
Kedua anak nakal itu bermain di bangku belakang mobil, Loius yang sangat senang mengganggu sang adik sedangkan Louise yang tak mau kalah membuat mereka sering bertengkar namun saat di pisahkan akan menangis.
"Papa kenapa berhenti disini?" tanya Louis sembari melihat sang ayah yang berhenti di toko pakaian.
"Kalian basah kuyup gitu! Nanti sakit!" ucap sang ayah melihat anak nya dengan pakaian yang basah kuyup karna tersiram air pemadam kebakaran.
"Males pah ganti baju...
Papa aja deh yang ganti baju sama Louis..." ucap Louise sembari memainkan kembali mainan-mainan milik nya di mobil itu.
"Louis juga males lah pah..." ucap anak lelaki itu mengikuti saudari kembar nya yang bermain boneka.
Hazel hanya menghela nafas nya melihat anak-anak nya yang super manja.
Ia turun dari mobil dan mulai mengangkat kedua bocah nakal itu masuk ke dalam toko pakaian.
"Papah! Pakaikan..." ucap Louise sembari membawa pakaian yang ingin ia gunakan.
"Louis juga pah..." sambung saudara kembar nya yang tak ingin kalah.
Hazel pun mulai mengambil pakaian putri nya dan memakai kan nya mengganti seragam yang basah, begitu juga dengan putra nya.
......................
Kediaman Hazel.
"Mamah...." teriak kedua anak itu bersamaan saat tiba di kediaman megah nya.
Wanita yang baru saja menyuntikkan obat ke tangan nya pun sangat mengenal dengan teriakan khas yang selalu membuat ramai kediaman itu.
Alyss pun mulai keluar dari kamar yang seperti ruangan perawatan RS namun berada di kediaman megah itu.
"Loh?! Kok gak pakai seragam nak?" tanya Alyss saat kedua bocah itu langsung lari dan menghambur ke pelukan nya.
"Mah...
Tadi Louis bakal lab mah..." adu Louise pada ibu nya.
"Enggak mah! Louise yang bakal lab!" bantah anak lelaki itu.
Alyss hanya melihat anak nya yang saling melempar tuduhan hingga membuat telinga nya pusing ingin mendengar yang mana.
"Auch!" pekik Louis saat adik kembar nya mulai menarik rambut nya.
"Aduh!" pekik Louise saat merasa saudara kembar nya membalas jambakan nya.
Auch!!!
Teriak kedua anak itu bersamaan saat sang ibu mulai menjewer telinga nya mereka masing-masing.
"Kenapa di bakar lab nya? Jangan bertengkar terus!" ucap Alyss sembari menjewer kedua bocah nakal itu.
"Abis nya gulu nya gak bialin kami masuk sih! Gak sengaja juga kok mah..." jawab Louise mendengus kesal sembari mengusap telinga nya.
"Louise!" panggil Louis pada adik nya.
"Apa?"
"Besok kita bakal gulu nya aja yuk...
Biar boleh masuk lab!" ajak Louis pada sang adik.
"Isshhh....
Gak boleh gitu! Kalau nakal nanti mamah gak bolehin makan coklat!" ucap Alyss pada putra nya.
"Yah...." dengus nya lesu pada sang ibu.
"Yaudah sana main..." ucap Alyss pada kedua anak nya dan membuat kedua bocah itu langsung berlari ke tempat yang mereka inginkan.
Hazel yang sedari tadi hanya berdiri dan memperhatikan istri dan anak-anak nya pun mulai mendekati wanita yang tak jauh dari nya.
"Kau sudah menyuntikkan obat nya?" tanya Hazel pada istrinya sembari melihat tangan wanita itu.
"Sudah...
Jangan terlalu khawatir..." jawab Alyss pada suaminya.
Pria itu hanya tersenyum dan memangut bibir tipis di hadapan nya.
"Oh iya? Mereka bakar lab itu gimana? Gak akan jadi masalah?" tanya Alyss pada sang suami.
"Aku sudah minta Rian menghapus cctv dan menghilangkan jejak mereka...
Lalu setelah itu kita akan memberi donasi pembangunan ulang..." jawab Hazel yang sudah memikirkan bagaimana caranya mengatasi kerusuhan yang dibuat si kembar nya.
"Pintar nya beruang ku..." puji Alyss pada sang suami sembari memberikan kecupan sekilas di bibir pria itu berulang kali.
......................
Skip time.
Apart Winter garden.
Larescha yang melihat putra nya masih asik menonton televisi tanpa memperdulikan jam membuat nya memanggil anak lelaki itu.
"Zayn...
Sudah malam, tidur yuk sama mamah..." ajak Larescha sembari mulai mematikan televisi nya.
"Yah...
Masih mau nonton mah..." dengus anak lelaki itu pada sang ibu.
"Engga! Tidur sekarang! Sudah malam!" jawab sang ibu dengan tegas dan membuat anak itu mau tak mau menuruti ucapan dari ibunya.
"Tidul nya sama mama sama papa yah..." tawar nya pada sang ibu.
"Iyah! Yuk tidur..." jawab Larescha mengiyakan ucapan putra kecil nya.
"Tidak! Tidak! Kau tidur sendiri saja!" ucap Rian langsung saat mendengar putra nya ingin tidur dengan nya dan juga istrinya.
Baru saja ia mengkhayal kan tubuh istrinya dan permainan yang ingin ia mainkan nanti si kecil itu sudah ingin merusuh.
"Ihh....
Papa jahat! Mamah..." adu Zayn pada ibu nya sembari mulai memeluk wanita itu.
"Pah...
Jangan gitu...
Masa anak nya mau tidur sama mama papa nya gak di bolehin..." bela Larescha untuk putra nya.
"Zayn sayang...
Papa mau main sama mamah...
Anak ganteng papa tidur sendiri yah..." bujuk Rian pada putra dan mulai menarik anak nya yang memeluk erat sang ibu.
"Main apa? Zayn mau juga dong gabung!" seru Zayn bersemangat saat mendengar kata "Main"
"Eh?! Main yang basah-basah....
Zayn gak boleh ikut, nanti sakit..." jawab Rian kelagapan saat anak nya minta ikut bermain dengan nya.
"Auch!" pekik pria itu saat istrinya mencubit kuat pinggang nya.
"Bicara nya kok gitu sama anak kecil!" ucap Larescha pada sang suami.
"Mah...
Mau ikut main..." ucap Zayn polos yang tak mengerti arti kata "bermain" bagi orang dewasa.
"Jangan main terus sayang...
Tidur yah...
Udah malam..." jawab Larescha lembut membujuk anak nya.
"Yaudah deh...
Besok Zayn main basah-basah sama Louise aja..." jawab polos dengan nada yang lesu.
"Eh?! Main bertiga deng sama Louis!" sambung nya lagi saat lupa mengucapkan nama teman nya yang satu lagi.
"Husshh...
Gak boleh!" ucap Rian dan Larescha secara bersamaan saat mendengar ucapan polos anak nya.
"Ihh....
Sebel! Masa gak boleh juga sih?!" dengus nya kesal sembari menghentakkan satu kaki nya kelantai.
Setelah membutuhkan waktu untuk membuat pangeran menggemaskan itu menurut, kini keluarga kecil itu sudah merebahkan diri mereka ke atas ranjang.
"Tidur nak...
Kok lama sekali sih tidur nya..." ucap Rian pada putra nya.
"Belum ngantuk pah..." jawab Zayn pada sang ayah.
Sedangkan Rian hanya menghela nafas berat sembari melihat sekilas ke arah istrinya yang tertawa kecil melihat suaminya begitu frustasi ingin bermain panas.
"Pah...
Cala nya macalin pelempuan gimana?" tanya Zayn polos.
"Emang nya Zayn mau macarin siapa?" tanya Larescha penasaran pada putra nya yang baru berumur lima tahun.
"Zayn mau pacalan sama Louise..." jawab bocah itu polos.
"Pfftt..." Rian yang tak dapat menahan tawa nya mendengar anak lima tahun ingin berpacaran.
"Emang nya tau pacaran itu apa?" tanya Rian meledek putra nya dengan tawa nya.
"Tau! Cinta-cintaan itu kan?! Telus ciuman...
Telus tidul baleng!" jawab nya polos membuat kedua orang tua nya langsung terdiam tak menyangka anak nya bisa tau hal seperti itu.
"Tau dari mana nak?" tanya ibu Larescha pada pangeran kecil nya.
"Dari papa!" jawab nya polos.
"Rian!" ucap Larescha memukul bahu suaminya.
"Kapan nak?" tanya Rian yang tak ingat.
"Itu yang waktu Zayn nonton film di hand phone papa..." jawab Zayn polos.
"Film? Film apa? Kau menyimpan film dewasa?" tuduh Larescha.
"Bukan! Film Romance yang baru keluar itu loh!" jawab Rian pada istrinya, karna memang yang melihat film romansa tersebut bukanlah dirinya melainkan sang istri yang merasa bosan dan mengunduh film nya lalu tanpa sengaja sang anak melihat film romansa bergenre 21+ tersebut.
"Papa bilang kan kalna meleka pacalan makanya bisa sayang-sayangan..." ucap Zayn polos.
"Zayn juga mau sayang-sayangan sama Louise..." sambung nya lagi dengan wajah polos nya.
...****************...
Maaf yah klo pendek🙏🙏
Hari ini lagi banyak sekali urusan mendadak othor🙏🙏
Happy Reading♥️