
HAI HAI....
Harap bijak dalam membaca yah di eps kali ini ada ADEGAN KEKERASANNYA😉
Semoga sehat selalu bagi para pembaca yah.🤗
Jangan lupa Like, Komen, dan Rate 5 biar Author makin semangat hihi...
Jika ada kritik dan saran segera beritau yah, agar dapat membuat tulisan yang lebih baik🤗🌹
Selamat membaca😊
...****************...
Hazel yang tengah menunggu Alyss untuk segera bangun akhirnya membuahkan hasil.
Tangan Alyss mulai bergerak dan ia juga mulai membuka matanya.
Saat menyadari keberadaan Hazel, Alyss langsung terkejut. Ia pun langsung membulatkan mata nya ketika melihat Hazel dan langsung duduk.
"Maaf...
Saya.. saya tak tau apapun...
Sa-saya tak akan menyentuh piano tuan lagi, juga tidak akan memainkan musik apapun lagi....
Tolong ampuni saya" ucap Alyss yang meracau dengan nada lirih, tubuh nya langsung gemetaran ketika melihat Hazel
"Kau tak ingat tau dari mana melodi itu?" tanya Hazel dengan wajah serius.
Alyss takut jika dia menjawab "tak ingat" Hazel akan menenggelamkan nya lagi. Dia pun memilih tetap diam dan mengangguk kan kepala nya secara perlahan
"Maaf....
Saya benar-benar tak berbohong" ucap Alyss lirih.
Melihat Alyss sangat ketakutan dengan nya, membuat Hazel sedikit merasa bersalah, tetapi ia tak ingin mengatakan "Maaf" kepada Alyss karena keegoisan nya terlalu besar untuk itu.
"Ya sudah sekarang kau istirahat saja" ucap Hazel sambil bangun dan melangkahkan kaki nya menuju pintu untuk segera keluar.
"Oh Ya, jika kau mengingat sesuatu segera beri tau aku" ucap nya ketika memegang gagang pintu kamar Alyss sebelum keluar.
Alyss yang melihat Hazel pergi langsung merasa lega.
"Ya Tuhan...
Aku ingin keluar, aku takut jika terus disini, ku mohon bantu aku... huhu" Alyss berdoa dengan sungguh-sungguh hingga menjatuhkan beberapa tetes air dari matanya.
Di dalam mobil...
Hazel memilih keluar dari kediaman nya untuk menenangkan pikirannya. Ia sudah memerintahkan beberapa maid untuk datang dan merawat Alyss ketika dia berada di luar.
"Bagaimana dia bisa tau tentang melodi itu? Apa dia ada hubungan nya dengan anak perempuan itu ?" pikir Hazel dalam kepalanya.
"Sudahlah, lebih baik aku cari mangsa yang dapat menenangkan ku saja" ucap Hazel lirih.
sembari terus menginjak gas di kakinya, untuk lebih melaju kan kecepatan mobil yang ia kendarai
"Itu dia!" ucap Hazel ketika melihat seorang pengendara motor yang sedang lewat di jalan yang sudah sunyi, dikarnakan waktu yang sudah sangat larut. Dia menjadi kan pengendara motor tersebut sebagai pelampiasan amarahnya.
BRAKK....
Hazel menyerempet pengendara tersebut hingga terjatuh dari motor nya.
"Hey kalau jalan lihat-lihat!!" ucap seorang pria yang merupakan pengendara motor tersebut ketika ia terjatuh dari motor nya, dan melihat Hazel turun.
Brug...
Tanpa mengeluarkan kata-kata Hazel langsung memukul kepala pengendara tersebut hingga pingsan. Hazel pun segera membawanya ke kediaman nya.
Para maid yang datang malam itu untuk merawat Alyss pun melihat Hazel membawa seseorang yang ia seret kaki nya, namun para pelayan tak ada yang berani bertanya atau pun menegur, karena mereka sudah mengetahui sifat Hazel dan menandatangani surat perjanjian menjaga rahasia.
Di Ruang putih...
Byur...
Hazel menyiram wajah pengendara motor tersebut agar lebih cepat tersadar.
"Hah?! Dimana ini?" tanya pengendara tersebut ketika sudah sepenuhnya sadar dan menyadari dirinya berada di tempat asing dengan tubuh yang terikat dengan tali.
"Sedang di tempat bermainku" jawab Hazel enteng.
"Apa maksudmu?" tanya pengendara itu heran. Melihat wajah Hazel yang datar membuat naluri pertahanan dirinya bangkit, ia pun segera membentak Hazel dan berusaha untuk melepaskan dirinya.
"KAU GILA!! LEPASKAN AKU" ucap nya dengan nada berteriak sembari terus berusaha membuka ikatan tali yang berada di tubuhnya.
"Ssttt... Ga boleh berisik, harus tenang...
Suara mu besar sekali, aku takut akan terdengar keluar...
Yah walaupun ini ruang kedap suara sih, tapi tetap saja takut" jawab Hazel dengan suara yang sedikit mengejek pada pria pengendara motor tersebut.
"DASAR GILA!! CEPAT LEPASKAN AKU!! SIAPAPUN YANG DENGAR INI TOLONG AKU!! ADA ORANG GILA DISINI!!" Pria itu semakin berteriak.
"Hah benar-benar tak patuh ya, aku takut suara besar mu itu bisa membangunkan seseorang!" ucap Hazel sembari mengambil palu dan...
Plakk...
Hazel langsung mengayunkan palu nya ke kepala pria itu.
" Bagaimana jika istirahat Alyss terganggu nanti " gumam nya ketika melihat darah yang mengalir dari kepala pria tersebut.
Pria tersebut pun tak menyerah dan tetap berusaha melepaskan ikatan di tubuh nya walaupun kepala nya terus berdarah.
"Tetap tak ingin tenang juga" ucap Hazel ketika melihat pemuda tersebut dan berlalu mengambil 4 buah paku.
Ia pun memaku paku tersebut ke tangan pria tersebut ke kursi yang di dudukinya, begitu pula dengan kaki pria tersebut.
"Sakit...
Ku mohon lepaskan aku...
Apa salah ku?" ucap pria tersebut sembari terus memohon pada Hazel. Saat ini Hazel telah memaku kedua tangan dan kedua kaki pria tersebut.
Bau darah pun memenuhi ruangan putih tersebut. Hazel hanya tersenyum psyco melihat pemuda tersebut yang memohon pada nya untuk segera di lepaskan
"Kau sudah ke dokter gigi?" tanya Hazel tiba-tiba pada pria tersebut
"Hah?!" pria tersebut bingung dengan apa yang di katakan Hazel.
Melihat pria tersebut yang sedang kebingungan membuat Hazel tersenyum dan segera mengambil tang.
"Sekarang datanglah ke dokter gigi! HAHAHAHAHA" ucap Hazel sembari membuka mulut pria tersebut dan mencabut gigi geraham pria itu satu-satu dengan tang.
Pria tersebut meringis kesakitan dan Hazel hanya tertawa melihat nya. Tak selang berapa lama pria itu pun mati karena kehabisan darah, Hazel terus memukul pria tersebut dan melukainya dengan benda tajam.
"Hah sudah mati? Cepat sekali, membosankan" ucap Hazel ketika melihat pria tersebut yang sudah tak bergerak lagi.
Hazel pun membersihkan dirinya dari segala darah menempel padanya. Setelah ia membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan yang baru. Ia langsung naik ke atas dan menuju ke kamar Alyss
Klek..
Hazel membuka pintu kamar Alyss, dilihatnya Alyss yang sedang tertidur dari depan pintu. Hazel pun langsung masuk dan melihat Alyss dari dekat. Ia segera mendudukkan dirinya di tepi ranjang Alyss. Wajah yang cantik dan polos namun juga sangat pucat. Itulah yang dilihat oleh Hazel.
"Kenapa kau bisa tau melodi itu?" ucap Hazel dengan suara pelan karna tak ingin membangunkan Alyss sembari tangannya mengelus wajah Alyss dengan lembut.
Hazel terus memperhatikan wajah Alyss hingga..
"Maaf..." ucapan tersebut lolos dari mulut Hazel ketika melihat wajah Alyss. Ia terus mengelus wajah Alyss dengan lembut untuk waktu yang cukup lama.
"Istirahat lah" ucap nya sembari mengehentikan tangan nya dari mengelus wajah Alyss. Hazel pun bangkit dan mencium kening Alyss, ia juga menaikkan selimut yang di pakai oleh Alyss agar lebih menghangatkan tubuh Alyss.
Setelah melakukan hal itu Hazel keluar dari kamar Alyss dan menuju ke kamarnya sendiri.