
JBS Hospital.
Louis duduk menatap ke arah gadis di depan nya yang masih tak sadarkan diri. Ia berfikir dengan keras apakah ingin mengugurkan kandungan yang masih berusia 3 minggu itu atau tidak.
"Tapi kalau itu anak ku? Aku tak bisa membunuh nya..." gumam nya bingung sembari memikirkan jangka waktu ia berhubungan dan usia kandungan nya.
3 Minggu? Sebelum aku di jemput kepolisian aku melakukan nya lebih dulu hari itu, hari sebelum nya juga...
Batin nya berfikir keras, namun jauh di hati nya ia menginginkan anak yang di kandung sekertaris manis nya adalah anak yang ia berikan dari benih nya dan bukan benih orang lain.
Tapi mereka masih pacaran! Mungkin saja setelah melakukan nya dengan ku dia pergi ke pelukan pacar nya! Dan mungkin saja selama aku di introgasi dia melakukan nya juga! Usia kandungan nya juga akan sama!
Pria itu memejam mencari udara di pikiran nya yang sedang mengatakan antara iya dan tidak.
Louis pun keluar dari ruangan tersebut dan membicarakan untuk tes DNA yang ingin ia lakukan pada kandungan yang masih berusia 3 minggu itu.
"Tes DNA pada kandungan berisiko besar mengakibatkan keguguran tuan..." jawab salah satu dokter kandungan yang sudah berpangkat prof tersebut.
"Jangan sampai keguguran! Kapan bisa di lakukan?" tanya Louis yang tak sabar ingin tau apakah bayi itu anak yang berasal dari benih nya atau tidak.
"Jika usia kandungan sudah mencapai 11-12 minggu sudah bisa di lakukan, dan sekertaris Clara juga harus rutin cek setiap minggu nya." jelas prof tersebut pada Louis.
"Dia tak boleh tau kalau sedang hamil!" ucap Louis yang membuat prof tersebut terkejut.
Presdir nya yang ingin menjalani tes DNA dalam kandungan yang beresiko keguguran yang tinggi jika tidak berkonsultasi dengan cara yang benar namun juga tidak ingin wanita itu tau jika ia sedang hamil.
"Seperti nya hal itu akan mempersulit proses nya..." jawab prof yang yang mulai memasuki usia setengah abad lebih itu.
"Kau pikirkan cara nya agar dia tak keguguran selama proses pengambilan DNA dan juga kehamilan nya yang tak boleh sampai bocor! Bahkan dia juga tak boleh tau!" ucap Louis telak.
Jika ia mendapati bayi yang berada dalam kandungan itu bukan anak nya, ia akan langsung mengugurkan nya tanpa sempat di ketahui sekertaris nya,
Hal itu ia lakukan karna anak itu pasti adalah hasil hubungan dari kekasih sekertaris nya jika bukan dari nya, ia juga tak ingin gadis itu pergi dengan lelaki lain yang sudah menghamili nya.
Ia tak mau di tinggalkan namun juga takut akan kebenaran nya jika bayi yang berada dalam kandungan itu benar-benar bukan anak nya.
Dan jika pun itu anak nya maka ia akan melupakan kebohongan yang pernah di lakukan gadis itu serta mengembalikan nama baik dan reputasi nya.
Louis pun keluar dari ruangan tersebut dan melihat pesan yang terkirim dari ponsel adik nya jika gadis itu tak pulang malam ini.
"Ya ampun! Kemana lagi dia?" decak Louis frustasi.
Masalah kehamilan sekertaris nya belum selesai dan adik nya sudah mengatakan jika tak akan pulang malam ini.
......................
Mansion Dachinko.
"Sudah kan? Mana ponsel mu?" tanya James sembari meminta ponsel gadis di depan nya yang masih berbalut selimut.
"Aku mau pulang saja! Kenapa aku tak bisa kembali?! Kau sudah selesai melakukan nya kan?!" tanya Louise dengan suara serak karna suara nya hampir habis karna terus menjerit menahan sakit tadi.
"Kau mau kembali dengan seperti itu? Berjalan pun akan sulit." jawab James sembari menyimpan ponsel gadis itu.
Ia terbangun pukul delapan malam sedangkan gadis itu terbangun dua jam setelah nya dengan tubuh dan bagian inti yang merasa sakit luar biasa.
Louise menatap ke arah pria yang sudah berpakaian rapi tersebut, namun masih dapat di lihat bekas cakaran di tangan dan leher pria itu dari nya.
"Aku tidak mau melakukan nya lagi! Kau jahat! Sakit!" teriak nya dengan suara yang hampir habis tersebut pada James hingga membuat pria itu berbalik melihat ke arah nya.
"Kalau kau menurut tak akan sakit kan?" tanya James mendekat pada gadis itu.
Louise sendiri baru kali ini tak merasakan rasa nyaman sedikit pun dari kegiatan panas itu, tidak seperti sebelum-sebelumnya yang membuat nya bisa merasa nikmat namun kali ini ia benar-benar merasa seperti di siksa.
"Zayn teman ku! Dan ini hidup ku! Kenapa kau sa-"
Plak!
Gadis itu terbungkam langsung saat ia merasakan pukulan keras di pipi nya, rasa sakit yang begitu perih dan panas ia rasakan bersamaan nya.
Iris nya bergetar wajah masih belum menatap ke arah pria yang memukul nya barusan, ia pun menoleh dan menatap ke arah pria yang menunjukkan wajah datar nya tanpa ekspresi tersebut.
James sendiri merasa hilang kendali dan langsung melayangkan tangan nya begitu ia mendengar nama lelaki lain dari mulut gadis nya.
Pengkhianatan mantan pacar nya membuat nya dalam memperlakukan pasangan yang saat ini tengah bersama nya jadi berubah drastis dengan sikap yang dulu ia berikan pada gadis yang ia cintai.
Rasa takut akan di tinggalkan dan di khianati membuat nya bersikap agresif, posesif, over protektif yang sangat berlebihan hingga menimbulkan sikap kasar yang ia sendiri pun sebenarnya tak ingin melakukan nya.
"Setelah memaksa ku melakukan nya, sekarang kau memukul ku?! Kau pikir aku apa?! Pel*cur?!" tanya Louise dengan nada marah menatap dengan mata yang berkaca.
Sedangkan pria itu tetap pada wajah tanpa ekspresi nya menatap gadis yang hampir menangis tersebut.
"Jangan menyebut nya lagi...
Kalau kau tak ingin aku semakin kasar!" ucap James dengan datar dan menatap tajam ke arah gadis di depan nya dengan tatapan menghunus.
Ukh!
Louise tak bisa menggerakkan wajah nya, tangan kekar pria itu menekan dagu nya dengan kuat hingga membuat nya mengandah secara paksa pada pria di hadapan nya.
James mulai melepaskan cengkraman nya dan berlalu keluar dari kamar tersebut.
"Pakai pakaian mu setelah itu turun dan makan malam dengan ku." ucap pria itu sebelum keluar dan menghilang di balik pintu.
Louise diam dengan menatap tajam ke arah pria itu menghilang dari balik pintu ia sangat ingin membalas pria itu namun sadar jika ia tak memiliki kemampuan untuk itu.
"Kenapa aku bisa lupa? Dia kan memang kasar pada ku sejak awal! Kenapa aku jadi bodoh sih?!" ucap nya sembari meneteskan manik bening dari wajah nya.
Selama beberapa hari terakhir pria ia bersikap sangat perhatian dan lembut pada nya, begitu memanjakan nya hingga membuat nya lupa akan sikap agresif dan dominan yang kuat dari pria tampan itu.
Ia mengepalkan tangan nya sembari mengusap air mata nya yang keluar. Ia pun bangun dan berjalan tertatih membersihkan diri nya lalu berpakaian serta turun ke bawah sesuai permintaan pria itu.
"Mau ku bantu?" tanya James saat melihat gadis itu yang kesulitan berjalan ke arah nya.
Louise diam dengan wajah tak suka nya dan mengacuhkan pertanyaan pria tersebut.
James pun mendatangi nya dan menggendong tubuh gadis itu ke kursi makan nya.
"Aku tak mau makanan ini, ganti!" ucap Louise yang mulai berulah dengan sikap nya.
"Aku bisa menghukum pelayan yang membuat nya lagi kalau kau tak suka. Atau kau ingin makan di luar?" ucap James pada gadis itu.
Louise pun yang awal nya membuang wajah nya kini melihat dan menatap pria di depan nya, ia menatap datar dengan tatapan yang marah namun sedetik kemudian tersenyum dengan penuh arti.
"Aku tak mau makan di luar...
Aku mau masakan dari sayang ku..." ucap gadis itu yang tersenyum menatap pria di depan nya.
"Kau pikir aku tak tau apa yang ada di kepala mu? Kau mau mengerjai ku, kan?" tanya James yang merasa gadis itu sedang ingin membalas nya.
Senyuman gadis itu langsung jatuh saat pikiran nya terbaca dengan mudah.
"Yasudah! Aku tak usah makan saja sekalian! Kalau aku mati kau akan lebih suka kan?!" tanya Louise melipat tangan nya di dada dan membuang wajah nya.
James menghela nafas nya dengan berat dan menatap gadis di depan nya.
"Apa yang mau kau makan?" tanya nya sembari menatap wajah gadis nya.
Louise pun menoleh dan tersenyum lagi menatap pria di depan nya.
2 Jam kemudian.
Brak!
Makanan yang terbanting tepat di depan nya hingga membuat gadis itu terkejut.
"Ini yang terakhir! Makan! Atau ku paksa masuk ke mulut mu!" ucap James yang sudah kesal setengah mati namun tetap memasak kan untuk gadis itu.
Louise sendiri sudah mengganti dan menyuruh pria itu untuk memasak makanan untuk nya hingga 4 kali dan semua itu di lakukan sendiri tanpa bantuan pelayan sedikitpun.
"Lelah kan? Tadi waktu kau menghukum ku aku juga lelah! Lebih malah! Kau juga menampar ku!" ucap Louise sembari menunjuk ke arah pipi nya yang lebam.
"Jangan melampaui batas ku! Atau aku ak-"
"Ini masakan yang di buat sayang ku yah? Seperti nya enak...
Terimakasih sayang...." ucap nya dengan wajah tersenyum dan memotong langsung ucapan pria tersebut.
Ia pun memulai makan nya di tengah malam tersebut, setelah makan dan duduk sejenak. James pun membawa gadis itu ke kamar dengan menggendong nya.
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi nya, walaupun tidak terasa sakit bagi nya namun ia tau gadis bertubuh lemah itu sudah mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki untuk memukul nya.
James terkejut sesaat menatap gadis yang berani memukul wajah nya, gadis yang memiliki tatapan keyakinan kuat dan keberanian di dalam nya, tatapan yang selalu membuat adrenalin nya terjaga.
"Kau sudah punya cukup tenaga? Hm?" tanya James tersenyum simpul pada gadis yang selalu ingin membalas setiap perlakuan yang di terima.
"Good night!" ucap Louise dengan bibir tersenyum dan mata yang menatap tajam lalu segera berbalik dan membelakagi pria itu.
"Night too..." ucap James yang tak merasa marah dan semakin tertarik pada gadis yang tak pernah membosankan tersebut.
Ia melingkarkan tangan nya ke pinggang ramping gadis yang sedang membelakangi nya tersebut.
......................
3 Hari kemudian.
Apart L'Boneu
Clara terbangun dua hari yang lalu dan sudah mendapati diri nya yang berada di apart pria tampan itu lagi.
Ia ingat pernah di bawa kesana setelah pesta selesai. Wajah nya seperti orang yang linglung dengan pikiran berkecambuk terus menerus.
Walaupun Louis tak menyentuh nya sama sekali selama ia di kurung dalam apart mewah tersebut namun tetap saja hal itu membuat nya stress.
Ia mencoba berbagai cara agar bisa melarikan diri namun tak ada yang berhasil, pria tampan itu tak melakukan apapun pada nya kecuali sesekali memeluk ataupun mengelus perut nya.
Walau ia tak tau kenapa pria itu melakukan hal tersebut namun tetap saja ia merasa takut. Ia takut jika pria yang mengurung akan membunuh nya seperti penyusup di apart nya.
Gadis itu duduk di bangku yang terlihat mahal tersebut, ia memeluk lutut nya dan menatap kosong ke apart mewah yang berada di lantai 100 dengan luas yang bisa di katakan 10 kali lipat atau bahkan berkali-kali lipat dari apart yang di gunakan.
"Aku mau keluar...
Apa yang dia inginkan dari ku lagi?" gumam nya dengan wajah linglung melihat ke arah sekitar nya.
Apart mewah yang di lengkapi cctv dan banyak pengawal serta pelayan di dalam nya.
Mata pun melihat ke arah sinar mentari yang masuk dari balkon yang terbuka menunjukkan penampakan kota dari atas apart mewah tersebut.
Seperti tersihir gadis itu berjalan ke arah balkon merasakan terpaan angin lembut yang menyapu wajah nya, kaki nya mulai naik ke pembatas balkon tersebut.
"Kalau aku mati semua akan berakhir kan? Tak ada yang akan menghina ku lagi...
Aku bisa bebas..." gumam gadis itu dan mulai semakin naik hingga hampir menjatuhkan diri nya dari balkon apart tersebut.
Greb...
Tangan nya langsung tertarik dan jatuh dalam pelukan pria yang sudah ia hapal benar bagaimana aroma nya.
"Kau sudah gila?!" bentak Louis pada gadis itu.
Clara mengandah melihat ke arah pria yang membentak nya, ia menepis tangan yang sedang mencengkram lengan nya dengan kuat.
"Bukan nya lebih baik aku mati?! Kalau aku mati aku bisa bebas dari mu! Kau tidak percaya apa yang ku katakan! Berapa kali pun aku mengatakan nya kau tak mempercayainya kan?!" bentak Clara dengan tangis nya dan memukuli dada bidang pria itu.
"Kau sendiri yang berbohong pada ku! Kalau kau tak pernah berbohong aku juga tak akan seperti ini!" bentak Louis yang terpancing dengan emosi nya.
"Kalau begitu biarkan aku mati saja! Kalau aku mati di depan mu itu akan membuktikan ketidakbersalahan ku, kan?!" tangis gadis itu dan beranjak ingin melompat lagi.
Louis pun menarik tangan gadis itu dan menyeret nya ke kamar dengan penuh amarah.
"Bilang apa kau tadi? Mau mati?! Hm? Bahkan kalau mati hanya aku yang boleh membunuh mu!" bentak Louis sembari mencengkram dagu gadis itu dengan kuat.
Sedangkan Clara hanya menangis berusaha melepaskan tangan pria yang dengan kuat mencengkram dagu nya.
"Berapa kali kalian tidur bersama?" tanya Louis sembari menatap iris yang sedang menangis tersedu tersebut.
"Aku tak pernah melakukan nya!" bentak Clara dengan tangis nya sembari menatap pria di depan nya.
"Benarkah? Aku tak menyangka wanita seperti mu akan cu-"
"Brengsek! Dasar monster! Kau menganggap ku jalang kan? Aku seperti pel*cur di mata mu kan?! Berhenti menuduh ku!" tangis nya sembari memukul pria di depan nya.
Ia sudah benar-benar tak tahan dengan hinaan yang keluar dari mulut pria di depan nya.
"Kau lupa bagaimana aku kehilangan kehormatan ku?! Kau yang memperk*sa ku! Tidak hanya sekali kau melakukan nya berkali-kali!" tangis Clara sembari terus memukul pria di depan nya,
Ia meluapkan emosi nya dengan berteriak dan menangis hingga membuat nafas nya terengah-engah.
"Kau yang melakukan nya tapi kenapa terus menghina ku? Aku salah apa dengan mu? Kenapa kau sejahat ini pada ku?" ucap nya melemah dengan tangis yang semakin melemah.
Tubuh nya ambruk ke lantai dengan menangis pilu pada pria yang tak bergeming sedikit pun melihat semua kesedihan nya.
"Kau tau bagaimana rasanya jadi korban pemerk*saan seperti yang kau lakukan? Tidak kan? Kau tak pernah tau rasa nya membenci dan jijik dengan diri mu sendiri sampai ingin bernafas pun sulit!" ucap Clara dengan wajah mengandah melihat pria yang berdiri di depan nya.
"Aku memang berbohong tentang status hubungan ku, tapi aku tak pernah melakukan apapun dengan nya..." sambung nya lagi sembari menggeleng dan menatap tangis nya.
"Benarkah?" tanya Louis yang ingin percaya dan tidak sedangkan ia melihat dengan mata kepala nya sendiri seperti apa malam itu.
"Kau pikir aku bisa dengan mudah memberikan tubuh ku setelah apa yang kau lakukan pada ku?" tanya Clara dengan mata sembab menatap pria di depan nya.
Ia sendiri yang merupakan korban pemerk*saan dan pelecehan dari atasan tentu tak mudah bagi nya untuk berhubungan dengan pria lain lagi karna sudah merasa kotor sejak awal dan meninggalkan bekas trauma dan rasa takut akan sentuhan pria lagi.
"Lalu buktikan kalau dia tak pernah menyentuh mu." ucap Louis sembari berjongkok dan menatap ke arah gadis yang sedang menangis tersedu itu.
"Bagaimana? Hm? Kau sudah mengambil semua nya dari ku...
Aku harus apa lagi? Kau hanya akan berhenti kalau aku mati kan?" tanya Clara melemah dengan tangis yang tak kunjung surut.
"Menikah...
Kau menikahlah dengan ku dan aku akan coba percaya lagi pada mu." ucap Louis dengan wajah tanpa ekspresi dan mengelus pipi basah yang penuh air mata itu dengan tangan nya.
Elouis Steinfeld Rai
Clara Olivia.
...****************...
Oh iya banyak yang bilang si Louis nya itu brengsek kali yah wkwkwk, sampe othor baca komen jadi ketawa.
padahal waktu othor buat nya malah ngerasa kurang jahat atau sadis dalam bentuk penyerangan fisik atau mental nya, sama kek season pertama😂😂 (Ya ampun jahat bat pikiran ku😂😂)
Dan waktu othor baca ulang ternyata dia sebrengsek itu wwkwk🤧🤧😭😭
Tapi othor juga punya jalan cerita othor sendiri, dan maaf kalau ini terlihat mutar tapi kalau di kelang atau di ubah ga akan bisa sampai titik di mana yang othor tuju.
Sama kayak season pertama yang eps kau ingin pergi atau eps terakhir kali nya si Hazel nyiksa.
Disitu juga banyak minta yang berhenti kasih adegan penyiksaan Alyss nya, but kalo Alyss nya ga di siksa di eps itu ingatan sama bagian asli nya ga akan punya alasan untuk timbul.
Dan setiap cerita yang othor buat itu uda ada ending nya sendiri sama kayak cerita pertama othor.
Dan yang bilang ini ga akan kelar dan muter terus, tebakan kalian salah yah.
Othor juga ga begitu suka yang terlalu panjang karna masih mau ngurus real life sama nopel sebelah.
Othor kasih bocoran dikit deh cerita yang bakal complicated banget itu nanti di Louise James sama Zayn.
But othor mau ngurus puncak konflik satu-satu dulu makanya Louise James Zayn konflik mereka ga puncak banget karna memang mau selesaikan yang Louis Clara.
pertanyaan yang sering timbul : Louis nya kapan nyesal thor?
Nanti ada masa nya semua nya bakal ada masa nya jatuh ke titik yang paling rendah dengn batas yang sesuai dari perbuatan nya. okey👌👌
~ Happy Reading ♥️♥️♥️
~ Salam penuh cinta dr othor♥️♥️
~ Semoga sehat selalu kalian yah♥️♥️♥️