Alyss terdiam ia tak dapat menjawab pertanyaan Hazel, ia sendiri tak tau bagaimana memahami perasaan yang ia miliki untuk Hazel.
"Tidak kan? Karna kau tak pernah memiliki perasaan seperti itu padaku, makanya aku selalu seperti ini.
Kau membuatku tak bisa berfikir dengan jernih, aku tak bisa mempercayai mu. Aku selalu khawatir jika kau akan kabur lagi dan pergi dengan pria yang kau sukai." Ucap Hazel lagi saat Alyss tak menjawab pertanyaan nya.
"Ta-tapi ini bukan berarti bisa kau jadikan alasan untuk menyiksaku!" Ucap Alyss yang mulai memberanikan diri dan terbata karna menahan sakit di kepalanya saat tangan kekar Hazel semakin menarik rambut panjang itu.
Hazel mulai tersenyum saat Alyss mengatakan demikian.
"Kenapa tak bisa? Kau milik ku! Jika kau mengkhianati aku bisa membunuh mu! Jangan kau pikir karna aku menyukai mu aku tak dapat membunuh mu!
Kali ini aku akan memberi mu hukuman yang akan membuat mu jera." Ucap Hazel dengan melepaskan tangan nya di rambut Alyss dan mulai berdiri.
"Aku tak pernah sekali pun mengkhianatinya! Ini tak adil!" Batin Alyss saat mendengar ucapan Hazel.
Alyss pun mengandahkan wajah nya agar menatap ke arah Hazel, ia menatap Hazel dengan tajam, ia berusaha menahan tangis nya agar tak terlihat semakin lemah di mata Hazel.
"Kenapa melihat ke begitu, sayang? Hm?" Tanya Hazel dengan suara melembut namun semakin mengeluarkan aura menakutkan nya.
Hazel pun mulai menyeret Alyss ke ruang putih dengan menarik rambutnya.
Alyss berusaha melawan Hazel, tangan nya mengambil hiasan bunga yang memilki pot keramik kecil tak jauh dari tempat ia berada.
Prangggg!!!
Alyss melempar pot keramik tersebut ke arah Hazel, dengan sigap Hazel menahan serangan yang dilempar Alyss pada nya, hal itu membuat jambakan nya pada rambut Alyss terlepas.
Alyss pun langsung terjatuh saat Hazel tak sengaja melepaskan jambakannya. Tubuh nya bergetar ia sangat takut saat itu.
Ia tak tau datang dari mana keberanian nya untuk melawan Hazel dan melempar Hazel dengan pot keramik tersebut. Ia hanya ingin mempertahankan dirinya, ia tak mau terus-terusan diperlakukan seperti itu.
Lengan Hazel terluka karna menangkis serangan Alyss. Ia melihat Alyss yang terjatuh dan menatap nya dengan tatapan panik, tatapan yang bercampur antara takut, gelisah, kebencian.
Hazel pun mulai tertawa saat melihat Alyss.
"HAHAHAHHAHAHAH...." Tawa yang menggelegar dan membuat seisi rumah tersebut terisi dengan suaranya yang memecah keheningan malam itu.
Wajah Alyss semakin pucat, ketakutan nya semakin menjadi ketika melihat Hazel tertawa.
Dengan tubuh gemetarnya ia pun berusaha bangun dan pergi dari tempat itu.
Ia berlari dengan linglung, ia sangat panik sehingga mulai tak ingat dengan struktur rumah megah itu.
"Sedikit lagi..." Batin Alyss ketika berusaha meraih gagang pintu.
Namun.....
"Akh!!!" Alyss yang merasa rambut nya tertarik dengan keras sehingga membuat nya langsung meringis.
Hazel pun langsung menarik rambut Alyss dan membuat tubuh Alyss ikut terterik ke arahnya.
"Kau sudah pandai melawan yah sekarang? Aku akan mengajari mu menjadi anak penurut lagi." Bisik Hazel di telinga Alyss.
Mata Alyss semakin membulat sempurna, tubuh nya semakin gemetar, rasa takut yang berada dalam dirinya kini telah melahap seluruh keberanian yang tersisa padanya.
...****************...
Nanti othor usahain up yang eps selanjutnya nya yah, tapi agak sorean hihi...
Kalo dosen othor ga da perubahan jadwal dan masuk lagi hari ini😅😅
Oh iya eps selanjutnya mungkin...🤧🤧🤧🤧
Jangan lupa like, komen, fav, vote, rate 5 dan dukung othor yah. Oh iya di eps selanjutnya othor sekalian mau ngasih tau visual biang kerok nya😡
Happy reading❤️❤️❤️