
"Sial! Kenapa dia bisa ada di mobil itu juga?!" marah pria itu menggema di ruangan nya begitu tau wanita nya ikut mengalami kecelakaan.
Ia pun segera bergegas ke lokasi kecelakaan dan mengambil wanita nya dengan helikopter.
...
JBS Hospital.
Setelah sampai para dokter pun langsung memeriksa keadaan pasien yang dibawa, Louis menfokuskan mereka untuk melakukan perawatan lebih pada Clara walaupun luka yang di derita lebih banyak pada tubuh Reno.
"Dari pemeriksaan sekilas iris dan kornea mata sekertaris Clara sudah rusak karna terkena serpihan kaca yang cukup dalam, kami akan melakukan operasi untuk mencegah terjadi nya kebutaan," ucap dokter tersebut pada Louis.
"Lalu? Masih ada lagi?" tanya Louis dengan wajah risau menatap ke arah dokter di depan nya.
"Untuk patah tulang tidak terlalu buruk, tidak seperti pak Reno yang mengalami patah tulang hampir di seluruh tubuh tapi sekertaris Clara keguguran dan untuk masalah kandungan nya nanti Prof. Yacy akan jelaskan lebih rinci," jawab nya dan kembali mengurus Clara lagi.
Para dokter pun mulai melakukan persiapan operasi panjang yang akan mereka lakukan.
Setelah perawatan dan operasi yang cukup lama akhirnya seorang dokter keluar memberitau sesuatu pada pria yang sedang menunggu tersebut.
Prof Yacy membawa Louis ke ruangan nya dan memberikan beberapa data rekam medis Clara setelah pemeriksaan.
"Kandungan nona Clara sudah kami keluar Presdir. Apa Presdir ingin melakukan tes DNA lagi?" ucap prof. Yacy setelah menarik nafas panjang.
"Anak itu sudah mati kenapa harus melakukan DNA lagi?" tanya Louis yang ingin segera mendengar kabar tentang Clara.
"Mungkin saja ini adalah anak yang akan menjadi pertama dan terakhir untuk nona Clara," jawab prof. Yacy dengan berat.
"Maksud nya?" tanya Louis bingung pada dokter tersebut.
"Kami menemukan obat penggugur dengan jumlah dosis besar di tubuh nona Clara dari hasil lab. Obat penggugur dengan dosis tak tetap dapat membahayakan rahim dari wanita yang mengkonsumsi nya," terang prof. Yacy.
"Lalu? Anak itu juga bahkan tidak mati kan? Saat dia meminum obat nya anak itu masih bertahan!" ucap Louis pada profesor wanita yang sudah terlihat berumur tersebut.
"Ada dua janin di dalam kandungan nona Clara, salah satu nya sudah gugur sebelum kecelakaan dan satu nya lagi gugur karna kecelakaan. Salah satu janin masih bertahan dengan obat penggugur yang di berikan tapi menyebabkan efek lain pada rahim dan di tambah dengan benturan saat mengalami kecelakaan," terang prof Yucy.
"Dua? Kembar maksud mu?" tanya Louis bingung pada wanita paruh baya di depan nya.
"Benar tuan, kedua nya janin berjenis kelamin laki-laki." jawab prof. Yacy pada Louis.
Pria itu tersentak, ia sudah menyelidiki jika riwayat yang memiliki keturunan kembar dari keluarga gadis itu tak ada, tapi Louis langsung berusaha mencari pembenaran untuk nya dengan masih berfikir itu adalah anak yang di hasilkan dari hubungan gadis itu dengan kekasih nya.
"Tadi kau mungkin ini adalah anak pertama dan terakhir yang dia kandung kan? Maksud mu?" tanya Louis setelah menghela nafas berat.
"Kami menyarankan untuk melakukan histerektomi pada nona Clara," ucap nya setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang.
"Pengangkatan rahim maksud mu?" tanya Louis yang sangat terkejut.
"Benar tuan, satu janin yang mati sebelum nya menjadi menempel di dinding rahim nona Clara dan di tambah dengan kerusakan karna obat dengan dosis tinggi dan juga kecelakaan," ucap prof Yucy.
Bagaikan tersambar petir mendengar apa yang dikatakan oleh prof. Yucy membuat pikiran nya menjadi kosong.
"Tidak ada cara lain kecuali mengangkat rahim nya?" tanya Louis sekali lagi pada prof. Yucy
"Kita bisa melakukan terapi tetapi tetap saja tak akan bisa membuat nona Clara untuk hamil lagi dengan kondisi seperti itu," jawab prof. Yucy
"Berapa persen kemungkinan dia bisa hamil lagi?" tanya Louis dengan jantung berdebar.
"Di bawah 5% Presdir, kami dapat menyimpulkan jika nona Clara tak bisa hamil lagi bahkan jika dia masih memiliki rahim," ucap prof. Yucy dengan tegas.
Deg...
Jantung nya hampir berhenti berdetak mendengar nya, yang ia inginkan adalah mengugurkan anak yang berada di dalam rahim gadis itu dan bukan nya membuat gadis itu menjadi mandul.
"Jangan angkat rahim nya," ucap Louis mendesah kasar.
Ia tau jika operasi pengangkatan rahim di lakukan maka gadis itu akan menyadari saat ia sudah tak lagi mengalami menstruasi setelah operasi.
"Baik, akan kami usahakan yang terbaik." jawab Prof. Yacy yang merasa kasihan pada gadis itu.
Dengan usia yang masih muda dan belum memiliki keturunan namun sudah tak dapat lagi memimpikan melahirkan seorang anak.
"Lakukan tes DNA juga," ucap Louis tanpa sadar.
Walaupun ia berusaha percaya jika janin kembar itu bukan anak nya namun entah kenapa ia masih tetap tanpa sadar ingin melakukan tes DNA pada segumpal daging dan darah yang belum tumbuh normal tersebut.
Ia keluar dengan wajah dan mata yang kosong mengingat semua tindakan bodoh nya.
Dia tak akan bisa hamil lagi? Apa harus ku katakan pada nya nanti saat dia bangun?
Pria itu meremas dan mengacak rambut nya dengan frustasi, tak lama kemudian dokter lain pun mulai datang pada nya dan membicarakan tentang kondisi gadis itu.
Prof. Gino yang merupakan spesialisasi dalam bidang syaraf
"Dia akan mengalami kebutaan?!" tanya Louis terkejut.
"Benar, Presdir kornea mata dan iris nya luka parah, kami sudah mengoperasi dan membuat agar tak terlihat terluka di bagian mata serta tak merusak penampilan terapi syaraf mata nya sudah rusak," jawab Prof. Gino
Louis menghela nafas kasar dan mulai bingung harus apa lagi saat gadis itu terbangun.
"Dia tak memiliki kesempatan untuk melihat lagi?" tanya Louis dengan nada parau yang mulai merasa campur aduk.
"Bisa jika kita memiliki donor mata yang cocok untuk nona Clara," jawab prof. Gino yang memang hanya donor mata lah yang dapat menjadi jalan agar gadis itu bisa melihat terang nya matahari lagi.
"Semua laporan kondisi nya sudah selesai?" tanya Louis dengan raut yang sudah berbeda.
"Dia juga fraktur pada kaki nya, butuh pemulihan lebih dari enam bulan untuk bisa berjalan normal lagi," ucap prof. Gino pada Louis.
Kecelakaan tersebut memang sangat fatal karna truk yang di perintahkan Louis untuk menabrak Reno di haruskan menyiksa penumpang di dalam nya.
Maka dari itu mobil Reno di tabrak berulang kali, di gulingkan dan di seret hingga beberapa kilo meter.
Tanpa Airbag kedua orang itu pasti nya sudah mati di tempat dengan sangat tragis.
"Tapi tak ada cacat pada kaki, kan?" tanya Louis lagi dengan was-was.
"Jika nona Clara rutin dan selama terapi maka tak akan ada masalah pada kaki atau pun sistem gerak kecuali syaraf mata, tetap itu juga masih harus di periksa ulang dan mendapatkan hasil nya saat nona Clara sudah sadar," ucap prof. Gino
"Baik, lakukan yang terbaik untuk nya." ucap Louis mendesah kasar.
"Dan untuk pria yang di bawa bersama nona Clara dia mengalami kelumpuhan total dan di perkirakan tak dapat bertahan lebih lama lagi," ucap prof. Gino karna luka yang sudah sangat parah pada tubuh Reno.
Pria itu mengusap kepala nya dengan kasar setelah mendengar semua penjelasan yang di berikan pada nya.
*Apa yang ku lakukan salah?! Aku...
Aku hanya*...
batin frustasi dengan segala kegelisahan nya, ia tak tau lagi harus apa dalam menghadapi semua situasi merumitkan ini.
Louis tak memberi tau kecelakaan ini dengan adik nya atau siapapun, ia berniat memberi tau setelah semua kondisi nya jelas.
13 Jam kemudian.
Lamanya operasi dari berbagai dokter spesialis menyelamatkan kedua nyawa itu, namun Louis berencana membunuh Reno dengan racun setelah operasi nya.
Ia ingin membuat pria merasakan sakit yang luar biasa menjelang kematian nya setelah kecelakaan nya.
Louis memasuki ruangan Clara dan melihat gadis itu yang masih menggunakan segala alat medis di tubuh nya.
Ia mengelus wajah gadis itu dengan pelan, walaupun iba namun pria itu juga masih marah karna beranggapan jika Clara berniat kabur dengan pria lain dari nya.
"Kita hanya akan hidup berdua saja nanti, padahal kau suka anak kecil..." gumam nya sembari ingat jika gadis itu tak akan lagi bisa memiliki keturunan yang di lahirkan dari rahim nya.
"Cepatlah pulih..." ucap nya di telinga gadis itu dan mengecup puncak kening nya sebelum ia keluar.
......................
13 Hari kemudian.
Tak ada satu pun yang sadar dari kedua nya, namun kondisi Clara mengalami pemulihan dan semakin membaik walau ia masih belum sadar.
Berbeda dengan Reno yang memang mengalami kerusakan berat dan fatal yang membuat nya semakin memburuk.
"Berikan lagi dosis nya, aku mau dia sadar hari ini," perintah Louis dengan wajah dingin agar memaksa Reno untuk sadar.
Tangan nya memegang dan mengotak atik ampul racun yang ia bawa untuk menyiksa pria itu. Ia ingin Reno sadar agar mengalami kematian yang lebih menyakitkan.
Setelah menambah dosis para dokter pun mengatakan akan membutuhkan waktu beberapa lama.
Louis pun keluar dan melanjutkan pekerjaan nya. Ia hanya tinggal menunggu kabar kapan pria itu terbangun.
...
Setelah berlalu delapan jam akhirnya Reno tersadar dengan paksa, Louis yang sudah tau pun langsung menemui pria itu.
"Kau sudah sadar?" tanya nya dengan menyeringai pada pria itu yang hanya bisa menggerakkan mata nya.
"Berani sekali kau mau membawa wanita ku! Aku hampir saja membunuh nya karna mu!" ucap Louis dengan geram.
Pupil mata Reno bergerak ia sangat tak ingin jika gadis yang ia cintai terluka.
Bibir nya terbuka sedikit berusaha menanyakan kabar gadis itu pada pria yang sudah menarik spuit dan menyuntikan sesuatu ke cairan infus nya.
"Ini racun, kalau kau beruntung kau akan segera mati 1 jam ke depan kalau tidak mungkin akan lebih 2 atau 3 jam lagi?" ucap Louis dengan seringai nya pada pria itu.
"Ja-jangan sakiti dia..." gumam Reno tak jelas berusaha memberi tau Louis.
"Kau sudah mau mati tapi banyak bicara!" decak Louis saat merasa pria itu bergumam lirih pada nya.
Reno pun tak menyerah dan tetap berusaha agar Louis mau mendengar nya walau tubuh nya mulai merasakan sakit yang luar biasa.
Louis pun mulai mendekatkan telinga nya mendengar kata terakhir dari pria itu.
"Dia...
Tak salah apapun..." ucap Reno dengan suara yang sangat pelan berusaha berbicara dengan susah payah.
"Tak salah? Kalian bahkan tidur bersama dan menghasilkan anak!" ucap Louis yang masih kesal karna ia belum tau hasil tes DNA yang belum keluar.
"Ka-kami belum pernah melakukan nya...
Malam itu aku memaksa nya tapi aku belum melakukan apapun..." jawab Reno dengan susah payah sembari menahan sakit.
Deg...
Louis terkejut namun ia masih berusaha mengelabui diri nya sendiri.
"Kau mengatakan ini agar aku tak menyakiti nya karna sudah kabur dengan mu, kan?" tanya Louis sembari berusaha menipu dirinya begitu mendengar kata-kata terakhir pria itu sebelum menjelang maut.
"A-aku juga memaksa kabur dengan ku...
Dia tak tau kalau aku akan mengajak nya pergi..." ucap Reno meringis saat ia merasa organ dalam nya seperti ditarik dan putar-putar ketika rasa sakit luka kecelakaan nya bercampur dengan racun yang baru di berikan.
"Anak itu...
Anak milik mu, kami belum pernah melakukan apapun..." sambung Reno dan mulai tak mampu lagi berkata apapun.
Rasa sakit di tubuh nya membungkam suara nya hingga tak mampu lagi bicara, tubuh nya menegang dengan menahan rasa yang tak bisa di deskripsikan dan mulai membuat nya mengalami kejang-kejang karna rasa sakit yang sangat luar biasa tersebut.
Cla maaf...
Aku harap kau bisa hidup lebih baik...
Aku sangat bahagia bisa mengenal mu di hidup singkat ku...
Mata pria itu menitikan air mata nya saat putaran memori berharga nya dengan orang-orang yang ia cintai berputar di kepala nya saat ia merasakan sakit yang luar biasa tersebut.
...
Louis yang baru keluar dari ruangan pria itu kini memiliki pikiran campur aduk antara ingin percaya atau tidak dengan apa yang dikatakan Reno.
Ia berusaha yakin dan percaya jika apa yang dia lakukan saat ini adalah benar termasuk memaksa gadis itu meminum obat penggugur dengan dosis tinggi hingga merusak rahim nya.
Tak lama kemudian ia mendapat kabar jika hasil DNA yang ia lakukan sudah keluar dan Louis pun segera datang melihat nya.
Jantung nya berdegup kencang saat ingin membuka kertas hasil tes nya.
Deg...
Mata nya membulat sempurna, tubuh nya gemetar dan membuat nya langsung terjatuh di atas lutut nya.
"A-aku membunuh anak-anak ku..." gumam nya lirih dengan sangat terkejut.
Hasil yang di keluarkan dengan presentasi 98,99 % jika janin itu berasal dari DNA yang sama dengan nya.
"Mereka anak ku...
Apa yang sudah ku lakukan?" ucap nya lirih dengan tangan bergetar memegang selembar kertas yang memberi nya pukulan besar.
Bukan satu nyawa yang bunuh namun dua keturunan nya sudah tak ada lagi karna semua sikap bodoh dan egois nya.
Jantung nya berdegup kencang dan ingin berhenti sesaat, tanpa sadar mata nya menitikkan bulir bening saat tau kedua anak nya sudah ia lenyapkan dengan tangan nya sendiri bahkan sebelum lahir ke dunia.
......................
Elouis Steinfeld Rai
Clara Olivia (Gws Mbak Cla♥️)
...***************...
Othor cuma mau bilang kalau ini tuh masuk ke penyesalan Louis nya tapi bukan balasan ke titik terendah nya awkwkwo (Maaf ya bg Louis kamu harus othor leburkan nya juga mental nya nanti😈😈😈)
Nanti tapi yah! Ada masa nya jangan paksa othor untuk percepat alur oke👌
Sekarang babang Louis nya harus tau dulu kesalahan nya dan menikmati rasanya nyesal nya udah bunuh twins nya😈
Maaf yah bang Reno😭
Kau baik tapi othor nya yang jahat😭😭
Salam cinta dari othor♥️
Happy Reading♥️♥️