(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Menahan diri



Akhirnya setelah waktu yang panjang Alyss dapat menghabiskan masakan Hazel.


"Ya ampun tenggorokan ku sampai terasa sakit, kurasa tekanan darah ku sudah naik." ucap Alyss dalam hati ketika selesai makan.


Hazel yang sedari tadi duduk dan hanya memperhatikan Alyss, merasa sangat senang ketika melihat Alyss yang sudah menghabiskan masakan nya.


"Setelah ini buatkan aku teh, dan antar ke ruang kerja ku." perintah Hazel sembari bangun dari duduk nya dan segera pergi.


Alyss hanya diam dan matanya mengikuti ke arah Hazel pergi. Setelah Hazel tak terlihat lagi oleh pandangan matanya, ia langsung berlari ke arah lemari es.


"Ya tuhan asin sekali, seperti memakan garam saja, aku bahkan tak bisa memuntahkannya. Apa dia tak ada makanan yang manis?" ucap Alyss sembari membuka pintu lemari es tersebut.


Di dalamnya Alyss melihat banyak minuman kaleng Bir dan minuman bersoda lainnya, serta beberapa bahan masakan, dan buah-buahan.


"Ya ampun...


Apa dia tak ada ice cream sama sekali? Dia bahkan tak ada coklat." ucap Alyss sembari menelisik isi lemari es tersebut.


Memang biasanya Alyss selalu menstock makanan manis dalam lemari es milik nya, seperti ice cream, coklat, atau pun kue yang penuh dengan cream manis.


"Sudahlah aku makan apel nya saja." ucap Alyss sembari mengambil apel merah dan langsung memakan nya.


"Sekarang sudah lebih baik, setidaknya rasa asinnya sudah sedikit hilang. Eh tadi dia menyuruh ku membuat teh! Aduh aku lupa.." ucap Alyss ketika selesai makan apel, dan langsung menepuk dahinya ketika mengingat perintah Hazel.


Alyss pun langsung bergegas membuat teh dan segera mengantarnya ke ruangan kerja Hazel.


Tok..tok..tok..


Alyss mengetuk pintu dari luar.


"Masuk." ucap Hazel ketika mendengar suara ketukan pintu Alyss.


Hazel pun menghentikan pekerjaan dan melihat Alyss yang masuk membawa secangkir teh di tangan mungil nya.


"Lama sekali. Kupikir kau berusaha melawan ku, dan tak ingin mendengar ku lagi." ucap Hazel dengan nada penuh penekanan pada Alyss.


Alyss hanya diam saja, ia benar-benar tak tau harus berkata apa pada Hazel.


"Letakkan teh nya di sini, dan kau berdiri ke samping ku." perintah Hazel pada Alyss.


Alyss pun segera meletakkan teh tersebut di tempat yang Hazel minta, namun ia tak beranjak sedikitpun ke samping Hazel.


"Aku tak ingin mengulangi apa yang ku katakan. Kesini! Sebelum aku benar-benar kesal." ucap Hazel dengan penuh penekanan dan menatap tajam Alyss.


Melihat hal itu pun Alyss menjadi takut, ia melangkahkan kaki nya mendekati Hazel walaupun langkah nya terasa sangat berat.


Saat Alyss sudah berdiri di samping Hazel, Hazel langsung menarik tangan Alyss hingga ia langsung terjatuh di pangkuan Hazel.


Sontak Alyss langsung berusaha bangun, namun Hazel menahan pinggang Alyss agar tetap duduk dipangkuan nya.


"Duduk saja, dan tenanglah." ucap Hazel singkat sembari menatap wajah Alyss yang sangat dekat dengan wajah nya.


Melihat wajah Hazel yang hanya beberapa jarak dari wajahnya membuat Alyss menjadi malu, dan memalingkan wajahnya ke samping.


"Ta-tapi bukankah kau akan kesulitan jika harus bekerja seperti ini? Bi-biarkan aku bangun." ucap Alyss terbata yang masih berusaha agar Hazel melepaskannya.


"Tidak! Aku sama sekali tak merasa sulit. Jangan membantahku lagi, dan menurut pada ku saja. Atau...


Aku akan memberikan mu hukuman seperti kemarin. Hukuman yang manis." ancam Hazel dengan berbisik lembut di telinga Alyss.


Alyss yang mengerti maksud ucapan Hazel langsung terkejut dan terdiam, wajah nya pun berubah menjadi pucat, jujur saja ia masih trauma dengan apa yang di lakukan Hazel padanya.


Hazel dapat merasakan hembusan napas hangat Alyss di lehernya, karna posisi saat itu seperti Alyss yang sedang duduk di pangkuan nya dan memeluknya.


"Sekarang tenanglah dan jangan banyak bergerak atau kau tau sendiri apa hukuman mu, bukan?" ucap Hazel sembari mengusap rambut di belakang kepala Alyss dengan lembut.


Alyss hanya mengangguk kecil mendengar ucapan Hazel. Jantung nya berdetak sangat cepat, mungkin Hazel sendiri dapat merasakan degupan jantung Alyss, karna tubuh Alyss yang sangat dekat dengan nya, Bukan! Bukan dekat lagi tetapi menempel padanya.


Rasa gugup, canggung dan terutama takut bercampur menjadi satu, Alyss hanya berharap agar Hazel segera menyelesaikan pekerjaan nya, dan dia dapat segera terlepas dari situasi yang sangat tak di sukainya itu.


Setelah 1 jam berlalu.


Alyss mulai makin tak nyaman dengan posisi itu, ia terus bergerak dan menggeser posisi duduk nya. Ia tak sadar sama sekali jika hal itu dapat membuat hasrat lelaki Hazel menjadi bangkit.


Hazel yang merasa Alyss mulai banyak bergerak dan berulang kali menggeser duduk diatas paha nya membuat nya mulai merasa kesal dan langsung memeluk pinggang Alyss dengan kuat agar Alyss berhenti bergerak.


Ia berusaha menahan dirinya dan tak mau lepas kendali serta memaksa Alyss lagi seperti kemarin.


"Sudah ku bilang tenang, dan jangan bergerak kan?!" ucap Hazel dengan suara pelan namun berat di dekat telinga Alyss.


"Ta-tapi aku merasa tak nyaman, bi-bisakah aku bangun saja." ucap Alyss lirih seperti setengah berbisik di telinga Hazel yang berusaha agar membujuk Hazel segera membiarkannya bangun.


Merasakan hembusan napas hangat Alyss dan ucapan lirih Alyss yang seperti sedang meniup pelan telinga Hazel membuat Hazel semakin sulit menahan diri.


"Ya ampun...


Tahan dirimu Hazel..." ucap Hazel dalam hati, yang berusaha mengingatkan dirinya sendiri.


"Ku bilang diam! Jika kau bergerak lagi aku tak menjamin apa yang akan ku lakukan pada mu selanjutnya!" ancam Hazel dengan suara yang semakin berat di telinga Alyss.


Alyss pun terkejut dan tak berani bergerak lagi sedikitpun setelah mendengar ancaman Hazel.


Hazel lalu semakin memeluk tubuh mungil Alyss dan makin menekan tengkuk kepala Alyss agar wajah Alyss semakin rapat padanya.


Setelah ia rasa Alyss sudah tak berani bergerak lagi, Hazel mulai melanjutkan pekerjaan kembali.


Tak terasa waktu berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 11.00 PM, Hazel yang mulai merasakan dengkuran halus dan hembusan napas teratur sejak tadi di lehernya. membuat nya melihat ke arah Alyss


"Apa kau tertidur?" ucap Hazel pelan ketika melihat wajah tenang Alyss yang menutup matanya.


Alyss pun tak menyadari mengapa ia bisa tertidur di pangkuan Hazel, padahal ia sangat takut dan membenci Hazel.


Mungkin karna lelah, dan berusaha untuk tak bergerak membuat nya tanpa sadar tertidur di pangkuan pria yang sangat tak ingin ia lihat.


...****************...


**Haii maafkan segala typo yang tanpa sengaja Author buat yah hihi, Jangan lupa Like, Komen, dan Rate 5 nya hihi


Oh iya jangan lupa vote dan favoritkan yah😉


Happy Reading semua😊🌹**



Alysscalla Zalea



Hazel Rai