(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Its time for revenge



6 Hari kemudian


Kediaman Hazel.


"Akhirnya sampai juga...." ucap Alyss dan langsung menjatuhkan dirinya di sofa ruang tengah.


"Kalau mau istirahat ke kamar saja." ucap Hazel sembari mengelus rambut istrinya dan ikut duduk di sofa yang sama saat Alyss sedang menelungkup kan tubuhnya.


"Disini saja dulu...


Masih lelah...." jawab Alyss lirih.


Selama satu minggu ini mereka berpergian ke luar negri bukannya untuk bulan madu melainkan melakukan pesta pernikahan yang dilakukan di beberapa tempat.


"Alyss...


Kita kapan pergi honey moon nya?" tanya Hazel dan mulai membungkuk memeluk tubuh Alyss yang masih menelungkup diatas sofa.


"Pesta pernikahan kemarin bisa dianggap honey moon, tidak? Ga usah ke LN lagi yah? Lelah di perjalanan terus juga lelah di itu..." jawab Alyss lirih, ia semakin lelah karna setiap pesta pernikahan mereka selesai ataupun saat ke hotel setelah sampai dari perjalanan yang melelahkan dan Hazel selalu memintanya untuk melakukan hal itu terus menerus.


Hazel hanya tertawa ringan mendengar ucapan lirih Alyss.


"Kan sekarang kita sudah menikah, jadi wajar kan melakukannya..." ucap Hazel yang masih setengah tertawa sembari mengesap aroma rambut dari tengkuk wanitanya.


"Jangan...." ucap Alyss lirih sembari langsung membalik tubuhnya, ia tau jika terus membiarkan Hazel menciumnya pasti ciuman nya akan berubah ke arah lain.


"Lihat mataku...


Kalau ga ada make up nya sudah jadi mata panda..." ucap Alyss saat wajah mereka saling berhadapan satu sama lain karna ia membalik tubuhnya.


Hazel semakin tertawa melihat Alyss yang mengeluh tentang matanya. Ia pun memangut bibir Alyss sekilas.


"Kan tidak apa-apa jadi panda, panda kan imut." ucap Hazel dengan senyuman di bibir nya dan mencubit pipi Alyss gemas.


Alyss hanya mendengus kesal mendengar ucapan Hazel dan Hazel yang semakin tertawa melihat wajah kesal Alyss.


"Sini...


Kubawa ke kamar, kau tidur saja dulu. Akan ku bangunkan saat makan malam." ucap Hazel dan mulai menggendong tubuh Alyss ke atas menuju kamar mereka.


......................


Skip time.


5 hari kemudian.


"Hazel, hari ini aku kembali bekerja yah...


Bosan di rumah terus..." ucap Alyss lirih.


Sejak tiga hari yang lalu Hazel sudah mulai beraktivitas seperti biasanya. Karna ia juga tak bisa terlalu lama meninggalkan semua pekerjaan di RS dan JBS group.


Setelah kematian Will ia telah mengakusisi seluruh anak perusahaan dan perusahaan induk dari JBS grup sekarang ia tak hanya mengurus JBS hospital melainkan ia juga sudah menjadi presdir resmi dari JBS Farmasi.


"Lalu kapan kita pergi honey moon nya? Apa kau tak bisa di rumah saja?" tanya Hazel saat ia memberhentikan sarapan nya dan menatap Alyss.


"Mungkin...


Bulan depan?


Tapi aku tak mau di rumah....


Membosankan..." jawab Alyss lirih


"Kau dirumah saja, aku akan pulang lebih cepat setiap hari. Kau tak perlu lagi bekerja." jawab Hazel tegas dan melanjutkan sarapannya lagi.


"Kenapa? Aku mau tetap bekerja! Jika kau tak ingin aku JBS aku bisa bekerja di RS lain, kau hanya perlu menerima surat pengunduran ku saja! Aku tetap mau karir ku!" jawab Alyss kesal saat mendengar ucapan Hazel.


"Kenapa kau keras kepala sekali? Hm? Sekarang aku sudah menjadi SUAMI mu, dan kau masih tak mau mendengarkan ku? Aku bisa penuhi semua keinginan mu." ucap Hazel dengan penuh penekanan terutama pada kata "Suami".


"Tapi aku tetap mau bekerja....


Aku ingin memiliki karir ku sendiri...


Aku mau berdiri dengan pencapaian ku..." jawab Alyss lirih nyali nya seketika ciut saat mendengar ucapan Hazel yang penuh dengan penekanan pada kata "Suami" karna kini ia tau jika pria tersebut sudah memiliki hak yang lebih kuat untuk mengatur kehidupan nya.


Hazel pun menghela nafas mendengar jawaban Alyss.


"Tidak! Aku tak mengizinkan mu, jika kau ingin keluar kau boleh bepergian. Tapi aku melarang mu untuk bekerja lagi, karna tugas mu sekarang hanya melayani ku saja. Mengerti?" ucap Hazel dengan penuh penekanan.


Sejak kejadian di UGD ia tak pernah membiarkan Alyss kembali ke RS lagi, entah mengapa sejak ia menikah, ia semakin ingin membatasi Alyss. Rasa takut nya akan kehilangan semakin besar dan semakin ingin mengurung istrinya di rumah saja.


Alyss hanya mendengus kesal, ia meletakkan sendok ia pegang dan mengusap bibirnya sekilas dengan tissu.


"Aku sudah kenyang. Aku mau cari Bulbul dulu." ucap Alyss dengan perasaan kesal dan mulai bangun dari duduk lalu meninggalkan Hazel di meja makan sendiri.


Hazel pun memejamkan mata sesaat melihat sikap Alyss padanya, ia tau Alyss tak mudah menurut dan sangat keras kepala, ia pun ikut memberhentikan makan nya dan mengikuti langkah Alyss dari belakang.


Greb...


Hazel menangkap pergelangan tangan kanan Alyss kuat hingga membuat wanita yang sekarang menjadi istrinya meringis kesakitan.


"Hazel sakit....


Lepas...." ucap Alyss lirih sembari berusaha melepaskan cengkraman tangan Hazel di pergelangan tangan nya.


"Kau ingin bekerja karna masih bisa menggunakan tangan mu di meja operasi kan?" tanya Hazel lembut di telinga Alyss namun penuh nada penekanan.


"Jika aku mematahkan nya, kau tak akan bisa bekerja lagi kan?" ucap Hazel dan menarik pinggang Alyss dengan tangan nya yang satu lagi hingga membuat tubuh Alyss rapat padanya.


Deg...


Alyss langsung membatu mendengar ucapan dari pria yang sekarang menjadi suaminya.


"A-apa maksud mu?" tanya Alyss gugup.


"Aku tak akan mematahkan nya sekaligus, aku akan mulai dari telunjuk mu dulu, jika kau masih tak menurut akan ku patahkan semua sampai kau benar-benar tak bisa menggerakkan tangan mu lagi." ucap Hazel di telinga Alyss dan mulai menangkup jemari Alyss.


Ia melipat jari telunjuk Alyss kebelakang tangan nya atau melipat ke lawan arah.


"Hazel...


Sakit....


Hentikan..." ucap Alyss meringis berusaha melepaskan tangan Hazel yang ingin membuat jari tangan nya patah.


Hazel tak mendengarkan permohonan lirih Alyss yang sudah berubah menjadi tangisan hingga...


Krekk...


"Akhh!!!" pekik Alyss saat ia merasakan jemari nya semakin sakit dan terasa seperti ada peretakan pada tulang jari telunjuknya.


Setelah mendengar suara tersebut Hazel pun langsung melepaskan tangan Alyss dan perlahan memeluk tubuh kecil Alyss yang gemetar.


"Sa-sakit..." ucap Alyss lirih saat Hazel memeluk tubuhnya.


"Nanti akan ku suruh dr. Siska mengobati tangan mu yah..." ucap Hazel tanpa rasa bersalah sembari mengelus kepala Alyss dengan lembut.


Ia pun melepaskan pelukannya dan melihat wajah basah Alyss yang menangis sembari memegang tangan dengan satu jarinya yang telah patah. Hazel mengusap air mata yang jatuh di pipi istrinya dengan ibu jarinya.


"Sekarang kau mau mendengarkan ku? Hm? Aku tak akan menyiksa mu jika kau mau mendengarkan perkataan ku." ucap Hazel lembut dengan wajah tanpa merasa bersalah sedikitpun pada Alyss.


"Kau akan mendengarkan perkataan ku kan mulai sekarang?" tanya Hazel dengan nada penuh penekanan.


Alyss masih diam menunduk dan terus menangis sembari memegang tangan nya.


"Kau masih tak mau menjawab? Tak tau caranya menurut? Kalau begitu akan ku patahkan semua jari mu saat aku kembali dari RS nanti.


Ini bukan ancaman tapi peringatan!" ucap Hazel pada Alyss, ia menatap tajam ke arah Alyss yang terus menunduk.


Alyss pun langsung membulatkan matanya dengan sempurna dan mengandah ke arah Hazel.


"Jangan...


Aku penurut...


Jangan patahkan semua jariku..." ucap Alyss lirih dengan iris yang bergetar menatap iris Hazel dengan nanar.


"Kau akan jadi istri yang penurut?" tanya Hazel lagi ketika mendengar ucapan Alyss. Ia sangat suka jika melihat Alyss patuh padanya.


"Iya...


Aku akan jadi istri yang penurut..." jawab Alyss lirih dengan mata sendu nya yang masih menjatuhkan bulir-bulir bening ke pipinya.


Berbeda dengan Alyss yang merasa takut, Hazel merasa sangat gemas melihat wajah Alyss yang menangis seperti anak kecil.


"Gemas nya..." ucap Hazel tersenyum lebar sembari meraih pipi Alyss tanpa rasa bersalah walaupun ia baru saja mematahkan satu jari istrinya.


"Aku akan bekerja dulu, kau bisa pergi jalan-jalan jika kau mau, tapi jangan lupa memberitau ku kemana kau pergi." ucap Hazel sembari mengecup kening Alyss dengan lembut.


Setelah itu pun Hazel segera berangkat ke RS, tak lama setelah Hazel pergi dr. Siska pun datang dan memeriksa kondisi Alyss dan membawa nya ke RS untuk menscan jari Alyss guna melihat tingkat keparahan fraktur yang disebabkan oleh Hazel.


dr. Siska pun memberi pengobatan dan perawatan pada jemari lentik tersebut.


......................


Sementara itu.


Di tempat lain.


"Sekarang kau sudah memiliki orang yang kau cintai?" ucap seorang pria dengan segelas champagne di tangan nya.


"Kau akan merasakan kehilangan satu-satunya orang yang kau cintai seperti ku dulu." ucap pria tersebut sembari menggertakkan giginya dengan geram.


Ia telah menunggu lama untuk balas dendam nya. Menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan sasaran nya.


Rasa amarah dan dendam yang ia bawa bertahun-tahun serta rencana yang sudah tersusun dengan baik agar membuat target nya benar-benar merasakan penderitaan yang ia rasakan. Bahkan ia ingin agar orang tersebut merasakan penderitaan yang lebih.


Membunuh jiwa tanpa membunuh raganya, membuat tangan nya bersih dengan mengotori tangan orang lain dengan darah.


"Aku juga akan membuat mu membunuh nya dengan tangan mu sendiri, seperti yang kau lakukan dulu..." ucap pria tersebut sembari memandang lampu kota dan jalan yang gemerlap dari dari dinding kaca besar salah satu apatermen mewah tersebut.


"It's time for revenge, Hazel..."


(waktunya untuk balas dendam, Hazel)


"Welcome to your hell, let's die together."


(Selamat datang di neraka mu, ayo mati bersama.)


Pria tersebut menyunggingkan bibirnya. Ia tau jika balas dendam yang ia inginkan mungkin akan dapat menghancurkannya juga, namun ia tak peduli akan hal itu, jika ia akan hancur ia juga akan menyeret pria tersebut untuk hancur dengan nya dan membawa nya pergi ke neraka yang sama.


Baginya tujuan hidup nya untuk membuat pria yang sangat ia benci dan ia anggap sangat kejam itu juga merasa kehilangan sepertinya dulu.


Pria tersebut pun berjalan ke arah sofanya dan meletakkan champagne ke atas meja, ia pun mulai mengusap tato dengan simbol matahari di punggung tangannya sembari menyunggingkan senyuman di wajahnya dengan ide licik yang ia susun dan ia siapkan selama bertahun-tahun.


......................


Versi kaca mata lagi yah dua-duanya🥰🤗



Alysscalla Zalea



Hazel Rai


...****************...


Ada musuh lama bersemi kembali nih wkwkwk🤣


Okey ini tuh othor akhirnya ngeluarin tokoh yang udah othor pendem dengan cukup lama bahkan di awal othor udah buat tokoh ini yah, tapi baru othor keluarkan sekarang sesuai dengan waktu yang sudah othor tentukan wkwkwk🤣 tapi belum othor cari visualnya karna ga sempet" asik nyariin poto babang Hazel sama mbk Alyss terus visual buat karya othor yang mau othor buat lagi awkwkwo


Kenapa pakai visual? Karna dia itu tokoh yang bakal susah di tangani ga semudah Vion, Logan, atau Will dulu. Tokoh yang bakal jadi serigala berbulu domba yah.


Anggep ajj othor keluarin setan dari kandangnya karna othor ngeluarin dia wkwkwk😅😅😅


Oh iya buat kalian yang merasa Alyss itu makin keras kepala karna mau tetep kekeh mau kerja, karna dia termasuk tipe wanita karir dan memiliki ambisi yah.


Banyak kok yang kayak Alyss di dunia nyata, walaupun punya suami yang bisa memenuhi kebutuhan nya tapi dia tetap mau punya jalan nya sendiri, bukan karna mau merasa lebih hebat dari pasangan nya. Tapi karna dia itu punya impian dan jalan hidup yang mau dia buat untuk dirinya sendiri, dan bakal merasa kepuasan batin tersendiri karna bisa mencapai apa yang ia impikan dan ia cita-citakan sejak lama.


Okey segitu ajj penjelasan othor yang panjang kali lebar🤣


Jangan lupa like, komen, fav, rate 5, vote dan dukung othor🥰🥰


Happy reading❤️❤️❤️