(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Live in your aquarium



Alyss mulai terbangun ia membuka matanya perlahan, tubuh nya masih terasa sakit dan pegal, namun ia merasakan beberapa luka gigitan di tubuhnya sudah diobati dan ditutup dengan plester luka.


Alyss melihat sekeliling kamar tersebut, tak ada Hazel di samping nya, hanya ia sendiri. Mata nya melihat ke arah jam dinding yang di gantung di ruangan tersebut.


"Jam setengah sembilan? Sudah berapa lama aku tertidur?" batin Alyss ketika melihat ke jam tersebut.


Alyss masih sangat malas untuk bangun, lebih tepat nya ia masih terlalu merasa lemas dan tak memiliki tenaga untuk bangun, mata nya melihat ke arah jendela kaca yang terbuka lebar, memperlihatkan langit malam dan gemerlap cahaya lampu dari gedung bertingkat lainnya.


"Kau sudah bangun?" tanya Hazel tiba-tiba saat ia masuk ke ruangan tersebut.


Alyss pun terkejut karna tak menyadari kehadiran Hazel, ia pun membalik tubuhnya ke arah pintu untuk melihat Hazel, dan ia semakin terkejut ketika melihat apa yang Hazel bawa ditangan nya.


Alyss membulatkan mata nya dengan sempurna, dan mulai pucat karna takut ia pun langsung bangun dan duduk.


"Apa hukuman ku belum selesai?" batin Alyss.


"Kenapa wajah mu begitu?" tanya Hazel heran saat melihat Alyss dengan tatapan takut dan was-was di matanya.


"I-itu...." jawab Alyss sembari mengalihkan mata ke arah pisau yang sedang di pegang Hazel.


Hazel pun melihat ke arah tangan kanan nya yang sedang memegang pisau, dan melihat ke arah wajah Alyss yang tampak risau secara bergantian.


"Hahaha kau ini semakin lucu." ucap Hazel yang tak bisa menahan tawa nya ketika melihat wajah Alyss.


Alyss semakin terkejut dan bingung melihat tawa Hazel, ia meremas kuat selimut yang sedang menutup tubuh polosnya, ketika Hazel semakin mendekatinya.


"Kau ini sedang berpikir apa?" tanya Hazel terkekeh melihat raut wajah Alyss, ia pun mengusap puncak kepala Alyss sekilas.


"Ini? Aku membawa pisau karna ingin mengupaskan apel untuk mu." ucap Hazel sembari menunjukkan pisau yang ia bawa dan mengambil satu apel yang di letakkan di meja hias dekat ranjang.


Sebelumnya Hazel sudah membawa apel tersebut, namun ia lupa membawa pisau untuk memotong kulitnya, maka dari itu ia keluar dan mengambil pisau tersebut, namun saat ia kembali Alyss sudah terbangun.


Alyss pun menunjukkan wajah lega ketika mendengar jawaban Hazel. Hazel pun segera mengupas kulit apel tersebut, dan memberikan nya ke Alyss.


"Ini." ucap Hazel ketika memberi apel utuh yang sudah di kupas.


Alyss hanya diam dan tak mengambil apel tersebut, ia melihat lekat wajah pria yang ada di hadapannya, seperti biasa pria tersebut tak pernah menunjukkan rasa bersalah atau pun penyesalan di wajahnya ketika selesai menghukum dirinya.


"Kenapa tak mengambilnya? Kau tak suka apel? Aku sudah mengupas kulit nya dengan baik." tanya Hazel ketika melihat Alyss yang hanya diam memandang wajah nya.


"Aku sudah mengupasnya, kau tetap tak mau mengambil?" tanya Hazel lagi dengan nada penekanan.


"I-iya sini..." jawab Alyss dan langsung mengambil apel tersebut dari tangan Hazel.


"Anak pintar...


Kau ingin makan malam apa? Biar ku pesan kan." tanya Hazel sembari mengusap rambut Alyss perlahan.


"Terserah mu saja..." jawab Alyss dan mulai menggigit apel tersebut, sebenarnya ia tak berselera makan sama sekali, namun dari pada harus dihukum lagi lebih baik dia mengikuti kemauan Hazel.


"Yasudah, ku pesan yang sama dengan ku saja yah..." ucap Hazel.


"Iya." jawab Alyss singkat.


"Kau mau istirahat? Aku mau keluar dulu. Jika makanan nya sudah datang, aku akan membawakannya." ucap Hazel dan meninggalkan Alyss sendiri di kamar tersebut.


Alyss pun mengunyah apel tersebut perlahan karna bibir nya masih terasa sakit. Setelah beberapa lama dan tenaga Alyss mulai kembali, ia pun bangkit dan ingin memakai pakaian nya kembali.


Ia melihat pakaian nya yang masih berserak dan tercecer disekitar ranjang karna Hazel sebelumnya melempar pakaian nya kesembarang arah.


Alyss mulai mengambil satu-persatu pakaian nya, namun ia melihat pakaian nya yang sudah rusak dan tak bisa digunakan lagi.


"Aku harus pakai apa? Kalau semua nya sobek begini?" ucap Alyss ketika melihat pakaiannya sendiri.


Ia pun mulai bangun dengan selimut yang masih dililitkan ke tubuhnya. Kaki nya mulai berjalan ke arah kamar mandi. Alyss mencuci wajah nya dan melihat dirinya sendiri dari cermin.


Tubuhnya penuh dengan bekas kepemilikan yang di tinggalkan Hazel, dari mulai leher hingga ujung kaki nya, bahkan telinga dan bibir nya juga terlihat jelas bekas yang di tinggalkan Hazel.


Terkadang ia merasa jijik dan kotor dengan dirinya sendiri, ia tetap tak bisa terbiasa dengan kehidupannya yang sekarang. Kehidupan yang selalu diisi dengan kemauan orang yang sudah merantai hidup nya.


Alyss membersihkan dirinya dan memakai pakaian ganti Hazel, ia memilih kemeja bewarna biru muda dan mulai memakai nya.


Alyss mencari ponsel nya keseluruh kamar tersebut namun ia tak dapat menemukan nya sama sekali, padahal sebelumnya ia mengantongi ponselnya di dalam jas dokternya.


"Apa dia mengambil Hp ku?" tanya Alyss lirih.


Alyss pun mulai membuka pintu ruang istirahat tersebut, ia membuka perlahan dan mengintip keluar dari balik pintu, ia tak melihat Hazel di ruangan kerja nya.


Alyss pun melangkah keluar dari ruang istirahat Hazel, ia melihat setiap sudut dari ruangan yang di design serapi dan sebagus mungkin tersebut.


"Seperti ini ternyata ruangan Presdir..." ucap Alyss lirih, ia sebelumnya tak pernah memperhatikan Ruangan Hazel di JBS.


Alyss mulai mencari ponselnya, ia mencari dimeja kerja Hazel, dan laci-laci meja tersebut.


"Sedang apa kau?" tanya Hazel tiba-tiba dan mengejutkan Alyss yang sedang berada di bawah meja kerjanya.


Jdukkk..


"Auwwwhh...." pekik Alyss ketika kepala terbentur sisi meja saat ia hendak bangun.


"Aduh..." ucap Alyss sembari mengelus kening nya.


"Kau tak apa?" tanya Hazel yang langsung mendatangi Alyss dan mengelus kepala nya perlahan.


"I-iya, aku baik-baik saja..." jawab Alyss lirih.


Hazel pun melihat pakaian yang di kenakan Alyss, tubuh yang kecil terbungkus dengan kemeja longgar dan besarnya membuat Alyss terlihat menggoda.


Hazel seketika baru menyadari jika Rian juga ikut masuk keruangan nya saat itu, ia pun langsung menyembunyikan Alyss di balik tubuh kekarnya.


"Kau jangan melihat nya! Balik badan mu sekarang! Dan letakkan berkas itu ke meja." ucap Hazel pada Rian, ia tak mau Rian melihat Alyss terlihat menggoda tersebut.


"Iya... iya...


Ini ku letakkan disini, makanan mu bagaimana?" tanya Rian.


"Iya, bawa masuk sekarang, dan juga beli pakaian ganti untuk Alyss setelah itu kau keluar." perintah Hazel pada Rian.


"Baik." jawab Rian.


Setelah Rian membawa masuk makanan untuk Hazel dan juga Alyss serta pakaian ganti untuk Alyss, Rian segera keluar dari kamar tersebut.


Hazel pun membalik tubuhnya melihat Alyss saat Rian sudah keluar dari ruangan tersebut.


"A-aku mencari Hp ku..." ucap Alyss lirih saat melihat Hazel yang sedang menatap nya.


"Kenapa memakai pakaian seperti ini? Kau sedang ingin menggoda?" tanya Hazel.


"Ti-tidak! Kau merusak baju yang ku pakai tadi...


Jadi aku memakai kemeja mu." sanggah Alyss.


Hazel menghela nafas nya dengan berat, ia pun perlahan memeluk Alyss.


"Cuma aku yang boleh melihat mu begini...


Orang lain tak boleh melihat nya." bisik Hazel di telinga Alyss.


"Kau sudah lapar?" tanya Hazel lagi ketika sudah melepaskan pelukan nya.


"Belum..." jawab Alyss lirih.


"Kalau begitu ada yang ingin ku tunjukkan pada mu." ucap Hazel sembari mengambil I-pad di ruang kerja nya.


"Ke sini..." perintah Hazel saat ia sudah mendudukkan dirinya di sofa panjang yang berada di ruangan presdirnya nya.


Alyss pun dengan langkah bingung berjalan ke arah Hazel, saat ia sudah hampir sampai Hazel langsung menarik tangan nya hingga terjatuh ke pangkuan Hazel.


"A-aku mau duduk sendiri." ucap Alyss saat ia merasa tak nyaman berada di pangkuan Hazel.


Alyss pun terdiam dan tak berani bergerak lagi, Hazel mulai membuka I pad nya menunjukkan pada Alyss beberapa gambar gedung dan tempat-tempat yang terlihat mewah dan cantik.


"Kau suka yang mana?" tanya Hazel sembari menunjukkan foto-foto tempat tersebut.


"Ini untuk apa?" tanya Alyss pada Hazel.


"Ini? Ini untuk tempat pernikahan kita. Kau suka pernikahan yang seperti apa?" jawab Hazel.


"Per-pernikahan? Kita?" tanya Alyss terkejut.


"Tentu saja! Kau lupa? Sudah kukatakan kita akan menikah kan? Kau tak bisa memilih! Kau harus menikah dengan ku! Harus!" ucap Hazel dengan penuh penekanan pada Alyss.


"La-lagipula aku juga tak punya pilihan...


Siapa yang akan menikahi wanita sepertiku..." ucap Alyss lirih dengan menundukkan kepalanya, sembari memegang bekas ciuman Hazel di lehernya.


"Itu bagus, jika tak ada yang ingin menikahi mu. Dengan begitu kau hanya bisa menikah dengan ku." ucap Hazel dengan senyum di wajah dan mencium gemas pipi Alyss.


"Kau ingin tempat yang mana? Ini?" tanya Hazel sembari mengganti slide gambar tersebut.


"Kau mau yang ini?" tanya Hazel lagi ketika melihat Alyss yang bereaksi pada tempat yang seperti dibawah laut tersebut, sebuah tempat yang memilki akuarium besar.


"Tapi ini....


Bukankah tak ada disini?" tanya Alyss ketika melihat tempat tersebut.


"Memang tak ada, kita akan mengadakan pernikahan beberapa hari, di dalam negri dan di luar negri." jawab Hazel enteng.


"Kau suka tempat ini? Yasudah kita akan mengadakan disini juga nanti." jawab Hazel dan mulai menandai tempat tersebut.


"Kenapa menikah saja perlu seperti itu?" tanya Alyss ketika mendengar Hazel ingin mengadakan pesta pernikahan yang sangat besar dan diadakan di berbagai tempat.


"Karna aku ingin menunjukkan bahwa kau adalah milikku." jawab Hazel.


"Kau mau yang mana lagi?" tanya Hazel sembari mengganti slide gambar nya lagi.


"Kau saja yang pilih, aku sudah memilih yang tadi." jawab Alyss.


"Kau sangat suka ikan dalam akuarium?" tanya Hazel ketika Alyss tak menunjukkan reaksi pada tempat lain.


"Bukan sangat suka, lebih tepatnya hidup ku mirip seperti ikan itu.


Kau seperti mengambilku dari laut dan memindahkan diriku ke akuarium yang kau buat. Membuat hidup ku terus berputar pada mu." jawab Alyss.


"Perumpamaan yang bagus, dan aku juga bisa memberi segala yang kau butuhkan kecuali melepaskan mu. Dan kau harus tau dengan pindah ke akuarium milikku, membuat mu tetap aman dari predator dan pemangsa di luar sana." balas Hazel pada perumpamaan yang Alyss buat.


"Tentu saja! Kau kan predator terkuatnya!" jawab Alyss kesal.


Hazel tak marah sama sekali mendengar jawaban Alyss ia malah tertawa.


"Aku anggap itu pujian, babe..."


Tak selang beberapa lama Hazel menunjukkan tempat untuk pernikahan mereka, Hazel merasa salah satu ponsel yang berada di saku nya bergetar. Ia pun mengambil ponsel tersebut.


"Itu Hp ku." ucap Alyss ketika Hazel mengambil ponselnya dari saku jas Hazel.


"Ibumu menelpon." ucap Hazel dan memberikan ponsel tersebut ke Alyss.


Alyss hanya diam melihat wajah Hazel dengan wajah yang sedang bertanya pada pria di hadapannya.


"Kau boleh mengangkat nya." jawab Hazel, Alyss pun langsung mengangkat telpon dari ibunya.


"Halo mah.." jawab Alyss.


"Alyss kau bisa pulang tidak sekitar pekan depan? Ayah mu kan akan ulang tahun, dia sangat ingin melihat pulang, kau sudah lama tak kerumah. Ambil cuti 3 hari saja di tempat kerja mu...


Mama mohon...


Yah nak...?" pinta ibu Alyss.


"Eh? I-itu aku..." jawab Alyss bingung dan melihat ke arah Hazel.


"Kau boleh pergi tapi setelah satu hari di pekan depan karna kita memiliki urusan di hari itu." ucap Hazel.


"Bisa mah, tapi ga bisa pas di pekan depannya, Alyss ada urusan mah." ucap Alyss pada ibunya.


"Kau sedang bersama seseorang nak? Mama dengar suara pria." jawab ibu Alyss saat mendengar samar suara Hazel.


"Ti-tidak mah! itu suara televisi, Tv nya memang sangat berisik." jawab Alyss berbohong.


Hazel pun langsung melotot ke arah Alyss saat Alyss menyamainya dengan televisi berisik. Tangan Hazel pun meraba paha Alyss dan masuk ke dalam kemeja yang yang di kenakan Alyss.


Alyss langsung terkejut dan melihat ke arah Hazel.


"A-apa yang kau lakukan?" tanya Alyss dengan suara berbisik.


"Lanjutkan saja telpon mu." jawab Hazel santai dan semakin menggerakkan tangan nya dengan bebas di balik kemeja yang dikenakan Alyss.


"Mah, sudah dulu yah, Alyss masih banyak kerjaan" ucap Alyss pada ibu nya dari telpon.


"Eh? tunggu nak mama masih mau bica-" belum sempat ibu Alyss menyelesaikan bicara nya Alyss sudah menutup telpon nya lebih dulu.


"Apa yang kau lakukan? Le-lepas." ucap Alyss dan berusaha melepaskan tangan Hazel yang menjalar di tubuhnya.


"Kau tidak pakai bra yah?" tanya Hazel lirih dengan suara yang mulai berat.


"Ka-kau kan tadi merusaknya!" jawab Alyss gugup.


Hazel pun langsung membalik tubuh Alyss dan membuatnya langsung tertidur di sofa panjang tersebut, dan mulai mengungkung tubuh kecil Alyss.


Hazel langsung m*l*m*t bibir Alyss dan membuka kancing kemeja Alyss satu persatu.


"Ja-jangan lagi...


Aku masih sangat lelah." pinta Alyss saat Hazel melepaskan ciuman bibirnya.


"Sekali lagi, setelah itu kita makan malam." jawab Hazel dengan nafas yang semakin berat di telinga Alyss.


Hazel pun tetap melakukan hal itu lagi pada Alyss, walaupun Alyss sudah berulang kali meminta berhenti karna kelelahan.


Setelah menuntaskan hasrat nya Hazel memakai kan Alyss pakaian ganti yang dibawa Rian dan mengajak Alyss yang sudah benar-benar tak memiliki tenaga untuk makan malam. Ia menyuapi Alyss secara perlahan agar Alyss tetap bisa makan malam walaupun tak memiliki tenaga sama sekali.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai (othor kasih yang nampak roti sobek nya sikit yah wkwkwk)


...***************...


Oh Iya othor mau bilang walaupun Hazel kadang sikap nya mulai baik ke Alyss tapi dia belum menyesal atau sadar yah sama perbuatan nya, nanti ada waktu dia menyesal tapi belum sekarang.


Karna penyesalan itu semakin dalam ketika dia mulai sadar terlalu banyak menyakiti orang yang dia cintai. Jadi semakin banyak dia nyakitin Alyss nanti nyesal nya juga makin numpuk kok hihi...


Tapi lom sampe yah bab nya😉😉😉


Jangan lupa like, rate 5, vote, favorit serta dukungan yang bisa kalian berikan ke othor yah☺️☺️


Jangan lupa komen juga yah❤️❤️❤️❤️


Happy Reading readers kesayangan othor❤️❤️🤗🤗🤗


Oh iya maaf sekali lagi yah othor kalo othor ga bisa balas komen kalian satu-satu kayak biasanya🙏🙏🙏