
Seperti aliran listrik yang berbeda mengalir menelusuri tubuh proposional gadis cantik itu. Jantung nya berdegup kencang antara takut namun juga penasaran akan tindakan yang selanjutnya.
Walaupun ia merasa takut namun gadis itu tak merasa jijik, mungkin benar apa yang dikatakan oleh pria yang melatih sentuhan pada nya.
Cara menghilangkan trauma salah satu nya menimpa dengan trauma yang sama namun berbeda situasi.
"Zayn..." panggil lirih Louise lagi saat teman nya semakin mencium dan mulai menurunkan lagi ciuman nya.
Pria tak menjawab dan semakin menurunkan ciuman nya ke arah dada gadis itu yang memakai memakai atasan crop top sabrina dan rok pendek.
Aroma parfum dan kulit seputih dan sehalus susu itu menyatu dalam indra penciuman pria itu, ia mencium dan menghisap kecil dada teman nya sekaligus semakin menyingkirkan pakaian yang di kenakan gadis cantik itu.
"Ge-geli Zayn...
Udah..." ucap Louise lagi saat ia merasakan ciuman basah yang semakin turun.
Zayn dapat mendengar ucapan teman nya yang meminta berhenti namun diri nya seperti kehilangan kendali penuh atas kesadaran dan akal sehat nya.
Pria itu meninggallkan bekas kepemilikan di leher dan dada gadis dengan semua cap merah yang ia ciptakan dari bibir nya.
Zayn pun perlahan semakin mencium dan membuat Louise terhimpit hingga semakin menjatuhkan dirinya di sofa dan pria itu semakin berada di atas tubuh nya.
Tangan yang awal nya hanya mengelus perut kini mulai turun dan menyentuh paha gadis itu dari balik rok pendek yang ia kenakan.
Tubuh Louise semakin terasa aneh, ia tak pernah merasakan seperti sebelum nya, perasaan yang terasa asing saat rasa takut dan ingin tau serta semakin menginginkan sentuhan selanjutnya bersatu dalam diri nya.
"Zayn...
Sshhh..." desis nya lagi dengan suara tertahan saat tangan sahabat nya mulai menyentuh bagian privasi nya.
Sedangkan pria itu terus mencium dan semakin menelusuri tubuh indah dari sahabat cantik nya.
"Hhmmmhh...
Sudah Zayn...
A-aku..." ucap Louise semakin kehilangan kendali saat ia merasakan jemari lembut pria itu menyelinap dalam tubuh nya.
Deg...
Seketika kesadaran nya kembali saat pria yang awalnya mencium dan mulai menarik pakaian bagian yang menutupi bagian privasi tubuh nya.
"Zayn! Aku gak mau!" ucap Louise dan mendorong kuat dada bidang sahabat nya.
Zayn terkejut dan seketika mengeluarkan tangan nya. Gadis itu memalingkan wajah nya dan mulai terlihat takut di bawah kungkungan nya.
"A-aku gak mau Zayn...
Jangan..." ucap nya lirih dengan suara hampir menangis saat kesadaran nya sudah datang.
Pria itu pun bangun dan kembali duduk di sofa panjang itu tak lagi menghimpit tubuh teman nya.
"Ma-maaf...
Aku gak sengaja..." jawab Zayn merasa bersalah.
Louise hanya diam dan menghapus air mata lalu berlalu pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan kembali wajah nya.
Zayn terdiam beberapa saat dan merasa menyesali perbuatan nya barusan, namun ia juga merasakan jemari tangan nya yang sedikit basah.
"Dia..." gumam pria itu lirih ketika melihat tangan nya.
Pria itu pun juga pergi ke kamar mandi guna menyelesaikan sesuatu yang bangun di tubuh nya karna hasrat nya yang terpendam.
Louise yang segera mencuci dan membasuh wajah nya pun mulai melihat dirinya, leher dan dada nya penuh dengan bekas kemerahan akibat ciuman dari sahabat pria nya.
"Astaga...
Tapi aku ngapain?" decak Louise lirih sesaat sembari memejamkan mata nya mengingat apa yang baru saja terjadi.
Terbesit rasa takut akan pria itu, karna ia belum pernah melihat sahabat nya lepas kontrol dan bersikap sebebas itu pada tubuh nya.
Namun ia sadar apa baru saja terjadi tadi bukan sepenuh nya salah sahabat pria nya namun juga salah nya yang juga menginginkan hal lebih.
Deg... deg... deg...
"Jangan Louise..." gumam gadis itu saat jantung nya berdegup kencang. Ia tak ingin persahabatan nya rusak dan kehilangan salah satu orang yang ia sayangi.
Ia pun mulai berpikir untuk mencari pakaian ganti nya untuk menutupi bekas-bekas kemerahan di tubuhnya gadis itu meninggalkan beberapa pakaian nya di apart pria tampan itu karna sering menginap saat kakak nya sedang tak ada di kediaman nya karna masalah bisnis.
...
Sementara itu Zayn dengan perasaan cemas dan gelisah namun hasrat yang juga masih sangat tinggi memilih untuk mandi agar dapat mendinginkan suhu tubuh nya.
Louise yang sedari tadi sudah di kamar pria itu mencari pakaian ganti nya yang menutup hingga leher nya pun mulai menemukan nya dan segera ingin keluar dari ruang ganti di kamar teman nya, namun bertepatan dengan itu Zayn juga baru ingin masuk mengganti pakaian nya.
Pria tampan itu mengenakan mantel mandi dan dapat tercium aroma coklat yang menyegarkan dan membuat hidung siapapun menjadi candu akan aroma nya.
Zayn memang memilih sabun dengan aroma yang di sukai Louise karna rasa suka nya pada gadis itu.
"Kau masih marah?" tanya Zayn gugup tak bisa memandang wajah cantik teman nya sembari melihat dan memainkan gelas yang ia bawa ditangan nya karna baru saja minum sambil berjalan.
Louise menatap pria itu dan sekarang ia melihat Zayn yang ia kenal, bukan pria yang penuh hasrat seperti sebelum nya.
"Beneran marah yah?" tanya Zayn lagi dengan suara lesu karna tak ada jawaban dari gadis cantik itu.
"Tidak kok..." jawab Louise pada teman nya. Rasa takut nya hilang nya dan ia merasakan hawa nyaman lagi dengan teman nya.
"Maaf yah...
Kau tidak takut dengan ku, kan?" tanya Zayn lagi yang masih memalingkan wajah nya.
"Tidak...." jawab Louise lagi.
"Beneran tidak marah kan?" tanya Zayn lagi dan membuat gadis itu berjalan ke arah nya.
Louise menangkup wajah pria tampan itu yang masih terasa dingin karna baru saja mandi, gadis itu sedikit berjinjit dan menarik agar sahabat nya itu menatap wajah nya dengan dekat.
Deg...
Jantung Zayn terasa akan meletup keluar saat melihat wajah cantik itu dari dekat dan tersenyum lembut ke arah nya.
"Lihat...
Aku tak marah kan? Memang nya aku pernah marah pada mu yah?" tanya Louise dengan senyuman nya dan membuat Zayn langsung terdiam.
"I-iya..." jawab Zayn dan langsung dan melepaskan tangan teman nya serta memalingkan wajah nya
Jika ia melihat lebih lama lagi ia pasti akan segera menautkan kembali bibir nya nya ke bibir sahabat nya yang cantik itu.
"Sudah kan? Beli camilan yuk nanti...
Coklat almond mu sudah mau habis..." ucap Louise yang berusaha bersikap biasa agar situasi mereka tak canggung lagi.
*Deg...deg...deg....
Ya ampun...
Harus priksa detak lagi nih nanti...
Masa jadi gak normal sih detak nya*?
Gadis cantik itu keluar dari ruang ganti teman nya dengan jantung yang berdegup kencang.
Sedangkan Zayn yang masih mematung dan melihat sekilas ke arah pintu saat gadis itu sudah keluar tiba-tiba semua proses di kepala nya jalan kembali walaupun sempat ngebug karna melihat wajah teman cantik nya.
"Yess!!! Louise gak marah! Yes! Yes! Dia gak marah!" ucap Zayn kegirangan dan melompat beberapa kali.
Sedangkan Louise yang masih berdiri di luar kembali mendekati ruang ganti karna mendengar suara teman nya.
"Zayn? Kenapa? Kau tidak apa-apa kan?" tanya Louise dari balik pintu dan seketika membuat pria itu terkejut.
"Eh? Gak apa-apa...
Kita mau pergi kan? Nanti Beli coklat almond yang banyak deh..." ucap Zayn yang saat ini sedang dalam suasana hati senang.
......................
Apart Greelef.
"Ini minum nya..." ucap Clara saat ia menyuguhkan lemon tea hangat pada pria yang ia terima menjadi pacar nya.
Walaupun awalnya ia ragu dan takut namun gadis itu juga ingin mendapatkan kebahagian nya. Berpacaran, pergi dengan teman, memiliki orang yang dapat ia ajak berbicara saat lelah bekerja dan dapat membagi pikiran nya.
Mencintai dan di cintai gadis itu juga ingin merasakan hal seperti itu di hidup nya, ia tau jika atasan gila tak menyukai nya dan hanya me jadikan nya sekretaris sekaligus budak nafsu.
"Minimalis yah apart nya? Gak apa-apa kan?" tanya Clara tersenyum canggung.
Iya...
Yang terpenting dia tak menyentuh ku lagi, dan aku tak perlu merasa bersalah...
Batin gadis itu saat menatap pria yang memberi nya senyuman ramah.
"Gak apa-apa...
Kan nanti kalau nikah juga pindah ke apart ku..." jawab Reno senang.
"Yasudah, sana ganti baju setelah itu kita pergi..." ucap Reno semangat di hari kencan pertama mereka.
Clara tersenyum walaupun ia masih belum mengetahui perasaan nya dengan pasti namun ia bisa merasakan rasa cinta yang begitu besar dari pria itu.
Gadis itu pun mulai mengganti pakaian nya dan setelah itu keluar, mereka memilih menonton bioskop terlebih dahulu sebelum ke tempat lain.
......................
Mall.
Gadis cantik itu terlihat memilih snack dan pria yang mendorong keranjang belanja di belakang nya.
"Zayn...
Ambil yang ini juga yah..." ucap Louise lagi sembari menunjuk marshmelow berukuran besar.
"Iya..." jawab Zayn yang memang tak pernah menolak apa yang di minta gadis itu.
Sesaat setelah mereka berkeliling Louise pun melihat wanita yang ia kenali sebagai sekretaris kakak nya.
"Sekretaris Clara!" panggil Louise dengan senyum di wajah nya, gadis itu memang ramah pada orang ia anggap baik dan bersikap sangat angkuh saat bersama orang yang memilki watak sama.
Clara pun terperanjat kaget saat mendengar seseorang memanggil nya.
"Nona Louise?" ucap Clara pada Louise saat gadis cantik itu di depan nya.
Reno pun sedikit bingung dan melihat ke arah pacar nya.
"Dia adik presdir di tempat ku bekerja, nona Louise..." ucap Clara pada kekasih nya.
"Reno." sapa pria itu sembari mengulurkan tangan nya.
"Louise." jawab Louise singkat dan dan membalas perkenalan tangan setelah itu menatap kembali ke sekretaris kakak nya.
"Ih...
Lagi pacaran yah? Hihihi..." goda Louise pada Clara dengan senyuman menyelidik.
Clara hanya tersenyum canggung dan membuat Reno langsung merangkul nya.
"Kami serasi kan?" tanya Reno pada gadis cantik itu.
"Iya serasi, nanti kalau nikah undang yah...
Bye...bye...
Happy weekend..." jawab Louise dan kembali lagi berlalu ke sahabat nya.
Setelah Louise pergi gadis manis itu pun sedikit cemas dan takut jika adik atasan nya itu mengatakan hubungan nya pada pria gila yang sudah kecanduan dengan tubuhnya.
...
Setelah nonton bioskop dan belanja beberapa camilan akhirnya Reno membawa gadis itu ke cafe untuk bersantai sejenak
"Cla? Clara?" panggil Reno saat melihat kekasih nya melamun.
"Eh? Iya? Maaf lagi gak fokus barusan..." jawab Clara dengan memberikan senyuman nya.
"Kau ini...
Ada yang tak kau sukai?" tanya Reno memeriksa kesukaan gadis itu.
"Bukan...
Ren, kalau misal nya aku itu dulu pernah...
Kau tau kan...
Hubungan antara wanita dan pria..." tanya Clara lirih.
"Yah tidak apa-apa sih...
Itu kan bagian dari masa lalu mu, tapi kalau kau balikan sama mantan mu atau bermain di belakang ku baru apa-apa namanya." jawab Reno cuek pada gadis itu.
"Asalkan gak main belakang kan?" tanya Clara memastikan, ia takut jika dirinya tak bisa di terima oleh pria tersebut karna sudah berulang kali di ditiduri dan di paksa melayani atasan nya.
"Kok pertanyaan mu aneh? Kan sedang tak berniat mengkhianati ku kan?" tanya Reno dengan tatapan menyelidik.
"Bukan! Aku kan cuma tanya...." sanggah Clara cepat.
Reno pun mulai tersenyum dan tertawa melihat kepanikan gadis manis itu.
"Iya aku percaya kok..." jawab Reno tertawa.
Clara hanya tersenyum dan mengarahkan pandangan nya ke luar.
"Terimakasih yah..." ucap Clara tiba-tiba.
"Terimakasih untuk apa?" tanya Reno bingung.
"Karna sudah menyukai ku..." jawab Clara tersenyum tulus.
......................
Kediaman Rai.
Karna tak bisa tidur memikirkan apa yang terjadi tadi siang membuat gadis cantik itu pergi ke kamar kakak nya.
Apalagi jika tak menganggu pria itu agar malam nya tak bosan.
"Lihat apa tuh?" tanya Louise tiba-tiba dan mengagetkan Louis seketika yang sedang melihat ke arah ponsel nya.
"Anak kecil mau tau aja!" jawab Louis cepat dan langsung mematikan ponsel nya.
"Anak kecil?! Umur kita kan sama! Cuma beda beberapa jam aja pun! Menit malah!" jawab Louise kesal.
"Lihat apa sih? Film dewasa yah?" tanya Louise menyelidik.
"Iya! Biar ganti gaya! Eh?" ucap Louis tanpa sadar.
"Gaya? Gaya apa?" tanya Louise bingung, walaupun gadis itu memiliki IQ yang tinggi namun tidak dengan EQ nya.
NB KET : IQ merupakan kecerdasan kognitif (aktivitas berpikir), yang erat kaitannya dengan kemampuan mengingat, memahami, menganalisa, mengevaluasi, dan memecahkan masalah.
EQ merupakan kecerdasan emosi, yang erat kaitannya dengan kemampuan mengontrol perasaan diri sendiri, mengenali perasaan orang lain, adaptasi, kerjasama, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen.
Gadis manja yang di besarkan dengan uang dan lingkungan sosial yang hanya berpusat pada kakak nya dan sahabat pria nya sejak kecil tak begitu tau gelap nya dunia luar.
"Gaya buat...
Buat gaya bersikap..." ucap Louis setelah memutar bola mata nya.
Gadis itu tak dapat mencerna ucapan sang kakak yang baginya tak dapat ia mengerti.
"Cari pacar deh kak sana...
Udah jadi human error nih kayak nya..." celetuk Louise pada sang kakak.
"Ih! Berisik! Sana keluar! Malem-malem cuma gangguin kakak nya aja!" ucap Louis kesal pada adik nya.
"Louis...
Kau ini suka sesama jenis yah? Masa gak pernah pacaran sih atau dekat sama wanita sih? Jangan sampai si Zayn nanti diapa-apain!" ucap Louise dengan nada merinding nya.
"Kalau gak keluar ku botakin yah rambut mu!" sahut Louis kesal. "Normal kok aku, masih mau sama perempuan..." sambung Louis lagi.
"Oh yaudah! Takut aja, nanti Zayn jadi gak lurus temenan dengan mu!" ucap Louise sembari mengotak atik barang sang kakak.
"Oh iya pacar nya sekretaris Clara ganteng yah..." ucap Louise lagi, gadis itu tak tau hubungan sang kakak dengan sekretaris nya.
"Pacar?" tanya Louis dan langsung mengernyitkan dahinya.
"Iya! Ganteng loh...
Kelihatan serasi!" ucap Louise lagi dengan semangat.
Louis pun tak menjawab dan semakin panas mendengar hal tersebut terlihat jelas raut wajah dan aura tak suka nya mendengar kabar yang di bawa adik nya.
Sial! Berani sekali dia! Lihat saja nanti! Akan ku buat dia tak bisa bangun lagi!