(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Sick?



Hazel terus berusaha dan menarik tubuh Alyss yang hampir terlepas karna Alyss terus berusaha melepaskan pegangan Hazel.


"Alyss....


Tahan sebentar aku akan menarik mu..." ucap Hazel lirih, tangan nya yang satu lagi menahan pembatas balkon agar tubuhnya tak ikut terjatuh.


Alyss hanya menatap wajah Hazel perlahan darah dari tubuh suaminya karna luka tembakan terus mengalir dari tangan mereka yang masih menyatu.


Alyss tersenyum lembut menatap Hazel, ia memejamkan matanya dan langsung melepaskan genggaman tangan Hazel hingga hampir terlepas dan terjatuh.


Sesaat sebelum terlepas...


Grep!


Rian langsung berusaha meraih tangan Alyss sebelum Alyss benar-benar terjatuh. Mengetahui Rian yang sudah datang langsung membuat Hazel mengeratkan kembali pegangan nya, dan menarik tubuh Alyss, Rian pun juga ikut membantu karna ia tau jika Hazel tertembak sebelumnya.


Saat mendapat tarikan Alyss berusaha meraih pembatas balkon dengan kaki nya agar semakin mudah naik, dan....


Buk!


Alyss langsung tertarik dan terjatuh ke dalam pelukan suaminya, bulir bening menetes pelan dari matanya ia memeluk erat tubuh Hazel yang tercium aroma darah karna tembakan di tubuh suaminya.


Sebelum nya saat salah satu orang suruhan dari musuh Hazel ingin menembak kepala Hazel, Rian sudah datang, ia ingin langsung menembak orang itu, namun peluru nya habis karna ia gunakan untuk melawan musuh yang lain.


Rian pun mengeluarkan pisau nya dan mulai mengendap-endap, hingga tiba-tiba menusuk leher pria tersebut menggunakan pisau nya.


"Kau baik-baik saja? Hm?" tanya Hazel lirih saat Alyss menghamburkan pelukan nya begitu erat.


Alyss pun menjawab pertanyaan Hazel dengan anggukan kecil di kepalanya, Hazel tersenyum lega dan membalas pelukan Alyss.


Setelah semua kondisi teratasi Alyss pun segera mengobati dan mengambil peluru di tubuh Hazel, untung nya peluru tersebut terkena di bahu dan tak terkena di bagian yang fatal.


"Sepertinya sekarang kau ingat memberi ku bius." ucap Hazel ketika Alyss mengambil peluru di bahunya.


"Hm...


Sekarang aku sudah ingat memberikan nya..." jawab Alyss lirih, dan mulai menjahit luka di bahu suaminya.


Setelah selesai Alyss pun langsung melihat ke arah tubuh bagian lain, untuk memeriksa apakah ada luka lagi atau tidak.


Hazel pun langsung menangkup tangan Alyss, dan menariknya hingga membuat Alyss merapat padanya. Tangan nya memeluk pinggang ramping Alyss yang berdiri di depan sedangkan Hazel masih duduk di bangku nya.


Wajah Hazel mengandah melihat dan memperhatikan wajah Alyss.


"Dia memukul mu?" tanya Hazel ketika melihat pipi Alyss yang sedikit memar dan ujung bibir nya yang sedikit terluka.


"Aku baik-baik saja..." jawab Alyss lirih.


Hazel pun mengalihkan pandangan nya ke tangan Alyss yang memiliki luka bakar kecil karna Alyss membuka ikatan di tangan nya menggunakan pemantik.


"Kenapa lakukan hal berbahaya sendirian? Tadi kau juga hampir melepaskan tangan ku, kalau kau benar-benar terjatuh, bagaimana?!" tanya Hazel kesal sekaligus khawatir.


"Lalu kalau Rian tidak datang dan aku tetap memegang mu, dan kau ikut terjatuh dengan ku bagaimana?" jawab Alyss menjawab Hazel dengan pertanyaan lain nya.


"Kau takut aku terjatuh? Kalau kau sendiri takut kenapa tak memikirkan rasa takut ku?! Kalau kau benar-benar terjatuh-" ucap Hazel terpotong saat Alyss mengecup bibir nya tiba-tiba.


"Maaf....


Membuat mu khawatir..." ucap Alyss lirih saat ia melepaskan ciuman nya.


"Kau tau kan? Seberapa banyak aku menyukai mu?" tanya Hazel lirih sembari menatap nanar wajah Alyss.


......................


12 Hari kemudian.


Sebelumnya Hazel pun membereskan masalah mayat Dave yang sudah terjatuh hancur lebur karna terjatuh dari lantai 40. Ia merasa kesal karna Dave mati begitu saja, tanpa sempat ia siksa karna sudah memukul Alyss.


Maka dari itu Hazel memerintahkan mayat Dave yang sudah hancur tersebut untuk dibuang ke tengah laut dan di jadikan makanan ikan. Bahkan mayat tersebut tak akan lagi mendapatkan pemakaman yang layak menjadi hilang di lautan.


"Hey...


Kau tak bangun?" tanya Hazel saat ia melihat Alyss yang masih tertidur lelap walaupun pagi sudah menyinsing.


"Engghh..." Alyss yang merasa terganggu saat Hazel membangunkan nya dan mengelus pipi Alyss perlahan.


Hazel yang menjadi gemas pun melihat wajah Alyss semakin mengelus dan mencubit kecil pipi Alyss.


"Mau tidur..." ucap Alyss lirih sembari menyingkirkan tangan Hazel dan menutup wajah nya dengan bantal.


"Kau mau dirumah saja? Padahal hari ini aku mau mengajak mu ke pantai." ucap Hazel pada Alyss, sebelum kecelakaan mobil, ia pernah berjanji membawa Alyss kepantai, namun karna masalah yang terus datang membuat rencana nya selalu di undur.


Alyss pun langsung membuka bantal nya dan menatap Hazel.


"Pantai?" tanya Alyss lirih.


"Hm...


Kau tak mau?" tanya Hazel sembari mengelus lembut pipi wanitanya.


"Luka mu sudah membaik?" tanya Alyss lagi.


"Sudah...


Dan kurasa aku juga sudah bisa melakukan lagi..." ucap Hazel dengan nada sedikit berbisik.


"Mesum!" ucap Alyss sembari melempar wajah Hazel dengan bantal. Ia pun berusaha bangun dari tidurnya, entah kenapa semakin hari kepala nya semakin sering sakit, membuat nya semakin sering ingin tidur.


"Mau ku mandikan?" tawar Hazel setengah tertawa karna Alyss baru saja melemparkan bantal padanya.


"Tidak! Nanti malah yang lain lagi! Bukan nya mandi!" ucap Alyss dan langsung menutup pintu kamar mandinya, sedangkan Hazel masih setengah tertawa menatap nya menutup pintu.


Nyuttt....


Lagi, kepalanya mulai sakit lagi, Alyss pun mencuci wajah nya lebih dulu. Perlahan hidung nya mulai mengeluarkan cairan merah kental lagi.


"Ukh!" desis Alyss menahan sakit yang semakin menjadi, hingga tanpa sadar tangan menyenggol dan menjatuhkan tanaman hias di dekat wastafel.


Prangg!!!


Tanaman hias tersebut pun langsung terjatuh dan berhamburan kebawah, tak hanya itu tubuhnya pun ikut terjatuh sembari terus memegang kepalanya yang masih terasa sakit.


Sementara itu.


Hazel yang mendengar suara gaduh dari dalam kamar mandi pun langsung mengetuk pintu tersebut, ia berusaha membuka namun Alyss mengunci dari dalam.


"Alyss? Kenapa?" tanya Hazel khawatir dari luar kamar mandi.


"Tidak apa-apa, aku tak sengaja menyenggol hiasan saja..." jawab Alyss lirih sebisa mungkin agar tak terlihat dari suara nya jika ia sedang kesakitan.


Ia tak mau Hazel sampai tau jika ia sedang kesakitan, selain tak ingin membuat Hazel khawatir, ia juga tak ingin Hazel kembali mengurung nya di rumah sakit, Alyss pernah demam sebelumnya, dan Hazel membuatnya menjalani pengobatan yang ketat selama 3 minggu hanya karna demam biasa.


Hazel menjadi lebih protektif semenjak Alys bangun dari masa kritis nya, karna Hazel sekarang benar-benar takut jika Alyss sampai pergi darinya.


Alyss pun langsung menyalakan air di wastafel agar terdengar suara desiran air tersebut untuk menutup suara ringisannya menahan sakit.


Pandangan nya mengabur, Alyss menahan rasa sakit di kepalanya yang teramat sangat sampai benar-benar hilang, tangan nya terus saja menutup hidung nya yang terus menerus mengeluarkan cairan merah kentalnya.


55 menit kemudian.


Alyss pun keluar dengan mantel mandi setelah ia selesai mandi.


"Kenapa lama sekali? Wajah mu juga sangat pucat?" tanya Hazel khawatir saat melihat Alyss.


"Tidak apa-apa...


Kenapa sih? Ini karna aku tak pakai make up saja..." ucap Alyss beralasan.


"Make up? Aku sering melihat wajah mu tanpa make up...


Kau sakit? Kita periksa yah? Hm?" tanya Hazel sembari menangkup wajah pucat Alyss.


"Kau ini tak mau membawa ku ke pantai yah? Makanya menyuruh ku periksa?" tanya Alyss dengan wajah cemberut nya.


"Aku hanya kelelahan saja...


Tak usah terlalu khawatir..." ucap Alyss sembari ikut juga menangkup wajah Hazel hingga tatapan mereka saling bertemu satu sama lain.


"Hari ini kau di rumah saja yah? Kalau besok masih pucat juga kau harus ikut priksa..." ucap Hazel sembari memeluk tubuh kecil Alyss.


"Iya..." jawab Alyss perlahan, ia juga tau jika sakit kepala nya bukan sakit biasa karna terus membuat nya hampir kehilangan keseimbangan terus menerus dan juga membuat nya mimisan dari waktu ke waktu.


Setelah itu Hazel pun segera membatalkan libur nya dan masuk ke JBS seperti biasa, ia tak jadi membawa Alyss ke pantai karna merasa Alyss perlu istirahat.


......................


Pukul 12.34 PM


Alyss duduk sembari menatap ke arah taman, ia sebenarnya ingin pergi ke rumah sakit untuk periksa, dan yang pasti bukan JBS karna jika Hazel tau ia memiliki penyakit pasti lelaki itu yang akan menjadi lebih takut.


"Apa periksa saja yah? Tapi kalau benar-benar...." ucap Alyss lirih yang takut mengetahui kondisi tubuhnya sendiri.


Namun Alyss berusaha memberanikan dirinya dan memeriksakan dirinya, ia pergi dengan supir dan beberapa pengawal karna itu memang syarat agar ia bisa keluar dari kediaman Hazel dan tentunya atas perintah Hazel.


Setelah sampai di rumah sakit yang diinginkan Alyss pun mulai turun.


"Kalian di sini saja, aku mau bertemu dengan teman ku, mengganggu jika orang lain ikut." ucap Alyss pada 3 pengawal yang mengikutinya.


Ia beralasan ingin menemui teman kuliah dokternya yang lain yang bekerja di RS tersebut pada pengawal Hazel.


"Tapi kami harus mengawal nyonya." jawab para pengawal tersebut serempak.


"Jangan membuat kesal dengan memberi perintah dua kali, aku akan menghubungi kalian jika terjadi sesuatu." ucap Alyss dengan nada penuh penekanan.


"Ingat! Jangan sampai mengikutiku! Jika kalian berani akan ku pastikan kalian tak memiliki kaki kalian lagi besok." ancam Alyss sekali lagi dan masuk kedalam rumah sakit tersebut.


Alyss pun mulai menjalani segala pemeriksaan yang di butuhkan dan menunggu hasilnya hari itu juga. Setelah mendapatkan hasilnya Alyss pun mulai berbicara dengan dokter yang memeriksanya.


"Terdapat zat asing di tubuh ibu, yang kami belum mengetahui apa itu, namun zat tersebut dapat mengeraskan organ penting salah satu nya jantung. Seperti penyakit skleroderma atau penyakit autoimun. Dan untuk sakit dikepala anda karna ada beberapa kerusakan di bagian batang otak, namun masih belum terlalu parah dan kemungkinan bisa memburuk jika beberapa pembuluh darah yang berada di kepala pecah." jelas dokter tersebut pada Alyss.


NB KET : Penyakit skleroderma dapat mengeraskan anggota tubuh hingga kedalam organ penting ikut mengeras seperti jantung, paru-paru, ginjal dan lain nya sedangkan sedangkan penyakit autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang si pemilik tubuh itu sendiri dan menjadi boomerang serta dapat menyebabkan kerusakan organ.


Alyss terdiam beberapa saat, ia tak tau jika kondisi yang selalu diabaikan nya ternyata kondisi yang sangat penting.


"Apa ibu sebelum nya pernah mengalami kerusakan organ? Atau kecelakaan berat sebelumnya?" tanya dokter tersebut.


Alyss teringat jika sebelum nya ia sempat dalam kondisi kritis saat Hazel menyiksa nya terakhir kali dan menyebabkan kerusakan otak karna ia sempat mengalami henti jantung, serta organ di tubuhnya yang perlahan rusak karna hal itu.


"Hanya kecelakaan biasa..." jawab Alyss lirih.


"Hal tersebut lah membuat sakit di kepala ibu menjadi lebih sering dan selalu terjadi mimisan, kami bisa melakukan operasi namun sangat berisiko. Dan untuk pengerasan organ tersebut itu di karnakan xenobiotik yang masuk ke tubuh ibu, kalau ibu bersedia kami akan mencari pengobatan yang sesuai." ucap donter tersebut.


NB KET : Xenobiotik merupakan zat asing ya g masuk ketubuh manusia contohnya : obat-obatan.


Alyss kembali diam, karna ia juga merupakan seorang dokter ia tau jika ia menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut pasti rumah sakit tersebut akan membuat tubuhnya menjadi salah satu eksperimen baru karna seperti menemukan kasus dan penyakit baru.


"Tak perlu, aku akan atasi itu." jawab Alyss lirih.


"Jika segera tak di obati maka kemungkinan sampai benar-benar mengalami kerusakan total adalah satu tahun." jawab dokter tersebut yang mengisyaratkan jika Alyss hanya akan bertahan selama satu tahun.


Alyss pun tersenyum miring dan menatap dokter tersebut.


"Kalau begitu satu tahun ke depan aku akan mendatangi mu lagi." jawab Alyss dan beranjak dari ruang konsultasi tersebut.


Selama kembali ke kediaman Hazel ia terus melamun, satu-satunya zat asing yang tidak terindentifikasi di tubuhnya yaitu obat yang diberikan jari JBS farmasi, obat yang membuatnya tersadar sebelumnya namun kini menjadi boomerang untuk nya.


.....................


Kediaman Hazel.


Setelah kembali dari RS Hazel tentu saja mencari keberadaan istrinya, sampai ia menemukan Alyss yang berdiri di balon kediaman nya menatap ke arah taman luas di belakang kediaman Hazel.


Hazel pun perlahan mendekat dan memeluk Alyss dari belakang, ia memeluk perut rata wanita nya dengan erat dan membuat tubuh kecil itu seketika dalam dekapan nya.


Alyss tersentak beberapa saat, karna Hazel memeluknya tiba-tiba saat masih tenggelam dalam lamunan nya. Namun saat ia merasa aroma khas dari tubuh pria nya ia langsung tau jika Hazel yang sedang memeluknya.


Alyss pun menyandarkan kepalanya ke dada bidang Hazel yang sedang memeluknya dari belakang, dan ikut memegang tangan Hazel yang sedang melingkar di perutnya.


"Kau bosan? Mau makan malam diluar hari ini? Apa sekarang kau sudah baikan?" tanya Hazel seperti mengintrogasi.


Alyss tertawa kecil mendengar pertanyaan suaminya.


"Aku baik-baik saja...


Kau ini bertanya seperti sedang interview kerja." jawab Alyss tertawa kecil.


"Hazel..." panggil Alyss lirih setelah senyuman nya.


"Hm? Kenapa?" jawab Hazel lembut sembari sesekali menciumi puncak kepala Alyss.


"Kalau misalnya aku pergi jauh, apa yang akan kau lakukan?" tanya Alyss lirih.


"Mencari mu dan ikut dengan mu." jawab Hazel.


"Kalau aku pergi ke tempat yang tak bisa kau ikuti?" tanya Alyss lagi.


"Aku akan tetap mengikuti mu, tak ada tempat yang tak bisa kudatangi." jawab Hazel sekali lagi.


"Kalau aku tak ada di dunia ini bagaimana? Bagaimana kau akan mencari ku?" tanya Alyss lagi.


Deg...


Hazel terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan Alyss. Ia sangat takut dan bahkan tak pernah mau membayangkan jika suatu saat hal itu terjadi, karna ia tau ia tak akan sanggup untuk itu.


"Kalau begitu aku akan ikut ke dunia mu, aku tak mau berada di dunia yang tidak ada kau..." jawab Hazel lirih.


Alyss pun langsung mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Hazel, ia langsung melepaskan pelukan Hazel dan membalik tubuhnya hingga menatap Hazel.


"Jadi kalau aku mati, kan ikut mati begitu?!" tanya Alyss marah.


"Iya." jawab Hazel singkat.


"Kenapa punya pikiran bodoh seperti itu sih?!" tanya Alyss kesal siapa yang akan mau melihat orang ia cintai ikut mati bersamanya.


"Jika kau tak ada, lalu aku bagaimana? Kenapa tanya pertanyaan seperti ini? Aku tak mau jika hidup tanpa mu! Kau akan tetap dengan ku! Dan aku akan tetap dengan mu! Aku tak mau berada di tempat yang berbeda, aku akan terus mengikuti mu! Kemana pun itu." ucap Hazel tegas.


"Kalau begitu aku tak akan kemanapun...


Aku akan terus dengan mu...


Jadi kau tak perlu mencari atau mengikuti ku..." ucap Alyss tersenyum lembut menatap wajah Hazel


Alyss memperhatikan dengan lekat iris Hazel, ia tau jika Hazel bersungguh-sungguh dalam ucapan nya, maka dari itu ia juga bersungguh-sungguh dalam ucapannya. Perlahan tangan nya mulai memeluk dada bidang suaminya dan Hazel yang membalas pelukan lembut dari Alyss.


Aku tak akan membiarkan hal seperti itu terjadi padamu...


Aku akan tetap hidup...


Hidup dengan mu...


Bersama mu untuk waktu yang lama...


Omong kosong tentang waktu satu tahun....


Aku akan membuat takdir ku sendiri...


Akan ku buktikan jika aku lebih kuat dari yang mereka bayangkan...


...****************...


Haiii....


Kalian tau kan kalo othor punya jalan cerita tersendiri dan alur sendiri, kalau kalian minta Happy end...


Iya ini Cerita bakal sesuai ekspetasi kalian kok (Happy end) tapi othor punya alur tersendiri, untuk kedepan nya. Jadi yang sabar yah, dan lagi othor juga ngebuat ending yang ga mau bisa ketebak atau semudah kalian pikirkan.


Nanti othor kasih alasan nya di ending when the devil falls in love yah😉


Mungkin juga cerita nya bakal tamat di eps 160-170 sih wkwk bisa lebih cepat bisa lebih lambat hanya perkiraan othor segitu😅


Jangan lupa like komen fav vote rate 5 dan dukung othor🥰🥰❤️❤️


Happy Reading❤️❤️❤️