(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Tenang sebelum badai



Setelah kurang lebih 8 Jam mengudara akhirnya Alyss tiba di bandara Internasional Pearson Toronto Kanada.


Saat turun dari pesawat ada perasaan lega di hati Alyss. Ia berpikir untuk memulai hari-hari barunya di tempat asing ini.


Ia juga ingin kembali ke tempat kelahirannya dalam beberapa tahun kedepan. Ia ingin Hazel segera melupakannya dan tak mengganggu hidupnya lagi.


"Hah...


Semangat! Aku pasti bisa." ucap Alyss yang merasakan udara di di negri asing tersebut dan berlalu sembari menyeret koper besarnya.


"Sekarang aku harus menukar mata uang dan mencari tempat tinggal, lalu mendaftar pekerjaan." ucap Alyss dengan semangat.


......................


Hazel telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari Alyss. Namun masih sangat sedikit informasi yang di dapat mengenai Alyss.


Hal itu membuat Hazel berada di suasana hati yang sangat buruk. Semua pengawal dan pekerja rumah tangganya takut setiap kali melihat Hazel.


Hazel bahkan bisa memukuli siapa saja yang dianggap nya mengganggu nya. Ia tidak peduli orang itu lelaki atau wanita, jika membuatnya kesal maka ia akan memukulinya hingga dia sudah merasa puas, tak peduli jika harus membuat orang itu kehilangan nyawa.


Drtt..drtt..drtt...


Ponsel Hazel bergetar dikarnakan Rian menelpon nya.


"Sudah dapatkan informasi terbaru?" tanya Hazel ketika mengangkat telpon dari Rian.


"Aku sudah memeriksa nya dari cctv RS yang merawat dia sebelumnya. Dia naik taksi menuju jalan xx. Sepertinya dia mengunjungi temannya." jawab Rian yang mulai menjelaskan.


"Teman? Kau sudah cari tau mengenai temannya?" tanya Hazel kembali.


"Sudah. Temannya bernama Larescha Stinaff, Ia tinggal di jalan xx apatermen Green Leaf, umurnya 24 tahun bekerja di perusahaan Stone world sebagai perancang desain pembangunan." jawab Rian setelah menyelidiki Larescha.


"Begitu? Baiklah cari tau lebih banyak lagi. Aku ingin memberikan kejutan untuk Alyss." ucap Hazel dengan mulai menaikkan ujung bibir keatas.


Hazel menutup telpon dari Rian, dan langsung menampilkan wajah dengan senyuman psyco miliknya.


Hazel tersenyum dengan sebuah rencana yang sudah tersusun di kepalanya. Ia sekarang tau bagaimana caranya menemukan Alyss dengan mudah. Namun ia tak terburu-buru.


"Sudahlah anggap ini sebagai liburan dari ku sayang.." ucap Hazel dengan senyuman mengerikan miliknya.


......................


Skip time...


2 minggu kemudian...


Kanada.


Alyss sudah mendapatkan pekerjaan di Shouldice Hospital, dan menyewa sebuah apatermen tak jauh dari tempat kerjanya ia menjalani hari-hari tenang nya dengan damai. Walau kadang ia mengalami mimpi buruk karna bayangan Hazel yang mengantuinya sesekali.


Sementara itu...


Leo yang sudah berhasil melewati masa kritis nya kini tengah di rawat di Rumah Sakit. Semenjak ia bangun dan mengetahui kondisi tangan nya. Ia sangat terpukul, dan bahkan sejak saat itu ia masih seperti orang linglung dan belum berbicara sama sekali.


Dokter mengatakan akan sangat sulit untuk bisa kembali pulih. Satu-satu nya cara yaitu dengan menyambungkan sejenis alat yang dapat merangsang pergerakan tangan Leo.


Namun alat tetap saja alat, tangan nya mungkin dapat bergerak dengan normal pada umumnya, tetapi tetap saja tak akan bisa berguna jika ia ingin memasuki meja operasi lagi.


Seorang dokter yang tak dapat masuk ke dalam ruang operasi dan menjalani operasi demi menyelamatkan nyawa seseorang apakah ia masih bisa di panggil seorang dokter ?


Hal itu lah yang pertama terlintas di benak Leo ketika mendengar ucapan dari dokter yang merawatnya.


Rasa marah, kesal, kecewa merasuk kedalam hati Leo. Pikirannya terus berkelana memikirkan apa yang sedang terjadi pada dirinya.


Siapa yang menyerangnya?


Kesalahan apa yang telah ia perbuat?


Kenapa hal seperti ini harus ia terima tanpa tau alasannya?


Dendam apa yang dimiliki orang itu sampai menghancurkan mimpi terbesarnya?


Tak ada satupun yang memahami kesedihan nya, seluruh keluarga nya, dan bahkan orang tua nya sendiri menganggap hal ini sebagai musibah dan keberuntungan.


Dan sebuah keberuntungan karna akhirnya Leo tak akan dapat melanjutkan pekerjaan yang dianggap konyol oleh keluarga nya sendiri.


Memang pekerjaan dan impian Leo tak pernah di setujui dan selalu di tentang oleh keluarganya. Tetapi Leo tetap saja kukuh mempertahankan mimpi nya tersebut.


Sejak ia kecil ia selalu saja menuruti keinginan orang tuanya, ia bagaikan boneka penurut yang dapat di kendalikan dengan mudah nya oleh kedua orang tua nya sendiri.


Maka dari itu saat ia memutuskan akan mewujudkan mimpinya, keinginan pertama dan yang menjadi tujuan hidupnya. Ia rela jika harus merelakan hak waris milik nya, di tentang keras oleh kedua orang tuanya, keluar dari zona nyaman yang terus melindunginya, dan berharap dapat membentuk takdirnya sendiri.


Namun bahkan kini ia harus melepaskan hal tersebut.


......................


Larescha menjalani hari-hari nya seperti biasa, ia masih tak dapat menghubungi Leo. Ia hanya tau bahwa Leo telah berhenti bekerja di JBS saat ia mendatangi RS tersebut ketika mencari Leo.


Alyss juga terkadang menelpon Larescha untuk berbicara hal-hal kecil yang terjadi padanya.


Yah....


Seperti kehidupan nya sebelum ia bertemu dengan Hazel.


Tanpa Alyss ketahui bahwa jika ia menelpon Larescha sama saja ia memberi tau keberadaan nya pada Hazel.


Mengapa ?


Karena Hazel telah menyadap ponsel Larescha tanpa Larescha sadari. Maka dari itu semua panggilan dan pesan yang berada di ponsel Larescha dapat di ketahui oleh Hazel.


Hazel kini telah mengetahui dimana Alyss berada, dan apa yang sedang ia lakukan. Walaupun awalnya Hazel tertipu dengan trik Alyss yang seperti kabur ke Korea, namun ia tetap saja pada akhirnya dapat menemukan keberadaan Alyss.


Walaupun demikian Hazel tak mau buru-buru mengambil Alyss kembali, ia ingin Alyss merasa seperti benar-benar terbebas darinya, dan tiba-tiba menjerat Alyss kembali.


Hazel kini bahkan telah mencari tau segala yang berhubungan dengan Alyss. Mulai dari orang tua, tempat tinggal asal, sanak saudara, dan bahkan teman-temannya.


Alyss sendiri berasal dari keluarga yang berkecukupan walaupun tidak dapat dikatakan sebagai keluarga yang kaya raya, namun ia tak pernah kekurangan.


Ayah nya bekerja sebagai seorang general manager dengan pangkat tinggi di perusahaan ternama, dan Ibunya bekerja sebagai kepala dokter spesialis Forensik dan sangat dihormati.


Hazel telah memerintah kan beberapa pengawalnya untuk terus mengawasi kedua orang tua Alyss dan juga mengawasi pergerakan dari Larescha.


Hazel ingin memberi tau Alyss bahwa ia harus membayar harga mahal karna telah berani meninggalkannya dan kabur dari sisinya.


Semenjak Alyss pergi Hazel menjadi lebih sering membunuh untuk menyalurkan hasrat gila dan amarah nya yang terus meluap-luap.


Hanya membunuh satu orang dalam sehari?


Tidak! Setidaknya ia harus membunuh dua orang dalam sehari.


Maka dari itu banyak kasus kecelakaan dan orang hilang yang terjadi saat itu. Kasus yang dibuat untuk menutupi kekejaman yang di lakukan oleh Hazel.


...****************...


Hai Hai....


Ini visual Larescha dan Leonard yah...


Author masih bingung mau buat visual nya si Rian hihi...


Kalo kalian ada saran buat visual Rian segera beri tau yah hihi



Leonard Kim



Larescha Stinaff


**Happy ReadingšŸ¤—


Jangan lupa Like, Komen, dan Rate 5 nya yah hihi😊**