
Cahaya fajar mulai menyebar menandakan pagi yang mulai datang.
Alyss mulai terbangun dari tidurnya, ia merasa begitu sesak dan sulit bergerak. Ia pun membuka matanya perlahan dan mulai menyadari Hazel yang mendekap nya sepanjang malam untuk masuk ke dalam pelukan pria itu.
Alyss bingung dan juga sangat bersyukur karna Hazel benar-benar tak menghukum nya tadi malam, ia pun berusaha bangun lebih dulu namun seperti biasa, usaha nya selalu sia-sia.
Karna setiap dia berusaha bangun Hazel akan semakin mempererat pelukan nya.
Alam bawah sadar Hazel seperti selalu mengatakan bahwa Alyss tak dapat pergi dari nya.
Merasa Alyss yang terus bergerak membuat Hazel ikut terbangun.
"Kau sudah bangun? Kenapa bergerak terus?" tanya Hazel dengan suara yang masih serak pada Alyss.
"I-iya aku mau bangun, nanti terlambat." jawab Alyss.
Hazel perlahan melonggarkan pelukan nya dan membiarkan Alyss bangun.
......................
Skip time
Satu minggu kemudian.
JBS Hospital.
Alyss berjalan di salah satu lorong RS menuju ke departemen nya. Ia menempelkan jari nya ke dinding sembari terus melangkahkan kakinya. Kepala nya tertunduk lesu karna ia baru saja selesai melakukan salah satu operasi pada pasien dan ingin beristirahat sejenak.
Dukk!!!
Kepala Alyss seperti menabrak seseorang ia pun tersadar saat melihat sepatu pria berwarna hitam, ia pun mundur satu langkah.
"Maaf pak, saya tak sengaja." ucap Alyss ketika melihat sepatu hitam tersebut dan mengandahkan wajahnya ke atas untuk melihat siapa yang ia tabrak.
"Kita bertemu lagi." jawab pria itu yang tak lain adalah Will.
Alyss mengerutkan dahi nya ketika mendengar ucapan pria tersebut. Pasal nya ia sama sekali tak ingat pernah bertemu dengan pria yang berdiri di hadapannya.
Alyss tak tau harus berkata apa, karna ia tak ingat sama sekali dan akhirnya Alyss hanya menunjukkan senyum canggung nya pada Will.
"Maaf pak, saya permisi dulu." ucap Alyss sembari ingin melewati Will dan melanjutkan langkah nya untuk ke departemen nya.
Saat Alyss berjalan ingin melewati nya Will pun langsung menahan Alyss dengan memegang lengan nya.
"Apa yang anda lakukan?!" tanya Alyss ketika Will menahan nya, ia pun berusaha melepaskan tangan Will dari lengan nya.
Will pun menyeringai melihat wajah Alyss yang sudah mulai panik karna tak dapat melepaskan pegangan tangan nya di lengan Alyss. Ia pun langsung membalik tubuh Alyss dan memojokkan tubuh kecil itu ke dinding.
"Wajah mu sangat halus dan juga cantik." ucap Will lirih sembari mengelus wajah Alyss dengan jemari tangan nya yang satu lagi.
Alyss pun langsung menepis tangan Will yang berusaha menyentuh wajahnya dan berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan Will yang sedang mengunci tubuh nya ke dinding.
"Apa yang anda lakukan?! Saya tak mengenal anda! Dan tolong jaga sikap anda!" ucap Alyss yang mulai marah dan menatap tajam Will.
"Haha, kau semakin menarik saja. Apa kau juga seperti ini saat bersamanya?" tanya Will diselingi dengan tawa dan nada yang sedikit merendahkan Alyss.
"Saat bersama nya? Apa maksud dari kata-kata nya? Saat bersama siapa yang dia maksud?" Batin Alyss yang kebingungan saat Will mengatakan kata "saat bersamanya".
"Saya tak tau apa yang anda bicarakan! Tapi saya tak memiliki urusan dengan anda! Singkirkan tangan anda dari saya!" ucap Alyss tegas dengan bercampur amarah.
Alyss sama sekali tak mengenal pria di hadapan nya, namun pria tersebut menahan nya dan bersikap tidak sopan pada dirinya dan bahkan berbicara dengan nada yang merendahkan pada nya.
Tak ada seorang pun di lorong tersebut yang dapat membantunya, hanya ada satu pria yang melihat nya dan Will dengan wajah datar, dan memang tak berniat membantunya sama sekali, karna pria tersebut adalah sekretaris Will.
Will tersenyum licik nya mulai melepaskan lengan Alyss, Alyss pun langsung mendorong tubuh Will agar menjauh darinya.
"Kita akan bertemu lagi." ucap Will tersenyum dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan pada Alyss yang langsung beranjak pergi secepatnya dari dirinya.
Alyss menoleh kebelakang sedikit dengan perasaan kesal, dan juga marah.
"Dasar Gila!!!" ucap Alyss dan mempercepat langkah nya seperti hampir berlari.
Setelah menemui Alyss, Will pun kembali ke kediamannya, karna niatnya datang ke JBS hanya untuk menemui Alyss.
......................
Presdir Jimmy yang merupakan presdir dari Sation Company pun datang ke JBS sesuai janji yang ia buat minggu lalu.
"Calla?" batin Jimmy saat melihat Alyss yang sedang berjalan cepat karna menghindari Will.
Jimmy pun dengan cepat menghampiri Alyss dan memanggilnya, ia memanggil Alyss dengan panggilan lain agar terlihat dekat dengan nya dan Alyss yang juga tak pernah mempermasalahkan dengan nama apa dia dipanggil asalkan itu berasal dari potongan namanya. Jimmy dulunya pernah menaruh perasaan pada Alyss.
"Calla! Kenapa kau berjalan sangat cepat?" tanya Jimmy ketika berhasil menangkap tangan Alyss.
Alyss pun sedikit terkejut ketika seseorang meraih tangannya, dan ia lebih terkejut lagi ketika melihat Jimmy. Alyss selalu menganggap Jimmy seperti kakak nya tak seperti Jimmy yang menganggap nya sebagai seorang wanita.
"Kak Jimmy? Ya ampun sudah lama sekali." jawab Alyss dengan mata berbinar melihat Jimmy dan melihat kan senyum di wajahnya.
"Kau masih terlihat manis seperti dulu." ucap Jimmy sembari mengusap puncak kepala Alyss.
"Kakak sedang apa disini? Kakak sakit?" tanya Alyss dengan mengerutkan dahi nya.
"Kenapa kalau aku sakit? kau khawatir?" tanya Jimmy tersenyum dengan sedikit membungkuk kan tubuhnya agar tinggi wajah mereka setara dan dapat melihat lekat wajah Alyss.
"Ga tuh! Percaya diri banget sih kak." jawab Alyss sembari tersenyum.
Jimmy pun semakin melebarkan senyuman nya, ia merasa Alyss belum berubah sama sekali, masih seperti wanita yang ia temui 3 tahun lalu.
"Aku disini ingin bertemu dengan Presdir rumah sakit ini, membicarakan beberapa hal." ucap Jimmy memberitau maksud tujuan nya datang ke JBS.
Alyss mengangguk kecil ketika mendengar ucapan Jimmy.
Belum sempat mereka berbicara lebih lama, Rian sudah datang untuk menyambut Jimmy dan mengantarnya ke ruangan Hazel.
"Kalian saling kenal?" tanya Rian ketika melihat Jimmy yang terus tersenyum pada Alyss.
"Tentu saja! Siapa yang tidak kenal dengan gadis penakut ini." ucap Jimmy sembari mencubit pelan pipi Alyss.
"Apa sih kak?!" ucap Alyss yang langsung menepis tangan Jimmy.
Rian yang melihat kedekatan Jimmy dan Alyss sedikit tercengang, karna Jimmy dikenal sebagai pribadi yang dingin, namun saat ini ia malah tersenyum pada Alyss.
Dan Rian hanya berharap dalam hatinya jika Hazel tak mengetahui kedekatan mereka, karna ia sangat tau sifat dari temannya, ia tak mau melihat Alyss yang menjalani perawatan di RS lagi akibat ulah Hazel.
"Saya adalah Rian sektetaris dari Presdir, saya akan antarkan anda menemui Presdir Hazel." ucap Rian sopan dan memperkenalkan dirinya pada Jimmy.
"Aku akan pergi jika dia yang mengantarku." jawab Jimmy sembari menunjuk Alyss yang berdiri dihadapannya.
"A-aku? Tidak bisa! Hmmm....
A-aku tidak tau di mana ruangan presdir." ucap Alyss berbohong, ia hanya tak ingin Hazel melihat nya dan Jimmy saling mengenal.
"Kalau begitu aku akan kembali." ancam Jimmy, ia hanya ingin memiliki lebih banyak waktu setelah bertemu dengan cinta pertamanya.
Rian pun terkejut ketika mendengar hal tersebut, dan pada akhirnya Rian meminta Alyss untuk mengantar Jimmy sampai Keruangan Hazel.
Jimmy telah sampai di ruangan Hazel, Hazel pun sedikit bingung saat melihat Alyss yang juga ikut mengantar Jimmy.
"Hmmm...
Aku pergi dulu yah..." ucap Alyss kikuk ketika Hazel menatap nya.
Sebelum Alyss pergi Jimmy pun menahan tangan Alyss. Hazel yang melihat itu langsung menunjukkan ekspresi tak suka nya.
"Kau sudah menikah?" tanya Jimmy tiba-tiba.
"Eh? A-apa?" jawab Alyss kebingungan dan ingin segera pergi karna tatapan Hazel.
Hazel pun menjadi tak sabar dan langsung menepis tangan Jimmy dari Alyss, ia pun langsung memeluk dan memegang pinggang Alyss dengan kuat dan membuat wajah Alyss terbenam ke dada bidang nya.
"Dia akan segera menikah! Jadi jangan menyentuhnya!" ucap Hazel sembari memberi tatapan tajam ke Jimmy.
Jimmy pun terdiam sesaat dan memahami situasi.
"Kalian memiliki hubungan?" tanya Jimmy memastikan.
"Kau pasti sudah tau jawabannya kan?" ucap Hazel dengan senyum sinis pada Jimmy.
Hazel pun kemudian berbisik di telinga Alyss.
"Temui aku disini dalam 3 jam kedepan." bisik Hazel pada Alyss.
Alyss pun terbelalak dan dan mulai takut saat mendengar bisikan Hazel, ia tak tau apa yang akan menantinya dalam 3 jam kedepan.
Hazel pun melepaskan pelukan nya pada Alyss perlahan dan menyuruh Alyss kembali.
"Silahkan duduk." ucap Hazel mempersilahkan Jimmy ketika Alyss sudah keluar dari ruangan nya.
"Kalian sudah lama menjalin hubungan? Dari kapan?" tanya Jimmy antusias pada Hazel.
"Tidak ada urusan nya dengan mu, dan lagi jangan mencampur urusan pribadi dengan bisnis." jawab Hazel dengan tersenyum namun menahan amarahnya, karna ia juga memerlukan kerja sama antara Sation Company.
"Jika aku tak mau?" tanya Jimmy dengan nada sedikit menantang Hazel.
"Jika begitu seperti nya kita tak akan bisa kerja sama, dan mungkin akan terus menjadi rival bisnis." jawab Hazel dengan tetap berusaha tenang.
Jimmy pun terdiam sejenak, karna dalam kerja sama ini juga sangat menguntungkan bagi perusahaan nya, ia tak akan perlu bersaing lagi dengan JBS dan benar-benar menguntungkan nya waktu panjang.
"Baik, jangan campurkan urusan pribadi dengan bisnis." jawab Jimmy dengan sedikit menyunggingkan senyum nya.
"Aku suka sikap mu, sepertinya kita dapat bermitra bisnis dengan baik satu sama lain." sambung Jimmy.
"Baik, Apa sekarang bisa kita mulai?" tanya Hazel.
"Tentu saja." jawab Jimmy.
"Padahal aku sangat senang karna bisa bertemu dengan nya, kau beruntung. Dulu aku menyatakan perasaan perasaan ku dan malah di tolak dengan alasan yang sangat klise." ucap Jimmy lirih. Ia masih mengesalkan yang terlambat satu langkah lagi mendekati Alyss.
Dulu ia pernah menyatakan perasaan nya pada Alyss dan Alyss menolak nya dengan alasan hanya menganggap nya seperti kakak laki-laki dan tidak lebih, dan ia sendiri juga tak mau memaksakan perasaan nya pada orang lain.
"Karna kau sudah terlambat makanya jangan menyentuh nya lagi. Dia adalah wanita ku." ucap Hazel dengan penuh penekanan pada Jimmy.
Setelah itu mereka pun mulai membicarakan bisnis dan kerja sama mereka.
......................
3 Jam kemudian.
Hazel telah selesai membicarakan proyek bisnis nya dengan Jimmy. Ia pun menunggu Alyss yang tak kunjung datang ke ruangan nya. Padahal sudah jelas ia menyuruh Alyss untuk datang menemuinya dalam 3 jam kedepan.
Hazel pun keluar dan mendatangi meja Rian.
"Kau panggilkan Alyss." perintah Hazel pada Rian.
"Sekarang? Ini masih jam kerja mungkin dia sedang melakukan operasi sekarang." jawab Rian, ia sengaja mengulur waktu agar amarah Hazel reda lebih dulu.
"Kenapa kau bicara begitu? Kau tau sesuatu?" tanya Hazel dengan nada curiga.
"Ti-tidak tentu saja tidak!" jawab Rian gugup karna Hazel yang dapat menebak isi kepalanya, ia tak mungkin mengatakan bahwa Jimmy sangat dekat dengan Alyss.
"Wajah mu mengatakan hal lain. Yasudah akan ku jemput sendiri dia." jawab Hazel dan berlalu pergi.
Alyss yang dari tadi gelisah karna takut Hazel akan marah padanya membuatnya tak berani menemui Hazel di ruangan nya.
Brakk!!!
Hazel yang membuka kasar pintu departemen Alyss, membuat semua dokter lain yang berada di sana menjadi terkejut, terutama Alyss yang langsung mematung saat mengetahui Hazel datang.
Hazel pun langsung menarik tangan Alyss dan membawanya keruangan nya. Para dokter lain yang melihat hal tersebut pun terkejut, pasalnya Hazel mengeluarkan aura yang terlihat sangat marah.
"Sa-sakit pelan-pelan." ucap Alyss yang meringis saat Hazel menarik tangan nya dengan kasar ke ruangan Hazel.
Setelah sampai diruangan Hazel, Hazel pun langsung membawa Alyss ke salah satu ruangan istirahat nya, yang di lengkapi dengan ranjang, pakaian ganti, dan merupakan ruangan yang mirip dengar kamar nya di kediaman nya.
Brukk!!!
Hazel yang langsung menghempas tubuh Alyss ke lantai hingga membuat Alyss langsung terjatuh.
"Jangan ada yang keruangan ku tanpa perintah ku!" ucap Hazel melalui telpon pada Rian.
Setelah menutup telpon nya ia pun mulai melangkahkan kaki mendekat ke arah Alyss yang sudah semakin ketakutan melihat mata tajam Hazel.
"Sepertinya aku harus memberi mu hukuman agar kau tak sembarang dekat dengan pria lain." ucap Hazel dengan suara lembut, dan mulai mengelus perlahan rambut belakang Alyss.
"Auchh...
Ma-maaf...." ucap Alyss lirih yang mulai gemetar saat elusan Hazel di rambutnya berubah menjadi jambakan kuat yang langsung membuat nya meringis kesakitan.
Alysscalla Zalea
Hazel Rai
...****************...
Menurut kalian hukuman apa yang bakal Hazel kasih ke Alyss??? 🤔🤔🤔
Othor mah dah gak tau lagi mau bilangin Hazel😥😥😥
Jangan lupa like, rate 5, vote, fav nya yah serta dukungan yang bisa kalian berikan ke othor🤗🤗🤗
Jangan lupa komen juga hihihi🤗🤗🤗❤️❤️❤️
Happy Reading pembaca kesayangan othor❤️❤️🤗🤗🤗