(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
How can I forget you?



Melihat Alyss yang terus mengomel dengan raut kesal nya membuat Hazel mulai tersenyum.


"Kenapa tersenyum? Sekarang sudah gi-" ucap Alyss yang langsung terdiam saat Hazel langsung menarik tangan nya, hingga membuat nya duduk di atas ranjang pasien suaminya.


Hazel mulai tersenyum, alasan ia tak mengatakan apapun dan hanya melihat Alyss karna ia ingin memastikan kondisi Alyss baik-baik saja, melihat Alyss yang sudah bisa memarahinya membuatnya yakin jika wanita yang ia cintai baik-baik saja.


"Kau...


Kenapa senyum sepertu? Kesurupan?" tanya Alyss lirih, ia takut jika Hazel mengalami sesuatu yang lain di otak nya.


Hazel hanya tersenyum lagi, tangan nya menyentuh pipi putih istrinya dan mulai memegang tengkuk wanita di hadapan nya, dan...


"Hummpphhh...." Alyss yang terkejut karna Hazel tiba-tiba mencium bibir nya. Setelah memangut sebentar bibir wanita nya Hazel pun melepaskan ciuman nya.


"Sekarang sudah yakin kan? Kalau aku tak lupa, Hm?" tanya Hazel lembut sembari menatap lembut Alyss.


"Kau baik-baik saja? Hm?" tanya Hazel lagi sembari menatap nanar Alyss.


"Sial! Kau membuat ku takut saja!" ucap Alyss kesal dan hampir menangis karna benar-benar takut Hazel akan melupakan nya.


Buk!


Alyss pun langsung memukul punggung Hazel karna sangking kesalnya dengan sikap suaminya.


"Aduh..." ucap Hazel setengah tertawa, walaupun Alyss memukulnya namun ia tak merasa kesal sama sekali.


"Sudah... sudah..." ucap Hazel dan langsung menangkap tangan istrinya.


"Kenapa kau berpikir aku melupakan mu? Hm? Kau tau seberapa banyak aku menyukai mu?" tanya Hazel lagi sembari menggenggam tangan Alyss.


"Kalau kau tadi tak bangun aku mungkin akan menikah lagi!" ucap Alyss kesal karna mengingat Hazel yang membuat nya panik barusan.


"Apa?!" tanya Hazel langsung merubah ekspresinya dari lembut dan langsung menatap tajam ke arah Alyss.


"Tentu saja! Aku akan menikah lagi! Aku akan hidup dengan pria lain!" ucap Alyss yang mulai membalas Hazel karna membuat nya panik barusan.


"Siapa? Hm? Siapa pria yang mau kau nikahi?" tanya Hazel tersenyum kesal menatap wanitanya.


"Tidak tau, yang penting tampan!" jawab Alyss asal pada Hazel.


Mendengar jawaban istrinya membuat Hazel semakin kesal, bisa-bisa nya ia baru bangun namun mendengar kata-kata yang paling ia benci.


Alyss dengan pria lain?


Bahkan sampai mati pun ia tak akan rela jika wanita nya bersama pria lain.


"Kau punya pria tampan mu sekarang? Karna aku sudah bangun, akan ku cincang pria tampan sialan mu itu!" ucap Hazel semakin kesal.


"Punya!" jawab Alyss semakin membuat Hazel kesal.


"Pria yang di depan ku sekarang! Bukan kah dia milikku?" tanya Alyss dan membuat Hazel langsung diam.


"Kau sedang ingin membujuk ku? Hm? Gemas nya...." ucap Hazel langsung tersenyum mendengar ucapan Alyss, ia sangat kesal sebelum nya namun senang sedetik kemudian, perubahan emosi yang benar tak bisa dikatakan.


......................


3 Hari kemudian.


Kondisi Hazel semakin membaik, entah karna fisik nya memang sudah kuat sejak ia lahir ataupun karna ia sudah terbiasa menggunakan fisiknya sebagai tameng dari perlindungan dirinya sejak kecil.


Sehari setelah ia sadar, Hazel mulai memegang pekerjaan nya lagi walaupun Alyss yang menjalankan pekerjaan di luar, namun Hazel yang mempersiapkan semua nya sampai ia benar-benar pulih dan dapat memegang penuh segala pekerjaan nya lagi.


Rian juga sudah mengatakan semua yang terjadi selama Hazel tak sadar, dan juga beberapa direktur yang menentang Alyss serta gosip buruk yang beredar tentang Alyss.Tentu saja hal itu membuatnya sangat marah.


"Aku akan kembali besok, buka rapat kembali." ucap Hazel pada Rian.


Rian pun mengerti alasan mengapa Hazel begitu cepat ingin kembali, apa lagi kalau bukan ingin mematahkan gosip buruk tentang istrinya.


Pukul 10.45 PM


Alyss masih melihat Hazel yang meninjau beberapa dokumen, untuk mengejar ketertinggalan nya selama 2 bulan.


"Kau belum tidur? Kau kan baru sadar...


Mau ku bantu?" tanya Alyss sembari meletakkan dagu nya di bahu Hazel yang masih terfokus pada data-data di hadapan nya.


"Kau mau tidur? Sudah mengantuk?" tanya Hazel dan langsung merangkul Alyss yang duduk di sofa yang sama dengan nya.


Alyss pun mengangguk kecil sembari menatap kearah Hazel.


"Mau tidur...


Tapi kau juga tidur..." ucap Alyss sembari memanyunkan bibirnya. Sekarang ia sudah terbiasa bersikap manja pada suaminya.


"Sebentar lagi yah...


Setelah ini selesai..." ucap Hazel lembut dan mengusap kepala Alyss perlahan.


Alyss pun dengan kesal akhirnya menjatuhkan kepala nya ke pangkuan Hazel, Hazel yang menyadari jika Alysa sedang kesal langsung mengelus rambut Alyss perlahan yang sedang menggunakan paha nya sebagai bantal sembari terus melihat ke arah dokumen di hadapan nya.


"Hazel...


Kau ini terbuat dari besi yah?" tanya Alyss lirih pada suaminya.


"Kenapa?" tanya Hazel bingung dan langsung melihat ke arah Alyss.


"Kecelakaan seperti bahkan tak berpengaruh banyak padamu, baru bangun setelah 2 bulan juga bisa langsung bekerja..." ucap Alyss mulai bangun.


"Apa jangan-jangan kau....


Orang mutan lagi!" ucap Alyss dengan wajah serius seperti menemukan sebuah eksperimen baru.


Hazel yang kesal langsung menyelentik dahi wanita di hadapan nya. Bisa-bisanya Alyss memiliki pikiran seperti itu.


"Auch!" pekik Alyss dan langsung mengusap dahinya.


"Kan aku cuma tanya! Lagi pula waktu aku menusuk perut mu kau juga cepat sekali pulih nya!" ucap Alyss kesal.


"Makanya pertanyaan mu jangan aneh-aneh!" jawab Hazel yang juga kesal.


.....................


Sementara itu.


Apartemen Green leaf.


Dave menatap keluar menatap pemandangan kota dari kaca besar apartemen miliknya. kepalanya masih memikirkan cara bagaimana mendapatkan wanita nya.


"Apa aku harus merubah seperti rencana semula? Membuat nya seakan-akan sudah mati?" ucap Dave lirih dengan memutar cara lain di kepalanya.


"Yah seperti itu juga bagus..." ucap Dave menyeringai.


Ia pun mulai membuat rencana baru untuk membuat Hazel menderita dan mendapatkan wanita nya.


......................


Dua hari telah berlalu.


Para direktur yang sebelum nya menentang dan yang membuat Alyss kesulitan telah di pangkas habis oleh Hazel, baginya yang menentang Alyss juga menentang dirinya.


Hazel juga cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Alyss pada dalang dari kecelakaan nya, ia tak pernah menyangka jika wanita yang baginya selalu lembut seperti kapas bisa memberi perintah yang kejam seperti itu.


Walaupun Alyss terkadang bersikap kasar dan berbicara ketus padanya ataupun pernah menusuk nya perutnya baginya Alyss tetap menjadi wanita manis dan selembut kapas seperti malaikat. Malaikat yang memiliki sayap kegelapan di belakang nya.


......................


Kediaman Hazel.


Sekarang Alyss sudah mulai bisa kembali ke aktifitas biasanya bermain dengan Bulbul dan kembali bekerja sesuai bidang nya, ia mulai masuk kembali bekerja sekitar minggu depan karna Hazel menyuruhnya istirahat.


"Senangnya bisa bermain dengan mu lagi...." ucap Alyss sembari mencium gemas pipi gembul kucing kesayangan nya.


Belum lama Alyss bermain ia mulai merasakan cairan yang keluar lagi di hidung hingga membuat bulu putih Bulbul terkena noda darah nya.


"Aku mimisan lagi?" ucap Alyss lirih sembari terus menghapus darah mimisan yang keluar dari hidung nya.


Ia merasa heran, karna ia tak merasa jika ia kelelahan atau pun kurang tidur namun tetap saja mengalami mimisan, sakit kepala nya juga semakin menjadi, ia pikir sebelumnya karna menjalani pekerjaan yang tidak sesuai bidang nya lah yang membuat kepalanya sakit.


Namun sekarang ia sedang tak melakukan apa-apa namun tetap mimisan dan sakit kepala?


Belum sempat Alyss berpikir banyak tentang kondisi nya ia mulai mendapat telpon dari Dave lagi.


Awalanya Alyss tak menghiraukan nya namun Dave terus menghubungi nya tanpa henti hingga membuat Alyss kesal dan mengangkat telpon nya.


"Kau mau tau tentang suami mu?" ucap Dave dari telpon.


"Aku tau tentang nya...


Keseluruhan tentang nya..." ucap Dave dari telpon.


"Maksud mu?" tanya Alyss mengernyitkan dahi nya sembari terus menghapus darah mimisan yang keluar dari hidung nya.


"Dia seorang pembunuh! Dan aku bisa pastikan itu!" ucap Dave yang berusaha memprovokasi Alyss.


"Dia bukan pembunuh, bahkan membunuh nyamuk saja dia tak tega..." ucap Alyss yang masih berusaha tenang dengan ucapan Dave.


"Ayo bertemu satu kali saja...


Aku akan katakan semua yang ku tau tentang suami mu..." ucap Dave lirih.


"Aku tau semua tentang nya, tapi ayo bertemu..." ucap Alyss dan langsung membuat Dave senang.


Setelah membuat janji temu Alyss pun langsung menutup telpon nya, sekarang ia tau apa yang ia harus lakukan pada Dave, yaitu menghabisinya. Baginya yang tau dan berpotensi menyebarkan rahasia Hazel harus di lenyapkan.


Alyss tau jika hal ini merupakan hal yang salah, namun pepatah "cinta itu buta" juga ia rasakan sekarang, seperti Hazel yang bisa melakukan apa saja untuknya, dia juga bisa melakukan apa saja untuk Hazel.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai (Kalo kalem gitu anteng yah babang Hazel hihi, enak dilihat nya🤭🤭)



Bulbul ajj sampe gitu liat nya kalo babang Hazel tampilan nya kalem awkwko😅


...****************...


Untung gak jadi lupa lu bang Haz, kalo lupa dah othor lempar pake panci pala lu wkwkwk


Aduh mbak Alyss kamu konsultasi dulu gih sama babang Hazel, babang Hazel kan dah berpengalaman dalam menghilangkan nyawa🤧 Biar gak diapa-apain sama Dave🤧


Sekalian cek itu, udah mimisan bolak balik gitu🤧


Jangan lupa like vote fav komen rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️


Happy Reading❤️❤️❤️❤️