(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
return of the queen



Aku berlari ke arah pintu besar yang indah, saat aku masuk ke dalam pintu tersebut aku melihat sekilas wajah seorang anak lelaki yang sangat menyejukkan hati ku.


Anak itu tersenyum lembut pada ku, aku merasa damai namun aku tak ingat siapa dia saat pintu tersebut semakin tertutup, kaki ku terus melangkah tanpa arah di lorong tak berarah hingga ku menemukan suatu pintu lagi dan aku mulai membuka nya.


......................


Monitoring yang terus menunjukkan sinyal bahaya terus berbunyi bersahutan satu sama lain.


"Detak nya kembali normal!" ucap sang dokter.


"Dia sadar!" ucap salah satu dokter yang lain saat melihat ke arah Alyss yang mulai membuka matanya dengan sayu.


Mendengar hal itu Shelly langsung terjatuh duduk ke lantai, perasaan yang sangat lega dan bahagia tak terkira ia rasakan.


Shelly pun semakin menitikkan air matanya mendengar kalimat "Dia sudah sadar" bukan air mata kesedihan namun air mata kebahagian. Karna puncak dari merasa bahagia itu yah menangis.


Dion pun mulai melebarkan senyum nya sembari ikut menitikkan air mata bahagianya, walaupun tak tau bagaimana kondisi putrinya selanjutnya namun, saat ini yang terpenting putrinya sudah sadar.


Hazel memejamkan mata nya berulang kali agar ia yakin bahwa ini nyata dan ini bukan mimpi, melihat Alyss yang mulai sadar membuat nya seakan-akan mendapatkan dunia nya lagi, mungkin Alyss akan membenci nya saat ia sadar namun Hazel akan sangat menyukai itu karna itu tanda nya wanita nya masih berada di dunia yang sama dengan nya.


"Kau harus tetap hidup walaupun hanya untuk membenci ku..." gumam Hazel dengan senyuman kecil di bibirnya.


Para dokter pun mulai memeriksa kondisi lanjutan Alyss.


......................


Alyss pov.


Mata ku terbuka perlahan, pandangan ku sangat mengabur atau bahkan aku seperti tak bisa melihat dengan jelas atau bahkan seperti tak bisa melihat saat aku mulai membuka mata.


Rasa nya aku seperti terbangun dari tidur panjang di siang hari...


Aku seperti bangun dengan meninggalkan mimpi indah, namun aku sama sekali tak ingat mimpi apa itu...


Yang ku tau itu jika rasanya aku seperti meninggalkan sesuatu yang begitu berharga seperti memilih sesuatu yang aku sendiri tak ingat apa yang ku pilih...


Namun yang kutau saat ini aku sudah kembali...


Tubuhnya terasa tak bertenaga...


Bukan! Bukan tak bertenaga, melainkan tak bisa bergerak sama sekali, seperti tak memiliki kekuatan apapun untuk menggerakkan tubuh ku.


Ku dengar sayup suara ibu ku yang menangis memanggil nama ku...


Suara alat medis yang saling bersahutan di dekat telinga ku....


Suara orang asing yang terus membicarakan tentang keadaan ku, dan berusaha membuat tubuh ku memberi respon terhadap apa yang mereka lakukan...


Seperti memastikan apakah aku masih memiliki respon terhadap sekitar ku...


Apakah aku akan seperti orang normal lainnya...


Pandangan ku masih mengabur namun sudah mulai terlihat semakin jelas tak sekabur saat aku bangun tadi...


Rasa nya aku masih mengantuk, rasa nya aku masih belum cukup untuk tidur, namun saat ku pejamkan lagi mataku...


Selalu saja ada yang berusaha membangunkan ku...


Membuat ku tetap tersadar dan tak membiarkan ku menutup mata lagi...


Alyss...


Ku dengar suara pria yang memberiku rasa sakit sebelum aku tertidur...


Suara nya terdengar parau...


Terlihat jelas kesedihan di suaranya...


Aku ingin dia juga menderita...


Tapi rasanya aku tak bisa melihat nya jika itu terjadi...


Aku benar-benar aneh...


Alyss pov end.


......................


Setelah para dokter melakukan pemeriksaan lanjutan, mereka berusaha mencari tau apakah ada kerusakan saraf yang dapat menyebabkan cacat fisik pada tubuh Alyss.


Dimulai dari memberikan ransangan berupa cubitan di kaki untuk mengetahui apakah Alyss mengalami kelumpuhan atau tidak, dan untung nya Alyss memberikan respon.


"Apa kau bisa mendengar? Jika bisa kedip kan mata mu dua kali." ucap si dokter pada Alyss.


Hening....


Hazel mulai takut jika Alyss kembali tak bisa mendengar lagi, ia takut Alyss kembali seperti dulu, ia tak ingin Alyss kembali kehilangan semangatnya lagi.


Setelah saling menatap satu sama lain dengan gusaran hati yang kacau, Alyss mulai mengedipkan mata nya dua kali sesuai petunjuk dokter, setelah di lakukan pengecekan masih tak ada masalah apapun saat ini, namun masih butuh pengecekan lebih lanjut.


......................


Pukul 10.15 PM


Orang tua Alyss sebelum nya tetap bersama Alyss, menemani putrinya dan bercerita banyak hal menyenangkan agar dapat memberi energi positif pada putri kesayangan mereka.


Walau Alyss tak memberikan respon apapun atau menjawab ucapan mereka, mereka tetap senang saat melihat putri mereka memandang wajah mereka.


Alyss sendiri bukannya ingin mengabaikan perkataan orang tuanya, ia hanya benar-benar tak memiliki tenaga untuk berbicara ataupun mengeluarkan suaranya.


......................


Satu bulan telah berlalu.


Alyss menjalani perawatan untuk mengembalikan fungsi tubuh nya lagi, ia pun mulai belajar berjalan serta menggunakan otot tubuh nya untuk bergerak setelah selama 2 tahun tak pernah di gunakan atau pun di gerakkan karna ia tak sadar.


"Hati-hati..." ucap Hazel saat memegang pinggang Alyss agar tak terjatuh saat latihan berjalan.


Alyss hanya melirik sekilas ke arah Hazel lalu membuang wajahnya lagi, terkadang ia menyingkirkan tangan Hazel yang berusaha memegang tubuhnya agar tak terjatuh.


Setelah latihan untuk menggerakkan otot-otot nya telah selesai Alyss duduk di dekat jendela kamar perawatan nya, ia bisa melihat dengan jelas lalu lalang orang-orang yang berada di luar dari jendela tersebut.


Dan selama satu bulan ia sama sekali tak mengeluarkan suaranya, ia tak berbicara sedikitpun. Bukan nya tak bisa berbicara ia hanya tak ingin berbicara sedikitpun.


Cklek...


Alyss merasa ada yang membuka pintu ruangan nya, ia tak menoleh, ia hanya melihat siapa yang datang dari pantulan kaca jendela di depan nya.


Ia pun melihat kedua orang tua nya yang mengunjunginya, sebenarnya jika hanya bersama kedua orang tua nya ia ingin berbicara ataupun mengatakan sesuatu, namun jika melihat tangis ibunya dan itu karna dirinya membuat suara nya tertahan dan akhirnya tak tau harus bicara apa.


"Alyss...


Mamah bawa makanan kesukaan kamu...


Ini telur nya ayah mu loh yang masak..." ucap Shelly sembari mengeluarkan satu persatu makanan yang ia bawa.


"Tenang...


Ayah gak buat makanan hitam lagi kok..." ucap Dion bercanda, yang ia maksud makanan hitam adalah makanan yang gosong. Karna apapun yang ia masak selalu saja menjadi gosong, bahkan mi rebus pun bisa menjadi mi goreng jika ia yang memasak.


Alyss mulai tersenyum kecil mendengar ucapan ayahnya.


"Maaf...


Alyss, udah buat mamah sama ayah sedih.." ucap Alyss tertunduk sembari melihat makanan di hadapan nya.


Ia tak tau harus mulai bicara dari mana. Yang ia inginkan hanya orang tuanya tak merasa khawatir dengan keadaan nya, ia hanya ingin tak ada air mata yang jatuh dari mata ibu dan ayah nya untuk nya.


Shelly dan Dion langsung tersentak mendengar ucapan putrinya...


Akhirnya mereka mendengar suara yang sangat mereka rindukan, suara yang begitu di nantikan.


Shelly pun langsung menggenggam jemari putri nya dengan lembut dan mulai merangkul tubuh putri nya.


"Nak...


Kenapa minta maaf? Alyss tidak salah apa-apa...


Kalau mau mamah sama ayah tidak sedih kamu cukup hidup dengan baik saja nak...


Karna kebahagian mu itu adalah kebahagian kami...


Kalau Alyss bahagia mamah sama ayah lebih bahagia...


Kalau Alyss sakit mamah sama ayah lebih sakit..." ucap Shelly dengan suara lembut nya sembari terus memeluk tubuh putrinya.


"Iyah...


Yang seharusnya minta maaf disini itu ayah...


Ayah gak bisa melindungi Alyss, gak bisa melindungi putri ayah sendiri...


Sampai kamu harus jadi seperti sekarang..." ucap Dion sembari mengusap puncak rambut putrinya.


Alyss memejamkan matanya sesaat sembari menjatuhkan bulir bening dari matanya. Ia sebenarnya tak pernah ingin orang tuanya tau keadaan nya, ia tak ingin membuat kedua orang yang sangat ia hormati dan ia sanjung menjadi sedih dengan keadaan nya.


"Alyss baik-baik aja kok mah...


Mamah sama Ayah gak perlu khawatir lagi..." ucap Alyss pada kedua orang tuanya dengan senyuman kecil di wajahnya saat Shelly melepaskan pelukan nya.


"Alyss...


Kalau dia menyakiti mu lagi, bilang sama ayah...


Jangan dipendam sendiri lagi nak..." ucap Dion pada putrinya.


Alyss tersenyum mendengar hal itu.


"Dia gak akan nyakitin Alyss lagi yah...


Alyss bisa jamin..." ucap Alyss dengan senyuman di bibirnya.


Karna sekarang aku sudah benar-benar menjadi kelemahan nya.


Batin Alyss saat memandang wajah ayah nya.


Alyss mulai dapat mengontrol ekspresi wajahnya, walaupun ia sebelumnya merasa sangat sedih karna melihat kedua orang tua nya yang terus mengkhawatirkannya. Namun ia tetap dapat menunjukkan senyuman nya setelah tangis nya.


Karna kini Alyss yang sesungguhnya telah kembali, tak ada lagi dua sifat dan sisi yang berlawanan dalam dirinya.


Ingatannya telah kembali, semua kenangan yang terpecah bagaikan puzzle tak tersusun dan rasa sakit di setiap kenangan buruk tersebut telah kembali. Membuat kedua sisinya di dirinya telah menjadi satu.


Namun tetap saja kepribadian buatan nya yaitu sikap baik dan naif tetap mendominasi nya karna ia memakai sifat dan sikap tersebut dari usia 7 tahun hingga dewasa, tapi sekarang tak semudah itu.


Sekarang ia juga mulai kembali ke sifat lamanya yang manipulatif dan licik, ia bisa membuat seseorang di bawah kendali nya tanpa orang itu sadari.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Spoiler eps selanjutnya.


Kalau begitu kau berlututlah...


Kau membuat ku berlutut berulang kali...


Tak masalah kan jika sekarang kau berlutut sekali pada ku...


Kau ingin aku melakukan nya?


Yah, sekarang ayo kita menyakiti satu sama lain sampai benar-benar tak tersisa...


Aku tak kan menyakiti mu lagi...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Alysscalla Zalea



Hazel Rai


...****************...


Hai...


Ini tuh karakter asli Alyss nya dah mulai keluar yah...


Hayo...


Siapa kemarin yang mau sisi jahatnya Alyss keluar???


Ini sisi jahat nya bukan keluar tapi udah nyatu ke dia.


Oh iya othor mau jelasin lagi kalo sebenernya nya itu "Alyss yang baik" itu adalah karakter buatan dari karakter aslinya karna tekanan sekitar nya yang terus mendesak untuk dia bersikap baik, terutama mamah nya.


Jadi tuh karna trauma dan tekanan serta karna dia juga masih terlalu kecil untuk bisa nahan semua kenangan buruk, ngebuat dia jadi ciptaiin kepribadian baru yaitu menjadi baik, sedangkan kepribadian aslinya yang manipulatif serta lebih bisa berekspresi tanpa rasa takut itu pergi dan ngebuat kepribadian buatannya sebagai pemegang kendali penuh.


Sampai kepribadian atau sisi aslinya mau keluar ajj udah gak bisa lagi karna kepribadian baik yang ia buat sudah menjadi kendali penuh atas kesadaran nya.


Nah beda sama Hazel yang sebelumnya dia itu punya sifat yang baik serta gak pernah main kasar atau bisa dikatakan memiliki empati yang tinggi malah berubah jadi gak memiliki empati dan rasa kasihan sama sekali, serta malah ngubah sifat aslinya yang baik jadi kejam dan sadis karna trauma, rasa bersalah yang mendalam serta terus melihat contoh (Ayahnya) yang memang gak pernah nunjukin hal yang bagus.


Nah si Hazel kan juga masih 12 tahun waktu dia ngalamin semua hal buruk dan itu harus ia sendiri yang nyimpan atau yang tanggung, mamah nya yang selalu jadi tempat sandaran nya sudah meninggal waktu dia umur 11 tahun dan harus hidup dengan aturan kejam ayahnya.


Yang ngebuat dia itu jadi punya pikiran menyimpang, dan ngikis rasa empati dan belas kasihan nya sampai habis.


Jadi cara penyembuhan dari trauma mereka itu yah kek gitu, Alyss kecil jadi buat kepribadian baru yaitu "Alyss baik" trus Hazel yang juga masih umur 12 tahun mulai hancur dan mati perlahan dari dalam karna trauma dan rasa bersalahnya mulai ngebuat dia mengubah karakter aslinya sedikit demi sedikit sampai benar-benar jadi psycho yang gak punya rasa kasihan sama sekali dan malah udah mendarah daging karna gak pernah di kendalikan.


Jadi buat kalian yang waktu itu benci banget sama karakter Hazel dia itu juga sebenernya kalau dari awal udah di kasi pengarahan dan punya tempat sandaran dan paling penting tau kalau Ellie (Alyss ) masih hidup mungkin ga akan jadi psycho. (Dan cerita ini ga akan jadi dung, kalo dia gak psycho🤣🤣)


Yah bayangin ajj anak umur 12 tahun harus ngalami trauma, rasa bersalah, dan punya ayah kayak dakjal apa ga berubah juga tuh anak jadi kayak dakjal juga kelakukan nya😅😖


Okey selesai bacotan othor yg panjang lebar awkwkkwo🤣🤣🤣


Oh iya bentar lagi kan puasa, bagi yang puasa baca novel othor setelah buka yah, karna bakal banyak ranjau di eps" selanjutnya awkwko🤣🤣


(Othor juga buat nya malem kok terus di up nya siang biar gak bayangin yang enggak" waktu puasa 🤣🤣🤣)


Jangan lupa like, komen, fav rate 5 vote dan dukung othor🥰🥰❤️❤️❤️


Happy reading❤️❤️❤️