(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Kau ingin pergi?



"Akh!" pekik Alyss saat Hazel melemparnya kembali ke lantai dingin di ruang penyiksaan itu hingga membuatnya tersungkur.


"Berdiri!" ucap Hazel geram.


"Tidak! Aku tak salah apapun! Aku tak pernah mengkhianatimu! Kenapa aku di hukum?!" teriak Alyss dengan tangis nya wajahnya mengandah pada Hazel yang sedang berdiri tak jauh darinya yang sedang menatap nya tajam.


Alyss pun berdiri dan hendak keluar lagi dari ruangan itu, dan membuat Hazel semakin geram. Ia pun mengambil salah satu pisau nya dan langsung menarik rambut Alyss lalu menghempaskan nya kembali ke lantai di ruang putih tersebut.


"Akh!" pekik Alyss saat ia merasa benda tajam dan keras yang terbuat dari alumunium tersebut menusuk ke arah pahanya hingga membuat cairan kental merah keluar menembus pakaian yang ia gunakan.


"Sa-sakit...." ringis Alyss dengan mata sayu nya menatap ke arah iris Hazel yang terus menancapkan pisau tersebut ke paha nya agar ia tak bisa kabur lagi.


"Sekarang kau mau lari lagi? Hm?" tanya Hazel lirih sembari tangannya yang satu lagi mengelus wajah Alyss perlahan.


"Ti-tidak..." jawab Alyss lirih sembari menggelengkan kepalanya perlahan, paha nya benar-benar terasa sakit dan perih ketika pisau tajam tersebut masuk ke sela-sela daging di pahanya.


Hazel pun tersenyum simpul melihat Alyss yang semakin menangis dan meringis kesakitan. Ia pun mencabut pisau tersebut dalam satu tarikan.


"Akkhh!!" pekik Alyss saat Hazel mencabut pisau tersebut dan membuat darah nya ikut terciprat.


"Sini!" ucap Hazel saat ia berdiri dan menarik rambut Alyss.


Ia pun segera membuat Alyss berdiri dengan kedua tangan yang di gantung keatas menggunakan rantai.


"Jangan...


Kenapa kau tidak percaya pada ku...


A-aku tak pernah mengkhianatimu..." ucap Alyss lirih saat Hazel membuatnya berdiri dengan kedua tangan yang terikat dengan rantai keatas.


"Bagaimana aku bisa tau?" tanya Hazel sembari memegang dagu Alyss dan melihat wajah basah Alyss yang terus saja menjatuhkan bulir bening nya. Hazel pun memangut bibir Alyss sekilas dan mulai berbisik padanya.


"Bahkan jika kau benar-benar tidurnya dan mengkhianati ku, aku tak akan pernah melepaskan mu! Kau milik ku! Dan akan tetap seperti itu!" bisik Hazel di telinga Alyss dengan nada penuh penekanan.


Alyss pun memejamkan matanya sesaat mendengar ucapan Hazel yang terus saja menuduh ke arah nya.


Setelah berbisik Hazel pun melihat sorot mata Alyss yang menatap nya nanar.


Hazel pun membalik tubuhnya dan mengambil salah satu cambuk besar dan mulai melayangkan cambukan tersebut ke tubuh Alyss.


Ctass...


"Ukh!" pekik Alyss saat ia merasakan tali cambuk yang menghantam tubuhnya membuatnya merasakan sakit dan perih yang bersamaan.


Ctass...ctass...ctass...


Hazel pun melayangkan cambukan lagi hingga membuat jalur biru keunguan di tubuh Alyss tercetak jelas.


Tes...tes...tes...


Cairan merah kental pun mulai berjatuhan dari tubuh kecil itu, bekas cambukan dan bekas tusukan di paha nya tak dapat lagi di bedakan.


Darah yang terus keluar dan menembus pakaian yang ia kenakan hingga membuat pakaian tersebut tak memiliki warna lain selain warna merah.


Ctass..ctass..ctass...


Entah sudah berapa kali cambukan yang dilayangkan oleh pria yang sudah menjadi suaminya sekarang. Ia tak bisa menghitungnya, tubuhnya terasa seperti di hujani oleh pisau karna cambukan yang terus saja ia terima walau tubuh nya sudah penuh luka.


Sakit... Sangat sakit...


Pandangan nya mengabur melihat ke arah pria yang terus saja mencambuknya, jangan kan untuk meminta berhenti, bersuara pun ia sudah tak memiliki tenaga. Jika saja rantai yang menggantung kedua tangan nya di lepas, ia pasti sudah langsung terjatuh ke lantai yang penuh dengan tetesan darah nya.


Setelah puas memberikan cambukan Hazel pun melempar cambukan nya dan berjalan ke arah Alyss.


Mata Alyss sangat sayu menatapnya dengan wajah yang sudah sangat pucat, ia benar-benar merasa kesakitan dan hampir ingin mati.


"Jangan pingsan, aku belum selesai!" ucap Hazel dan langsung menekan ke arah luka cambukan di tubuh istrinya.


"Ukh!" pekik Alyss saat ia merasa darah nya semakin turun dan menetes membuat ia merasakan sakit yang semakin luar biasa.


Hazel pun melepaskan rantai di kedua tangan Alyss, dan benar saja tubuh kecil yang sudah penuh dengan luka dan darah itu langsung terjatuh tak berdaya ke lantai.


Hazel pun berjongkok dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah pucat Alyss, ia tau jika Alyss mungkin tak akan sanggup lagi menerima hukuman darinya, namun ia masih merasa belum cukup.


"Kau bilang tadi sepupu mu tunangan kan? Kau mau kita merayakannya? Hm?" tanya Hazel santai sembari mengelus wajah pucat Alyss.


Alyss tak bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Hazel, jangankan mendengar melihat pun ia sudah tak jelas, rasa sakit di tubuhnya benar-benar serasa mematikan seluruh panca indra yang lain hingga hanya memusatkan pada kata "Sakit" dan "Perih" yang teramat sangat.


Hazel pun berdiri dan mengambil sebotol wine yang juga berada di basement namun berbeda ruangan dengan ruang putih.


Setelah mengambil wine tersebut Hazel pun membukanya dan mulai menyiramnya ke tubuh Alyss yang masih tergeletak di lantai yabg tak bisa bergerak dengan penuh luka hingga membuat darahnya terlihat jelas di lantai putih itu.


Perih....


Alyss meringis tanpa suara saat wine tersebut jatuh dan mengenai seluruh lukanya, tangan nya pun mencakar lantai keras tersebut hingga membuat kukunya patah. Ia berharap agar rasa sakit nya yang luar biasa itu segera berakhir.


"Bagaimana? Sudah kubilang jangan pingsan, kan?!" ucap Hazel ketika melihat mata Alyss semakin sayu menatapnya.


Ia pun mulai menarik rambut Alyss lagi dan membawanya ke kamar mandi lalu memasukkan nya ke bathup di ruang putih.


Bathup itu masih kosong belum ada air nya sama sekali hingga.


Crasss....


Guyuran air dingin mulai jatuh ketubuh yang sudah hampir hancur karna penuh luka di setiap permukaan kulitnya.


Alyss masih tersadar, ia terus saja menjatuhkan bulir bening dari mata nya dan menatap Hazel dengan iris nya yang bergetar. Seperti mengatakan.


Hentikan...


Aku tak sanggup lagi...


Rasa sakit yang seperti membelah ke setiap sel di tubuhnya dan masuk ke setiap syaraf yang berada di tubuh kecil nya saat itu.


Sakit... Perih... Dingin... Ngilu...


Rasa sakit yang sudah tak dapat didefenisikan lagi pun terasa oleh nya.


"Ke-kenapa tak mempercayai ku?" tanya Alyss lirih dengan suara yang sangat pelan dan lemah, bibir nya mulai membiru dengan wajah yang semakin pucat, entah karna kedinginan atau karna sudah hampir kehabisan darah.


"Sudah ku bilang aku akan menghukum mu jika kau bertemu dengan nya kan? Dan lagi aku juga tak tau apa yang kalian lakukan di belakang ku!" ucap Hazel sembari menatap iris Alyss yang bergetar menatap nya.


Perasaan amarah, kecemburuan, dan berpikir bahwa Alyss sudah mengkhianatinya membuatnya gelap mata dan tak dapat melihat semua nya dengan jelas bahkan untuk menyadari keadaan Alyss yang sudah tak akan bertahan lebih lama lagi.


Alyss tersenyum pahit mendengar jawaban Hazel, ia seperti di beri tenaga terakhir.


"Kalau begitu, tetaplah seperti itu. Kau bisa mempercayai apa yang ingin kau percayai! Ku harap kau tak pernah bahagia!" ucap Alyss dengan suara lemah namun penuh dengan keyakinan di setiap katanya.


Hazel pun semakin kesal dan mulai menarik rambut Alyss hingga membuat wajah pucat itu mengandah padanya.


Ia pun mulai memasukkan kepala Alyss kedalam bathup yang berisi dengan air yang sudah berwarna merah itu.


Sakit... Aku tak bisa bernafas...


batin Alyss saat Hazel menenggelamkan kepala di bathup tersebut dan membuat nafas nya terasa akan terhenti.


Kau mau pergi? Sudah ku bilang kau tak kan dapat menanganinya...


Dia belum berubah sama sekali...


Dan yang lebih buruk nya lagi kau menyukainya lagi kan? Sama seperti dulu, tapi dia mengecewakan mu lagi.


Mau pergi dengan ku?


Ketempat dimana tak ada rasa sakit...


Tempat dimana dia tak bisa mengejar mu lagi...


Tempat yang kau sukai...


Kau mau?


Aku bisa mengambil rasa sakit mu lagi sekarang...


Setelah itu kita akan pergi...


Pergi dari segala yang menyakiti kita, ayo buat dia sedikit menderita....


Suara yang perlahan masuk kedalam tubuhnya.


Alyss membiarkan sisi lain yang tak mau ia terima untuk mengambil rasa sakit nya yang terakhir.


Kebas...


Rasa sesak karna tak bisa bernafas... sakit.... perih... dingin...


Semua yang ia rasakan di tubuhnya mulai terasa kebas, satu persatu tubuhnya mulai tak dapat merasakan apapun, tangan nya yang terus memegang puncak kepala yang masih terlihat dari luar perlahan mulai turun dan jatuh tak memilki tenaga apapun lagi.


Hazel yang mulai menyadari Alyss tak memberikan respon lagi membuatnya menarik kepala Alyss dari air.


Wajah nya semakin pucat dengan bibir kian membiru, tubuh nya bahkan sudah terasa sangat dingin.


"Sudah ku bilang kau tak boleh pingsan, kan?!" ucap Hazel dan memasukkan tangan nya hingga menyentuh bagian luka di tubuh kecil itu agar membuat Alyss tersadar lagi. Tapi...


Hening...


Tak ada respon apapun, Hazel mulai merasa panik dan...


Deg...


"Di-dia tak bernafas..." ucap Hazel lirih. Amarahnya langsung turun saat memeriksa nafas Alyss, ia pun langsung menarik tubuh kecil yang penuh luka itu agar segera keluar dari bathup.


Hazel pun mulai memeriksa denyut nadi di leher istrinya.


Deg...


Kali ini tubuhnya yang benar-benar gemetar, ia bahkan tak dapat merasakan adanya denyut nadi tersebut.


"Ti-tidak...." ucapnya lirih dengan bibir gemetar.



Alysscalla Zalea



Hazel Rai



Leonard Kim



Dave Kyle (Dia yah musuh nya dan buat semua perencanaan nya)


...****************...



Othor uda up dari semalem yah tapi lama bat reviuw nya😭


ini tuh dah masuk ke bab penyesalan babang Hazel, kenapa othor buat kek gini?


Itu supaya babang Hazel tau, kalo make kekerasan itu ga akan menyelesaikan masalah, malah ngebuat dia kehilangan orang yang dia sayangi dan yang gak pernah ia maksud mau dibunuh😭😭😭


Nanti juga masa lalu mereka perlahan terungkap yah😭😭


Othor bakal banyak buat kejutan, tapi satu-satu yah😭😭


jangan lupa like, komen, fav, vote, rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️


Happy reading❤️❤️❤️❤️