
Pandangan nya terasa semakin memutar dan dirinya kian tenang, tak takut ataupun merasa khawatir lagi. Rasa yang ia bahkan tak mengerti.
Narkotika yang masuk ke tubuhnya sudah mulai mempengaruhi walaupun baru beberapa saat saja.
James pun semakin tersenyum dan mengelus wajah gadis cantik itu, tak ada lagi perlawanan, efek dari narkotika yang memiliki efek yang sangat tinggi itu mulai menguasai gadis cantik itu.
Drrtt...drrtt...drrtt...
Ponsel gadis cantik itu berdering saat sang kakak menelpon nya. James pun menunjukkan panggilan tersebut pada gadis yang sudah hampir kehilangan kesadaran nya, antara sadar dan tidak, namun ia tak bisa tertidur ataupun merasakan takut.
"Mau ku angkatkan?" tanya James tersenyum pada Louise yang sudah semakin sayu menatap ke arah layar ponsel nya.
Tangan gadis itu perlahan ingin mengambil ponsel miliknya dan mengadukan yang terjadi saat ini agar saudara kembar nya bisa membawa nya pergi dari genggaman pria dihadapan nya.
"Boleh diangkat! Tapi nanti, bukan sekarang!" ucap James dan langsung menjauhkan ponsel itu dari tangan gadis cantik yang mulai ia dekap.
Louise sama sekali tak memilki tenaga saat pria itu merebut ponsel dan juga tas nya.
James pun mulai membaca beberapa pesan antara gadis cantik itu dengan kakak nya, ia pun dengan segera melihat dan mulai mengikuti gaya penulisan pesan gadis cantik itu.
Pria tampan itu pun mulai membalas pesan untuk saudara kembar gadis cantik itu. Setelah mengirim pesan James pun mulai membawa gadis cantik itu ke Mansion nya.
.....................
Louise pov.
Aku tak bisa menggerakkan tubuh ku, rasanya begitu tak bertenaga dan seperti ingin kehilangan semua akal yang ku miliki.
Pandangan ku mengabur, aku tak begitu bisa melihat jelas apa yang dia lakukan dan tak bisa begitu dengan jelas juga mendengar nya.
Aku bisa merasakan jika pria itu membawaku ke suatu tempat, dia memangku tubuh ku yang hampir terasa hambar akan semua sensorik diatas kulit ku.
Tak bisa ku mengerti apa alasan nya memberikan obat terlarang itu pada ku, namun ku tau kini aku sudah berada dalam genggaman nya.
Dalam sekilas pandangan ku melihat ke arah ruangan kamar yang tertata rapi, ruangan yang mirip dengan tempat yang pernah dia membawa ku sini.
Walaupun aku tak bisa merasakan dengan jelas namun aku masih bisa merasakan tangan pria itu yang mulai meraba paha ku, aku memakai rok sebatas paha dan pakaian kemeja blouse dengan lengan panjang yang tak sampai pergelangan tangan ku.
"Kau mau minum? Hm?" tanya nya dengan suara bariton di telinga ku.
Aku tak bisa mengerti dengan jelas apa yang terjadi namun pria itu tetap memangku ku, rasanya tak memilki tenaga untuk beranjak turun atau pun melawan nya.
Tangan nya mulai mencengkram rahang ku dan memaksa ku meminum minuman keras itu hingga membuat tenggorokan ku terasa sakit karna rasa pengar dan pedas dari minuman itu.
Aku hampir tersedak dan memuntahkan minuman keras itu, masih dapat ku dengarkan tawa nya di samping telinga ku saat melihat aku yang terbatuk karna tersedak saat dia memaksa ku meminum air yang membuat ku semakin mabuk itu.
Telinga ku terasa geli saat ia aku mulai merasakan gigitan nya, dia mulai menangkup bibir ku dan tak ada perlawanan yang ku berikan. Aku tak merasa takut ataupun gemetar benar-benar terasa tenang bahkan saat tangan nya semakin menjalar menguasai tubuh ku.
Walaupun aku tak takut entah kenapa aku merasa sangat sedih.
"Kau menangis?" suara bariton pria itu sekali lagi terdengar dan kurasakan tangan nya menghapus buliran bening dari mata ku.
Setelah menghapus air mata ku dia mulai menggendong ku dan memindahkan ku keatas ranjang.
Ciuman yang awalnya terasa geli diatas tubuh ku semakin berubah menjadi liar dan terasa sakit walaupun aku yakin jika narkotika itu tak masuk ke tubuh ku pasti akan lebih sakit lagi rasanya.
Tubuh ku terasa dingin, rasanya tak ada yang menutup tubuh polos ku, aku melihat pria itu mulai berada diatas tubuh ku.
Sesaat sebelum dia ingin melakukan apa yang ia inginkan samar-samar ku dengar suara ketukan pintu kamar itu dari luar.
Pria itu tak memperdulikan dan mencium ku lagi, hingga ketukan pintu itu semakin kuat dan terus memanggil
"Tuan."
Dari luar, pria itu seperti terganggu dan membentak si pengetuk pintu yang berada di luar, ia mulai bangun dari atas tubuh ku dan menutup tubuh ku dengan selimut.
Sebelum dia pergi aku dapat merasakan bibir ku dikuasai lagi dan menerima gigitan kecil dibawah bibir ku. Tangan nya menyentuh bagian privasi ku lagi hingga membuat ku mengeluarkan suara yang terlihat memalukan.
Setelah itu dia pergi dan kini aku sendiri cukup lama hingga rasanya pusing dan aneh di tubuh ku membuat ku tertidur tanpa sadar.
Louise pov end.
James pun mulai keluar dari kamar tempat gadis cantik itu berada, ia menatap ke arah Nick dengan aura membunuh yang begitu kuat.
"Ada apa? Kenapa mengganggu ku?!" tanya James kesal pada bawahan nya. Ia sudah sangat ingin merasakan tubuh gadis angkuh itu namun terganggu oleh bawahan nya sendiri.
"Organisasi Glacy meminta pengiriman organ secepatnya sedangkan Direktur Lou menginginkan 4 pasang mata berwarna biru sore nanti." jelas Nick pada tuan nya.
Tak hanya obat-obatan terlarang, pria itu juga menyediakan semua yang ada, dari mulai perdagangan manusia, organ tubuh, dan bahkan prostitusi. Ia sudah mengetahui semua seluk beluk pekerjaan kotor itu.
Menanam saham yang begitu besar di berbagai perusahaan juga ia lakukan, bahkan memberi dukungan politik pada beberapa parlemen hingga posisi nya semakin kuat dilindungi.
Kekayaan yang tak terhitung dan menjadi pengendali di balik layar di belakang perusahaan besar dan pejabat tinggi hingga tak ada satupun yang bisa mengungkap kejahatan nya dan menjatuhkan nya dengan mudah.
"Anak-anak yang di kurung? Apa mereka tak cukup?" tanya James pada Nick, ia sudah menyandra beberapa anak remaja untuk di jual organ nya dan di perdagangkan.
"Jika kita menggunakan mereka, maka perdagangan untuk bulan depan akan sedikit sulit, sebagian dari mereka sudah di pilih." jawab Nick sekali lagi.
"Minta Charlie untuk mengirimkan dan mencari satu pasang mata berwarna biru lagi." perintah James pada Nick.
Ia pun pergi mengurus beberapa hal yang sempat membuat nya tak merasakan apa yang ingin di raih nya.
Pukul 07.45 Pm.
Tak terasa hari pun sudah mulai berganti malam waktu nya terkuras untuk melakukan pekerjaan mendadak nya.
"Kau sudah temukan hal lain dari JBS grup?" tanya James sekali lagi pada Nick.
"Sudah, namun hal ini tak akan bisa sampai menghancurkan mereka. Mantan Presdir JBS yang sebelumnya sangat rapat menutup masalah ini hingga tak ada ruang. Kami menemukan cela yang di buat sekretaris nya sekitar 6 tahun yang lalu namun kini cela itu juga sudah tertutup hingga tak ada bukti langsung." jelas Nick.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya James lagi.
"Perdagangan dan eksperimen manusia untuk obat-obatan." jawab Nick sembari memberikan map pada atasan nya.
"Cela nya 6 tahun yang lalu? Bukankah mantan Presdir JBS grup meninggal 3 tahun yang lalu?" tanya James sembari melihat beberapa bukti tak langsung itu.
"6 tahun yang lalu istri mantan Presdir JBS grup meninggal dan semua urusan sempat dialihkan sesaat pada sekretaris nya dan putra sulung mantan JBS grup mulai menduduki posisi pewaris. Kami menemukan cela di saat dalam kurung waktu pengalihan." jawab Nick ketika menyelidiki data yang bisa menyudutkan JBS grup.
"Wah...
Untung saja dia sudah tidak ada, kalau masih ada pasti sangat merepotkan." ucap James yang merasa senang atas sepeninggalan mantan Presdir JBS sebelumnya yang tak lain adalah ayah dari gadis yang ingin ia tiduri.
"Tiga tahun yang lalu sempat terjadi pemecahan pada JBS grup, JBS hospital dengan JBS farmasi. Mereka mengurus dua pemecahan masing-masing dan kembali menyatukan nya setelah satu tahun. Putri bungsu JBS grup memberi semua hak kuasa nya pada kakaknya." sambung Nick lagi yang menceritakan dengan jelas tentang JBS grup.
"Selama satu tahun pemecahan, ada yang bisa di gunakan?" tanya James lagi.
"Tak ada yang bisa digunakan dari JBS farmasi, putra sulung JBS hampir tak melakukan kesalahan. Tapi JBS hospital memiliki satu permasalahan yaitu pergantian dan pemecatan secara sepihak pada pendukung luar." jawab Nick lagi.
"Walaupun itu bukan sesuatu yang dapat menjatuhkan tapi jika di beri bumbu kebohongan sedikit maka itu bisa digunakan." jawab James lirih. Setelah menjelaskan dengan jelas Nick pun berlalu keluar dari ruang kerja pria tampan itu.
Sudut bibir nya naik memikirkan gadis cantik yang benar-benar terlihat berbeda dari gadis lainnya.
Cukup pintar namun sangat ceroboh, memiliki jiwa yang bebas dan keberanian yang meluap serta emosi yang seperti tetesan embun membuatnya semakin tertarik lagi dan lagi.
"Menyenangkan...
Aku tak pernah bertemu dengan gadis seperti itu...
Akan ku jadikan dia milik ku apapun yang terjadi!" gumam James dengan seringai nya.
Rasanya ia semakin bersemangat ingin menundukkan dan menaklukan gadis cantik itu kedalam genggaman nya.
......................
Kediaman Rai.
Louis pun yang menunggu adik nya pulang, namun tak ada tanda-tanda jika gadis nakal itu akan pulang.
Tak ada satupun panggilannya yang terjawab, bahkan lokasi sang adik pun bisa tak terbaca oleh nya.
"Ckk, Kemana anak itu?! Awas aja kalau sampai gak pulang! Minta di kurung memang!" decak Louis kesal yang bercampur dengan khawatir. Ia memang sangat over protektif dalam menjaga adiknya apalagi sejak kematian kedua orang tuanya.
Pria tampan itu menghubungi Zayn sesekali untuk menanyakan adik nya.
Malam semakin larut namun gadis nakal itu tak kunjung kembali, Louis pun mulai mencari keberadaan adik nya saat di jam 10 malam gadis nakal itu belum juga kembali. Hanya sepenggal pesan yang dikirim saat siang hari yang mengatakan jika ia ingin bermain dengan teman-teman nya lebih dulu.
......................
JBS grup
Ruang Visi
Pria tampan itu pun menuju ruang Visi, ruangan yang di bangun sang ayah sebagai otak dari JBS grup. Sejak Louis yang memimpin ia sudah mengganti beberapa orang di ruang Visi yang sudah ingin pensiun.
"Cari di semua club dan jangan ada yang terlewat satu pun!" perintah Louis pada seluruh orang yang berada di ruang visi.
Malam itu juga pria tampan itu membangunkan semua pekerja nya agar dapat mencari keberadaan adik nya.
"Dari cctv gedung pelatihan beberapa rusak semenjak tadi siang. Alasan rusak nya karna anak-anak jahil yang melempar nya dengan kerikil." ucap Clara pada pria yang sangat ia benci sembari melaporkan apa yang ia temukan.
"Alasan tak masuk akal! Ganti gedung konser nanti! Jangan pakai gedung yang tak beres seperti itu!" perintah Louis sekali lagi.
Malam yang panjang dengan kekhawatiran yang memenuhi pria itu saat adiknya bagai di telan lautan tak dapat di temukan.
Bukan tanpa alasan ia tak bisa menemukan adik nya, gadis nakal itu kini sudah di penuhi kabut hitam yang menjerat nya secara perlahan masuk dan menelan nya ke dunia bawah yang berbeda penuh dengan berbagai macam ancaman yang mengintai karna pria berbahaya yang mulai menginginkan gadis nakal itu.
...****************...
Maaf yah semalam ga up🙏🙏🙏🤧🤧🤧
Semalam othor nya udah pusing terus ngantuk alhasil tidur cepat deh, dan karna draf nya yang masih setengah jadi othor lanjut hari ini🙏🙏🤧🤧
Nanti sore atau ntar malem othor usahain up lagi yah😘😘😘
Happy Reading♥️♥️♥️