
Rigel dan Hydra saling berhadapan dan mendekati satu sama lain. Disisi lain, Takumi hanya memperhatikan mereka dari jarak yang aman. Alasan dia tidak kembali ke kapal karena kutukan kuat yang dia terima. Takumi menggunakan kekuatan kutukan untuk mempercepat penyembuhannya saat dirinya tertusuk sebelumnya. Belum lagi, dia sudah sangat banyak menggunakan kutukannya sehingga bayaran yang di berikan haruslah setimpal. Takumi sedang di penuhi hawa kemalasan, jika ada orang yang berada di dekatnya, mungkin mereka akan tertular dan yang paling parahnya mereka menjadi malas untuk bernafas.
Huhh~ aku ingin membantu tapi aku sangat malas... Aku ingin menolong Rigel tetapi aku sangat malas... Aku ingin menghajar Hydra tetapi aku sangat malas... Ahh~ dampak dari kutukan ini jauh lebih kuat daripada yang sebelumnya...
Selagi Takumi sibuk dengan pikirannya sendiri, Rigel sudah mulai beradu pukulan dengan Hydra. Kecepatan meraka hampir tidak dapat di ikuti oleh mata manusia normal. Mereka saling beradu pukulan dan hanya menyisakan warna biru dan ungu berhantaman.
"Kekuasaan laut : air mata poseidon...!!!"
Hydra menggunakan skillnya dan di depannya, sebuah tetesan air berwarna biru terang jatuh di telapak tangannya dan lenyap. Rigel berpikir jika itu adalah serangan kuat namun ternyata sebaliknya. Itu hanya setetes air yang jatuh dan membuatnya bingung. Setelah beberapa detik, setetes demi tetes air keluar dari tangan Hydra, tempat air mata poseidon jatuh di tangannya. Dari awalnya setetes, kini menjadi deras dan mengalir seperti air terjun.
"Habisi manusia itu...!!!"
Saat Hydra memberikan perintah, air yang keluar dari tangannya mulai bergerak dan mengejar Rigel. Air itu tampak seperti duri tajam yang terus mengejarnya, bahkan saat Rigel melompat ke udara untuk menghindarinya, air itu juga berbelok ke udara dan terus mengikuti Rigel kemanapun dia pergi.
Tch! Jumlah air yang mengejarku semakin banyak... Jika aku hanya menghindar tanpa melakukan apapun, hanya menunggu waktu sampai mereka mengenaiku...!!!
"Hahahaha... Apakah orang yang di pilih para dewa hanya sebatas ini kekuatannya...?? Jika kau tidak melakukan apapun, air ini akan terus bertambah karena hanya dengan satu tetes air poseidon, aku bisa membuat sebuah lautan..."
"Tanpa kau katakanpun aku sudah tahu itu, bajingan...!!!"
Jika Hydra bisa membuat lautan dengan air yang terus keluar dari tangannya, maka Rigel tidak dapat terus menghindar dan membiarkan jumlah air yang datang terus bertambah. Menunggu Hydra kehabisan tenaga juga bukanlah sebuah pilihan, karena sejak awal dia tidak terlihat akan kehabisan energi sihir.
Tch... Untuk apa aku terus memikirkan strategi mengalahkannya... Sejak awal stretegiku adalah bertarung habis habisan dengannya...
Rigel tersenyum setelah mengatakan apa yang ada di pikirannya. Rigel menghempaskan dirinya lebih jauh ke langit selagi menghindari terkaman duri duri air. Mereka nampaknya tidak memiliki batasan sejauh mana bisa mengejar Rigel, bahkan jika dia pergi berlari sampai ke ujung dunia, air air itu akan terus mengikutinya.
Tidak ada pilihan lain...
Saat Rigel terbang dan menembus awan gelap, dia dapat melihat matahari bersinar terang tepat berada di belakangnya. Ukurannya jauh lebih besar jika dilihat dari ketinggian ini. Rigel hampir mencapai batas maksimal dimana dia bisa terbang, karena semakin tinggi dia berada, semakin tipis oksigen dan udara yang ada sehingga dia tidak dapat mengandalkan tekanan angin untuk terbang...
Sebelum itu, lebih baik ku bangkitkan lagi Megalodon untuk melindungi Takumi.
Rigel sudah memberikan perintahnya kepada Megalodon untuk membawa Takumi di mulutnya dan menjauh dan menyelam sedalam mungkin. Hydra yang melihat itu bingung dan bergumam...
"Apa yang ingin dilakukan bocah manusia ini...??"
Hydra terus menatap ke langit tempat Rigel berada selagi berfikir apa yang akan terjadi selanjutnya. Rigel dapat melihat jika duri duri air yang mengejarnya telah menembus langit dan melaju menghampirinya. Rigel merentangan tangan dan kakinya selagi tubuhnya menghadap kebawah... Alasan Rigel mengaktifkan tahap kedua dari Void adalah ini. Rigel tidak terlalu memahami kekuatan tahap pertama dan ketiga Void, namun dia sangat memahami kemampuan dari tahap keduanya karena kekuatannya sama dengan gelar pahlawannya. Menciptakan.
Rigel tersenyum lebar dengan semangat dan mengatakannya dengan keras "Bersiaplah... LEDAKANNYA AKAN DIMULAI...!!"
Di belakang Rigel, sesuatu mulai berjatuhan dari langit. Jumlahnya ada ratusan, mereka terlihat seperti batu yang terbakar oleh atmosfer bumi. Hydra tidak dapat melihatnya berkat halangan awan hitam Territory miliknya sendiri. Namun, ada hal yang lebih mengerikan dari pada meteor meteor itu dan Rigel masih menahan diri untuk menggunakannya.
"Kau akan menjadi orang pertama yang merasakan kemarahan langit, Hydra...!!! Rasakanlah, Hujan Meteor!!!"
Saat Rigel mengatakannya, meteor meteor yang berada di belakangnya jatuh dengan cepat dan melewatinya. Meteor meteor yang terbakar atmosfer menguapkan kumpulan air yang terus mengejar Rigel dan menembus awan hitam serta menampakan dirinya agar Hydra dapat melihatnya dengan jelas. Dia terkejut karena hujan meteor turun dsri langit.
Hydra belum pernah melihat hal ini, dia dengan putus asa mengulurkan tangannya dan mencoba memadamkan api di meteor itu dengan kekuatannya namun percuma. Meskipun dia berhasik memadamkan api di batu meteor, dia tidak akan berhasil melenyapkan batunya dan memadamkan seluruhnya. Hydra menggertakan giginya dan berpikir...
Sialan... Bahkan jika aku membangun istana bawah laut, aku tidak yakin itu akan tetap bertahan melindungiku selain itu, Territoryku akan hancur dan semakin melemahkan kekuatanku. Huh~ nampaknya tidak ada pilihan lain selain membiarkan territory ini hancur dan melemahkanku... Namun, sebelum dia benar benar hancur, aku harus menghabisi bajingan ini terlebih dahulu...
"Roaaaaaarrrrr...!!!"
Hydra mengaum ke langit dan merendahkan tubuhnya lalu dengan segenap kekuatannya, dia melompat ke langit dengan sangat cepat dan menghancurkan meteor yang menghalangi jalannya. Tanpa perlu waktu lama, dia sudah mencapai tempat Rigel yang tersenyum lebar seolah sudah mengetahui jika Hydra memilih untuk menghampirinya.
"Sangat menyenangkan melihat musuhmu dari bawah."
"Akan ku akhiri pertarungan ini sekarang juga."
"Mari kita lihat, siapa yang akan berdiri di mayat siapa..."
Rigel mengulurkan tangan kirinya dan menggunakan Asura punch untuk memukul jatuh monster itu karena dia tidak bisa terbang, gerakannya pasti akan sangat terbatas jika ini pertarungan udara. Saat tinju asura mendatanginya, Hydra memutar tubuhnya dan berdiri di tinju Asura. Hydra menjadikan tinju asura sebagai pijakan dan melompat ke arah Rigel. Hydra mengulurkan tinju kirinya dengan sangat kuat ke arah Rigel.
Bang...!!!
Tinju Hydra beradu dengan lengan kiri palsu milik Rigel. Dia telah mengalirkan mana di lengan kirinya agar tidak hancur saat beradu pukulan, namun kekuatan Hydra sangatlah kuat dan membuat lengan kirinya itu memiliki kerusakan di beberapa tempat. Tidak selesai di situ, Hydra mengubah tinjunya menjadi sebuah genggaman dan melempar Rigel ke bawah dengan sangat kuat. Hydra menggunakan berat badannya untuk terjun bebas. Rigel dengan frustasi mengulurkan tangan kanannya dan mengumpulkan kekuatan dalam jumlah besar untuk melontarkan elemen Air, Api, Angin, dan Petir. Keempat elemen itu bersatu dan melesat ke arah Hydra yang terjun bebas.
"Matilah...!!!!"
Rigel mengaum dan menyumpah agar Hydra meti lebih cepat. Namun Hydra justru berjuang lebih keras dan putus asa. Mereka berdua sama sama bertekad untuk menang dan bertahan hidup. Rigel bertarung untuk banyak orang dan bertahan hidup demi dirinya serta gadis yang dicintai. Hydra bertarung untuk ambisinya dan bertahan hidup untuk kebanggaannya sebagai monster malapetaka.
Saat elemen yang bergabung mencapainya, Hydra tidak dapat menahannya dengan mengeluarkan kekuatan ataupun dengan lengannya. Territory miliknya sudah mencapai batasnya sehingga menarik banyak kekuatan dari Hydra untuk memulihkan territory miliknya secara otomatis. Hydra dengan terpaksa mengayunkan kaki kirinya selayaknya menendang bola. Dia mengorbankan kaki kirinya untuk menghindari tubuh atasnya terkena serangan itu.
Untuk pertama kalinya, Hydra mengeluarkan darah di wujud humanoidnya. Dia sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk meregenarisikan kakinya yang hilang. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Hydra memasuki situasi antara hidup dan mati.
"Aku pasti akan membunuhmu...!!!"
"Coba saja jika kau bisa...!!!"
Rigel berteriak balik kepada Hydra yang berteriak ke arahnya. Rigel menghempaskan tubuhnya dengan angin yang sudah dia kumpulkan di punggungnya. Rigel terhempas ke udara dan memukul Hydra kembali ke udara. Rigel mengikuti Hydra yang terlempar dan mengulurkan lengan kirinya ke wajahnya.
Bang!!!
Hydra dan Rigel saling memukul wajah satu sama lain. Mereka berdua sama sama mulai terjatuh namun Hydra dengan cepat mengambil Rigel dan melemparnya ke udara.
"Matilah...!!!"
Hydra merentangkan dadanya dan kristal di dadanya mulai bersinar terang lalu, energi gelap keluar dari kristalnya dan menghantam Rigel.
Aku tidak akan mati disini...!!! Masih ada banyak, banyak hal yang aku lakukan... Di sana ada orang orang yang menunggu kepulanganku... Ada janji yang harus ditepati... Aku membutuhkan kekuatan, sedikit saja, sedikit saja untuk membunuh monster ini...
Selagi Rigel terus meminta kekuatan kepada siapapun di dalam pikirannya. Sebuah suara mulai terlintas di benaknya.
"Akan kuberikan kau sedikit bantuan... Anggap saja sebagai Ucapan terima kasih karena telah mengucapkan salam perpisahan untuk ayahku, Azartooth..."
Dunia seolah berhenti dan hanya menyisakan Rigel sendirian. Lalu, di depannya muncul sosok pria yang memiliki wajah lembut dan memancarkan aura yang menghangatkan. Rigel bergumam "Kau... Siapa...??"
Sosok itu tersenyum lembut dan menjawab.
"Aku hanyalah sebagian kecil jiwa yang bersemayam di dalam jiwamu sejak kau dilahirkan, Rigel... Kau bisa menganggapku adikmu, kakakmu, saudaramu, apapun yang kau inginkan... Aku adalah sosok yang menciptakan pahlawan menggunakan tubuh dan harapan semua orang, Aku adalah Antares."
Putra Azartooth, Antares. Rigel sudah mendengar bahwa jiwa putranya tertidur di dalam jiwa miliknya. Namun, Rigel tidak pernah menyangka dapat bertemu dengannya secara langsung. Antares tampak sangat mirip dengan Rigel, yang membedakannya hanyalah dia memiliki satu mata di mata kirinya, sementara Rigel di mata kanannya.
"Aku selalu memperhatikanmu, Rigel... Kau tidak memiliki masa kecil yang indah seperti kebanyakan orang... Hidupmu sulit, bahkan kau harus mengemban takdir yang dengan egoisnya diserahkan kepadamu oleh para dewa... Aku akan memberimu kekuatan yang kuserap darimu saat pelatihanmu sehingga menyebabkan kenaikan levelmu lebih lambat dari pahlawan lainnya..."
Akhirnya Rigel mengetahui alasannya belum mencapai level maksimal saat kembali dari pelatihan. Seharusnya Rigel sudah mencapai batas maksimal level saat dia kembali, namun nyatanya dia baru berada di kisaran level 600. Nampaknya Antares menyerap Exp dan kekuatan yang seharusnya diterima Rigel dan membantunya naik level.
"Lalu, apa yang akan terjadi denganmu setelahnya...?"
"Mudah saja... Aku akan menghilang atau mungkin tertidur selamanya didalam jiwamu... Tidak ada banyak waktu lagi... Sekarang, biarkan aku mengambil alih tubuhmu selama satu menit..."
Antares mulai bercahaya dan menutupi Rigel sepenuhnya sampai waktu yang awalnya melambat mulai berjalan ke keadaan normal.
Energi gelap yang dikeluarkan Hydra sudah sangat dekat dengan Rigel... Dia berbalik untuk menghadapi energi itu dan saat dia berbalik, Hydra terkejut.
Mata kiri Rigel yang seharusnya hancur perlahan terbuka dan mengeluarkan sinar putih yang terang sementara mata kanan Rigel tertutup. Tubuh Rigel saat ini di kendalikan oleh Antares untuk semenit kedepan.
"Kau... Kau bukan lagi orang yang sama... Siapa kau?"
Nampaknya Hydra menyadari jika itu bukan lagi Rigel, namun seseorang mengendalikan tubuhnya.
"Tidak perlu untukku memberitahu siapa aku kepada sosok yang akan mati sebentar lagi."
Tanpa perlu menunggu Hydra bereaksi, Antares dengan cepat sudah berada di belakang Hydra yang terkejut dengannya...
Apa apaan ini... Aku bahkan tidak dapat mengikuti gerakannya...
Antarea memukul Hydra kelangit dengan sangat keras dan lagi lagi, dia sudah berada jauh di atas Hydra dan hendak menghantamkan tinjunya.
"Brengsek kau...!!!"
Hydra mengaum dan tubuhnya mulai bersinar. Dia kembali ke dalam wujud ular kepala duanya meskipun ukurannya sedikit mengecil. Dia berusaha mencabik cabik Antares. Tetapi sudah terlambat...
Antares sudah selesai membuat Asura punch yang bahkan ukuran dua kali lebih besar dari Hydra. Dia mengulurkan lengannya, tinju itu menghantam Hydra dan menghempaskannya ke laut. Sebelum dia benar benar jatuh, Antares mengulurkan tangannya dan membuat daratan tanah yang tebal untuk mencegah Hydra jatuh kelaut.
Duar...!!!
Jatuhnya Hydra tampak seperti sebuah ledakan. Tanah tempatnya jatuh memiliki banyak retakan dimana mana. Lalu, Antares mengulurkan tangannya ke langit dan menjatuhkan sesuatu yang sudah di buat Rigel sejak awal...
"Jatuhnya matahari..."
Sebuah bola api super panas, lebih mirip matahari kecil jatuh dari langit dan menghantam Hydra yang terbaring lemah...
Duarrr...!!!
Roaaaaaarrrrr!!!
Matahari kecil itu menghantam Hydra dan meledak. Air laut di Territory Hydra menguap dan tidak mampu menahan ledakannya lalu hancur.
"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini?!"
Merial berteriak bingung karena air laut menjadi panas dan tidak tenang serta getaran karena ledakan dari dalam Territory sampai keluar. Merial berkata...
"Apa apaan ini? Seharusnya apapun yang terjadi didalam Territory, tidak akan pernah sampai ke daerah luar territory."
Tidak lama setelah getaran berakhir, sesuatu mulai keluar dari dalam air. Itu adalah Megalodon.
"N-nona Merial... Itu adalah Megalodon, apa yang harus kita lakukan...?!"
"Tenanglah, itu adalah monster di bawah kendali Tuan Rigel."
Merial dengan khawatir memandang Megalodon itu sampai akhirnya, Megalodon membuka mulutnya. Di dalamnya, terdaoat seorang pria yang sedang duduk dengan malas seakan mengantuk namun dia tetap menjaga dirinya agar tetap sadar.
"Tuan Takumi...!!! Kau baik baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam Territory...?!"
Merial hendak menghampirinya untuk membawanya ke kapal namun dia dihentikan oleh Takumi.
"Berhenti, sekarang aku sedang dipenuhi aura kemalasan, jika kau mendekat kau akan terkena imbasnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi disana, namun yang pasti itu adalah ulah Rigel. Dia bahkan sampai menguapkan seluruh air di sana."
"Apa? Menguapkan air?!"
Merial tidak habis pikir jika ada seseorang yang bisa melakukan hal itu... Hanya ada satu cara untuk memastikannya...
"Semua prajurit... Kita kembali ke sana. Nampaknya Territory Hydra sudah di hancurkan dari dalam, ayo kita pergi!!"