
Mansion Dachinko.
Pukul 02.45 AM.
Mata Louise terbuka perlahan di dini hari tersebut, cahaya redup kamar nya yang hanya memberi terang lampu dari bilik jendela. Mata nya terlihat samar dan tak jelas.
Gadis itu mengalami sleep paralysis yang membuatnya tak bisa bergerak sama sekali dan mulai berhalusinasi di tengah rasa sakit dan takut nya karna James mematikan lampu kamar itu sebelum keluar saat terakhir kali mengunjungi Louise.
NB KET : Kalau orang awam mengatakan jika hal tersebut 'ketindihan' namun penjelasan ilmiah adalah kelumpuhan tidur.
Louise sendiri yang takut gelap tak pernah mematikan lampu kamar nya, dan ia juga tak pernah terbangun dini hari sendirian dan dalam keadaan gelap yang hanya memberi cahaya dari bilik jendela.
Ukh! Louis?
Tubuh nya terkunci tak bisa bergerak, keringat mulai keluar dengan halusinasi mengerikan. Ia melihat sang kakak yang berdiri tegak di atas tangga menatap nya dengan senyuman berdarah.
Walaupun pandangan yang tak jelas dan kabur namun ia tetap dapat melihat guyuran darah di tubuh saudara kembar nya.
Jangan...
Batin gadis itu yang tak bisa bersuara ataupun bergerak sedikitpun, nafas nya sesak seperti seseorang tengah menginjak tubuh nya daru atas, rasa takut mulai mendatangi nya hingga ke setiap seluk beluk pikiran dalam tubuh nya.
Sekelebat bayangan-bayangan hitam besar mendorong tubuh saudara kembar nya yang tersenyum dengan menyedihkan dan darah yang mengalir keluar.
Mata yang tak lagi melihat memandang dan jatuh dari balkon tersebut, gadis itu hanya bergetar dan tak mampu mengeluarkan suara ataupun bergerak sedikitpun dalam kelumpuhan yang membuat tak mampu tidur.
Deg...
"Jangan!" teriak nya saat otak nya sudah dapat mengirimkan sinyal ke tubuh nya agar ia bisa terbangun dan menggerakkan seluruh tubuh nya.
Halusinasi dan bayangan mengerikan itu perlahan lenyap. Tubuh nya masih gemetar dengan hebat dan keringat yang masih menguncur dari dahi nya.
Sensasi takut yang belum menghilang membuat nya mulai menangis tanpa suara. Rasa sakit di tubuh nya terasa jelas, ia pun mulai menghidupkan lampu tidur di sisi tempat tidur karna tak mampu menghidupkan lampu utama kamar itu.
"Ukh!" ringis nya yang berusaha menggapai tombol lampu tersebut saat tubuh nya sendiri sudah mulai kesakitan.
Namun sekali lagi ia memastikan melihat ke arah balkon tempat ia melihat sang kakak yang di jatuhkan dengan bayangan hitam mengerikan.
"Lo-Louis..." gumam nya lirih dengan mata membulat yang sembab karna tangisan ketakutan nya.
Demam nya yang meninggi membuat halusinasi nya bertambah panjang.
Bruk!!
Prangg...!!!
Tubuh gadis itu seketika terjatuh dan tersungkur sembari menarik lampu tidur yang ikut terjatuh dengan nya.
"AAKKHH!!!" teriak nya menggema sembari menutup mata dan telinga nya dengan rapat. Peretakan di tulang rusuk nya membuat nya merasakan sakit namun ia sendiri sudah ketakutan setengah mati.
Sleep paralysis dengan halusinasi mengerikan di tambah kamar yang dalam kondisi gelap serta demam tinggi membuat otak nya tak bekerja dengan maksimal dan memberikan sensasi rasa takut dan mengerikan yang teramat sangat.
Sementara itu.
James yang memang tak bisa tidur sama sekali di kamar nya karna gadis itu yang belum sadar dan terus memenuhi pikiran nya membuat dirinya tak bisa tenggelam di alam mimpi.
Ia pun mulai bangun dan ingin ke kamar gadis itu guna memeriksa keadaan nya lagi, namun saat ia mulai dekat dengan pintu kamar nya ia mendengar teriakan dari suara gadis itu.
Brak!
"Louise!" panggil James dengan panik.
Ia melihat gadis itu menangis ketakutan dengan menutup mata dan telinga nya sembari meringkuk di lantai dengan selimut dan lampu tidur yang menimpa dan membalut tubuh nya.
"Hey?! Louise?!" panggil James dan langsung mendatangi gadis itu dan menangkup nya masuk kedalam pelukan nya.
"Takut...
Aku takut...
Huhuhu..." tangis Louise lirih namun begitu pilu di tengah tubuh gemetar nya.
Tanpa sadar ia langsung membalas pelukan tubuh pria yang sedang mendekap nya, tangan nya meremas pakaian yang di kenakan pria itu memberitahukan rasa takut yang mendalam.
"Gelap...
Mereka mendorong nya...
Aku tak bisa bernafas..." racau gadis cantik di tengah isak tangis nya.
James pun langsung mencari salah satu control otomatis kamar itu dan mengaktifkan mode perintah untuk menghidupkan lampu utama kamar tersebut.
"Sekarang sudah terang...
Tidak apa-apa..." ucap James yang berusaha menenangkan Louise yang masih menangis segugukan di dalam pelukan nya.
Gadis itu menggeleng perlahan dan tetap tak mau melepaskan wajah nya yang tenggelam di dalam dada bidang pria tampan itu meluapkan rasa takut dengan tangisan nya.
James pun diam sesaat, ia dapat merasakan gadis itu yang ketakutan setengah mati dan terus menangis terisak tanpa suara di dalam pelukan nya. Sikap yang sangat berbeda seperti biasanya.
Walaupun seberapa banyak ia melihat Louise yang tetap berusaha mempertahankan keberanian, egois, rasa angkuh dan keras kepala nya namun ada saat nya gadis itu begitu rapuh dan seperti gadis lain nya yang bisa takut dan menangis.
"Sstt...
Sudah tidak apa-apa...
Sudah terang sekarang..." ucap James dengan melembutkan suara nya menenangkan gadis itu sembari mengusap lembut punggung Louise.
"Dia jatuh...
Mereka mendorong nya...
Takut..." racau Louise tak jelas di tengah tangis nya sembari menggelengkan kepala nya perlahan.
James pun berusaha menolak tubuh gadis itu agar bisa melihat wajah nya ketika ia terus merasa Louise yang mulai meracau tak jelas terus menerus.
"Kenapa? Kau mimpi buruk?" tanya James lagi sembari menangkup wajah cantik yang terlihat sendu itu.
Deg...
Ia merasakan hawa panas mengalir di tangan saat ia menyentuh wajah cantik itu.
"Demam mu semakin tinggi..." ucap James lirih yang terlihat khawatir dan mulai memindahkan gadis ke atas tempat tidur.
"Tidak! Aku tak mau tidur aku mau pulang..." ucap Louise yang berusaha bergerak walaupun tubuh nya terasa semakin sakit.
"Setelah kau sembuh yah..." ucap James sembari terus menidurkan gadis itu.
"Tidak mau...
Aku takut disini, aku mau pulang..." ucap Louise menggeleng dengan wajah yang begitu iba dan terlihat jelas ketakutan sembari memegang tangan pria itu.
"Aku disini...
Kau tak perlu takut lagi sekarang..." ucap James sembari memegang tangan gemetar itu.
"Aku tidak mau di sini...
Biarkan aku keluar..." jawab Louise yang terus merengek hal yang sama.
James tetap diam dan memperhatikan wajah pucat gadis itu, mata dan hidung nya sembab karna menangis terus menerus dan tubuh yang terus gemetar ketakutan.
Pria itu menghela nafas kasar dan mengelus rambut halus gadis itu yang basah karna keringat, ia juga mengusap air mata yang jatuh dengan ibu jari nya.
Ia tetap diam tak menjawab gadis itu namun perlahan menggendong nya dan membawa ke kamar nya.
Kamar yang bahkan belum pernah di masuki mantan kekasih nya ataupun wanita lain, saat bersama dengan Bella dulu ia tak pernah membawa gadis itu ke mansion utama nya, karna kerahasiaan tempat itu dan untuk menjaga keselamatan gadis itu sendiri.
Ia berencana membawa dan memberitau Bella tentang tempat itu setelah pernikahan nya namun gadis malah sudah lebih dulu mengkhianatinya.
James berani membawa Louise ke sana sejak hari pertama karna berfikir jika ia tak akan memiliki perasaan apapun pada gadis itu dan bisa langsung membunuh setelah ia bosan dan tempat itu masih tetap terjaga kerahasiaan nya.
"Panggil dokter dan suruh mereka ke kamar ku." ucap James sembari menggendong gadis nya saat dua pengawal yang berjaga datang mendatangi nya.
James pun perlahan menidurkan gadis itu di ranjang nya dan melihat wajah cemas dan risau pada Louise.
"James...
Aku takut..." cicit Louise lirih sembari terus memegang tangan pria itu.
"Iya aku disini...
Sebentar aku akan ambilkan pakaian ganti untuk mu..." ucap James saat menyadari pakaian tidur gadis itu basah karna keringat.
Namun James melepaskan perlahan dan tetap ingin beranjak mengambil pakaian nya yang kering agar gadis itu tak semakin sakit.
"Xavier..." gumam gadis itu saat melihat tulisan nama di tangan nya.
Ia pernah mendengar cerita legenda yang mengatakan jika Xavier merupakan nama dari Dewa penolong. Walaupun ia tak mempercayai Dewa dan legenda namun ia sekarang ingin mempercayai nya ketika logika dan akal nya mulai tak sejalan karna sakit dan demam tinggi nya.
Rasa takut dan kecemasan membaur menyatu dalam dirinya hingga membuat nya, tak ingin sendiri sama sekali. Demam membuat nya lebih jujur akan perasaan rapuh nya yang berusaha ia sembunyikan dalam sikap angkuh nya
Deg...
James tersentak ia langsung menghentikan langkah nya dan menatap ke arah gadis itu.
"Jangan pergi..." cicit Louise lagi.
"Hanya mengambil pakaian untuk mu, aku tak kemanapun..." jawab James pada gadis itu dan menghampiri nya lagi.
Louise tak menjawab dan mulai meraih jari telunjuk pria itu dan memegang nya dengan erat.
"Kau tak membiarkan pulang, tapi meninggalkan ku sendiri..." cicit nya dengan lirih dan beberapa bulir bening yang ikut jatuh dari mata nya.
"Apa kalau demam kau semanja ini? Hm?" tanya James sembari mengusap linangan lembut air mata gadis itu.
"Mamah Papah sudah jadi bintang...
Lalu aku lihat Louis juga akan segera menjadi bintang...
Dia mau menjadi bintang sendiri? Tidak mau mengajak ku?" ucap Louise yang terus meracau dengan rasa cemas nya.
James tak mengerti maksud perkataan gadis itu namun ia terus mengelus rambut gadis itu seakan-akan sedang menenangkan semua kecemasan nya.
"Kalau Louis jadi bintang aku mau juga mau ikut...
Kau bisa melakukan nya untuk ku, kan?" tanya Louise sembari menatap pria itu.
Ketika suhu tubuh nya meningkat membuat nya berbicara tanpa kesadaran total dan bersikap tanpa ada nya yang memberi rem dalam dirinya menunjukkan semua sisi sebenarnya yang ingin ia sembunyikan dari dunia.
Rapuh, naif dan dapat hancur dengan lebur seketika saat di guncangkan.
"Hm...
Aku akan membuat mu menjadi bintang juga..." jawab James yang tak tau jika arti dari menjadi bintang yang dimaksud gadis itu adalah kematian.
Ia berfikir bintang adalah sesuatu yang tinggi dan mengartikan nya sebagai kejayaan dan kekuasaan ia tak pernah berfikir jika 'bintang' yang dimaksud gadis nya adalah sebuah 'kematian' dan ia yang secara tak langsung menjanjikan gadis itu pada kematian.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dan membuat James tau jika dokter yang ia inginkan sudah datang. Pria itu pun langsung menyuruh para dokter segera memeriksa gadis nya.
"James..." panggil Louise lirih saat melihat para dokter yang mulai menyuntikkan obat lagi ke tubuh nya.
"Sstt...
Tidak apa-apa..." ucap James lembut saat melihat mata takut gadis itu.
Tak lama kemudian mata gadis itu mulai tertutup dengan tenang dan melepaskan genggaman nya pada jemari pria tampan itu.
"Kenapa dia bisa seperti ini?" tanya James dingin dengan para dokter sembari mengusap keringat di kening gadis itu dengan sapu tangan nya saat Louise sudah di buat tidur kembali.
"Hal ini bisa di karnakan obat-obatan yang membawa efek samping da-"
Bugh!
James pun langsung berhenti mengusap kening gadis itu dan berdiri serta langsung menendang tulang kering dokter yang menjawab pertanyaan nya.
"Bodoh! Kalau tak bisa memberinya obat kenapa malah terus menyuntikan pada nya?!" tanya James dengan tatapan tajam dan hawa membunuh.
"Sebagian obat memberikan efek samping dengan membuat si pengguna merasa gelisah, nona Louise juga mengalami kecemasan, paranoid dan stress di tambah lagi demam karna alergi berat membuat nya ketakutan berlebih dan bisa membuat berhalusinasi." jawab dokter tersebut dengan takut.
"Aku tak melakukan apapun yang bisa membuat nya menjadi seperti itu!" ucap James yang tak menyadari sikap nya sama sekali.
"Bu-bukan kah nona Louise ingin pulang? Ha-hal ini bisa membuat nya menjadi stress dan tu-tuan juga menjatuhkan nya dari tangga..." jawab salah satu dokter dengan ketakutan mengatakan alasan kenapa kondisi gadis itu bisa semakin memburuk bahkan sampai berhalusinasi.
James diam namun tetap memandang tajam ke arah para dokter yang bekerja pada nya dan terlihat gemetaran di depan nya.
Setelah tatapan datar dingin yang menusuk pria itu malah menyeringai dan memberikan mata iblis nya.
"Aku mau keadaan nya membaik dan tiga hari kedepan tak peduli apa yang kalian lakukan, entah menghubungi Chiko atau menyembah iblis..." ucap James dengan nada pelan namun begitu terasa hawa penekanan nya.
"Kalau dia masih tak membaik sama sekali aku akan mengambil jantung kalian dan memeras darah di dalam nya dengan tangan ku." sambung James dengan bibir tersenyum dan tatapan membunuh yang kuat.
Para dokter yang berada di sana pun langsung tersentak kaget dan gemetaran dengan penuh rasa takut saat nyawa mereka di pertaruhkan dalam kesehatan gadis itu.
"Kami akan membuat nona sehat kembali!" ucap para dokter serempak dan langsung membungkuk hormat.
"Keluar!" ucap James dingin dan kembali menatap gadis itu.
Ia pun mulai mengambil kaus panjang nya dan mengganti pakaian basah gadis itu.
"Padahal sudah mulai membaik...
Karna pelayan sialan kau jadi kembali memburuk..." ucap James yang menyadari jika alasan gadis itu sakit salah satu nya adalah ketidak hati-hatian nya dalam memberikan makanan.
"Tak begitu buruk saat kau memanggil nama ku tadi..." sambung James dengan tersenyum namun terlihat sorot mata sedih saat ingat gadis itu memanggil Xavier.
Datang bulan gadis itu bahkan sudah berhenti di hari ketiga karna kondisi nya yang terus tak stabil di tambah tekanan pria tampan yang ingin terus memiliki nya sendiri dan terus mengurung nya di mansion mewah itu.
"Seperti ini dulu...
Aku tak akan tidur dengan wanita manapun..." ucap James lirih pada diri nya namun malah bertindak ke samping gadis itu dan mendekap nya serta mengelus punggung Louise secara perlahan.
Ia berniat ingin mendekap dan memeluk gadis itu saja dan tak berniat tidur karna masih ingin memegang prinsip nya yang tak ingin tidur dengan wanita manapun lagi mau ketika ia melakukan hal itu atau tidak.
Namun perasaan tak ada yang tau dan tak bisa mencegah nya, bukan nya memberikan kenyamanan pria itu malah menemukan kenyamanan nya tersendiri yang membuat nya
jatuh terlelap tanpa sadar.
......................
Athan James Dachinko
Elouise Steinfeld Rai
...****************...
Penjelasan sleep paralysis (Boleh skip kalau kalian mau😉)
Nah buat kalian yang masih bingung sleep paralysis itu apa? Itu kalau di indonesia atau orang kita bilang nya ketindihan hantu atau makhluk halus.
Sedangkan itu secara ilmiah dapat di jelaskan dengan nama sleep paralysis. Seperti yang othor cantumkan penjelasan lengkap nya di bawah.
Saat kamu tidur, tubuh akan masuk ke fase pergantian antara tidur NREM (non-rapid eye movement) dan tidur REM (rapid eye movement). Selama fase tidur NREM, tubuh kamu akan sangat rileks karena berada dalam proses pemulihan diri. Setelah fase tidur NREM berakhir, proses tidur akan beralih ke fase tidur REM. Di fase tidur REM inilah mimpi terjadi dan otot tubuh "dimatikan". Nah, kamu akan mengalami sleep paralysis jika kamu sadar sebelum fase tidur REM selesai. Akibatnya, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dikondisikan dalam setengah tidur dan setengah sadar. Itulah mengapa kamu akan merasakan tubuh kaku, sulit bernapas, tidak bisa bicara saat mengalami sleep paralysis.
sumber : Halodoc
Nah kalau kalian masih belum paham othor coba pakai bahasa othor yah. Sleep paralysis ini terjadi saat kita sudah tidur dan terbangun tetapi otak kita masih tidur nih jadi karna otak adalah si pemberi sinyal di tubuh kita yang memberikan sinyal untuk otot kita berfungsi ngebuat kita gerak juga, makanya saat si otak masih tidur dan belum selesai ngasih sinyal nya kita uda kebangun duluan. Nah ini makanya kita gak bisa gerak sama sekali dan terjadi kelumpuhan tidur dan membuat halusinasi saat dari bayangan otak kita. Ini juga hanya bertahan beberapa menit.
Jadi kalau kalian pernah kayak gini jangan takut tapi memang menakutkan sih kalau kejadian beneran (berdasarkan pengalaman pribadi) dan kalau di medis itu tidak ada hantu ataupun setan karna kesurupan pun ada penjelasan ilmiah nya.
Tapi bukan berarti gaib itu tidak ada yah...
Makhluk lain selain yang bisa kita lihat itu juga ada, tergantung kita nya mau percaya atau tidak yang penting jangan takabur.
Nah kalau othor sendiri dari SMP itu sudah mulai mengalami sleep paralysis dan sampai sekarang pun kadang masih mengalami nya, ga bisa gerak, gak bisa bicara malah lihat yang setan lagi apalagi kalau kita ngalamin sleep paralysis waktu di mimpi buruk nah itu bayangan setan nya ke ikut sampe bangun wkwk
Nah kalau sudah bisa gerak atau bicara dalam beberapa menit othor langsung teriak kenceng dong, sampe buat orang tua othor kebangun...
Ayah othor sampe bacain ayat kursi, Mamah othor sampe doa supaya othor gak digangguin setan wkwk terus Mamah othor bilang
"Ini karna kebanyakan denger lagu korea ini" wkwk. Biasalah yah Mamah othor suka ngejulid tapi sayang banget sama anak-anak nya.
Dan dulu karna waktu SMA gitu othor sering hampir sering banget ngalamin sleep paralysis sampe takut kalo mau tidur wkwk
Kalau pas kejadian memang serem banget tapi kalau diingat malah jadi momen atau kenangan sendiri dan saat itu othor tidur sendiri yah jadi makin ketakutan wkwk sebelum kk othor balik, karna dia SMA di walisongo sama kuliah di malang jadi othor dari SD kls 5 atau 6 gitu uda mulai tidur sendiri. Othor sendiri di medan yah...
Penyebabnya bisa karna kurang tidur, pola tidur yang tidak teratur, posisi tidur yang tidak tepat atau salah. Dan bisa juga karna tekanan psikologis stress ataupun kecemasan dan banyak hal lain nya.
Nah itu pengalaman othor sendiri, mana tau kalian ada yang pernah mengalami hal yang sama jadi sudah tau kan kalau itu sleep paralysis jika di ilmiah atau medis.😉😉😉
Happy Reading♥️♥️♥️♥️