
"Now you're really mine, Babe...
Or can I calling you my sugar baby?" bisik pria itu lagi sembari menyentuh dengan lembut wajah gadis cantik yang terkejut setengah mati di hadapan nya.
Buk!
"Shut up f*cking mouth!!" umpat gadis cantik itu sembari memukulkan kepala nya dengan kepala pria yang sedang menahan tubuh nya dengan pelukan.
Ia terkejut dan jantung nya berdegup dengan kencang, rasa takut yang terasa asing mulai menyelimutinya lagi.
"Kepala mu keras sekali yah?" tanya James tertawa pada gadis itu.
"Ini sebagai pacar selama 5 menit! Kita putus!" tegas Louise setelah memberikan beberapa cek dan segera keluar dari cafe itu.
Ia sudah tak tahan dan rasanya dada nya benar-benar sesak karna sulit bernafas, sekali lagi, gelombang panik mulai datang pada nya.
Langkah nya menjadi berat saat gadis cantik itu ingin masuk ke mobil nya.
Greb...
"Aku tak mau uang mu, aku mau nya sugar baby ku!" ucap nya dengan nada penuh penekanan sembari memegang tangan gadis itu sebelum masuk ke mobil nya.
"Lepas! Kau mau bayaran lebih?!" ucap gadis sembari berusaha menarik tangan nya dari pria yang terus menahan nya.
James pun menarik satu tarikan dan memeluk erat gadis itu.
"Bagaimana kalau bayaran nya dengan tidur satu malam dengan ku? Aku sangat penasaran." bisik nya di telinga Louise saat ia memeluk tubuh dengan proposi sempurna itu.
Louise berusaha menahan panik dan rasa takut nya, namun ia benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya, nafasnya kian sesak hingga membuat nya seperti tercekat dengan ribuan udara yang tak bisa masuk.
"Hah...hah...
Le-lepas...
A-aku..." ucap gadis itu lirih karna pria yang ia temui terus saja menyentuhnya walaupun tubuhnya sudah memberikan respon penolakan.
Mendengar suara gadis yang ia peluk seperti terengah-engah kesulitan mengambil nafas, James pun melepaskan pelukan nya dan melihat ke arah gadis itu.
Tak sampai beberapa jam saja wajah nya sudah sangat pucat dan mulai berkeringat.
"Kau kenapa? Aku bahkan belum melakukan apapun" tanya James saat melihat gadis itu terus tertunduk dengan nafas yang sulit dan memegang dada nya.
"A-aku..." jawab Louise sebelum kepala nya terasa berputar semua nya terasa lenyap.
"Hey?! Bangun?!"
Suara yang ia dengar sebelum semua nya benar-benar sunyi.
......................
Mansion Dachinko.
Pria itu akhirnya membawa gadis yang membuatnya tertarik ke mansion megah nya.
"Dia hanya shock saja...
Tapi jika seperti yang kau katakan mungkin dia terkena serangan panik atau PTSD." jawab dokter pribadi James yang ia panggil untuk memeriksa gadis cantik itu.
PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pasca trauma adalah kondisi kesehatan jiwa yang dipicu oleh peristiwa yang traumatis, baik dengan mengalaminya maupun menyaksikannya
"Pakaian nya basah, lebih baik di ganti saja..." sambung dokter tersebut pada James.
Setelah dokter tersebut keluar James pun melihat wajah tenang gadis itu, tak ada yang kurang dari setiap bentuk wajah yang terlihat sempurna itu.
Ia pun mulai bangun dan membawa kemeja nya, membuka satu persatu pakaian gadis cantik itu yang masih belum tersadar dan mengganti nya dengan kemeja nya.
"Not time, babe..." bisik nya di telinga gadis yang masih tak sadar sembari tangan nya mulai mengelus dari wajah turun ke lengkung leher jenjang nya.
Ia pun mengancingkan satu persatu kancing kemeja nya dan membiarkan dua kancing terbuka di bagian atas. Baginya ia harus meniduri saat wanita itu tersadar.
Jika ia meniduri wanita yang tak sadar tak akan jadi menyenangkan lagi baginya, tak ada reaksi. Entah itu reaksi rasa suka ataupun penolakan. Ia hanya akan merasakan sensasinya saat wanita yang menjadi penghangat ranjangnya memberikan jawaban tubuh dan ekspresi.
Pukul 08.45 Pm.
Gadis itu mulai tersadar dari pingsan, pandangan nya masih mengabur dan tak tau tempat asing dimana ia berada. Hingga mata cantik nya membelalak dan sadar jika ia bukan di kamar nya.
"Dimana ini?" ucap Louise dan mulai beranjak bangun.
Baru saja ia ingin turun ia melihat paha putih nya yang tak tertutup gaun selutut nya.
"Tunggu?!" ucap nya tersadar saat ia merasakan dada nya tak terasa terikat oleh apapun dan terasa bebas.
"Astaga! Baju ku?! Bra ku juga!" ucap nya semakin panik saat melihat kemeja putih longgar yang sedang ia pakai dan refleks menyentuh dada nya yang sudah tak mengenakan bra lagi.
Ia pun langsung bergegas turun dan berusaha membuka pintu keluar dari kamar mewah itu.
"Sial! Kenapa pintu nya sulit sekali?! Kalau di film kan mudah buka nya?!" ucap gadis itu sembari mencoba memperagakan adegan mendobrak pintu dari film-film yang ia lihat.
Jedug...
Auch!!
"Kau sangat tak sabar menemui ku?" tanya James tertawa kecil melihat gadis itu terjatuh di hadapan nya.
Louise pun yang melihat pria tampan itu menatap nya dengan tawa dan wajah yang tak dapat ia tebak membuat nya langsung bangun dan berdiri menjauh dari pria itu.
"Kau! Apa yang kau lakukan?! Kenapa membawa ku kesini?! Brengsek!" ucap Louise sembari berdiri menjauh dengan jarak 3 meter dari pria yang menatap nya.
James pun hanya tersenyum dan mengunci pintu kamar tersebut, mata Louise langsung membelalak namun ia tak berani mendekat ke arah pria tersebut.
"Kalau seperti ini kau benar-benar terlihat menggoda..." ucap James dengan seringai di wajah nya.
"Proposi ukuran mu juga bagus..." sambung nya lagi sembari melihat ke arah dada gadis cantik itu.
"Kau! A-apa yang kau lakukan?!" tanya Louise semakin panik, ia sedang bersama pria asing yang menatap nya dengan lapar dan terkunci di dalam kamar dengan pria tersebut.
"Aku belum melakukan apapun, tapi sedang menginginkan hal lain..." jawab James enteng dengan senyuman di wajah nya.
"Kau yang mengganti pakaian ku?" tanya Louise sembari menatap tajam pria itu.
"Pakaian mu basah karna keringat, jadi aku mengganti nya, tenang saja...
Aku tak membuka yang itu juga, aku takut malah melakukan nya dan kau tak ingat dengan pria yang memberi mu sensasi menyenangkan." jawab James menyeringai pada gadis itu setelah menatap ke arah bagian privasi gadis itu.
"Aku minta kau ganti? Apa aku meminta bantuan mu?! Apa yang kau inginkan? Kenapa membawa ku?" tanya Louise sembari menatap dengan tajam.
"Bukanya kau seharusnya berterimakasih?" tanya James sembari menaikkan satu alis nya.
"Terimakasih? Kau yang membuat ku pingsan! Kalau kau tak mengikuti ku dan membiarkan pergi pasti tak akan begini? Jangan pura-pura jadi pahlawan saat kau yang menjadi penjahat nya!" jawab Louise sembari menunjukkan wajah tak sukanya.
"Kau punya trauma pada sesuatu? Contohnya pada pria?" tanya James tiba-tiba pada Louise.
"Bukan urusan mu!" jawab Louise yang sempat terkejut dan mulai menjawab menutup rasa panik nya.
James pun mengangguk dan mulai menanyakan satu hal lain.
"Are you virgin?" tanya James sembari memincingkan matanya menyelidik ke arah gadis itu.
Louise terdiam beberapa saat, terkejut mendengar pertanyaan dari pria asing yang bisa dikatakan sedan menculik nya saat ini. Setelah memproses rasa terkejut nya gadis itu mulai tersenyum.
"And you? Are you still virgin?" jawab nya dengan pertanyaan lain sembari melempar kembali pertanyaan pria itu.
"That's my question!" jawab James yang tak habis pikir.
"Kau sendiri bagaimana? Hm? Pria-pria seperti mu ingin gadis yang suci dan perawan. Tak ingin gadis yang kotor. Tapi kau sendiri? Apa kau sendiri suci?" tanya Louise dengan nada mengejek.
James menatap gadis itu dengan lekat, gadis yang terlihat pemberani dan juga seperti memilki hidup yang bebas namun tetap memiliki kepolosan nya.
"Kau sendiri bahkan juga kotor kan? Kalimat seperti Aku bisa menerima mu apa adanya atau Aku bisa menerima masa lalu mu yang di ucapkan pria itu hanya omong kosong! Pura-pura menjadi pahlawan dan berkorban saat bersama wanita yang pernah tidur dengan orang lain padahal pria itu sudah sering mengambil kesucian gadis lain!" sambung Louise lagi, walaupun ia mengatakan hal yang di luar konteks dari pertanyaan, namun James dapat mengerti arah pembicaraan.
"Maksud mu kesetaraan? Pria yang kotor tak memilki hak menanyakan apakah gadis yang ia inginkan masih suci atau tidak?" tanya James tersenyum.
"Kau tak sebodoh yang ku kira." jawab Louise sembari membuang wajah nya, ia paling benci dengan pertanyaan dan lingkungan yang selalu menanggap wanita adalah hal bisa di injak dengan mudah.
"Baik, aku tak akan tanya lagi...
Aku pasti sudah tak punya hak untuk bertanya lagi kan?" tanya James semakin tertarik.
"Kembalikan ponsel ku!" ucap Louise sembari meminta ponsel nya.
"Ambil dan cari sendiri jika kau bisa..." jawab James sembari melempar kunci kamar itu pada Louise.
"Pakaian ku?" tanya Louise lagi, ia sadar tak mungkin kembali dengan pakaian kemeja longgar yang hanya sepanjang melewati paha nya sedikit.
"Sudah ku buang! Kalau kau mau kau bisa ganti dengan yang di siapkan pelayan di kamar mandi." jawab James enteng sembari menunjuk ke arah kamar mandi.
Louise pun dengan langkah cepat berjalan ke arah kamar mandi yang terlihat mewah dan megah itu lalu segera mencari pakaian yang di siapkan untuk nya.
"Shit!" umpat gadis itu saat melihat pakaian dalam tembus pandang dan lingerie seksi yang di siapkan, ia pun segera keluar lagi dan menatap tajam pria itu.
"Kau tak ganti? Itu memang di siapkan untuk permainan kita..." jawab James terkekeh menatap gadis cantik yang terlihat marah itu.
"Kita? Aku rasa aku tak pernah dekat dengan mu sampai bisa menggunakan kata kita." ucap Louise. Dan mulai membuka pintu, ia tak mau terus berlama-lama dengan pria yang sangat ingin memangsa nya itu.
"Tak semudah itu jika ingin keluar..." ucap James dengan seringai nya sembari memeluk dari belakang dan melingakarkan tangan nya ke arah leher jenjang gadis itu.
Tangan nya memeluk erat perut ramping itu dan tangan satu lagi mencegah gadis itu dengan memegang leher nya.
Louise pun mendongak saat ia merasa tubuh bidang pria itu membuat nya tersandar.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Louise sembari mengandahkan wajah nya.
"Set a touch on you..." bisik James lirih di pada gadis itu, ia ingin menyentuh perlahan agar wanita yang ia inginkan tak mengalami serangan panik sebelum ia mendapatkan sensasinya.
...****************...
Harus nya ini ada part Louis Sama Zayn tapi berhubung othor nya lagi kurang fit jadi besok lagi yah👌👌👌
Happy reading♥️