(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Aku ingin egois



Setelah Alyss tertidur di pangkuannya, Hazel segera mengangkat tubuh Alyss dan membawanya menuju kamarnya.


Hazel menidurkan Alyss perlahan agar tak membangunkannya, setelah itu Hazel pun pelan-pelan naik dan tidur di samping Alyss.


......................


Pagi menyising menyebarkan sinar mentari menerangi sebagian dari belahan bumi. Salah satu sinar nya, masuk ke sela-sela jendela dari kamar seseorang.


Alyss mulai terbangun, ia membuka matanya perlahan. Awalnya pandangan nya masih tak begitu jelas dan ia masih belum menyadari bahwa sekarang ia sedang tidur di kamar Hazel dan sedang bersama Hazel.


Saat Alyss ingin bangun ia merasa ada sesuatu yang menahan di perut nya, saat Alyss melihat hal apa itu, ia terkejut saat menyadari ada tangan yang melingkar di perutnya.


Alyss pun membalikkan tubuh dan mulai menyadari bahwa Hazel tidur dengan memeluk dari belakang semalaman.


Tentu saja melihat hal itu Alyss langsung berusaha menyingkirkan tangan Hazel dan segera bangun, namun saat Alyss ingin pergi...


Sreg...


Hazel menarik tangan Alyss tiba-tiba dan sontak saja Alyss langsung terjatuh dan Hazel tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan langsung membekap Alyss di dada bidang nya.


Hazel sebenarnya sudah bangun lebih dulu, namun ia masih ingin tidur dan memeluk Alyss, namun saat ia merasakan Alyss ingin pergi membuatnya langsung menarik Alyss kedalam pelukannya.


"Lepaskan! Aku ingin bangun! Bukankah kau sudah berjanji akan membiarkan ku tidur sendiri?!" ucap Alyss kesal saat Hazel mendekap dan memeluk tubuh nya dengan erat, Hazel juga tak menepati janjinya dengan membiarkan Alyss tidur sendiri.


"Kau sendiri yang tidur di pangkuan ku semalam." ucap Hazel enteng dengan masih memeluk Alyss.


Alyss tak bisa membantah perkataan Hazel, karna ia sendiri yang memang telah tertidur di pangkuan Hazel kemarin malam.


"Dasar pria brengsek !" gumam Alyss ketika berada dalam pelukan Hazel.


Hazel yang mendengar hal itu pun langsung melonggarkan pelukannya dan melihat Alyss dengan tatapan tajam.


"Coba ulangi yang kau katakan barusan." ucap Hazel dengan suara lembut namun penuh penekanan pada Alyss.


"A-aku tak mengatakan apapun." elak Alyss ketika melihat tatapan Hazel.


"Brengsek? Sepertinya kau mengatakan itu barusan?" ucap Hazel sembari mengelus wajah Alyss perlahan hingga tangannya turun ke bahu kemudian turun lagi ke lengan atas Alyss.


"Ti-tidak!" ucap Alyss lirih


Hazel kemudian langsung mencengkram lengan atas Alyss dengan kuat, sontak saja Alyss langsung meringis kesakitan.


"Sa-sakit..." ucap Alyss lirih sembari memukul-mukul tangan Hazel yang sedang mencengkram lengan atas nya.


Hazel tersenyum saat melihat Alyss yang sedang meringis kesakitan, ia kemudian melonggarkan cengkraman tangan nya dan mulai mengelus dan mengusap lengan atas Alyss, keatas dan kebawah secara berulang.


"Jangan membuat ku kesal, okey?" ucap Hazel dengan senyuman psyco menatap Alyss.


Alyss mengangguk perlahan, kemudian Hazel memeluk Alyss lagi agar tenggelam ke dekapan dada bidangnya.


Hazel merasa sangat malas untuk memulai aktifitas dan masih ingin tidur bersama Alyss.


"Oh ya mulai malam ini kau akan menemani ku tidur lagi." ucap Hazel saat memeluk Alyss.


"A-apa? aku..." Alyss yang terkejut dan langsung berusaha menolak apa yang Hazel katakan padanya.


"Kenapa? kau ingin membantah? Coba saja kalau berani!" ucap Hazel yang langsung memotong ucapan Alyss.


Merasa Hazel yang membalasnya dengan ucapan yang penuh dengan penekanan membuat Alyss terdiam kembali, ia hanya berharap agar Hazel tak melakukan apapun padanya nanti.


......................


Skip time and place.


Kediaman Kim.


Kini Leo kembali ke rumah utama nya, ia mulai berusaha membiasakan dirinya dengan alat yang di pasangkan di tangan kanannya, dan menjalani terapi agar tangan nya bisa pulih tanpa menggunakan alat bantu.


Alat bantu tersebut tak akan terlihat di karnakan tertanam di tangan Leo dan di tutupi oleh pakaian yang di pakai oleh Leo.


Kondisi nya kini mulai membaik, ia sudah mulai melepaskan impian nya perlahan dan berhenti dari profesinya sebagai dokter, kemudian mulai mempersiapkan dirinya kembali sebagai penerus dari usaha keluarga Kim.


Leo yang sebelum nya melihat banyak panggilan tak terjawab dari Larescha di ponsel nya pun, mencoba menghubungi Larescha kembali.


Karena kondisi nya yang sebelumnya sangat tak memungkinkan untuk berbicara dengan orang lain, ia mengabaikan semua pesan dan panggilan yang datang padanya.


Setelah menghubungi Larescha, Larescha meminta untuk bertemu dengan Leo dan Leo pun menyetujui nya.


Di Cafetaria.


Leo datang tak lama setelah Larescha sampai di cafetaria tersebut.


"Aku mengalami kecelakaan." jawab Leo.


"Ha? Kecelakaan? Aku ingat sebelumnya Alyss pernah menyuruhku agar memperingatkan mu untuk berhati-hati. Wah...


Alyss sudah seperti peramal saja." ucap Larescha ketika mendengar jawaban Leo.


"Alyss? Kau juga sudah bertemu dengannya?" tanya Leo dengan mengerutkan dahinya.


"Ya, kemarin dia menghubungi ku dan ke rumah ku, sikap nya juga sangat aneh...


Dia menangis cukup lama, dan kemudian ingin pergi jauh dengan terburu-buru seperti sedang di kejar oleh seseorang." jawab Larescha menjelaskan.


Leo pun berpikir sejenak, ia mengingat saat bertemu dengan Alyss di hotel waktu itu.


Saat Hazel menariknya dari pelukan Leo terlihat ekspresi wajah Alyss yang panik dan ketakutan, bahkan saat Hazel mengatakan bahwa mereka berpacaran, Alyss menjawab dengan wajah yang begitu tertekan.


Karena ia sangat terkejut dengan jawaban Alyss, Leo tak dapat berkata apa-apa lagi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Leo dalam hati.


Melihat Leo yang melamun Larescha kemudian memanggil Leo berulang agar ia keluar dari lamunannya.


Menyadari Larescha yang memanggilnya berulang kali membuat Leo sadar dari lamunannya.


"Eh iya? Ada apa?" ucap Leo.


"Kenapa melamun?" tanya Larescha.


"Lalu bagaimana keadaan mu sekarang? Apa kecelakaan nya cukup parah?" tanya Larescha.


Leo hanya tersenyum pahit saat Larescha bertanya tentang keadaan nya sekarang, ia mencoba mengalihkan perhatian Larescha dengan bertanya balik.


"Kau sendiri bagaimana kabar mu?" tanya Leo.


"Aku? Kabar buruk, tiba-tiba aku di pecat untuk alasan yang tak masuk akal, lalu di paksa pindah dari apatermen ku, yang lebih parahnya lagi lamaran ku terus ditolak dan tak ada tempat yang mau untuk ku sewa menjadi tempat tinggal."


"Sekarang, aku hanya membantu ibu dan ayah ku di toko kue mereka." ucap Larescha dengan wajah yang berubah lesu, mengingat kesialan yang sedang menimpanya.


"Sejak kejadian aneh itu, aku merasa sangat sial." sambung Larescha lagi.


"Kejadian apa?" tanya Leo yang mulai menelisik Larescha guna mendapat kan sesuatu yang dapat menjadi informasi.


"Sebelumnya saat pulang kerja, aku ke cafe untuk minum kopi sebentar, namun setelah itu aku tak mengingat apapun lagi, dan sudah berada di rumahku, bahkan satu hari berlalu tanpa ku ketahui." jawab Larescha yang sejujurnya.


Sebenarnya itu adalah saat Hazel menculiknya, Hazel memerintahkan orang suruhan nya untuk menculik Larescha sehalus mungkin, maka dari itu Larescha bahkan tak menyadari bahwa ia sudah di culik oleh orang suruhan Hazel.


Leo mendengar dengan seksama yang Larescha katakan, ia merasa bahkan kecelakaan nya juga terasa sangat aneh. Ia mengingat orang yang menyerang nya malam itu, tetapi polisi malah menangkap orang yang berbeda.


Orang-orang yang berbeda itu mengaku merekalah yang telah menyerang Leo, dan semua bukti menjurus pada mereka.


"*Apa ini berhubungan dengan Alyss? Kenapa semuanya seperti terhubung dengan mu? Apa yang sebenarnya terjadi?


Alyss…


Apa kau sedang mengalami kesulitan? Jika memang benar, Kali ini aku akan melindungi mu, aku tak ingin melepas apa yang kusukai sekali lagi...


Walaupun kau memiliki orang lain di hati mu, aku tak akan peduli. Aku akan menjadi egois untuk kali ini saja*."


Batin Leo saat di perjalan pulang ketika selesai bertemu dengan Larescha.


...****************...


**Haii ini Author kasih visual Larescha sama Leo biar ga lupa hihi


jangan lupa Like, Komen, dan Rate 5 nya yah hihi


Juga vote dan favoritkan hihi 🤭🤭


Happy Reading🤗🌹**



Leonard Kim



Larescha Stinaff