(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love

(Psycho CEO) When The Devil Falls In Love
Wildest Fantasy



Hazel mengelus wajah Alyss yang tertidur karna kelelahan, sebelumnya setelah bermain di atas meja kerja nya, ia membawa Alyss ke kamar istirahat di ruangan nya, dan melanjutkan lagi kegiatan panas nya, hingga Alyss benar-benar kelelahan dan tertidur lebih dulu.


Ia tersenyum mengingat hal baru saja mereka lakukan tadi, Hazel pun dengan pelan turun dari ranjang agar tak membangunkan Alyss. Ia pun segera mandi dan berpakaian kembali.


Saat ia keluar dari ruang istirahat nya ia melihat ruangan kerja nya yang cukup berantakan terutama sekitar di sekitar meja kerja nya, karna beberapa barang yang berada di atas meja tersebut berjatuhan karna guncangan yang ia buat.


Hazel pun mengambil satu persatu pakaian Alyss yang berserak karna ia tadi melemparnya karna terlalu bersemangat, ia pun mulai mengambil gunting dan menggunting semua pakaian Alyss agar tak bisa di kenakan lagi.


"Nah...


Kalau seperti ini, dia tak bisa keluar dari sini...." ucap Hazel lirih sembari melihat pakaian Alyss yang sudah rusak semua karna ia gunting.


Ia masih merasa belum cukup, namun karna Alyss sudah merasa kelelahan ia membiarkan Alyss istirahat sebentar, dan dia merusak pakaian Alyss agar Alyss tak bisa keluar dan tertahan di ruangan nya dan ia bisa melakukan hal itu lagi.


Hazel pun segera memberitau Rian jika hari ini ia tak bisa di ganggu untuk urusan apapun.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.05 PM.


Hazel melalukan nya dari siang hingga sore dan kemudian membiarkan Alyss beristirahat sejenak.


Alyss mulai membuka matanya perlahan, tenaga nya benar-benar habis terkuras karna permainan yang ia mainkan dengan Hazel tadi. Ia melihat ke arah luar dari jendela besar di ruang istirahat Hazel, langit sudah berubah menjadi gelap, padahal ia tadi mendatangi Hazel saat siang.


"Kau sudah bangun?" tanya Hazel saat melihat Alyss yang sudah mulai bangun.


"Mau makan sesuatu? Hm?" tanya Hazel lembut sembari mengelus pipi Alyss yang masih memeluk bantal.


"Mau tidur..." jawab Alyss malas dan memejamkan matanya lagi.


"Aku tak tau jika kau sedikit agresif sekarang." bisik Hazel di telinga Alyss dengan nada menggoda.


Alyss pun langsung membuka matanya dengan sempurna mendengar ucapan Hazel.


"Aku tadi cuma terjatuh!" sanggah Alyss cepat telinga nya langsung memerah dan rasa kantuk nya pun terasa hilang saat mendengar godaan Hazel.


"Oh ya? Terjatuh nya berulang kali yah...


Up and Down.... Up and Down...." jawab Hazel sembari menggerakkan jari nya menunjuk keatas dan kebawah.


"Isshhh...


Kan kau tadi yang membuat aku duduk diatas mu!" jawab Alyss kesal telinga nya langsung memerah mengingat sikap agresif nya tadi.


Sebelumnya saat Hazel memindahkan Alyss ke kamar istirahat ia mendudukkan Alyss di atas tubuh nya, dan menciumi leher jenjang Alyss lagi serta meraba dada Alyss dengan tangannya.


Sedangkan Alyss sendiri mulai bergerak sesuai naluri nya, walaupun ia merasa kelelahan karna Hazel habis-habisan mengguncang tubuhnya diatas meja, namun ia menginginkan lagi saat Hazel mencium tubuh nya lagi setelah memindahkan ke kamar istirahat.


Ia perlahan mulai menggerakkan tubuhnya yang berada di atas pangkuan suaminya saat mereka kembali menyatu lagi.


"Tapi kau bergerak dengan sangat baik tadi." ucap Hazel yang semakin menggoda Alyss dan tertawa kecil.


Alyss pun yang semakin kesal mulai bangun dan menutup mulut Hazel dengan kedua tangan kecilnya.


"Kau ini bisa diam tidak! Diam... Diam...." ucap Alyss yang kesal sembari terus menutup rapat mulut Hazel, ia sendiri saja tak tau kenapa bisa menjadi seperti itu, mungkin ini juga termasuk efek dari sifat aslinya yang telah kembali membuatnya tak lagi menjadi gadis naif.


Hazel pun semakin tertawa dan menyingkirkan tangan kecil Alyss yang berusaha menutup mulut nya.


"Kau juga sekarang pandai membuat tanda." ucap Hazel sembari menunjukkan leher nya yang penuh dengan bekas kepemilikan yang Alyss tinggal.


"Shit! Damn! Shut up your mouth or I'll rip it off!


(Tutup mulut mu atau aku akan merobeknya!)" ucap Alyss kesal, walaupun ia mengumpat dan berkata kasar namun terlihat jelas jika ia sedang sangat malu, karna telinganya yang memerah mengalahkan warna tomat.


Alyss yang semakin sulit membuat Hazel diam untuk terus tak menggodanya membuatnya mulai naik ke pangkuan Hazel yang masih duduk di pinggir ranjang tanpa ia sadari agar ia semakin mudah menutup mulut Hazel dengan kedua tangan nya.


Hazel pun menangkap kedua tangan Alyss dan berbisik pada nya lagi.


"Kau mau lagi yah? Ternyata kau suka posisi yang mendominasi..." tanya Hazel dengan nada menggoda lalu meniup pelan telinga Alyss.


"Ma-mau apa? Tak usah mengada-ada!" jawab Alyss cepat.


Hazel tak menjawab dan hanya menurunkan pandangan nya ke arah dada Alyss yang terbuka tanpa ada satupun yang menutup nya karna Alyss yang memang tak memakai apapun kecuali selimut tebal yang menutup tubuh polosnya tadi dan posisi mereka yang mirip dengan kegiatan panas yang mereka lakukan sebelum nya.


"Mesum!" ucap Alyss kesal dan berusaha menarik selimut nya lagi serta turun dari pangkuan Hazel.


Hazel pun langsung menahan tubuh Alyss agar tetap berada di pangkuan nya.


"Kau mau melakukan nya lagi? Kali ini aku yang akan banyak bergerak...


Kau tak perlu bergerak lagi..." ucap Hazel dengan suara tertahan sembari menyentuh bibir Alyss.


Hasrat nya kembali naik saat melihat dada Alyss yang terbuka dan tak tertutup apapun, belum lagi posisi Alyss yang duduk diatas bagian intinya membuat hasrat nya semakin naik.


"Kau ini tak kenal kata lelah yah?! Tidak! Aku tak mau! Sudah lelah!" tolak Alyss sembari berusaha turun dari pangkuan Hazel namun tak bisa.


"Kau suka vanila kan? Mau coba vanila ku?" tanya Hazel sembari semakin mengusap dan menyentuh bibir Alyss.


"Vanila? Kau punya vanila?" tanya Alyss polos sembari berpikir apa yang di katakan Hazel.


Hazel pun mulai mendekat dan berbisik ke telinga Alyss.


"Hm, vanila yang di keluarkan oleh pria..."


Alyss langsung membulatkan matanya, ia mulai menangkap maksud Hazel.


"Kau belum pernah melakukan nya dengan ini..." ucap Hazel lagi sembari menyentuh bibir Alyss lagi.


Alyss pun langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan kecil nya.


"Tak mau!" ucap Alyss cepat.


"Kalau begitu kita lakukan yang lain?" tanya Hazel dan langsung menindih tubuh Alyss. Ia tak mau terburu ataupun memaksa Alyss, karna ia pasti akan tetap membuat Alyss melakukan nya suatu saat nanti.


Entah kenapa setiap bersama Alyss ia selalu selalu memikirkan semua fantasi terliar yang bahkan ia tak tau dari mana datang nya pikiran itu, dan itu hanya muncul jika ia bersama Alyss sehingga sangat sulit mengendalikan diri agar memakan Alyss setiap saat.


"Engghhh...


Sudah aku lelah..." ucap Alyss sembari berusaha mendorong kepala Hazel yang terbenam di dadanya.


"Mhmmm...." suara Alyss yang semakin tertahan saat jemari Hazel memasukinya.


"Tapi sepertinya tubuh mu menginginkan nya.." ucap Hazel saat ia mengangkat wajahnya dan merasakan jemarinya yang semakin basah.


"Shit!" umpat Alyss sembari membuang wajah nya karna malu menatap wajah Hazel.


Hazel pun tersenyum dan mulai menaiki tubuh Alyss lagi.


"Enghh..." lenguhan kecil keluar dari bibir tipis Alyss saat Hazel memasukinya secara perlahan dan mulai bermain permainan dewasa mereka.


Malam pun semakin larut, setelah mengeluarkan semua isinya di tubuh Alyss, Hazel pun langsung berguling ke tubuh Alyss dan memeluk tubuh kecil wanitanya.


Alyss sudah terlihat sangat lelah, karna ia terus membuat tubuh kecil mengalami gempa berulang kali karna hasrat nya yang tak ada habisnya.


"Alyss...


Kita belum bulan madu kan? Kau mau pergi minggu depan?" tanya Hazel sembari mengusap rambut di belakang kepala Alyss secara perlahan.


"Ya..." jawab Alyss lirih, ia sebenarnya tak begitu mendengarkan ucapan Hazel karna sudah terlalu lelah dan mengantuk.


Hazel pun semakin memeluk gemas tubuh Alyss, ia juga meminta Rian untuk menyiapkan pakaian ganti Alyss dan makan malam jika Alyss tiba-tiba terbangun malam dan merasa lapar.


Satu minggu kemudian.


Alyss sebelumnya terkejut saat Hazel tiba-tiba mengajak nya bulan madu tanpa bertanya padanya. Ia lupa jika Hazel sudah memberitau nya karna ia yang tak begitu mendengarkan akibat kelelahan karna ulah suaminya.


"Aku mau naik kapal dan melihat laut. Setelah itu kita pergi ke tempat yang indah!" ucap Alyss tersenyum manis pada Hazel menularkan senyuman nya pada suaminya hingga membuat Hazel ikut tersenyum.


Hazel pun menuruti permintaan Alyss, mereka pun mulai melihat keindahan laut dengan kapal pribadi milik Hazel.


"Loh? Pakaian d*lam ku mana?" tanya Alyss saat mencari pakaian d*lam nya, ia sudah memastikan bahwa ia sudah membawanya ke kapal.


Hazel pun yang merebahkan dirinya di atas ranjang, kapal tersebut sudah di lengkapi dengan fasilitas hingga kamar istirahat.


"Kalau tak ada, kau tak perlu memakainya." ucap Hazel santai.


Alyss pun melihat tajam ke arah Hazel, dan berjalan mendekati Hazel.


"Kau yang menyembunyikan nya?!" tanya Alyss kesal.


"Pakai pakaian mu sana, atau aku akan memakan mu." jawab Hazel tertawa kecil sembari melihat tubuh Alyss yang masih berbalut handuk mandi, Alyss tak memakai mantel handuk dan lebih memilih melilitkan handuk untuk menutupi tubuh polosnya.


"Bagaimana aku mau pakai baju, kalau kau menyembunyikan pakaian d*lam ku?!" tanya Alyss semakin kesal.


"Satu hari ini saja...


Atau akan ku buang semua pakaian d*lam ke laut." ancam Hazel dengan senyuman menyebalkannya dan membuat Alyss semakin kesal.


"Haisshh...


Terserah!" jawab Alyss kesal dan mulai memakai pakaian nya tanpa pakaian d*lam nya, tentu saja ia merasa risih saat memakai gaun tanpa namun tanpa celana d*lam.


Ia pun memoles lipstick merah di bibir tipisnya dan memakai anting di telinganya sebelum ia keluar dari kamar istirahat itu dan keluar melihat laut.


Hazel pun langsung bangun dan meletakkan kembali pakaian d*lam Alyss yang ia sembunyikan di balik selimut ranjang dan ia timpa dengan tubuhnya, agar walaupun Alyss tau namun tetap tak bisa mengambilnya.



Hazel pun mencari keberadaan Alyss di kapalnya dan matanya pun mulai menemukan wanita yang ia cari. Alyss yang berbalik dan melihat Hazel yang sedang memperhatikan nya dari atas membuat nya tanpa sadar tersenyum ke arah Hazel walaupun sebelum nya ia sangat kesal karna Hazel menyembunyikan pakaian d*lam nya.



Saat sudah menemukan wanitanya Hazel pun langsung turun dan menghampiri Alyss. Ia memeluk tubuh kecil Alyss dari belakang dan merasakan angin laut yang berhembus menerpa wajah mereka.


"Alyss...


Main disini yuk..." bisik Hazel lirih di telinga Alyss.


"Maksud-"


Hummphhh....


Pertanyaan Alyss yang langsung terpotong saat ia menoleh ke arah Hazel dan Hazel langsung m*l*mat habis bibirnya.


Setelah mencium Alyss beberapa saat Hazel pun melepaskan ciuman nya.


"You know what I mean..." jawab Hazel lirih sembari tangan nya mulai meraba paha Alyss dan menyelinap masuk ke dress yang di kenakan Alyss.


"Tu-tunggu...


Kalau ada yang lihat bagaimana? Kau gila?! Mau melakukan nya di luar seperti ini?!" tanya Alyss kesal.


"Siapa yang mau lihat? Kita di tengah laut, dan lagi pula aku sudah memberi tau agar tak ada siapapun yang boleh mendekat ke arah ini." jawab Hazel santai dan semakin menjalar kan tangan nya ke balik dress Alyss.


"Tetap saja! Kau mau melakukan nya di luar seperti ini?! Kalau ada yang tiba-tiba datang bagaimana?!" tanya Alyss yang tak habis pikir dengan Hazel yang mau melakukan hal tersebut di tempat terbuka.


"Siapa yang lihat? Putri duyung? Lumba-lumba?" tanya Hazel "Kalau mereka yang lihat, kan mereka bisa tau bagaimana cara manusia membuat manusia baru." jawab Hazel santai dan tersenyum menggoda Alyss.


Alyss memejamkan mata nya sesaat jadi maksud perkataan Hazel, ia mau memberitau ikan di laut bagaimana caranya membuat bayi manusia?


"Kalau ada badai yang tiba-tiba datang bagaimana?" tanya Alyss yang tak kehabisan akal.


"Badai apa?" tanya Hazel


"Ohh... Badai (Sensor)" bisik Hazel dengan suara yang semakin menggoda Alyss membuat telinga Alyss menjadi memerah.


Yang Alyss maksud adalah badai laut, bukan badai yang di bisikkan Hazel padanya.


"Dasar mes-"


Hummphh..


Hazel yang langsung m*l*mat bibir Alyss lagi, ia semakin menjalarkan tangan nya ke tubuh Alyss dan tentunya semakin mudah karna Alyss tak memakai pakaian d*lam.


Ia mulai mencium setiap lekuk dari tubuh kecil wanitanya, hingga membuat Alyss ikut terhanyut dalam permainan yang di buat Hazel.


Entah kenapa sekarang tubuhnya juga semakin suka dengan permainan yang dilakukan Hazel, apa itu karna ia sudah mengakui menyukai Hazel walaupun belum ada mengatakan memaafkan pria yang sedang menjamah tubuhnya sekarang.


"Engghh..." Alyss yang memeluk Hazel dengan kuat saat ia mencapai puncaknya.


"Kau belum? Kenapa lama sekali?" tanya Alyss lirih pada Hazel dan semakin mengalungkan kedua tangan nya ke pundak Hazel.


"Hm...


Aku belum...


Kau mau melihat laut kan?" tanya Hazel sembari membalik tubuh Alyss ke arah laut dan membelakanginya dan mulai melakukan penyatuan nya lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Spoiler eps selanjutnya.


Aku akan membunuh nya sekarang, ini kesempatan yang bagus.


Kenapa kau diam saja? Seperti sedang memikirkan hal buruk tentang ku?


Tidak...


Kau ini ada-ada saja...


Ia pun kembali berbalik dan berjalan lagi dengan pura-pura tak tau rencana jahat nya. Tangan nya selalu ia masukkan ke dalam tas guna memegang pisau dan akan mengunakan jika ia merasa terancam.


Apa pria gila itu bangkit dari kubur? Kenapa bisa ada duplikat nya?!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Aduh Babang Hazel vanila apa nih yang dimaksud? susu bendera rasa vanila? wkwk🤣🤣 Badai nya juga badai apa ini?🤣🤣 Badai matahari?🤣🤣


Othor hak tau apa-apa othor masik polos🙈🙈🙉🙉🤣🤣


Haduh enak yah mbak Alyss punya suami sultan, mau naik kapal uda punya kapal sendiri, mau naik kuda uda ada pertenakannya, mau naik heli juga uda punya😅😅


Btw Hazel semakin nakal yah sekarang, semakin ngadi" tingkahnya wkwk🤣 Gas terus gak pakek Rem🤣


Jangan lupa like, komen, fav, rate 5 vote dan dukung othor🥰🥰❤️❤️


Oh iya yang ngerasa semalam pendek eps nya karna Othor sambi ngerjain tugas yah wkkw, terus tuh juga buat eps baru buat novel sebelah juga🤣