(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Season 2 : Golden blood



James masih menatap dingin ke arah tempat gadis itu berada. Tak ada suara ataupun tanda-tanda jika gadis itu ingin keluar.


"Baik! Aku yang kesana." ucap James dan mulai mendekati tempat persembunyian gadis nakal itu.


Jantung Louise berdegup dengan kencang, bocah laki-laki yang bersama nya sudah gemetaran dalam pelukan nya.


Suara langkah kaki yang semakin mendekat membuat jantung gadis itu semakin berdegup.


Takut...


Entah kenapa kali ini ia lebih takut di bandingkan saat ia cambuk seperti sebelum nya.


"Aku keluar!" ucap Louise spontan sembari keluar dan membuat James menghentikan langkah nya.


Ia melindungi bocah lelaki tersebut di balik tubuh nya yang gemetar dengan hebat.


"Sekarang kau takut dengan ku?" tanya James yang malah tersenyum dan membuat Louise semakin takut.


"Iblis!" decak Louise dengan suara yang pelan namun begitu penuh penekanan.


James pun memberikan perintah dari gerak wajah nya untuk mengambil anak lelaki yang berada di balik punggung gadis itu.


"Hua...


Kak...


Tolong..." tangis bocah lelaki berpakaian lusuh tersebut sembari terus memegang tangan Louise dan menarik nya.


"Lepas!" ucap Louise berusaha menepis tangan bawahan pria tampan itu saat mereka ingin memisahkan anak lelaki itu dengan nya.


"Kau yang lepas!" bentak James pada Louise dan langsung menarik kasar gadis itu ke sisi nya.


"Auch!" pekik nya sesaat ketika ia merasakan sakit di tangan nya karna pria tampan itu menarik nya dengan tiba-tiba.


Belum sempat Louise marah atau berontak James sudah menyeret nya keruangan yang berbeda. Ia berusaha melepaskan tangan keras pria yang sedang menarik nya dengan kasar hingga...


"Akh!" pekik nya tak percaya ketika ia masuk ke ruangan tersebut.


Wajah nya memucat dengan iris yang membesar melihat gadis yang sebelum nya meminta tolong padanya kini tengah berada dalam kondisi yang begitu memilukan hingga membuat nya tak ingin melihat sama sekali.


"Kau mau melihat nya? Hm?" bisik James sembari merangkul gadis itu kedalam pelukan nya.


Tubuh nya gemetar, air mata nya terus mengalir tanpa henti, pria tampan itu memeluk erat dari belakang, dan mengukung tangan nya hingga membuat gadis itu tak bisa pergi kemana pun.


Dan menyaksikan semua adegan yang begitu memilukan tersebut.


Hentikan...


Tolong...


Sa-sakit...


Rintih gadis tersebut saat lima bawahan pria tampan itu menyiksa nya dan James pun memaksa Louise agar melihat semua pemandangan yang memilukan itu.


"Setelah selesai, tutup dengan kain lalu pukul." titah James tanpa memperdulikan rasa sakit gadis itu.


"Sudah...


Jangan..." ucap Louise dengan suara yang tak kalah gemetar dengan tubuh nya.


James terus saja memeluk nya dan mengunci erat kedua tangan nya dari belakang membuat nya tak bisa pergi.


"Kenapa? Sudah ku katakan tak boleh kesini kan? Kau melanggar nya, dan ini hukuman mu..." bisik James di telinga gadis itu.


Louise memejamkan erat mata nya tak ingin melihat pemandangan memilukan itu, seluruh tubuh nya bergetar dalam tangis nya yang semakin menjadi.


"A-aku yang melanggar...


Ke-kenapa kau lakukan itu pada nya?" tanya Louise tersendat karna tangis nya yang semakin menjadi.


"Ini hukuman mu! Kau tak dengar yang ku katakan tadi? Semua yang kau sentuh tadi akan mati!" jawab James dengan nada penuh penekanan.


Ia tak suka perkataan nya tak di turuti, ia bahkan belum mengenal perasaan apa yang ia miliki untuk gadis itu.


Cinta?


Karna satu kata itu, ia pernah terluka dan di khianati dengan tragis. Wanita yang ia lindungi dari hujan peluru namun malah menusuk nya dan hampir membunuh nya demi orang lain.


Ia tak ingin memiliki kelemahan seperti itu lagi, namun gadis cantik terus saja menguji dirinya. Jika ini adalah orang lain, sudah pasti ia akan mencongkel mata nya keluar menjual nya dan mendistribusikan organ yang masih bagus.


Tapi?


Yang melanggar kali ini adalah gadis yang ia ingin tetap dengan nya.


Louise memejam, ingin sekali ia menutup telinga nya agar tak mendengar suara pilu gadis itu, dan suara memuakkan dari pria-pria jahat itu.


Namun James yang memegang erat tangan nya hingga membuat nya tak bisa bergerak dan terpaksa mendengar semua suara yang bercampur aduk tersebut.


"Percepat permainan kalian dan bunuh dia!" titah James lagi pada anak buah nya.


Mata Louise terbuka dan membulat dengan sempurna mendengar hal tersebut.


"Ja-jangan bunuh dia...


Kau manusia? Kau bahkan lebih buruk dari iblis!" ucap Louise dengan suara gemetar dan serak karna tangis nya.


"Iblis? Terserah mu mau bilang apa! Tapi aku sudah mati berulang kali! Rasa nurani ku juga sudah mati!" balas James sembari mencium telinga gadis itu.


"Tolong...." rintih gadis itu dengan mata sayu melihat ke arah Louise.


Tubuh nya terasa sakit yang sangat luar biasa, walaupun ia di berikan narkotika namun tak dapat menyembunyikan rasa yang di timbulkan oleh para pria jahat itu.


Tatapan mata nya bertemu dengan tatapan mata gadis cantik itu. Ia merintih menahan sakit dan seperti mengatakan.


Tolong aku...


Bawa aku keluar dari neraka ini...


Pandangan mata yang langsung tertutup dengan kain putih diletakkan di atas tubuh gadis itu.


Sedangkan ke lima pria itu kembali berpakaian dan melakukan sesuai perintah tuan nya.


BAK! BUK! BAK! BUK!


"AKKHH!!! TOLONG!!!" tangis gadis itu saat tubuh nya di pukuli dengan bertubi dan sekuat tenaga dengan balok kayu yang besar.


Louise yang mendengar hal tersebut semakin histeris meminta untuk menghentikan semua perintah gila pria yang sedang memeluk erat tubuh nya dari belakang.


Ia memberontak sekuat tenaga saat melihat adegan pembunuhan secara langsung itu.


Bau anyir darah mulai menyebar menyeruak masuk ke indra penciuman nya. Kaki putih yang awal nya hanya kotor karna debu kini mulai memiliki corak lain.


Cairan merah kental mulai merembes di kain tersebut, tak ada pergerakan lagi dari gadis itu, yang ada hanya rembesan darah berbau anyir yang terus keluar dari tubuh gadis itu dan mengganti warna kain yang menggulung nya.


James pun memberikan kode mata agar melihat apakah gadis malang itu sudah tiada atau belum.


"Berhenti James...


Sudah..." ucap Louise pada pria itu dengan tangis segugukan nya begitu melihat tubuh gadis malang itu yang sudah meninggal secara tragis.


Jantung nya berdegup kencang, dada nya mulai terasa sesak dan sakit secara bersamaan. Wajah nya kian memucat namun pria tampan itu tak dapat melihat nya karna ia memeluk dari belakang.


"Belum! Bawa anak itu kemari! Ambil darah nya 700 ml dan hati nya sekarang!" perintah James tanpa iba.


Anak lelaki yang kabur dan meminta bantuan pada Louise adalah anak yang sudah di pesan darah dan hati nya untuk di jual. Anak itu memiliki golongan darah yang di minta oleh klien pria tampan itu.


"700 ml?! Kau gila?! Dia masih anak-anak! Dia akan mati jika kau mengambil darah nya sebanyak itu! Dan lagi? Mengambil hati nya? Kau tau prosedur untuk donor hati?!" ucap Louise yang sangat terkejut mendengar perintah pria yang memeluk nya dari belakang.


"Lalu? Untuk apa aku peduli? Dia akan menjadi sumber uang ku, setidaknya dia tak mati sia-sia kan?" tanya James dengan tak memperdulikan sama sekali berapa nyawa yang ia layangkan untuk keuntungan nya.


"Lepas! Jangan anak itu! Kau tak punya hati! Iblis!" maki Louise saat melihat bocah lelaki itu di bawa dan mulai di paksa di ambil darah nya.


"Sebelum dia mati, pastikan ambil hati nya!" perintah James lagi.


Anak itu di ikat dengan rantai dan siap dan ambil darah nya.


James sendiri lebih suka organ tubuh anak-anak karna lebih sehat dibandingkan orang dewasa namun jika pesanan nya harus memiliki usia dan permintaan lain nya ia akan mencari yang sesuai dengan yang di pesan.


Aliran darah yang semakin mengalir dari selang kecil yang menghubungkan ke kantung darah dari vena anak lelaki itu semakin terisi.


Semakin lama wajah nya semakin memucat dengan mata yang sayu menatap ke arah kakak cantik yang berbaik hati ingin menolong nya tadi.


"Kak...


Tolong..." ucap nya lirih dengan setetes air mata yang jatuh ke pipi nya.


Mata nya kian sayu saat darah nya diambil terlalu banyak yang tak sesuai dengan usia dan prosedur nya.


"Hentikan...


Jangan...


Kasihan James..." tangis Louise melemah karna tubuh nya juga semakin drop.


"Tidak! Belum selesai, ini akan selesai sampai kau melihat mereka mati!" ucap James pada gadis yang sudah tak memberontak lagi.


Degupan jantung di dada nya semakin menjadi, tarikan nafas yang ia ambil kian berat. Louise tau jika saat ini penyakit nya kambuh maka akan sangat berbahaya. Ia tak membawa obat nya dan ia juga tau pria itu mungkin akan membiarkan nya mati saat tubuh nya melemah nanti nya.


"Suruh mereka berhenti James...


Dia bisa mati..." mohon Louise lagi saat melihat anak tersebut semakin pucat.


"Aku memerlukan darah nya! Apa peduli ku dia mati atau tidak!" jawab James tanpa iba.


Gadis itu memejam sesaat mendengar ucapan tanpa hati tersebut.


"Kalau aku memberikan darah ku...


Kau akan melepaskan nya?" tanya Louise lirih.


Satu nyawa sudah melayang karna kebodohan nya, maka dari itu ia tak mau satu nyawa lagi melayang begitu saja.


Walaupun dengan ada tidak nya ia memasuki hutan tersebut para gadis atau anak lelaki itu akan tetap di bunuh atau di jual. Hanya masalah waktu saja. Namun bagi Louise semua ini terjadi karna kesalahan nya yang melanggar aturan dari pria tampan itu.


"Darah mu? Kau memiliki darah yang sama dengan nya? Percuma saja, aku membutuhhka-"


"Kau tak jawab! Kau perlu darah kan? Aku bisa berikan! Tapi jangan buat anak itu mati..." potong Louise lagi pada pria tampan itu.


"Lalu hati? Kau mau memberikan hati mu?" tanya James di telinga gadis itu.


Deg...


Walaupun ia bisa saja memberikan hati nya. Karna keistimewaan nya yang bisa cocok dengan semua yang bisa di distribusikan namun hal tersebut sangat membahayakan nya karna sistem imun nya yang lemah dan mendonorkan hati hanya akan membuat nya yang akan mati.


"Kenapa? Kau tak jawab? Hm? Kau ingin bermain sebagai malaikat penolong kan? Dan lagi apa darah mu cocok?" tanya James tersenyum saat gadis itu hanya diam.


"Kau juga belum menjawab ku...


Kalau aku yang menggantikan nya kau akan melepaskan anak itu?" tanya Louise lagi dengan suara yang semakin melemah.


"Hm...


Kalau kau punya golongan darah AB rhesus negatif? Kau bahkan tak tanya apa jenis golongan darah anak itu! Dan lagi kau sudah menjalani pengujian hati mu? Tak semudah yang kau katakan!" ucap James pada gadis itu.


Louise tersenyum getir mendengar pria yang berbicara di belakang nya.


"Aku tak bodoh! Kau tau kan pekerjaan ku itu apa? Aku tau semua prosedur nya...


Jadi hentikan...


Ku mohon..." ucap nya dengan lagi dengan suara yang semakin kecil.


"Sudah ku katakan dia memiliki AB rhesus nega-"


"Golden blood...


Itu golongan darah ku...


Kau tau kan? Kau bukan pria bodoh..." potong Louise langsung.


Orang yang memiliki darah golongan AB rhesus negatif sangat langka dan hanya 0,36 persen di dunia yang memiliki golongan darah tersebut.


Namun Ia sendiri? Memiliki golongan darah jenis Rh-null yang sangat langka dan sangat berharga seperti emas. Maka dari itu pemilik golongan darah tersebut dinamai golden blood.


James melepaskan pelukan tangan nya, tubuh gadis itu langsung terjatuh karna tak ada lagi yang menyangga nya.


"Katakan lagi? Apa golongan darah mu?" ucap James yang mulai berjongkok karna gadis itu sudah terduduk di lantai.


"Hentikan mereka..." ucap Louise yang menunduk karna tubuh nya semakin lemas.


James pun menyuruh anak buah nya berhenti dengan gerakan tangan nya yang memberi isyarat berhenti.


"Sekarang bilang." ucap James sembari memegang dagu gadis cantik yang menunduk itu.


Deg...


Wajah yang benar-benar pucat dengan mata yang sembab dan mulai sayu memandang nya membuat hati pria tersebut tergerak namun ia langsung berusaha menepis nya karna tak ingin memiliki nurani seperti itu lagi.


"Golden blood...


Kau tau kan? Rh-null. Aku bisa memberikan darah ku untuk siapa saja..." jawab Louise lirih sembari menahan sakit di dada nya.


Ia tau jika ini tak boleh di katakan pada siapapun, namun saat melihat nyawa seorang anak tak bersalah hampir melayang membuat nya bertindak gegabah.


Mungkin James sudah membuang semua hati nurani nya, simpati dan empati yang ia miliki. Namun gadis cantik itu memiliki begitu banyak empati dan simpati dalam dirinya karna pengendalian emosi nya yang kurang baik.


"Kau sudah lakukan pengujian nya?" tanya James tak yakin.


"Kau tau? Aku berdiri selama 5 jam untuk membuat satu jantung kembali berdetak...


Tapi kau hanya perlu waktu singkat untuk membuat mereka semua mati..." jawab Louise tersenyum getir dengan wajah pucat nya mentertawakan dunia yang mengerikan.


"Uji coba? Aku tau golongan darah ku. Dan aku juga tak berbohong..." sambung nya lagi yang menjawab pertanyaan pria di depan nya.


James melihat tak percaya. Pasalnya hanya 43 orang yang dilaporkan memiliki golongan darah tersebut selama pertama kali di temukan nya di tahun 1961.


Darah dapat dikategorikan sebagai Rh-null jika tak memiliki 61 jenis antigen yang ada di sistem Rh dalam darah. Bahkan bentuk sel darah orang-orang yang memiliki golongan darah ini berbeda dengan sel darah merah lain nya.


NB KET : Rhesus (Rh) adalah antigen atau protein yang ada pada permukaan sel darah merah. Rhesus inilah yang akan menentukan tipe golongan darah negatif atau positif.


"Berati kau kemungkinan memiliki anemia hemolitik?" tanya James lagi pada gadis itu.


NB KET : Anemia hemolitik adalah penyakit kurang darah akibat penghancuran sel darah merah lebih cepat dibandingkan pembentukannya. 


"Kenapa kau takut aku mati?" tanya Louise sembari menatap iris pria tersebut.


Ketidaksempurnaan bentuk sel darah merah pada golongan darah yang di miliki gadis itu membuat nya memiliki Anemia hemolitik.


Penyakit ini tentu nya dapat membahayakan karna dapat menimbulkan komplikasi pada jantung. Dan salah satu penyebab dari masalah jantung nya adalah hal tersebut.


Jantung nya yang sudah berbeda sejak lahir di tambah golongan darah yang langka dan memperburuk keadaan jantung nya membuat nya semakin lemah. Sistem imun yang buruk juga membuat nya semakin mudah sakit.


James membuang wajah nya dan melepaskan tangan nya dari dagu gadis cantik itu.


"Bawa dia! Ambil darah nya!" titah James pada bawahan nya dan mengganti anak lelaki tersebut dengan gadis nya.


Ia ingin menepis rasa iba yang ia miliki pada gadis itu. Walaupun hati terkecil nya mengatakan jangan namun ego nya terlalu besar.


Proses pengambilan darah pun di mulai, debaran jantung nya semakin menjadi, pandangan mata nya semakin sayu dan melihat sekilas ke arah pria tampan itu.


Terkadang ia meremas gaun yang ia kenakan dia atas paha nya untuk menahan sesak di dada nya.


Deg...deg...deg...


Degupan jantung yang semakin mencuat meledak membuat gadis itu semakin sesak di tambah tubuh nya yang harus mengeluarkan setidaknya harus memberikan 300-400 ml untuk menutupi darah yang tak diambil dari tubuh bocah lelaki tersebut.


Wajah nya semakin memucat dengan bibir yang mulai membiru. Nafas yang semakin tak beraturan dan mulai membuat gadis itu tak sanggup lagi menahan rasa yang sangat menyiksa di tubuh nya.


James mengikuti arah iris mata gadis itu sebelum mata nya benar-benar terpejam.


"Hentikan pengambilan darah nya!" ucap James spontan saat gadis itu sudah kehilangan kesadaran nya.


Ia langsung berjalan ke arah Louise dan melihat gadis itu dari dekat. Bawahan James tak berani menjawab. Mereka membutuhkan 100 ml darah lagi namun mereka juga takut akan kemarahan pria iblis itu.


"Louise?!" panggil James sembari menepuk pipi gadis itu berulang kali.


"Jam berapa Chiko sampai?" tanya James pada bawahan nya.


Ia tau jika dokter terbaik yang ia miliki adalah dokter gila nya yang tak lain adalah Chiko pintar namun membuat orang lain mati hanya untuk kepuasan ilmu pengetahuan nya.


"Sekitar 15 menit lagi." jawab bawahan James.


James pun menggendong gadis itu dan memindahkan ke mansion nya.


"Suruh dia langsung ke mansion!" titah James sembari membawa gadis itu menggunakan mobil karna jarak hutan nya yang cukup jauh dan luas.


Deg...


"Kenapa nadi nya sangat lemah?" gumam James memeriksa denyut nadi gadis itu. Kini jantung nya yang berdegup kencang karna merasa takut akan rasa kehilangan gadis cantik itu dari sisi nya.


...****************...


Okey disitu yang pengertian tentang Rh-null atau Golden blood udah othor jabarin dengan bahasa yang othor harap kalian bisa mengerti.


Kalau kalian kurang jelas bisa search lagi kok. Dan buat yang kemarin bilang di komen kalau darah Louise bisa untuk semua orang jawaban nya "Iya"


Tapi bukan bisa menyembuhkan kan yah...


Karna apa? Karna kalau bisa menyembuhkan otomatis dia bukan penyakitan kan...


Dan biasa nya Rh-null darah nya sering di donorkan untuk dirinya nya sendiri. Makanya waktu flashback yang pernah othor kasih, darah nya Louise diambil. Nah itu diambil juga buat dia sendiri.


Kenapa? Karna yang tercatat diseluruh dunia cuma 43 orang yang punya jenis langka ini. dan itu fakta yah...


Makanya yang punya golongan darah langka ini sering di incar untuk perkembangan ilmu sains agar lebih berkembang dan juga golongan yang sangat-sangat berharga....


Okey sekian yang sudah baca penjelasan tambahan othor yah...


Kurang lebih bisa di cari lagi kok. Othor udah sebisa mungkin cari informasi Rh-null ini sebanyak mungkin karna othor sangat tertarik awkwko makanya nyari artikel, web atau jurnal terkait udah dari lama😂


Happy Reading♥️♥️♥️


Besok Louis Clara yah👌👌👌