(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Hurts so good



Pagi mulai menyinsing menggantikan gelapnya malam dengan terang nya sinar mentari.


Alyss pun mulai terbangun dari tidur nya, ia membuka matanya perlahan yang masih terasa kantuk, pandangan mengabur nya semakin jernih. Ia pun mengandarkan pandangan nya pada pria yang tertidur dengan memeluk nya erat semalaman.


Matanya memperhatikan setiap sudut dari pria yang masih erat memeluk nya, bahkan saat pria itu tertidur ia tetap memeluk erat tubuhnya hingga tak dapat keluar dari pelukan tersebut.


"Kenapa takdir sangat jahat pada kita? Jika saja kau tak terlalu banyak menyakitiku mungkin aku bisa memaafkan mu..." gumam Alyss saat melihat wajah Hazel.


Kini ia tau kenapa kenapa perasaan nya selalu tak ingin melepaskan pria yang ada di hadapan nya, karna ia menyukainya, bahkan ia yang menyukai pria itu lebih dulu karna ia sudah menyukai pria yang sedang tidur di hadapan nya sejak berusia 6 tahun.


Tapi apa? Berulang kali takdir jahat terus muncul hingga membuatnya memiliki kebencian yang besar, sebesar rasa sukanya.


Ia tersakiti dan terluka berulang kali, bahkan ia pernah berpikir untuk membunuh dirinya sendiri karna tak tahan dengan sikap pria di hadapan nya yang terus menerus menyiksanya dan membuatnya hampir mati berulang kali.


"Tak apa kan? Jika aku ingin kau sedikit merasakan apa yang kurasakan dulu?" tanya Alyss dengan suara lirih pada Hazel yang masih tertidur.


Ia melihat pria di hadapan dengan sorot kesedihan dan kekecewaan mendalam dibandingkan dengan amarah dan kebencian karna semakin orang yang di cintai itu melukai maka luka itu semakin terasa sakit, semakin sulit untuk memaafkan.


Yang paling diingat nya saat Hazel menuduh nya tidur dengan Leo saat mereka di hotel, rasa sakit karna tak di percayai dan tuduhan tanpa alasan yang jelas sangat melukai nya, ia dihukum dan disiksa tanpa ampun hanya karna alasan itu.


Tak hanya menyiksa fisiknya pria dihadapan nya juga menyiksa hatinya berulang kali, dibandingkan dengan bujukan ia lebih banyak menerima ancaman. Tak terhitung luka batin dan fisik yang ia terima.


Alyss terdiam dan hanya melihat wajah Hazel yang tertidur dengan pulas. Setelah kurang lebih 30 menit Hazel pun mulai terbangun dari tidurnya.


Ia membuka matanya perlahan, pandangan kabur nya kian jelas saat melihat wajah Alyss yang sedang menatap nya.


Hazel tersenyum, ia benar-benar merasa senang karna akhirnya ia dapat melihat wajah wanita yang ia cintai lagi saat ia terbangun dari tidurnya.


Ia pun mulai mengencangkan pelukan nya lagi hingga membuat Alyss terasa sesak.


"Rasa benar-benar seperti mimpi, melihat mu lagi...." ucap Hazel lirih sembari memeluk tubuh kecil Alyss dan membuat wajah wanita itu terbenam di dada bidang nya.


"Semfitthhh....


(Sempit) " ucap Alyss dengan nada kesal sembari memukul punggung dan mendorong tubuh Hazel agar melepaskan nya.


Hazel pun perlahan melepaskan pelukan nya melihat ke arah Alyss dengan senyuman mengembang nya, ia benar-benar senang karna akhirnya dapat tidur di ranjang yang sama dengan Alyss lagi.


"Kenapa melihat ku dengan senyuman bodoh seperti itu?" tanya Alyss ketus.


"Terlihat bodoh? Tapi kau dulu mengatakan aku tampan..." jawab Hazel enteng.


"Kapan? Kapan aku bilang begitu?!" tanya Alyss kesal.


"Waktu kau masih kecil...


Kau bilang aku "Kakak ganteng" dulu." jawab Hazel enteng dan semakin membuat Alyss kesal.


"Kan karna ruangan nya tak cukup cahaya! Aku jadi salah menilai wajah orang lain!" jawab Alyss kesal.


"Tapi kau dulu bilang-" ucap Hazel terpotong.


"Haisshhh...


Diamlah kenapa kau terus bicara?!" potong Alyss kesal karna ia sudah akan terpojok oleh godaan Hazel.


Hazel hanya tertawa kecil melihat Alyss yang terlihat kesal, walaupun Alyss yang sekarang memiliki sikap yang penuh kejutan, tapi ia tetap menganggap nya sebagai hal yang imut.


......................


JBS Hospital.


"Sudah tak bekerja, akhirnya tak jadi pengangguran lagi..." ucap Alyss saat ia turun dari mobil bersama Hazel.


Sebelumnya ia memaksa untuk kembali bekerja di RS dan saat Hazel tak mengizinkan ia memaksa untuk pindah bekerja di rumah, perdebatan kecil terjadi pada mereka pagi ini, dan akhirnya Hazel membiarkan nya tetap bekerja tapi dengan syarat harus di bawah pengawasan nya.


"Kau kan bisa bekerja sebagai istri ku..." ucap Hazel lirih saat mendengar ucapan Alyss.


"Tidak mau tuh..." jawab Alyss pada Hazel saat mendengar ucapan Hazel.


Alyss pun mulai masuk lebih dulu tanpa menunggu Hazel untuk masuk bersama. Ia pun berjalan ke arah departermen nya dan mulai membuka pintu tersebut.


"Dr. Alyss dah balik?" tanya dr. Wenda saat melihat Alyss yang memasuki pintu.


Selama Alyss tak sadar Hazel membuat informasi jika Alyss pergi untuk melanjutkan pendidikan nya ketingkat yang lebih tinggi.


Alyss hanya menjawab pertanyaan dr Wenda dengan senyuman cerah di wajah nya. Banyak hal yang ia lewatkan selama dua tahun terakhir, ia ingin mengganti nya sekarang. Mendapat sedikit kebebasan dari kekangan iblis yang menjeratnya.


Setelah pukul 05.56 PM Hazel dan Alyss pun mulai kembali ke kediaman Hazel.


......................


Kediaman Hazel.


"Mau ku bantu keringkan?" tanya Hazel saat melihat Alyss yang masih mengusap rambut basah nya dengan handuk.


"Tak perlu, aku bisa sendiri." jawab Alyss ketus pada suaminya.


Hazel pun tak mengindahkan ucapan ucapan Alyss dan tetap berjalan ke arah Alyss dan merebut handuk yang pegang Alyss dan mulai mengusap rambut basah istrinya. Setelah itu ia pun mulai menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut Alyss.


"Kan aku sudah bilang, "Tak perlu" tadi." jawab Alyss ketus.


"Tapi aku mau melakukan nya, dan lagi kan yang terpenting tak menyakiti mu." jawab Hazel enteng, sikap pemaksa nya tak hilang sedikitpun darinya.


"Kau mau makan malam apa?" tanya Hazel sembari mengeringkan rambut Alyss.


Mereka belum makan malam sama sekali karna Alyss yang terus mengatakan belum lapar karna selera makan nya yang menurun sejak ia sadar, dan Hazel yang selalu menunggu agar bisa makan bersama dengan istrinya.


"Kenapa? Kau lapar? Kalau kau lapar kau bisa makan lebih dulu." jawab Alyss.


"Aku ingin makan dengan mu." jawab Hazel enteng sembari terus mengeringkan rambut istri nya.


"Kalau begitu masakkan aku sesuatu...


Tapi jangan seperti masakan mu dulu..." ucap Alyss pada Hazel.


"Masakan ku yang dulu? Steik?" tanya Hazel memastikan.


"Iya, darah tinggi ku serasa langsung naik saat memakannya." jawab Alyss merinding saat mengingat masakan Hazel yang super asin.


"Tapi kau dulu bilang kau menyukai nya?" jawab Hazel.


"Ya, karna aku dulu sangat takut pada mu, jadi tak berani mengatakan rasa yang sebenarnya." jawab Alyss ketus.


Hazel terdiam beberapa saat.


Tanpa sadar Alyss tersenyum saat mendengar ucapan Hazel padanya.


Setelah mengeringkan rambut Alyss mereka pun turun dan Hazel mulai memasak makanan nya.


"Wah...


Kau benar-benar belajar rupanya?" tanya Alyss saat melihat Hazel yang memotong bahan sayuran dengan begitu rapi dan cepat untuk di campurkan ke bahan masakan nya.


"Tentu saja." jawab Hazel sembari melihat ke wajah Alyss sekilas dengan senyuman lembut di wajah nya.


"Sekarang kita cari daun parsley nya..." ucap Hazel saat sudah meletakkan wortel yang ia potong iris memanjang ke mangkuk kecil.


Alyss yang sedari tadi berdiri di samping Hazel melihat suaminya memasak mulai berpikir untuk menjahili suaminya lagi.


"Mau ku bantu carikan?" tanya Alyss dan mulai mendekat ke arah Hazel.


"Sepertinya tidak disini..." ucap Alyss lirih tangan meraba tubuh Hazel terlebih dahulu saat ia mencari parsley yang akan di gunakan.


"Jangan terus menggoda ku..." ucap Hazel saat ia merasa Alyss tak benar-benar ingin mencari parsley melainkan hanya ingin menggoda nya.


Bagaimana tidak? Tangan kecil meraba bagian sensitif dari tubuh lelaki sebelum mencari parsley yang ingin ia dapatkan.


"Kan aku cuma mau bantu..." jawab Alyss dengan wajah polosnya.


"Kalau begitu cari di bagian lain, jangan cari yang berada di dekat ku saja." jawab Hazel pada Alyss.


"Dibagian lain tak menyenangkan, tak ada kau di bagian lain itu." jawab Alyss tersenyum.


"Yasudah tak usah di beri parsley." ucap Hazel kesal, ia tak mau Alyss menggantung nya lagi seperti semalam.


Alyss hanya tertawa kecil dan berjalan ke arah lemari yang berada di sebelahnya dan mengambil parsley yang di perlukan Hazel.


Hazel memang tak terlalu tau letak bahan masakan di kediaman nya karna ia memang tak pernah memasak kecuali untuk Alyss.


"Kau sudah tau kan kalau ini disana?" tanya Hazel sembari mengambil parsley kering dari tangan Alyss.


"Iya." jawab Alyss dengan senyuman cerah nya seperti anak kucing yang polos.


Hazel pun hanya menggeleng dan mulai melanjutkan masakan nya lagi. Alyss mengandarkan pandangan nya pada pisau dapur yang tersusun rapi di hadapan nya.


"Hazel..." panggil Alyss saat Hazel tengah sibuk memasak.


"Hm?" jawab Hazel singkat.


"Kalau aku menusuk perut mu dengan pisau itu bagaimana?" tanya Alyss sembari terus melihat kearah pisau tersebut.


"Kau mau melakukan nya?" tanya Hazel balik sembari terus terfokus pada masakan nya.


"Bukankah, seharusnya pertanyaan nya.


"Kau berani melakukan nya?" " ucap Alyss sembari melihat ke arah Hazel yang masih sibuk memasak agar dapat membuat rasa yang disukai Alyss.


"Kalau kau mau lakukan, lakukan saja..." jawab Hazel lirih.


Alyss hanya tersenyum getir mendengar jawaban enteng Hazel. Ia pun mulai mengambil pisau dapur tersebut yang memiliki ukuran terkecil, dan...


"Kalau begitu jangan menghindari ini..." ucap Alyss dengan sedikit menarik bahu Hazel dan langsung menancapkan pisau ke perut suaminya.


Dusk...


Ia ingin Hazel sedikit merasakan penderitaan yang ia rasakan dulu, walaupun ia menikam perut Hazel namun ia memilih bagian yang tak dekat organ penting agar, tusukan tak benar-benar membahayakan nyawa Hazel.


Hazel terkejut, ia tersentak beberapa saat, ia menurunkan pandangan nya ke arah pisau yang tertancap lurus di perutnya dan melihat ke arah wajah Alyss.


"Bagaimana? Sakit kan? Kau dulu lebih menyakiti ku...." ucap Alyss sembari memandang nanar iris Hazel.


Tes...tes...tes...


Hazel tak menjawab pertanyaan Alyss, ia mulai memikirkan bagaimana rasa sakit yang Alyss rasakan dulu saat ia menyiksa tubuh kecil wanita di hadapan nya.


Bau anyir darah mulai tercium merasuki indra penciuman nya, tangan nya terus saja merasakan setiap tetes darah yang keluar karna pisau yang tertancap di perut nya. Rasa sakit yang mulai terasa walaupun tubuh nya sudah hampir mati rasa.


"Apa ini bisa membuat senang?" tanya Hazel yang tak marah sedikit pun, dan malah tersenyum lembut menatap Alyss.


Deg...


"Hm...


Aku senang jika melihat mu menderita..." Alyss sedikit tersentak saat melihat senyuman lembut Hazel, namun ia tetap menunjukkan sifat keras kepalanya.


"Kalau begitu lakukan..." ucap Hazel dengan senyuman lembut dan semakin menusukkan pisau tersebut menggunakan tangan Alyss yang masih memegang pisau yang tertantap di perutnya. Ia pun mulai perlahan memeluk tubuh Alyss walaupun darah yang ia keluarkan semakin banyak.


Dusk...


(Suara tusukan pisau yang semakin menusuk masuk kedalam)


Ia merasakan sakit dan perih yang bersamaan saat pisau tajam tersebut masuk ke dalam tubuhnya membelah daging yang berada di perutnya.


"Kau gila?!" ucap Alyss yang langsung terbelalak karna sikap Hazel, ia berusaha melepaskan pelukan Hazel, agar pisau tersebut tak semakin tertancap di perut suaminya dan malah bisa membahayakan nyawa pria yang sedang memeluknya dengan darah yang semakin deras mengalir.


"Aku mencintai mu...


Aku bisa lakukan apapun untuk mu..." bisik Hazel lirih sembari tetap memeluk tubuh Alyss, baginya rasa sakit yang ia alami hanya sedikit dari rasa sakit yang ia berikan pada wanitanya.


...****************...


Kacian babang Hazel🤧 tapi Alyss juga kasihan sih dulu🤧🤧


Jangan lupa, like, komen, fav, rate 5, vote dan dukung othor yah🥰🥰


Happy Reading🥰🥰❤️❤️


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Promosi dulu yakk😅😅



Haii mampir ke karya baru othor juga yah😉😉, karna othor tuh memang pecinta thiller jadi genre baru nya juga berbau thiller yah pemeran utama cowo nya, tapi ini cewe nya harus ngadepin 2 cowo yang punya kelakuan kayak dakjal😅


Mampir yah mana tau juga suka dan jangan lupa tinggalkan jejak😉😉❤️❤️