(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Kencan?



9 Hari kemudian


Luka di tubuh Alyss sudah semakin membaik, rasa sakit nya sudah mulai tak terasa lagi namun masih meninggalkan beberapa bekas memar di punggung Alyss.


Karna keadaan nya sudah membaik Alyss pun memutuskan untuk kembali masuk bekerja seperti biasa. Ia merasa sangat bosan jika terus terkurung di kediaman megah Hazel.


Parkiran basement JBS Hospital.


Mobil.


"Kau yakin mau tetap pergi? Apa sudah benar-benar sembuh?" tanya Hazel lagi memastikan keadaan Alyss.


"Iya, aku sudah baik-baik saja." jawab Alyss dan langsung membuka pintu mobil lebih dulu.


Hazel pun langsung menahan Alyss dengan memegang bahunya, dan ia pun langsung meremas bahu Alyss.


"Akh!" pekik Alyss menahan sakit ketika Hazel tiba-tiba meremas bahu nya yang terdapat beberapa luka akibat cambukan dan gigitan Hazel.


"Sakit?" tanya Hazel lagi.


"Tentu saja sakit! Bahkan jika bahu ku tidak terluka itu akan tetap terasa sakit jika kau meremas nya seperti itu." jawab Alyss kesal, bagaimana tidak? Hazel meremas bahu nya seperti ingin memisahkan tulang belikat nya.


"Yasudah ayo turun, jika kau nanti merasa kurang sehat kau bisa pulang lebih cepat." ucap Hazel.


Mereka pun turun dan mulai memasuki JBS hospital.


......................


Skip time.


Kediaman William.


"Kita akan ke JBS Hospital sekarang." ucap Will pada sekretarisnya.


"Baik saya akan mengurusnya segera." jawab sekretaris Will, ia pun mulai menyiapkan keberangkatan tuan nya untuk ke JBS.


Siang itu Will memutuskan untuk mendatangi Hazel ke JBS hospital dikarnakan Hazel yang tak mau mendatanginya dan juga memblokir Will dikediamannya. Sehingga Will tak dapat masuk ke area kediaman Hazel.


Setelah kurang lebih 45 menit Will telah sampai di JBS hospital.


"Haisshh dasar anak sial! Dia membuatku jauh-jauh mendatanginya." gerutu Will ketika memasuki pintu RS.


Ia pun mulai berjalan masuk, tak lama ia berjalan masuk ia di tabrak oleh salah satu keluarga pasien yang berlari panik karna anggota keluarganya yang mendapat musibah kecelakaan dan di bawa ke JBS.


"Maaf tuan..." jawab orang tersebut dan langsung berlari lagi tanpa memperdulikan Will.


Sekertaris Will yang melihat tuannya terjatuh dari jauh langsung bergegas menghampiri, namun belum sampai ia menghampiri tuannya, tuannya sudah di bantu oleh seseorang.


"Anda baik-baik saja pak?" tanya Alyss yang membantu Will bangun.


Alyss kebetulan tak berada jauh dari situ dan melihat seseorang terjatuh, sontak ia langsung menghampiri untuk membantu.


"Ya saya baik-baik saja." jawab Will sembari memperhatikan wajah Alyss.


"Alysscalla Zalea? Nama yang bagus." Batin Will saat melihat tanda pengenal di jas dokter yang dikenakan Alyss.


"Baik pak, jika tidak ada yang serius saya pergi dulu." ucap Alyss tersenyum ramah sembari membungkukkan kan tubuhnya sedikit dan segera pergi dari tempat itu.


Saat Alyss beranjak pergi meninggalkan Will ia mulai berpikir jika wajah Will mirip seseorang.


"Wajah nya tak asing. Dia mirip siapa yah?" batin Alyss yang masih belum mengetahui jika Will adalah ayah Hazel.


"Tuan baik-baik saja?" tanya sekretaris Will ketika ia sudah menghampiri Will.


Will terus melihat kearah Alyss yang sudah semakin berjalan menjauh.


"Selidiki dokter yang membantu ku bangun tadi, Aku suka wajahnya, dia punya tipe wajah kesukaan ku. Aku ingin memakainya sekali." perintah Will pada sekretarisnya.


Will merupakan salah satu maniak wanita yang suka meniduri wanita yang menurutnya menarik. Baginya wanita adalah hiasan dan alat yang dibuat untuk memenuhi hasratnya.


Walaupun usia nya sudah mencapai setengah abad lebih ia masih memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang tidak terlalu tua atau awet muda di karnakan perawatan yang ia jalani.


"Baik tuan." jawab sekertaris Will.


Will pun segera ke ruangan Hazel untuk membicarakan beberapa urusan yang ia perlukan.


......................


Ruangan Presdir.


Hazel masih terpikir dengan ucapan Rian sebelumnya yang menyarankannya untuk kencan dengan Alyss.


"Kencan yah? Bukankah kencan artinya menghabiskan waktu berdua? Tapi kami kan sudah tinggal bersama?" ucap Hazel lirih bertanya pada dirinya sendiri.


Ia pun tak mendapat ide dan mulai membuka internet untuk mencari tau tentang kencan.


"Nonton bioskop? Sepertinya menarik." ucap Hazel sembari terus melihat layar ponselnya.


Ia pun berencana untuk membawa Alyss pergi nonton setelah mereka pulang kerja nanti.


"Ini sepertinya juga bagus." ucap Hazel ketika melihat salah satu wisata yang mengharuskan naik 2000 anak tangga untuk sampai ke tempat tujuan nya.


Tak lama setelah Hazel melihat rencana kencan nya Will sudah mengetuk dan masuk ke ruangan nya.


"Haisshh menghancurkan mood ku saja si tua ini." ucap Hazel kesal ketika melihat Will masuk keruangan nya.


Dan seperti biasa mereka pun berdebat, Will ingin menjodohkan Hazel lagi dengan wanita pilihan nya dan Hazel benar-benar menentang dan tidak menerima keputusan Will. Hazel juga menyindir skandal Vion kepada Will untuk menyadarkan Will bahwa pilihan nya benar-benar buruk.


"Jangan mengatur hidup ku, jika kau melakukannya lagi...


Aku punya banyak cara untuk menghancurkan mu. Ini peringatan ku yang terakhir." ucap Hazel dengan penuh penekanan.


......................


Pukul 05.35 PM.


Karna urusan pekerjaan telah selesai dan telah menunjukkan jam pulang Hazel pun bergegas untuk mendatangi Alyss dan membawa nya untuk pergi nonton.


"Ke-kenapa kau kesini?" tanya Alyss terkejut ketika Hazel menjemput ke departemen nya.


Hazel tak menjawab dan hanya tersenyum ia pun langsung menarik tangan Alyss.


Para dokter lain yang berada di sana hanya tersenyum-senyum melihat Alyss yang ditarik Hazel.


Saat di mobil Alyss pun melihat jalan berbeda dari yang biasa mereka lalui untuk ke kediaman Hazel.


"Kita mau kemana?" tanya Alyss sembari melihat ke arah luar jendela.


"Kencan." jawab Hazel singkat.


"Oohh..." ucap Alyss yang menganggukkan kecil kepala nya dan tetap melihat kearah jendela ketika belum memproses jawaban Hazel.


"Eh?! A-apa Kencan?!" tanya Alyss terkejut dan langsung melihat ke arah wajah Hazel.


"Iya, kita sekarang mau nonton film, Ada film yang kau sukai?" tanya Hazel dan memegang dagu Alyss.


"Ki-kita pulang saja. Tak ada yang ingin kulihat." jawab Alyss.


"Eh Iya?! Kita pergi nonton." ucap Alyss dan menyilangkan kedua tangan nya ke dadanya saat ia mengerti isyarat yang di berikan Hazel.


Hazel pun hanya tertawa kecil melihat Alyss yang langsung bergerak dengan cepat menutupi dada nya.


......................


Bioskop.


Mereka pun telah sampai di tempat tujuan mereka dan segera memesan tiket.


Hazel berfikir untuk memesan semua bangku bioskop agar hanya mereka saja yang menonton dan tak ada yang mengganggu.


"Kau ingin memesan semua bangku?" tanya Alyss ketika Hazel membeli tiket.


"Iya, kenapa?" jawab Hazel enteng.


"Jangan...


Jika cuma melihat berdua, sama saja seperti di rumah...


Jangan pesan semua." pinta Alyss dengan sedikit menarik jas yang dikenakan Hazel. Ia meminta hal tersebut karna takut Hazel melakukan sesuatu padanya jika hanya mereka berdua.


Melihat Alyss yang memohon seperti itu membuat Hazel gemas dan mengucup bibir Alyss di tempat itu juga.


Alyss langsung terdiam ketika Hazel mencium bibir nya di tempat umum.


"Yasudah, aku tak memesan semuanya." ucap Hazel ketika selesai mengecup bibir Alyss.


Hazel pun memesan bangku pasangan yang dibuat khusus di bioskop tersebut. Ia memesan seluruh baris bangku pasangan yang ada agar tak ada yg mengganggunya. Hazel pun memilih film horror yang sedang sangat populer saat itu.


"Film apa yang kau pesan?" tanya Alyss ketika Hazel kembali.


"Ini." jawab Hazel dengan memberikan tiketnya kepada Alyss.


"Eh ini kan?" ucap Alyss dengan sedikit membulatkan matanya.


"Kenapa kau takut?" tanya Hazel ketika melihat reaksi Alyss.


"Ti-tidak!" sanggah Alyss berbohong.


Alyss sebenarnya adalah gadis yang sangat penakut, maka dari itu saat ia melewati jalan pintas dan mendengar suara rintihan dari korban Hazel ia berpikir bahwa itu adalah suara hantu dan bukan suara manusia.


Tak lama kemudian mereka pun mulai masuk ke dalam teater bioskop.


"Kenapa hanya kita di baris ini?" tanya Alyss ketika melihat sekeliling nya.


"Iya aku yang memesan nya. Ini pegang soda mu." jawab Hazel sembari menyodorkan soda.


Film pun dimulai Alyss sedikit gugup ketika melihat awalan film tersebut, dan saat ia melihat part dari bagian hantu nya sontak saja ia terkejut dan ikut berteriak bersama penonton lain.


Ia menutup matanya dengan kedua telapak tangannya yang kecil itu. Hazel pun tersenyum melihat Alyss dan mulai berbisik.


"Katanya tadi tidak takut..." bisik Hazel dengan nada mengejek Alyss.


"Si-siapa yang takut? Hidup dengan mu lebih menakutkan, kau tau?" balas Alyss dan langsung melihat ke arah Hazel.


"Apa yang barusan kau katakan?" tanya Hazel dan langsung merubah ekspresinya menjadi serius.


"A-aku tidak takut...


Popcorn nya enak." jawab Alyss mengalihkan pembicaraan, ia takut Hazel marah dan menghukum nya lagi.


Alyss pun langsung mengalihkan mata nya ke arah layar bioskop lagi. Saat part hantu muncul ia berusaha untuk tidak ikut teriak dan menutup mata nya rapat.


Hazel pun hanya tersenyum melihat Alyss yang berusaha untuk tidak terlihat takut saat melihat part bagian hantu yang keluar.


Ia pun menjulurkan tangannya dan menutup mata Alyss dengan satu telapak tangan kekar nya.


Merasa Ada yang menutup matanya membuat Alyss menoleh ke arah Hazel.


Deg...


Alyss terkejut ketika wajah mereka sangat berdekatan satu sama lain.


"Jika kau sangat takut, kita bisa keluar dan mencari film lain." ucap Hazel lembut ketika wajah mereka saling berhadapan.


"Ti-tidak! Aku tak takut." jawab Alyss dan langsung memalingkan wajahnya lagi ke arah film lagi. Hazel pun mulai menurunkan tangan nya agar tak menutupi pandangan Alyss.


Baru saja Alyss mengalihkan pandangan ia langsung terkejut ketika melihat wajah hantunya dan musik yang yang semakin membuatnya terkejut.


"HUAAAA" teriak Alyss


Tubuh Alyss tersentak karna terkejut dan membuat popcorn yang ia pegang berhamburan karna ia terkejut.


Alyss pun kembali menetralkan detak jantungnya dan melihat popcorn yang ia pegang berhamburan.


Ia pun melihat ke arah Hazel dan semakin terkejut saat beberapa popcorn yang berhamburan mengenai Hazel dan beberapa popcorn yang menyangkut di rambut Hazel.


"Kau bilang kau tak takut? Tapi menumpahkan semua popcorn mu pada ku." ucap Hazel dengan penuh penekanan pada Alyss.


"Eh? I-iya...


Sini ku bersihkan." jawab Alyss gugup dan mulai mengambil beberapa popcorn yang berada di rambut Hazel.


"Kau tak meminta maaf?" tanya Hazel pada Alyss ketika Alyss sedang mengambil beberapa popcorn di rambut Hazel.


"I-iya maaf..." jawab Alyss lirih.


"Dia juga tak pernah minta maaf pada ku walaupun sudah menyiksa ku habis-habisan.". batin Alyss sembari membersihkan popcorn di tubuh Hazel.


Hazel pun memegang tengkuk kepala Alyss dan mencium nya secara tiba-tiba, sontak saja Alyss terkejut dan mendorong serta memukul dada bidang Hazel agar segera melepaskan ciuman nya.


"Humpphh..." Alyss yang berusaha melepaskan diri ciuman serta ******* Hazel di bibir nya.


Setelah Hazel melepaskan ciuman nya ia mengusap bibir basah Alyss dengan satu ibu jarinya.


"Seperti ini baru permintaan maaf yang benar." ucap Hazel tersenyum sembari melihat lekat wajah Alyss walaupun dengan pencahayaan yang redup di bioskop tersebut.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai


...****************...


Jangan lupa like, komen, Rate 5, vote dan fav yah hihi


Happy Reading🤗🤗🤗


Terimakasih atas dukungan yang kalian berikan ke othor yah🤗🤗