(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Taktik memikat hati



Alyss mulai terbangun dari tidur pulas nya. Ia menggeliat dan merenggangkan tubuh. Setelah itu ia pun bangun dan segera membersihkan dirinya.


Tak lama kemudian ia keluar dan menuju ruang makan, Hazel sudah duduk dan menunggu nya sejak tadi. Alyss masih memiliki perasaan was-was saat melihat Hazel, ia takut jika Hazel akan membalasnya untuk apa yang ia perbuat semalam.


Langkah nya terhenti dan hanya berdiri memandang Hazel dari kejauhan. Melihat hal itu Hazel langsung memanggil Alyss.


"Kenapa berdiri saja? Cepat kesini!" ucap Hazel dengan nada tinggi dan menatap tajam Alyss.


Alyss pun mau tak mau melangkahkan kaki nya kembali ke meja makan mendekati Hazel.


Makanan telah tersusun rapi di atas meja tersebut, dan mereka pun memulai sarapannya.


"Makanan apa yang kau sukai?" tanya Hazel memecah keheningan diantara mereka.


"Mmm..


Steik sapi?" jawab Alyss sembari memutar bola mata nya ke atas, memikirkan makanan apa yang benar-benar ia sukai. Karena Alyss sebenarnya tak terlalu pemilih dalam hal makanan.


Hazel hanya mengangguk kecil mendengar jawaban Alyss. Kini ia sudah tau makanan apa yang paling di sukai Alyss.


Setelah mereka selesai sarapan, Hazel langsung berangkat ke RS. Alyss tak berkata sepatah kata pun pada Hazel kecuali Hazel yang membuka pembicaraan lebih dulu.


......................


Sesampai nya di RS Hazel langsung mendatangi Rian yang tengah duduk di tempatnya.


"Apa saran mu memang benar-benar berhasil? Aku mengikuti saran mu dan dia malah menampar ku." ucap Hazel tiba-tiba ketika mendatangi Rian.


"Eh apa?" ucap Rian yang belum mencerna perkataan Hazel, karena ia sendiri masih sibuk memilah dokumen-dokumen yang berada di atas meja nya.


"Siapa yang menampar mu? dr. Alyssca? Kau memaksanya lagi?" tanya Rian yang sudah mencerna ucapan Hazel.


"Tidak, aku tak memaksanya, tapi semalam dia menampar ku dan juga mencaci ku." jawab Hazel dengan wajah datar.


"Hmmm...


Wajar jika dia melakukannya, kau melakukan hal yang lebih buruk pada nya." ucap Rian yang sungut-sungut mulai memahami situasi.


"Maksud mu aku memang pantas mendapatkannya?" tanya Hazel dengan tatapan tajam pada Rian, ia merasa kesal dengan ucapan Rian.


"Eh bukan." jawab Rian yang langsung menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana dengan ini? Saat pulang nanti kau memasak untuknya, bukankah jika begitu kau seperti lebih menunjukkan perhatian mu?" Sambung Rian pada Hazel.


"Memasak? Aku tak pernah dan juga tak bisa melakukannya."


"Kalau begitu kau bisa belajar. Bukankah kau ingin dr. Alyssca menyukai mu?" ucap Rian lagi.


Setelah mendengar ucapan Rian Hazel langsung berbalik dan pergi ke ruangannya.


"Memasak yah?" ucap Hazel lirih sembari menyandarkan tubuh nya di kursi presdir miliknya.


Hazel pun kemudian berpikir untuk memasakkan Alyss steik sapi kesukaan nya saat pulang nanti.


......................


Setelah Hazel menyelesaikan pekerjaan nya di RS ia segera kembali ke kediamannya, tak lupa sebelum ia kembali ia menyuruh pak supir membeli beberapa bahan makanan yang ia butuhkan.


Saat di RS sebelumnya Hazel telah berulang kali melihat video tutorial memasak, maka dari itu ia sangat yakin bahwa ia akan dapat melakukannya dengan baik.


Hazel masuk dan tak melihat Alyss di ruang tengah, saat ia mencari keberadaan Alyss, Hazel melihat Alyss yang sedang bermain-main dengan Bulbul di dekat dinding kaca besar rumahnya.


Hazel pun langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk memasak dan memberi kejutan untuk Alyss.


Setelah kurang lebih satu jam kemudian.


Hazel kini telah selesai memasak steik perdananya, sekarang tampilan steik tersebut sudah cantik dan menggugah selera jika di pandang mata.


Sebelum nya Hazel bahkan hampir membakar dapur nya dan banyak membuang daging yang gagal karna benar-benar gosong. Ia sama sekali tak ingin di bantu oleh para maid ketika sedang memasak untuk Alyss.


Hazel pun segera memanggil Alyss dan menyuruh Alyss untuk makan malam dengan nya.


Hazel menarik kursi Alyss dan mempersilahkan Alyss duduk lebih dulu. Setelah itu Hazel menyodorkan piring berisi steik buatannya pada Alyss.


"Ada apa ini? Tumben dia tiba-tiba bersikap baik?" ucap Alyss dalam hati yang keheranan dengan sikap Hazel, padahal kemarin malam ia baru saja menampar dan mencaci Hazel.


"Makanlah, aku yang membuatnya sendiri." ucap Hazel dengan bangga.


Alyss masih diam dan mulai mencoba steik buatan Hazel. Mata nya langsung terbelalak dan membulat sempurna saat memasukkan potongan steik tersebut ke mulut nya.


"Uhuk.. Uhuk.." Alyss terbatuk usai memakan steik tersebut.


Hazel pun langsung memberi minum pada Alyss dan menepuk pundak nya dengan lembut.


"Hati-hati jangan sampai tersedak. Bagaimana rasanya?" ucap Hazel dengan tangan yang mengelus pundak Alyss dan bertanya dengan tatapan mata yang berbinar menunggu jawaban Alyss.


"E-enak..." jawab Alyss lirih, Hazel mengembangkan senyumnya begitu mendengar jawaban Alyss.


"Ya ampun jadi dia membalas ku dengan begini? Berapa banyak garam yang di berikannya? Apa dia ingin membunuh ku perlahan dan membuat tekanan darah ku naik?" ucap Alyss dalam hati.


Masakan yang di buat Hazel memang memiliki tampilan yang bagus, hanya saja rasanya yang benar-benar asin, sampai seperti meluap ke kepala.


Alyss tak berani mengomentari atau mengatakan dia tak suka memakan masakan Hazel, ia takut Hazel akan marah padanya, dan malah menyiksanya kembali.


"Ya sudah sekarang kau habiskan ini. Besok aku akan membuatkan mu masakan lagi. Kau ingin makan apa besok?" ucap Hazel dengan mata berbinar pada Alyss.


"Mmm..


Sepertinya aku saja yang memasak, bukankah kau lelah jika harus memasak saat pulang kerja." ucap Alyss yang menawarkan diri, itu lebih baik dari pada harus memakan makanan dengan kadar garam yang sangat tinggi setiap hari.


"Kau ingin memasak untuk ku? Baiklah jika kau memaksa." ucap Hazel yang tersenyum dan mengelus pipi Alyss yang sedang makan.


"Dasar gila, tentu saja aku tak mau. Aku hanya ingin bertahan hidup." ucap Alyss dalam hati.


"Kau tak makan?" tanya Alyss pada Hazel, karna sejak tadi Hazel hanya memperhatikan nya dan tak makan apapun.


"Aku ingin memakan mu." jawab Hazel dengan senyum menggoda Alyss.


"Eh aku? Daging ku sedikit. Kau tak boleh memakan ku." ucap Alyss terkejut ketika mendengar jawaban Hazel.


"HAHAHAHA." Hazel langsung tertawa nyaring mendengar jawaban yang keluar dari bibir Alyss, Alyss benar-benar tak mengerti dengan ucapan Hazel.


Alyss pun mengerutkan dahinya dengan bingung ketika mendengar tawa Hazel.


"Sudah lah kau makan saja." ucap Hazel sembari mengelus-elus rambut panjang yang berada di belakang kepala Alyss.


Alyss pun mengangguk kecil dan kembali memaksa menghabiskan makanan yang super asin tersebut.