
Pagi mulai datang, kondisi Alyss sudah lebih baik daripada saat malam sebelumnya, demam nya mulai turun dan ia sudah tak menggigil lagi.
Alyss membuka matanya perlahan, kelopak matanya masih terasa sangat berat dan ia masih merasa sangat mengantuk. Mungkin karna beberapa obat yang diberikan ke tubuh nya kemarin malam.
"Kau sudah bangun? Apa sudah merasa lebih baik?"
Alyss mendengar suara Hazel yang samar-samar sedang bertanya padanya. Ia masih tak memiliki tenaga untuk menjawab pertanyaan Hazel.
Melihat Alyss yang sudah mulai terbangun dan tak menggigil lagi membuat Hazel tersenyum ia pun mengecup kening Alyss sekilas dan pergi keruangan nya.
......................
Skip time.
Jam 12.35 PM ruangan Hazel.
Setelah selesai meninjau beberapa dokumen. Hazel pun menanyakan bagaimana perkembangan keluarga Renner pada Rian.
"Kau benar-benar melempar dua burung dengan satu satu batu." ucap Rian ketika mereka membahas keluarga Renner.
Setelah artikel tentang tambang milik Logan dan video panas Vion di liris keluarga tersebut benar-benar mengalami keterpurukan. Logan di keluarkan dari pemilihan presiden, reputasi dirinya dan putrinya juga hancur, serta penurunan harga saham yang drastis di perusahannya.
"Mereka pantas mendapatkannya. Dan kupikir hukuman untuk Vion terlalu ringan." ucap Hazel.
Ia masih merasa geram pada Vion, karna jika Vion tak membayar seseorang untuk menculik Alyss, mungkin ia tak akan pernah membuat keputusan untuk menggugurkan anaknya yang berada di kandungan Alyss.
"Ku pikir itu sudah cukup. Reputasinya benar-benar hancur saat video itu tersebar, kedua tangannya juga diamputasi dan wajahnya benar-benar hancur. Walaupun dia menjalani operasi plastik ribuan kali pun tetap tak akan mengembalikan wajahnya seperti semula, dan....
Sejak kejadian itu menjadi sedikit gila karna trauma." ucap Rian.
"Benarkah? Kenapa kau seperti membelanya? kau menyukainya?" tanya Hazel pada Rian.
"Aku? Tentu saja tidak!" sanggah Rian cepat.
"Padahal aku berpikir untuk menculiknya dan mengulitinya sampai dia mati." ucap Hazel.
Rian tak membalas perkataan Hazel lagi. Ia tau jika ia membalasnya lagi mungkin Hazel akan benar-benar menguliti Vion.
"Sudahlah! Aku ingin pergi keruangan Alyss, dia akan menjalankan prosedur siang ini." ucap Hazel dan mulai bangun lalu pergi ke ruangan Alyss.
......................
Ruangan Alyss.
Hazel membuka pintu ruangan tersebut dengan perlahan hingga membuat Alyss tak menyadari jika Hazel mendatanginya.
Seperti biasa Alyss selalu saja duduk dan mengarahkan pandangan nya ke jendela, mungkin ia sangat merindukan kehidupan biasanya yang tak akan mungkin ia dapatkan lagi.
"Kau ingin jalan-jalan keluar?" tanya Hazel tiba-tiba dari belakang.
Alyss pun terkejut ketika mendengar suara Hazel. Ia pun mengalihkan pandangan nya ke arah Hazel.
"Aku akan membawa mu jalan-jalan saat kondisi mu mulai membaik." ucap Hazel lagi pada Alyss. Ia pun mulai duduk di tepi ranjang Alyss agar dapat bersebelahan dengan Alyss.
"Kondisi mu bagaimana? Sudah lebih baik? Semalam kau demam tinggi." tanya Hazel.
"Aku baik-baik saja." jawab Alyss dengan suara yang masih lemah.
Hazel hanya mendesah kasar mendengar jawaban Alyss. Ia sangat tau jika kondisi Alyss sedang tak baik-baik saja.
"Hmm...
Bagaimana menurutmu tentang anak itu?" tanya Hazel sembari mengalihkan wajahnya ke arah perut Alyss.
"Kenapa kau tanya begitu?" Alyss yang tak menjawab dan bertanya balik.
"Aku hanya ingin tau. Apakah kau sangat menginginkannya atau tidak." ucap Hazel, ia sebenarnya ingin tau apa yang Alyss pikirkan tentang anaknya.
"Mungkin awalnya aku tak menginginkannya. Tapi aku juga tak membencinya. Dia semakin hari terus hidup dan tumbuh di dalam diriku, dan sekarang aku sangat menginginkannya.
Dia seperti obat penenang bagiku, rasa takut, sedih, cemas, dan gelisah yang ku rasakan berkurang jika aku mengingat nya, dia juga membuat ku tak merasa kesepian lagi." ucap Alyss dengan senyuman kecil di wajahnya ketika berbicara tentang anak yang ia kandung, ia juga mulai mengelus perutnya yang masih rata itu dengan lembut.
"Kenapa kau merasa kesepian? Bukankah aku bersama dengan mu?" tanya Hazel.
Alyss tak bisa menjawab pertanyaan Hazel, ia juga tak tau mengapa terus merasa kosong saat bersama Hazel.
"Kau bilang dia seperti obat penenang? Berarti anak itu 100% akan mirip denganmu." ucap Hazel lagi.
Alyss pun menoleh ke arah Hazel, saat ia mendengar perkataan Hazel barusan.
"Kenapa kau menyimpulkan seperti itu?" tanya Alyss bingung.
"Karna kau juga seperti obat penenang bagiku. Aku sangat nyaman jika bersama dengan mu." jawab Hazel jujur.
"Kau punya kerabat yang kembar?" tanya Hazel lagi.
"Punya. Kenapa?" jawab Alyss dan bertanya kembali.
"Aku mau anak kembar, nanti kita buat anak kembar yah, jika kita masih belum mendapatkannya, kita buat lagi sampai dapat." ucap Hazel enteng dan mulai merapatkan duduknya dengan Alyss.
"A-apa?! Kau pikir aku kucing? Bisa melahirkan terus menerus!" jawab Alyss kesal dan menggeser duduknya agar menjauhi Hazel.
Hazel hanya tertawa kecil mendengar jawaban Alyss. Melihat hal itu pun Alyss menggelengkan kepalanya ketika melihat Hazel.
Tak lama kemudian para dokter yang bertugas untuk menjalankan prosedur pengguguran kandungan Alyss pun datang. Alyss yang masih tak tau jika Hazel memutuskan untuk menggugurkan kandungannya masih berfikir jika mereka datang untuk menjalankan pemeriksaan padanya.
"Kita mau kemana?" tanya Alyss pada para dokter tersebut.
Para dokter tersebut pun tak menjawab pertanyaan Alyss, mereka terdiam sejenak. Lalu salah satu dokter pun mulai menjawab.
"Kita akan scan MRI." jawab dokter itu berbohong.
"Aku sudah scan MRI 2 hari yang lalu." jawab Alyss.
"Sudah. Ikut saja, lagi pula mereka juga tak akan menyakitimu." ucap Hazel ketika melihat Alyss yang enggan dibawa.
Alyss terdiam sejenak dan berusaha mencerna situasi, ia melihat ke arah para dokter tersebut dan melihat ke arah Hazel secara bergantian.
"I-ini tidak seperti yang ku pikirkan, iya kan?" tanya Alyss pada Hazel.
"Ini yang terbaik untukmu." jawab Hazel.
"Ti-tidak, Ba-bagaimana kau bisa menyuruh mereka membunuh anak ini?!" tanya Alyss yang mulai menangis, dan melingkarkan tangan nya ke perut nya yang masih rata.
"Lakukan prosedur nya sekarang!" perintah Hazel pada seluruh dokter yang berada di ruangan itu.
Mereka pun mulai membawa paksa Alyss.
"Lepas!" ucap Alyss dengan nada tinggi, setelah ia berusaha melepaskan dirinya ia pun langsung bersimpuh di kaki Hazel.
"Ku-ku mohon jangan...." ucap Alyss menangis sembari menyatukan kedua tangannya.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Hazel ketika melihat Alyss yang langsung bersimpuh di kakinya. Ia pun mulai berjongkok untuk menyamai tinggi wajahnya dengan Alyss.
"Jangan anak ini.. hiks...
Ba-bagaimana kau bisa menyuruh mereka untuk membunuh nya? huhu...
Kenapa kau tega sekali? Di-dia anak mu... hiks..." tanya Alyss yang tersendat-sendat sembari menangis.
"Ku harap kau bisa mengerti, kau terlalu lemah untuk mengandungnya." jawab Hazel lirih sembari mulai menghapus air mata Alyss yang jatuh dengan ibu jarinya.
"Ti-tidak! Aku kuat! Aku akan hidup sampai dia lahir!" jawab Alyss cepat.
"Lalu setelah dia lahir? Apa kau yakin masih bisa bertahan?" tanya Hazel.
Alyss tak dapat menjawab pertanyaan Hazel ia hanya terus menangis ketika mendengar pertanyaan tersebut.
"Ku mohon...
Aku akan jadi penurut, aku tak akan mengeluh tentang minuman pahit itu lagi. hiks..hiks...
A-aku akan menerima semua yang kau lakukan padaku." mohon Alyss dengan Hazel.
Hazel masih terdiam mendengar ucapan Alyss.
"Kenapa kau diam saja? Jangan ambil dia dariku... Jangan....
Kau.. Kau sudah mengambil semua yang kumiliki. Kau mengambil kebebasan ku, kehormatan dan harga diriku, hidupku dan juga kebahagian ku. Kau sudah mengambil semua nya...
Ja-jadi kumohon jangan mengambil anak ini juga..." ucap Alyss sembari terus menangis dan memegang erat tangan Hazel.
"Apa kau tak bisa mengerti? Aku melakukannya karna mencintaimu!" jawab Hazel dengan nada tinggi sembari berusaha menggenggam balik tangan Alyss.
"Cinta? Kau sebut ini cinta? Kau melecehkan dan menyiksaku, lalu membenarkan semua perbuatan mu hanya karna satu kata itu? karna satu alasan itu? Mengatasnamakan cinta sebagai alasan untuk mengambil hidup ku? Dan membunuh anakmu sendiri?" ucap Alyss yang mulai marah.
"Bagaimana kau bisa bilang kau mencintaiku?Kau tak ingat? Aku hampir mati berulang kali ditangan mu! Kau yakin kau mencintaiku? Itu seperti obsesi bukan cinta! Kau hanya menginginkan ku untuk memenuhi hasrat mu saja!
Dan lagi jika ku pikirkan berulang kali, aku tak menemukan alasan orang itu untuk menculikku. Aku tak pernah melakukan kesalahan yang membuat seseorang sampai memiliki dendam seperti itu padaku.
Apa penculik itu berhubungan dengan mu? Kenapa kau selalu memberiku penderitaan?" ucap Alyss lagi. Ia mulai mengeluarkan isi hatinya. Walaupun ia mengatakan hal tersebut dengan nada marah, tapi tak berarti dapat menahan air mata nya yang terus meleleh membasahi wajahnya.
"Terserah kau mau bilang apa! Bagiku aku mencintaimu dan ini caraku untuk mencintai mu!" jawab Hazel dingin.
Alyss memejamkan matanya sesaat sembari menjatuhkan beberapa tetes air mata.
"Sepertinya bukan aku yang membutuhkan terapi psikiater tapi kau! Dasar gila!" ucap Alyss dengan tatapan kebencian dan amarah pada Hazel.
Hazel pun mulai berdiri.
"Bawa dia, jika dia terus menolak seperti ini, kalian bius saja dia." ucap Hazel dengan wajah dingin. Perasaan sebenarnya juga terasa kacau namun ia menahan semua itu dan tak menunjukkan nya sama sekali.
Para dokter pun mulai menyuntikkan obat bius pada Alyss dan menjalankan prosedur pengguguran janin tersebut.
Alysscalla Zalea
Hazel Rai
...****************...
Jangan lupa Like, Komen, Rate 5, Vote dan favoritkan yah😉😉
Happy Reading🥰🥰🥰