(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Apa yang sebenarnya terjadi?



"Bisa lebih cepat lagi?" tanya pria itu sembari terus menahan perdarahan di kepala Alyss.


"Sepertinya trauma kepalanya cukup parah, salah satu rusuknya juga retak atau patah, dan dia sepertinya...." ucap pria itu yang tak dapat melanjutkan bicaranya.


Setelah tiba di rumah sakit.


Alyss langsung dibawa dan ditangani dengan segera oleh para dokter yang berada disana.


Pria itu hanya bisa melihat dan menunggu.


Setelah beberapa lama, salah satu dokter wanita keluar dan menghampiri pria itu.


"Apakah anda suaminya ibu Alyss?" tanya dokter wanita itu.


"Ehmm saya walinya, dok. Apa kondisinya sangat tak baik?" tanya pria tersebut yang tak lain adalah Leonard.


"Begini pak, saat ini ibu Alyss sedang hamil, usia kandungan baru mencapai 3 minggu, dan kondisi nya saat ini sangat lemah dan tak memungkinkan untuk tetap mengandung bayi tersebut, kandungan nya juga mengalami banyak guncangan dan juga sangat lemah.


Saya memang tak mengharapkan ini, tetapi Apakah anda tetap ingin kami mempertahankan kandungannya? Karna saat ini kondisi ibu Alyss benar-benar tak memungkinkan untuk itu." ucap dokter wanita tersebut.


Leo benar-benar bingung ingin menjawab apa, jujur ia sangat ingin mengutamakan keselamatan Alyss lebih dulu, tetapi ia juga tak memiliki hak untuk mengorbankan nyawa lain yang sedang berada dalam kandungan Alyss.


"Bisakah kedua nya selamat? Tolong selamatkan kedua nya." ucap Leo dengan penuh pengharapan pada dokter wanita tersebut.


"Baik pak, kami akan mencoba sebaik mungkin." jawab dokter tersebut, dan kembali menangani Alyss.


Tak berapa lama kemudian.


Alyss telah di pindah ke ruang rawat inap.


"Kandungan sekarang masih menjadi masalah pak, kami sudah menangani sejauh ini, tetapi kondisi masih sangat lemah." ucap dokter wanita tersebut.


"Baik, akan saya bicarakan dengannya setelah dia bangun." ucap Leo.


Setelah dokter tersebut keluar dari ruangan, Leo pun duduk di sebelah ranjang pasien Alyss.


"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa seperti ini? Apa aku sudah tak memiliki kesempatan lagi?" tanya Leo sembari menggenggam tangan Alyss yang masih belum tersadar.


Tok..tok..tok..


"Masuk." ucap Leo ketika mendengar suara ketukan dari luar.


"Pak, sepertinya kita harus pergi. Masih banyak yang belum terselesaikan." ucap bawahan Leo mengingatkannya, karna Leo sudah terlalu lama menunggu Alyss.


"Tapi aku merasa khawatir untuk meninggalkannya sendiri. Bawa di ke villa ku, dan beri penjagaan ketat padanya, segera laporkan padaku jika ada kemajuan darinya." perintah Leo pada bawahannya.


Kondisi Alyss memang sangat lemah, tetapi ia juga sudah melewati masa bahayanya, ia akan segera siuman setelah obat bius di tubuhnya habis.


"Baik pak." jawab bawahan Leo dan segera keluar dari ruangan tersebut.


"Tak apa, aku akan melindungi mu." ucap Leo sembari mengusap kening Alyss lembut.


......................


Hazel telah sampai di tempat mobil itu berhenti. ia pun memerintahkan seluruh pengawalnya untuk mencari keberadaan Alyss.


"Sudah temukan sesuatu?" tanya Hazel pada para pengawalnya.


"Kami menemukan pria yang menculik nona pak." jawab salah satu pengawalnya.


"Alyss? Bagaimana dengan nya?" tanya Hazel.


"Anda bisa lihat ini pak." ucap pengawal tersebut sembari memberikan rekaman blackbox dari mobil si penculik yang terparkir di depan bangunan tua tersebut.


Hazel melihat Alyss yang berusaha kabur dan lari dari mobil tersebut lalu si penculik yang menyeretnya masuk kedalam bangunan tua disebelahnya.


Dan tak lama kemudian Alyss keluar dari bangunan tersebut dengan luka yang lebih parah dari sebelum si penculik menyeretnya masuk. Ia juga sudah kembali lagi kemobil tersebut untuk kabur namun karna Alyss tak menemukan kuncinya ia memilih lari, sebelum penculik itu menangkap nya lagi.


"Sekarang mana pria brengsek itu?!" tanya Hazel geram ketika setelah melihat video rekaman tersebut.


Pengawalnya pun memberi jalan, dan menunjukkan dimana pria yang menculik Alyss. Pria tersebut masih tak sadarkan diri dengan paku yang masih berada di lehernya.


"Dia masih hidup?" tanya Hazel.


"Masih pak." jawab pengawal tersebut.


"Cari orang yang terlibat, dan jangan biarkan pria brengsek itu mati. Dia tak boleh mati semudah itu." ucap Hazel pada pengawalnya.


Hazel pun melihat sekeliling tempat tersebut, mata nya teralihkan dan terkunci ketika melihat jas dokter Alyss yang tak jauh dari si penculik.


Hazel pun semakin geram ketika melihat jas tersebut sangat kotor dan penuh dengan noda darah.


"Kalian sudah temukan sesuatu tentang Alyss?" tanya Hazel lagi.


"Belum pak, sebagian cctv jalanan di sekitar sini sudah rusak, jadi kami tak dapat menemukan apapun, ada beberapa yang masih menyala, namun berada jauh dari lokasi ini.


Kami akan menelusuri jalan dan mengecek setiap mobil yang lewat dari cctv yang masih menyala." ucap pengawal tersebut.


"Jika seperti itu kapan aku akan menemukannya?!


AKH SIAL!!!


Kenapa mereka membawa nya ketempat terpencil seperti ini." ucap Hazel kesal.


......................


Kaki kecil itu menginjak genangan darah di atas lantai, rasa dingin menyelimuti kakinya.


Bau amis dan kegelapan mengurung memenuhi dirinya, suara rintihan kesakitan itu terus mendengung di telinganya.


Tak ada yang dapat ia lakukan selain menangis.


"Paman aku ingin pulang huhuhu"


Bau amis darah terus saja menyeruak masuk memenuhi indra penciumanan nya. Tangan kecil yang penuh dengan darah dan Rasa takut yang sangat besar terus saja menyiksanya.


"Jangan pergi ....


Tolong aku ..."


......................


"Ti-tidak...


Ja...jangan pergi." ucap Alyss gelisah di tidurnya.


Leo yang saat itu tengah menemani Alyss pun langsung berusaha menenangkan dan membangun kan Alyss.


"Alyss! Alyss!" panggil Leo sembari menggoyangkan tubuh Alyss agar Alyss tersadar.


Alyss pun membuka mata nya dan langsung terbelalak, ia langsung menarik tangan Leo dan memeluknya.


"Ja...jangan pergi....


Aku takut..." ucap Alyss seperti orang yang masih tak sadar.


"Aku tak pergi kemanapun, tenanglah." ucap Leo menenangkan.


Alyss terus saja mengulang kata-kata yang sama, ia sangat gelisah, tubuhnya bergetar dan terus mengeluarkan keringat. Ia seperti tak sadar dan tenggelam dengan pikirannya sendiri.


"Serangan panik. Dia seperti mengalami PTSD" ucap Leo dalam hati ketika Alyss memeluknya dengan erat.


NB KET :


PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan.


Leo terus saja berusaha menenangkan Alyss hingga Alyss tertidur kembali. Karna Alyss terus memegang tangan Leo membuat Leo tak dapat bergerak, dan tanpa sadar Leo pun ikut tertidur di samping Alyss, dengan tetap duduk di kursinya dan menyandarkan kepalanya ke tepi ranjang Alyss.


Keesokkan paginya.


Alyss mulai membuka matanya sayup, dan perlahan, ia merasa tangannya yang hangat dan melihat ke arah tangan nya.


"Akh!" suara jeritan nya kecil ketika melihat wajah Leo yang tertidur di tepi ranjang nya dan tangan nya yang menggenggam tangan Leo, ia pun langsung menarik tangannya.


Mendengar suara Alyss membuat Leo ikut terbangun.


"Kau baik-baik saja?" tanya Leo dengan mata menelisik dan khawatir pada Alyss.


Alyss hanya mengangguk perlahan.


"Kenapa kakak bisa disini? Aku dimana sekarang?" tanya Alyss yang mulai menyadari dirinya berada di tempat asing.


"Di villa ku, aku menemukanmu pingsan di jalan. Kau sudah baik-baik saja?" tanya Leo lagi.


Alyss hanya mengangguk dan sudah mulai mengerti situasi.


"Kau tak bermimpi buruk kan?" tanya Leo.


"Tidak kak, aku baik-baik saja." jawab Alyss jujur.


"Dia tak ingat jika dia mengalami serangan panik? Apa dia menghapus ingatannya sendiri tanpa sadar?" batin Leo ketika melihat wajah Alyss.


"Kau ingin beristirahat dulu? Kau mengalami trauma kepala dan tulang rusukmu juga sedikit retak." ucap Leo pada Alyss.


Alyss hanya diam dan melihat nya saja.


"Dia tak bertanya tentang kandungannya? Apa dia belum tau?" batin Leo keheranan melihat Alyss yang tak membahas atau bertanya tentang kandungannya.


"Ada yang ingin kau tanyakan lagi?" tanya Leo memancing.


"Tidak." Jawab Alyss menggeleng.


Leo hanya menarik napas panjang dan kembali bertanya pada Alyss.


"Kau ingin menelpon seseorang?"


Alyss pun menggelengkan kepalanya perlahan. Jika dia memberitau Hazel saat ini ia sedang bersama Leo, ia takut jika harus menghadapi kemarahan Hazel.


"Baik. Aku akan membuatkan mu sarapan." ucap Leo sembari tersenyum sejuk pada Alyss.



Alysscalla Zalea (Waktu dia masih di RS yah ini belum di pindah ke Villa Leo hihi)



Leonard kim.


...****************...


Hai jangan lupa like, Komen, dan rate 5, Vote dan juga favorit hihi


Maaf agak telat up nya🙏


Dan maaf kalo author gak bisa balas komen kalian satu"🙏🤭


Terus ikutin terus yah cerita Author hihi😉😉🥰🥰


Happy Reading semua🥰🥰