
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Hazel saat melihat Alyss yang sedari tadi diam menatap ke luar jendela mobil saat mereka dalam perjalanan ke kediaman Hazel.
"Lagi mikirin pria yang tadi...
Kau belum mengatakan nama nya padaku..." jawab Alyss enteng sembari terus menatap keluar jendela.
Hazel memejamkan mata nya sesaat mendengar jawaban Alyss.
Sabar...
Jangan marah, jangan sampai kehilangan nya lagi...
Batin Hazel meredam emosinya.
"Kalau kau sangat tertarik pada nya, mungkin besok akan ada berita mayat tak dikenali di temukan." ucap Hazel dengan senyuman psycho nya menatap ke arah Alyss.
Ia memang berjanji tak akan menyakiti Alyss lagi, namun bukan berarti ia tak akan menyakiti siapapun lagi.
Alyss hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya dan menoleh ke arah Hazel.
"Benarkah? Wah...
Menyeramkan sekali..." ucap Alyss dengan ekspresi yang di buat terlihat takut.
"Kau tau cerita Rapunzel? Kau ingin menjadi seperti itu?" tanya Hazel sekali lagi pada Alyss ketika menatap iris wanita yang ada di hadapan nya.
"Sepertinya aku menikahi pria pintar...
Kau akan mengurung ku, tapi tak akan menyakiti ku, seperti itu kan maksud mu?" tanya Alyss dengan nada santai.
"Tentu saja." jawab Hazel tersenyum.
"Kalau begitu aku akan meracuni mu di kastil milik mu, Bagaimana? Jika kau mati aku bisa keluar kan?" Alyss yang membalas perkataan Hazel dengan senyuman di bibirnya.
"Sepertinya itu akan menjadi permainan menyenangkan." ucap Hazel enteng.
Alyss hanya tertawa kecil mendengar ucapan Hazel, tentu saja hal semengerikan apapun yang ia katakan takkan membuat pria di hadapan nya takut, karna pria itu pasti sudah melakukan semua hal mengerikan itu.
Tak ada pembicaraan lagi setelah itu, Alyss yang tengah sibuk memainkan ponsel nya dan Hazel yang selalu melihat ke arah Alyss.
"Kau menyadap ponsel ku kan?" tanya Alyss tiba-tiba saat ia masih memainkan ponsel nya karna sedang chatting dengan Larescha.
"Ya, kenapa?" jawab Hazel enteng.
Alyss hanya memutar bola mata nya dengan kesal mendengar jawaban Hazel yang tak merasa bersalah sedikitpun.
"Setiap orang memiliki privasi, dan itu melanggar privasi ku." ucap Alyss dan sekali lagi melihat kearah Hazel.
"Kau tak punya privasi sejak menjadi wanita ku." jawab Hazel enteng.
"Kau lupa kesepakatan kita? Aku bukan milik mu! Aku milik diri ku sendiri!" ucap Alyss penuh penekanan.
"Aku tau. Sekarang kau adalah milik diri mu sendiri dan aku yang menjadi milik mu, tapi aku tetap suami mu! Dan kau istri ku! Kedudukan suami lebih tinggi dari kedudukan istri." jawab Hazel yang juga penuh dengan penekanan.
Alyss terdiam, dan berdecak kesal mendengar jawaban Hazel.
"Sial! Kenapa dia pandai sekali berbicara!" ucap Alyss kesal sembari membuang wajah nya ke arah jendela.
"Kau mau makan di luar?" tanya Hazel saat melihat wajah kesal Alyss.
"Hm, Makanan Prancis..." jawab Alyss malas, walaupun ia kesal namun ia tetap mengatakan apa yang ia inginkan, benar-benar kembali seperti dirinya yang dulu.
Hazel hanya tersenyum melihat hal itu, ia pun mulai mengatakan pada supir nya agar menuju restoran Prancis.
Sesampai nya di restoran mereka pun langsung memesan makanan yang di inginkan, setelah beberapa saat makanan yang di pesan pun mulai datang.
"Kenapa tak memakan makanan mu? Tadi kau yang ingin kesini." tanya Hazel saat melihat Alyss yang tak terlalu bersemangat memakan makanan nya.
"Sekarang sudah tak mau makan ini lagi..." jawab Alyss lesu, sejak ia bangun dari sakit nya, entah kenapa indra pengecap nya selalu terasa tawar, dan tak bisa membaca rasa.
"Lalu kau ingin makan apa?" tanya Hazel dengan suara lembut dan menatap ke arah Alyss.
Alyss pun mulai tersenyum dan mulai berniat menggoda Hazel saat Hazel menanyakan ingin "Ingin makan apa?" padanya.
"Kalau memakan mu boleh tidak? Sepertinya aku tertarik dengan itu." ucap Alyss tersenyum dan mulai membuka dua kancing atas dari kemeja yang ia kenakan.
Hazel terdiam beberapa saat melihat Alyss yang sedang menggoda nya di hadapan nya, ia mulai merasa kaki Alyss yang duduk di hadapan nya mulai bergerak mengelus kaki nya dari bawah meja tempat mereka makan.
Alyss tak terlihat canggung sedikit pun ia tetap menatap Hazel dengan senyuman menggoda nya dan terus merambat kan kaki nya mengelus kaki Hazel dari balik meja dan tentunya ia membuat minat Hazel sebagai pria bangkit.
"Kalau kau terus seperti, kau sendiri yang akan mengalami kesulitan..." ucap Hazel memperingatkan.
Alyss pun langsung tertawa kecil melihat Hazel yang sedang berusaha menahan dirinya. Ia langsung menghentikan kaki nya yang sedang sedang berusaha untuk menarik minat Hazel dan mulai mengancing kemeja nya kembali.
"Sepertinya jangan sekarang, aku takut mematahkan leher mu, saat kita melakukan nya. Aku tak mau jadi janda saat aku baru bangun." jawab Alyss enteng dengan tertawa kecil.
"Haisshhh...
Sial! Dari mana kau belajar menggoda?!" ucap Hazel frustasi sembari memijat pelipisnya. Alyss hanya tertawa melihat Hazel yang frustasi.
Bagaimana tidak? Alyss menggoda nya dan membuat nya minat nya bangkit lalu tiba-tiba berhenti dan mengatakan tak ingin melakukan nya, sedangkan dia pria yang selalu memiliki hasrat yang besar pada wanita di hadapan nya sekarang.
Jika saja bukan karna kesepakatan yang ia buat jika ia tak akan menyakiti Alyss lagi, dia pasti sudah akan menarik tangan Alyss dan melakukan nya di mobil.
......................
Kediaman Hazel.
Alyss melihat ke sekeliling kediaman megah itu, tempat indah yang seperti neraka baginya dulu.
"Aku benar-benar tak sadar selama 2 tahun?" tanya Alyss lirih.
"Hm..." jawab Hazel berat karna ia seperti mengingat kesalahan nya lagi, karna ia yang membuat Alyss tak sadar sampai selama itu.
Prangg!!!
Suara nyaring yang terdengar tiba-tiba membuat Alyss langsung kaget, sedangkan Hazel sudah terlihat terbiasa mendengar suara itu.
"Suara apa itu?" tanya Alyss.
"Sepertinya kucing mu..." jawab Hazel enteng, ia sudah mulai terbiasa dengan Bulbul yang nakal dan selalu menghancurkan patung, gucci, atau pun vas mahal di kediamannya.
"Bulbul?" tanya Alyss memastikan dan mulai berjalan ke arah sumber suara.
Dan benar saja ia melihat Bulbul yang yang dengan santai nya memutar di dekat pecahan gucci yang bernilai puluhan jutaan.
"Unchhh....
Bulbul sayang....
Sini...." ucap Alyss pada kucing kesayangan.
Bulbul pun seperti mengerti ucapan Alyss dan langsung masuk kedalam pelukan Alyss.
"Kucing gemas ku...
Jangan terlalu nakal yah...
Atau aku akan mengganti mu..." ucap Alyss dan terus menciumi gemas kucing kesayangan nya.
Miaawww....
"Unchh...
Manis nya....
Hazel hanya diam dan melihat ke arah istrinya yang sedang memeluk dan mencium gemas hewan peliharaan nya.
Pukul 09.35 PM.
"Kau tak masih belum mau tidur?" tanya Hazel pada Alyss yang masih sibuk mengelus bulu lembut dari kucing kesayangan nya.
Sedangkan Hazel sendiri sudah membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Sejak Alyss sakit dan bahkan sampai sekarang sejak ia bangun, Hazel belum ada sama sekali tidur memeluk Alyss, karna waktu Alyss tak sadar banyak sekali alat medis yang melekat di tubuh istrinya hingga membuat nya takut jika pelukan nya bisa membawa masalah.
Dan saat Alyss sudah sadar, Alyss tak mau ia tidur di sebelahnya dengan alasan ranjang pasien yang kecil, dan saat Hazel mengatakan akan mengganti ranjang nya menjadi lebih Alyss juga tak mau. Karna pada intinya ia masih tak ingin tidur di satu ranjang yang sama dengan suaminya.
Alyss diam tak menjawab pertanyaan Hazel seperti sedang tak mengacuhkan pertanyaan suaminya.
"Atau kau tak ingin tidur di ranjang yang sama dengan ku?" tanya Hazel lagi.
Alyss pun langsung menghentikan tangannya yang sedang mengelus Bulbul dan melihat ke arah Hazel.
"Kalau aku tak mau, kau akan pindah kamar?" tanya Alyss.
"Tidak! Ini kamar ku." jawab Hazel santai sembari memeluk bantal empuknya.
"Kalau begitu aku yang pindah kamar?" tanya Alyss lagi.
"Tidak! Ini kamar mu juga." jawab Hazel dengan santai.
Alyss hanya menggelengkan kepala nya melihat sikap Hazel.
"Yasudah aku tidur disini saja." ucap Alyss sembari mulai menidurkan dirinya diatas sofa panjang di kamar Hazel.
Hazel pun mulai kesal dengan sifat keras kepala Alyss dan langsung bangun serta menggendong Alyss secara paksa dan menurunkan di ranjang nya.
"Apa yang kau lakukan?!" ucap Alyss saat Hazel menidurkan nya ke atas ranjang dan langsung mendekap tubuh kecil nya.
"Memeluk mu, kau tak akan tersakiti jika aku hanya memeluk mu kan?" tanya Hazel dan semakin erat memeluk tubuh Alyss hingga membuat kepala Alyss terbenam di dada bidangnya. Ia sangat merindukan pelukan dari tubuh kecil wanita nya.
"Taffi.. akhu taf bisha berafas...
(Tapi aku tak bisa bernafas)" ucap Alyss tak jelas karna pelukan sesak Hazel, Hazel sendiri memeluknya begitu erat karna benar-benar merindukan pelukan wanitanya.
Ia pun mulai melonggarkan pelukan nya dan menunduk melihat kearah Alyss.
"Damn! Aku hampir mati lagi!" umpat Alyss kesal.
"Apanya yang mati?! Jangan mengatakan hal seperti itu dengan mudah!" ucap Hazel marah saat mendengar ucapan Alyss yang dengan enteng nya mengatakan kematian.
Hazel memang tak peduli dengan kematian siapapun namun ia tak bisa menganggap lelucon jika itu menyangkut tentang Alyss. Karna ia tak sanggup dan tak akan pernah sanggup jika harus kehilangan wanita yang teramat sangat ia cintai.
"Kenapa kau yang marah? Bukankah harus nya aku yang marah?!" tanya Alyss kesal.
Hazel hanya menghela nafasnya dengan kasar mendengar ucapan Alyss. Ia pun tak menjawab pertanyaan pertanyaan Alyss dan mulai memeluk Alyss lagi dengan lembut.
"Isshhhh...
Sempit..." ucap Alyss berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Hazel, dan Hazel yang seperti tak bisa mendengar, mengabaikan ucapan kesal Alyss.
"Sial! Kuat sekali tenaga nya! Kau ingin bermain-main dengan ku?" batin Alyss kesal karna tak bisa melepaskan diri dari pelukan Hazel. Ia pun mulai memikirkan cara menjahili Hazel.
Tangan nya tak lagi mendorong dada bidang di hadapan nya melainkan mulai masuk kedalam pakaian pria yang sedang memeluknya.
Ia meraba otot perut yang yang terasa jelas di tangan nya dan mulai turun serta menyelinap ke dalam celana yang di kenakan pria yang menjadi suaminya, dan tentu saja tangan nya menyentuh bagian yang selalu membuat nya kelelahan 2 tahun yang lalu.
"Jangan terus mengelus nya kalau kau tak ingin melakukan nya..." ucap Hazel dengan nafas yang mulai berat.
"Memang nya apa yang ku lakukan? Aku kan cuma mau tidur..." jawab Alyss dengan wajah polos sembari menatap Hazel.
Tangan nya terus saja memegang dan membuat hasrat pria yang di hadapan nya bangkit.
"Kalau kau terus seperti itu, aku akan benar-benar tak dapat menahan diriku." ucap Hazel sekali lagi.
"Oh ya? Aku tak pedu-
Hummpphhh" ucapan Alyss yang langsung terpotong karna tiba-tiba mendapat lum*tan dari Hazel.
Hazel pun langsung menarik tangan Alyss keluar dari celana dan menyatukan kedua tangan kecil itu dengan satu tangan kekar nya. dan mengunci ke atas kepala Alyss dan ia pun langsung menindih tubuh kecil istrinya sembari terus m*l*mat habis bibir tipis istrinya.
Alyss berulang kali berusaha melepas ciuman Hazel dengan mengigit bibir pria yang sedang mencium nya. Namun itu sama sekali tak membuahkan hasil hingga pria itu yang melepasnya sendiri.
"Hah..Hah...
Aku tak mau melaku-" Alyss yang belum menyelesaikan kalimat nya.
"Kalau begitu jangan membuat ku ingin melakukan nya! Kau tau sendiri aku sangat sulit menahannya!" potong Hazel dengan suara yang sudah sangat berat.
"Baik, aku akan berhenti menggoda mu...
Sekarang lepaskan....
Kau tak ingin aku semakin membenci mu kan?" ucap Alyss enteng.
Hazel pun perlahan melepaskan cengkraman tangan nya yang sedang mengunci kedua tangan kecil Alyss dan mulai memeluk tubuh Alyss perlahan lagi.
Alyss pun merasa ada sesuatu yang bangun dari tubuh Hazel, saat Hazel memeluk tubuhnya.
"Sepertinya ada yang tegak tapi kurasa itu bukan keadilan..." ucap Alyss tertawa kecil karna sudah berhasil menyiksa Hazel dengan caranya.
"Diam dan tidurlah!" jawab Hazel sembari berusaha menurunkan hasrat nya yang sudah ke ubun-ubun.
"Aku boleh bertanya? Tadi waktu di restoran, bagaimana kau menurunkan nya?" tanya Alyss dengan yang masih tertawa kecil dengan nada mengejek.
"Kau tidur sekarang juga! Jika bersuara lagi ku anggap kau juga ingin melakukan nya." jawab Hazel kesal dan semakin membuat Alyss tertawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Spoiler eps selanjutnya.
Bau anyir darah mulai tercium merasuki indra penciuman nya, tangan nya terus saja merasakan setiap tetes darah yang keluar karna pisau yang tertancap di perut nya. Rasa sakit yang mulai terasa walaupun tubuh nya sudah hampir mati rasa.
Apa ini bisa membuat senang?
Hm...
Aku senang jika melihat mu menderita...
Kalau begitu lakukan...
Dusk...
(Suara tusukan pisau yang semakin menusuk masuk kedalam)
Kau gila?!
Aku mencintai mu...
Aku bisa lakukan apapun untuk mu...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Othor kasih gambar Bulbul ajj yah🤣 Walaupun tinggal 2 tahun tetep ajj gemoy, walaupun makin nakal🤣
Jangan lupa like, komen, vote, fav, dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️
Happy Reading🥰🥰❤️❤️