(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Just 7 minutes



12 hari kemudian.


JBS Hospital.


"Aku tak bisa masuk ke bagian UGD? Kenapa?" tanya Alyss bingung saat bagian keamanan tak membiarkan nya masuk.


"Presdir melarang nona untuk masuk ke UGD." jawab kepala bagian keamanan dengan sopan. Hazel memerintahkan demikian agar kejadian yang sebelumnya tak terulang lagi, saat Alyss di jadikan sandra oleh pasien yang hendak bunuh diri.


"Tapi ada kecelakaan bis, dan kalian melarang ku?!" tanya Alyss kesal, walaupun jika ia tak hadir bagian UGD tetap tak kekurangan dokter, namun tetap saja jiwa dokter nya terpanggil karna pasti bagian bedah umum paling banyak diperlukan.


"Maaf nona..." jawab kepala bagian keamanan, dengan tetap tak membiarkan Alyss masuk.


"Ckk, Yasudah!" jawab Alyss kesal dan langsung pergi.


Ia tak benar-benar pergi, namun ia segera menuju keruangan Hazel, tentu saja untuk protes dengan perintah Hazel yang tak membolehkan nya memasuki bagian UGD karna Alyss memang sekeras kepala itu.


Sebelum Alyss masuk ia pun ke meja Rian lebih dulu, untuk menanyakan apakah Hazel sedang ada pertemuan atau tidak.


"Tidak ada, Presdir sedang tak ada pertemuan, dr. Alyss bisa menemui presdir." jawab Rian dengan ramah.


"Terimakasih." jawab Alyss dengan senyum sekilas dan langsung masuk ke ruangan Hazel.


"Hazel! Kau in-" Alyss yang terdiam saat melihat Hazel yang tertidur duduk di kursi presdirnya sembari melipat kedua tangan nya di dada.


Alyss pun terdiam beberapa saat dan setelah itu mulai berjalan mendekat ke arah Hazel yang masih tertidur di kursi nya.


Ctik..Ctik...


Alyss menjentikkan jemarinya dua kali di depan wajah Hazel.


"Kau sungguh tertidur? Kelelahan berkerja?" tanya Alyss lirih.


"Hazel?" panggil Alyss lagi sembari menggoyangkan kecil bahu Hazel tapi Hazel masih tak bergeming.


Ia pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hazel yang masih memejamkan matanya, memperhatikan setiap sudut wajah dari pria yang sudah menjadi suaminya.


"Kenapa kau masih terlihat tampan...


Kan jadi semakin sulit membenci mu..." ucap Alyss lirih saat melihat memperhatikan wajah Hazel.


Hazel yang sebenarnya sudah mulai terbangun, saat Alyss menggoyangkan bahunya pun mendengar perkataan lirih Alyss. Ia sekali ia rasanya menarik tangan Alyss dan segera mencium nya, namun sebelum itu...


Cup...


Satu kecupan lembut mendarat di bibir Hazel, siapa lagi yang mencium jika bukan Alyss? Hazel pun membuka matanya perlahan, ia melihat wajah Alyss dari dekat yang sedang mencium bibirnya.


Merasakan bibir lembut istrinya yang sudah lama tak ia rasakan. Alyss hanya menempelkan bibir mereka saja, ia tak m*l*mat sedikit pun, ia juga tak tau kenapa ia bisa tiba-tiba mencium Hazel.


Setelah mencium bibir Hazel sesaat ia pun melepaskan ciuman nya. Matanya langsung terbelalak saat ia melihat Hazel yang sudah terbangun dan melihat ke arah.


"Kau! kena-" ucapan Alyss yang langsung terpotong saat Hazel langsung menarik tangan nya hingga ia terjatuh dalam pangkuan pria itu.


Hazel pun langsung menahan meraih wajah Alyss dan mulai mencium bibir tipis Alyss lagi.


"Humphhh"


Alyss yang berusaha mendorong dada bidang bidang Hazel agar Hazel melepaskan ciuman nya.


Hazel tak peduli walaupun Alyss memukul serta mendorong tubuhnya, ia tetap mengunci Alyss dalam pangkuan nya dan menahan tengkuk Alyss agar tak bisa melepaskan deep kiss nya.


Hazel terus m*l*mat, menghisap, dan membelit setiap inci dari bibir tipis wanitanya membuat Alyss hampir kehabisan nafas karna ciuman nya. Sudah lama sekali ia tak merasakan bibir itu.


Setelah kurang lebih lima belas menit.


"Hah..hah..." Alyss yang mengambil nafas dalam saat Hazel melepaskan ciumannya, ciuman panas yang baginya sangat lama, karna ia sama sekali tak bisa menghirup oksigen dengan bebas.


"Apa yang kau lakukan?!" tanya Alyss dengan nada tinggi saat ia sudah dapat menghirup oksigen dengan benar, dan berusaha beranjak dari pangkuan Hazel.


"Lalu, apa yang kau lakukan tadi saat tertidur? Hm?" tanya Hazel sembari menahan tubuh Alyss agar tetap duduk di pangkuan nya dan mengusap bibir basah Alyss dengan ibu jarinya.


"A-aku...


Tadi aku terjatuh!" jawab Alyss yang tak kehabisan akal, telinganya langsung memerah saat Hazel menanyakan pertanyaan itu.


"I wish we had one more kiss..." ucap Hazel lirih sembari menatap nanar wajah Alyss.


"Aku tak mau melakukan nya..." jawab Alyss lirih sembari menggelengkan pelan kepalanya, ia tau maksud "Ciuman" yang di katakan Hazel akan menjurus melakukan hal yang seharusnya sudah menjadi tugasnya namun ia masih ragu untuk melakukan hal itu lagi dengan Hazel.


"Kalau begitu apa aku boleh mencium mu? Hanya ciuman..." tanya Hazel lagi lirih sembari menatap nanar wajah Alyss.


"Hanya ciuman? Kalau begitu hanya 7 menit, kau hanya boleh mencium ku selama 7 menit." jawab Alyss setelah memikirkan sejenak pertanyaan Hazel.


"Maksu-" ucap Alyss terpotong saat Hazel langsung m*l*mat bibir nya lagi.


Kali ini Hazel memberikan ciuman lembut agar Alyss ikut terhanyut dengan ciuman nya, saat Alyss sudah mulai terbawa akan suasana ia mulai menurunkan ciuman nya ke leher putih dari wanita yang sedang berada di pangkuan nya.


"Tu-tunggu...


Kau bilang hanya kan hanya ciuman!" ucap Alyss sembari menahan geli di leher nya karna Hazel menghisap dan mengigit kecil di lehernya meninggalkan beberapa bekas kepemilikan di leher putih itu.


"Tentu saja...


Kan aku hanya mencium..." bisik Hazel di telinga Alyss dan mulai mengecup telinga wanita, ia mengigit kecil telinga Alyss.


Alyss merasakan hembusan nafas Hazel yang hangat menerpa telinga nya, serta gigitan dan kecupan Hazel yang membuat nya merasakan sensasi geli yang aneh.


Setelah mencium telinga Alyss, Hazel pun mulai membuat tubuh Alyss lebih rendah lagi, dan mulai turun mencium dada wanitanya.


Ia mengigit kancing kemeja yang di kenakan Alyss dan melepasnya satu persatu, lalu mencium lembut dada wanitanya. Ia mengesap dan merasakan aroma dari tubuh yang sangat ia rindukan selama beberapa waktu terakhir.


Alyss menggigit bawah nya guna menahan suara nya agar tak keluar karna perlakuan Hazel, walaupun ia belum ingin melakukan nya, namun tubuhnya berkata lain.


Tubuhnya memberikan respon positif di setiap ciuman Hazel, karna tubuhnya juga menginginkan hal yang sama seperti yang di inginkan suaminya.


Hazel pun mulai melepaskan ciuman di dada Alyss setelah banyak memberi tanda-tanda kemerahan di sana, akibat ciuman nya.


"Sudah? Waktu 7 menit mu sudah habis?" tanya Alyss dengan wajah sayu dan nafas yang mulai tak beraturan, membuat Hazel semakin sulit menahan dirinya.


"Belum, masih tersisa 2 menit lagi." jawab Hazel dan mulai menyingkirkan laptopnya yang berada di atas meja kerjanya.


Ia pun mulai mengangkat tubuh Alyss dan mendudukkan nya di meja kerjanya. Hazel mencium sekilas leher jenjang istrinya dan semakin menurunkan ciuman nya.


Tangan nya mulai menyibak kan rok yang dikenakan Alyss, dalam satu tarikan ia langsung meloloskan kain menutupi bagian privasi istrinya.


"Tunggu kau bil- Ungghhh..." Alyss yang langsung meloloskan desahan nya karna tiba-tiba Hazel mencium bagian yang sangat privasi dari tubuh nya.


"Tu-tunggu...


Kalau ada yang tiba-tiba masuk bagaimana?" tanya Alyss sembari mencengkram sudut meja kerja Hazel karna menahan ciuman Hazel di tubuhnya.


Tentu saja ia mengkhawatirkan hal itu, saat ini mereka sedang melakukan aktifitas panas di atas meja kerja Hazel dan pakaian yang ia kenakan juga sudah tak beraturan.


Hazel tak menjawab pertanyaan Alyss, karna ia sudah memberitau Rian jauh hari sebelum kejadian yang hampir merenggut nyawa istrinya jika ia tak bisa di ganggu dan tak ada boleh yang masuk keruangan jika ia sedang bersama Alyss.


"Hazel...


Mmhhmmm..." panggil Alyss tertahan.


Hazel pun mulai mengangkat kepalanya saat tau Alyss akan segera mencapai puncaknya.


"Kau mau melakukan yang lebih?" bisik Hazel di telinga Alyss dengan suara yang sudah semakin berat.


Alyss ragu untuk menjawab nya, ia hanya memalingkan wajahnya, terlihat jelas telinganya yang semakin memerah karna pertanyaan Hazel.


"Kalau kau tak menjawab dan tak mencegah ku, mungkin aku akan melakukan yang lebih..." bisik Hazel lagi di telinga Alyss.


"Disini? Kalau ada yang tiba-tiba masuk, bagaimana?" tanya Alyss yang seperti memberi lampu hijau pada perbuatan Hazel.


"Tak kan ada yang berani masuk..." jawab Hazel tersenyum simpul saat ia merasa Alyss juga menginginkan hal yang sama dengan nya.


Ia pun mulai memangut bibir tipis Alyss lagi dan mulai melepaskan jas dokter Alyss perlahan ia membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh Alyss dan mulai menciumi tubuh yang berbalut kulit putih itu.


Ia mencium sekilas ke bekas operasi yang sudah hampir hilang tak berbekas karna perawatan yang ia lakukan, karna ia tau Alyss membenci bekas luka, ia tau hal tersebut karna sebelumnya Alyss sangat ingin menghilangkan bekas tusukan pisau yang di berikan Will padanya dulu.


Hazel pun mulai membuka jasnya dan melucuti pakaian yang ia kenakan hingga tubuh mereka sama-sama polos.


"Unghh..." Alyss yang menahan lenguhan dengan menggigit bibir bawah nya saat Hazel mulai memasuki dirinya.


"Jangan digigit, hanya aku yang aku boleh menggigit nya..." ucap Hazel dan mulai memangut bibir Alyss di kegiatan panas yang merasa lakukan diatas meja kerja nya.


...****************...


Cie cie ada yang mulai ehem ehem lagi setelah ditahan hampir 3 tahun. Pinter banget ngerayunya babang Hazel.😅😅


Othor ingatkan lagi yah, bagi yang puasa baca novel othor kalau sudah buka yah, soalnya gak othor kasih tanda eps yang mengandung ranjau nya😅😅


Jangan lupa like, komen, rate 5, vote, dan dukung othor🥰🥰


Happy Reading❤️❤️❤️


Oh iya jangan lupa mampir ke cerita othor yang satu lagi yah😉😉